Skip navigation.

Journal of a Tukang Potret

Hari-Hari Penyuluhan Terumbu Karang Itu Sudah Selesai

, , , ...


Tahun 2008 ini tahun terumbu karang internasional (IYOR = International Year of Reef). Makanya saya dan teman-teman di klub dive perusahaan (BDC = Badak Diving Club) berinisiatif mengadakan beberapa acara dan kegiatan. Satu di antaranya adalah penyuluhan untuk menumbuhkan kesadaran dan memberikan wawasan mengenai perterumbukarangan. Sasaran penyuluhan adalah murid SMA se-Bontang dan masyarakat di desa nelayan Bontang Kuala dan Selangan. Adapun yang menjadi instrukturnya adalah orang dari Yayasan Terangi (= Terumbu Karang Indonesia) di Jakarta. Ini adalah cerita mulai dari hari pertama saya ikut menjemput instruktur di bandara Badak Bontang hingga hari penyuluhan terakhir kemarin, Minggu, 18 Mei 2008.

Read more...

Cuti 2008 Report

, , , ...

Hwaduhhh ... cuti taun 2007 belom kelar dibikin laporannya udah kejalanin cuti tahun 2008 ini bulan Maret kemarin. Pengennya pas cuti bikin tulisan + upload2 foto2 tapi jarang banget ketemu wifi gratisan. Di samping waktunya memang ndak nyukupin buat bisa tulis-tulis. Jadi terpaksa lagi-lagi bikin laporan dengan memerah ingetan di memori yang mangkin lama mangkin bolot ini.
Howevehhh ... semoga apa yang saya share bisa bermanfaat baik untuk menyusun rencana perjalanan maupun untuk netepin mana-mana aja tempat yang pantes, baik dan layak untuk dikunjungi!
Sekian intronya dan silakan lanjut!

Read more...

60 Tahun Tragedi Nakbah Palestina

, , , ...

Nakbah adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Arab, oleh rakyat Palestina dijadikan istilah yang sangat menyedihkan untuk dikenang.

Di dalam Kamus Indonesia Arab, Arab Indonesia yang disusun oleh KH.Adib Bisri dan KH. Munawwir A. Fatah, Penerbit Pustaka Progresif, Surabaya, Cetakan Pertama, 1999, halaman 736, Nakbah diartikan dengan musibah, bencana, malapetaka.

Nakbah adalah suatu musibah, bencana atau malapetaka bagi rakyat Palestina yang disebabkan oleh kebiadaban teroris Israel sehingga mereka meninggalkan rumah dan kampung halamannya untuk hijrah menyelamatkan jiwa dan iman yang melekat di dalam dada.

Rakyat Palestina dikejar dan diburu teroris Israel untuk dibunuh, sehingga mereka mengungsi ke Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Yaman dan beberapa Negara Teluk, sampai saat ini mereka tidak dapat kembali ke rumah dan kampung halamannya.

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah." (QS:Al-Hajj/22: 40).

Walaupun peristiwa Nakbah sudah berlangsung 60 tahun, akan tetapi sangat sulit dilupakan oleh rakyat Palestina khususnya, dan orang yang memiliki hati nurani serta akal sehat pada umumnya karena begitu perihnya kekejaman yang dilakukan teroris Israel kepada anak-anak yang tidak berdosa dan orang-orang tua yang sudah uzur.

Peristiwa itu diawali dengan tindakan teror, penangkapan dan pembantaian yang dilakukan oleh teroris Irgun pimpinan Menachem Begin terhadap warga Palestina Tiberius pada tanggal 18 April 1948, menyebabkan 5.500 orang rakyat Palestina mengungsi menyelamatkan diri.

Setelah melakukan teror dan tindakan berutal kepada anak-anak dan kaum wanita, menghancurkan rumah penduduk, maka sekitar 70.000 orang rakyat Palestina mengungsi meninggalkan kampung halamannya dengan perasaan sedih dan linangan air mata, akhirnya kota Haifa jatuh ke tangan teroris Israel. Sungguh sangat menyedihkan!

Tanggal 22 April 1948, teroris Irgun yang dipimpin Menachem Begin, pernah menjabat Perdana Menteri Israel dari partai Likud (21 Juni 1977-10 Oktober 1983), membombardir fasilitas-fasilitas milik rakyat sipil di kota Jaffa, kota terbesar di Palestina pada saat itu, menyebabkan 750.000 rakyat Palestina ketakutan dan panik pergi mengungsi.

Tanggal 14 Mei 1948, teroris Zionis Israel berhasil menguasai kota Jaffa dan saat itu hanya sekitar 4.500 rakyat Palestina yang tersisa di kota tersebut.

