Sleep Paralysis (Tertindih Waktu Bangun Tidur)
Monday, 22. September 2008, 00:41:01
KEJADIAN ini sering saya alami sejak zaman SMA, bahkan hingga sekarang (meski frekuensinya sudah sangat berkurang). Saat hendak bangun dari tidur atau baru saja terlelap, saya merasa seperti ditindih sesuatu. Ini membuat saya sulit bangun ataupun berteriak minta tolong.
Lalu, ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali.
Setelah itu, biasanya saya tidak berani tidur. Takut kesadaran saya hilang atau kejadian itu berulang lagi. Apalagi saat kejadian, saya seperti melihat sebuah bayangan di kegelapan.
Pernah saya saya bercerita tentang hal ini pada ibu saya. Beliau mengatakan saya mengalami tindihan. Dan menurut kepercayaan orang tua, yang menindih adalah makhluk halus. Ih, seram ya! Namun, logika saya berusaha mencari penjelasan ilmiah. Inilah hasilnya
Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien. Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.
Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, di sinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, Anda bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.
Jangan Anggap Remeh
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi.
Jika Anda sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu Anda mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, seep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Mitos Sleep Paralysis Di Berbagai Negara
- Di budaya Afro-Amerika, gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.
- Di budaya China, disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.
- Di budaya Meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
- Di budaya Kamboja, Laos dan Thailand, disebut pee umm, mengacu pada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.
- Di budaya Islandia, disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak napas dan mati lemas.
- Di budaya Tuki, disebut karabasan, dipercaya sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil napasnya.
- Di budaya Jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.
- Di budaya Vietnam, disebut ma de yang artinya dikuasai setan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi karena makhluk halus merasuki tubuh seseorang.
- Di budaya Hungaria, disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri berarti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.
- Di budaya Malta, gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal saat tidur.
- Di budaya New Guinea, fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pohon keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.


By philry4n, # 23. September 2008, 01:02:04
Terakhir ngalamin 2 taun yang lalu, dan masih mengira kalo gw ada yang gangguin
By mrtaufik, # 23. September 2008, 01:37:37
udah gitu kadang berulang, jadi bener males tidur
yup tiap kebudayaan kayaknya sama2 menterjemahkan sebagai ditindihin setan ya
By philry4n, # 23. September 2008, 03:12:24
yang terlihat hanya lingkungan kamar tempat saya tidur, biasa...waktu saya berusaha menggerakkan badan dan berhasil, yang terlihat ya hanya kamar saya itu... hehehe...
biasanya kalo malam itu sy mengalami "ketindih" itu, pastinya akan berulang beberapa kali selama saya mencoba tidur kembali di malam yang sama....
karena itu, biasanya saya siasati dengan cara minum air putih dan pindah tempat tidur, gk mau tidur di tempat semula...
By maria2309, # 24. September 2008, 13:53:23
Tapi biasanya pas ketindih gt ngantuknya amat sangat
By philry4n, # 24. September 2008, 14:31:33
Tapi aku inget banget waktu masih kecil, umur 3 taun, roh-ku itu kayaknya pernah lepas dari badan deh. Soalnya bisa terbang dan gangguin rambut sepupuku dianya gak berasa apa2. Jadi kejadiannya sore2. Diawali dengan aku telungkup terus kaki dinaik2kin (istilahnya kalo orang Sunda: lalanggiran dan ini dianggap sebagai pamali, tabu). Nah, pas lagi lalanggiran itu aku merasa melayang dan liat ke bawah emang udah terbang terus aku nyamperin sodara sepupuku, aku tarik2 rambutnya. Terus aku teriak2 juga kalau aku bisa terbang. Anehnya gak ada yang denger dan sodaraku juga gak ngerasa kalo rambutnya ditarik. Terus pelan2 aku kembali lagi ke posisi semula.
Hanya karena aku masih kecil, aku nggak ngerasa takut atau apa. Biasa aja. Ngehnya setelah gede.
@Ry4n, berasa ketindih itu bukannya waktu kita mau bangun tidur?
By mrtaufik, # 25. September 2008, 01:40:21
yang jelas kalo udah ketindih begitu, bikin hati dongkol cz gk mengenakkan...
By maria2309, # 25. September 2008, 02:45:12
heuheuheue
tapi sekarang2 udah jarang banget
By philry4n, # 25. September 2008, 05:04:37
By why.hidayat, # 9. October 2008, 11:27:30
By mrtaufik, # 12. October 2008, 05:38:32
Wuih kayakny sibuk selalu ni
By why.hidayat, # 12. October 2008, 16:20:28
By mrtaufik, # 12. October 2008, 23:50:07
met santai..met ngumpul ma kluarga..
windows vista lom prnah nyoba tu, linux juga..makin ribet ya !!window harus pake original..
By why.hidayat, # 15. October 2008, 04:07:49
By mrtaufik, # 15. October 2008, 06:11:58
met santai..met ngumpul ma kluarga..
windows vista lom prnah nyoba tu, linux juga..makin ribet ya !!window harus pake original..
By why.hidayat, # 15. October 2008, 06:24:54
By Honeyboney, # 31. October 2008, 06:37:05
Serem, tapi kalo udah tau itu penyebabnya apa, nggak usah takut!
By mrtaufik, # 31. October 2008, 06:52:29
By why.hidayat, # 31. October 2008, 08:58:14