Well-known People
Thursday, 21. August 2008, 09:07:56
"Kecuali, kita dah dikenali sama si tukang bubur, sebagai pelanggan
tetap" begitu saya bercerita. Si tukang bubur akan nganterin bubur,
diminta tanpa diminta. "Ass., Pak, Bu, ini bubur panasnya. Silahkan
disantap. Masih panas. Enak," begitulah si tukang bubur bakal brtutur
ketika menawarkan buburnya. Bahkan, si tukang bubur masih melengkapi
dengan seledri, kerupuk, sate usus/kulit ayam dan sambel tambahan.
Jaga-jaga kita membutuhkannya.
Kenapa bisa demikian? Ya itu tadi. Kita biasa mesen sama dia. Jadi,
mesen ga mesen, dianggap mesen. Bahkan sudah tidak perlu harus membayar
cash lagi. Dah ga penting. Hubungannya lebih dari sekedar penjual ke
pembelinya. Tapi antara penjual dengan pelanggannya. Hubungan emosional.
Maka, biasakanlah berdoa. Justru di saat kita sehat, lapang, ga ada
keperluan, ga ada hajat mendesak, sedang kaya, sedang jaya, sedang
lancar-lancarnya usaha, sedang baik-baiknya anak-anak dan keluarga.
Insya Allah ini akan menjadikan kita dikenal di langit sebagai
orang-rang yang bila berdoa, sekali angkat tangan Allah akan kabulkan.
Bahkan seperti siloka di atas, ga perlu mengangkat tangan saja, sudah
Allah akan berikan yang baru terbersit di hati dan pikiran. Masya Allah.
Juga biasakanlah bersedekah di saat-saat di mana Allah melapangkan semua
jalan bagi kita. Supaya Allah jaga nikmat-Nya untuk kita dan senantiasa
ditambah segala nikmat sebab kita dah jadi hamba-Nya yang bersyukur.
Subhaanallaah, semoga Allah dan para malaikat-Nya betul mengenali kita
sebagai hamba-Nya yang saleh, rajin dan taat beribadah. Amin Allahumma
amin.
By: Ustadz Yusuf Mansyur