Tanggal 14 Mei 1948, pukul 16.00 waktu setempat, David Ben Gurion, tokoh Zionis Internasional yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel Pertama (14 Mei 1948 - 7 Desember1953), secara sepihak memproklamirkan berdirinya “Negara Zionis Israel” yang pada hakekatnya merupakan penegasan tentang awal penjajahan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang didudukung Amerika Serikat. Terbukti hanya berselang 10 menit setelah proklamasi “Kemerdekaan Zionis Israel”, Presiden AS Harry S. Truman langung mengumumkan sikap resmi negaranya, mengakui dan mendukung berdirinya “Negara Zionis Israel” di atas bumi Palestina, serta langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!."(QS: An Nisaa/4: 75)

Ya Allah berilah kesabaran kepada rakyat Palestina dan kemenangan melawan penjajah Zionis Israel.

Ya Allah jadikan kami sebagai hamba Mu yang peduli dan mau menolong umat Nabi Muhammad saw yang dizalimi oleh musuh-musuh Mu, seperti di Palestina, Irak, Afghanistan dan di tempat lainnya.

H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA

(Sekjen KISPA)

Source: www.eramuslim.com

Andai Ben Gurion dan Ehud Barak Seorang Palestina

,

David Ben Gurion merupakan salah satu legenda Zionis-Israel. Dia dijuluki ‘George Washington dari Israel’. Lahir pada 16 Oktober 1886 dari keluarga Yahudi Fundamentalis di Polandia yang saat itu masih menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia. Ayahnya, Avigdor Gruen merupakan seorang tokoh gerakan Zionis. Ibunya mati saat dia berusia 11 tahun.

Ben Gurion sejak kecil tumbuh menjadi seorang zionis dan sosialis. Pada tahun 1906 dia memutuskan pindah ke Palestina karena tidak tahan dengan gerakan-gerakan anti Yahudi yang marak di selatan Eropa. Di Palestina Ben Gurion menjadi petani jeruk bersama-sama pendatang Yahudi lainnya. Dari Palestina, pada tahun 1912, Ben Gurion berangkat ke Turki untuk menuntut ilmu di Universitas Istanbul dan menjadi seorang jurnalis di wilayah Kekhalifahan Islam Turki Utsmaniyah. Keberadaannya di Turki tidak bertahan lama. Gurion diusir keluar dari Turki karena aktivitas terorismenya.

Gurion kemudian berangkat ke Amerika Serikat dan bergabung dengan orang-orang Yahudi Amerika. Dalam Perang Dunia I, David Ben Gurion (Singa Raja Daud) bergabung dengan legiun Yahudi Amerika yang bertempur di bawah tentara Inggris di Palestina.

Sejak itulah Gurion bersama teroris Zionis lainnya berusaha keras merebut Tanah Palestina dan menjadikannya sebagai ‘negara’ Israel. Tahun 1947, PBB secara sepihak memutuskan bahwa rakyat Palestina harus memberiu sebagian wilayahnya kepada Zionis-Yahudi. Ben Gurion diangkat menjadi Perdana Menteri Israel yang pertama dan membacakan teks proklamasi pendirian Israel pada tahun 1948.

Seorang Ben Gurion adalah seorang teroris, Zionis sejati, yang selalu merasa benar dan berhak atas berdirinya negara Israel di Tanah Palestina. Walau untuk itu dia harus memimpin kelompok-kelompok terorisnya untuk membantai, membunuh, memperkosa, dan mengintimidasi rakyat Palestina agar terusir dari tanahnya sendiri.

Menariknya, Ben Gurion sesungguhnya paham benar dengan apa yang dia lakukan dan bisa memahami perlawanan dari orang-orang Palestina terhadap Zionisme. Ada sebuah pengakuan dari seorang Ben Gurion yang sangat menarik. Kepada Nahum Goldman, Presiden Kongres Yahudi Internasional, Ben Gurion mengatakan:

“Jika saya adalah pemimpin bangsa Arab, saya takkan pernah sudi berunding dengan Israel. Ini lazim dan sudah semestinya. Bukankah Israel telah mengambil tanah mereka? Kita ini beradal sari Israel, tapi dua ribu tahun lalu, bagi mereka tanah ini apa artinya? Memang, ada gerakan-gerakan anti Yahudi seperti Nazi dan Auschwitz, tapi apa salahnya bangsa Arab kepada kita? Mereka hanya dapat melihat satu hal: orang-orang Yahudi datang dan mencuri tanah air mereka. Mengapa mereka harus menerima ini?”

Pengakuan Ben Gurion tersebut dikutip oleh John Mearsheimer dan Stephen Walt dalam artikel “The Israel Lobby and US Foreign Policy”.

Bahkan dalam artikel yang sama, juga dikutip pengakuan dari Ehud Barak yang sekarang ini menjabat sebagai Menteri Pertahanan Israel, yang mengatakan, “Seandainya saya dilahirkan sebagai seorang Palestina, saya akan ikut berjuang bersama organisasi teroris untuk merebut kembali tanah ini. ”

Dua pemimpin besar Zionis telah mengatakan hal sesungguhnya yang harus dilakukan para pemimpin Arab, para pemimpin negeri-negeri Islam, orang-orang yang bersimpati pada perjuangan membebaskan Tanah Palestina dari penjajahan Zionis-Israel. Andai mereka sebagai orang Palestina, maka mereka akan ikut dalam perjuangan bersenjata untuk mengusir penjajah negeri mereka dan tidak akan mau dan tidak akan sudi melakukan perundingan dengan musuh mereka.

Jika hal ini dikorelasikan dengan konferensi Annapolis yang diselenggarakan pada 26-27 November, maka alangkah bodohnya orang-orang Arab, orang-orang Islam, yang sudi hadir dalam konferensi tersebut. Para tokoh Yahudi Israel dan Yahudi Amerika seperti Bush akan menertawakan kekonyolan ini dari balik kedok yang mereka kenakan. Mereka akan berkata dalam hati, “Alangkah gobloknya orang-orang Arab dan orang-orang Islam ini yang mau hadir dalam konferensi yang tidak ada manfaatnya bagi mereka!”

Source: www.eramuslim.com

Tabayyun

,

Sekedar sebuah pengingat, bahwa setiap informasi yang kita dapat dari suatu sumber, tentu wajib dilakukan tabayyun. Pelajaran dari kisah haditsul-ifki di masa Rasulullah SAW terlalu berharga untuk kita lewatkan.

Namun yang namanya manusia, memang tempatnya lupa dan kesalahan. Bahkan dahulu para shahabat Nabi SAW yang agung dan mulia itu tidak luput dari fitnah seperti ini.

Banyak dari mereka yang akhirnya ikut menggunjingkan Aisyah radiyallahu 'anha. Sebab memang ada pihak-pihak yang punya hati yang susah kalau melihat Nabi SAW bahagia, dan bahagia kalau melihat Nabi SAW susah.

Mereka adalah kaum munafikin dengan gembongnya adalah Abudllah bin Ubay bin Salul. Awalnya, si Abdullah ini dulu adalah seorang yang sangat dihormati di Madinah. Dan dia berambisi untuk menjadi pemimpin di kota itu.

Tapi harapannya pupus manakala Rasulullah SAW dan para shahabat berhijrah dan mengambil-alih kekuasaan secara bulat. Tentu atas keinginan mayoritas penduduk Madinah juga.

Maka si tokoh munafiq satu ini kemudian kerjanya membikin onar, issue tidak jelas, gossip, dan berbagai makar lainnya, hingga puncaknya adalah menuduh Aisyah, ibunda mukminin sebagai wanita yang melakukan perseligkuhan dengan Shafwan radhiyallahu 'anhu.

Api fitnah telah dikobarkan, bahan bakarnya adalah ngerumpi dan berbagai majelis fitnah yang dihidup-hidupkan oleh gerombolan kaum munafikin Madinah. Dan meledaklah kegegeran di zaman itu, sebuah kejadian yang tidak pernah diduga sebelumnya. Sebuah drama kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW yang hanya wahyu dari langit saja yang dapat memadamkannya.

إِنَّ الَّذِينَ جَاؤُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar.(QS. An-Nur: 11)

Barulah setelah turun ayat ini, kobaran api curiga dan fitnah menjadi padam dengan sendirinya. Mereka akhirnya sadar bahwa menggunjingkan orang lain, sementara mereka tidak pernah lihat faktanya adalah perbuatan yang haram dan dilaknat Allah.

Pelajaran dari langit yang teramat berharga dan sampai hari ini kita masih membacanya.

Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu, "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar."(QS. An-Nur: 16)

Syariah Islam Butuh Bukti Bukan Sensasi

Ketika dulu kami kuliah dan belajar syariah Islam, satu pelajaran yang paling menarik adalah tentang bagaimana sebuah kesimpulan hukum itu didapat.

Ternyata para ulama sangat ketat dalam masalah hukum ini. Sesuatu tidak boleh diberi status hukum tertentu, kecuali telah jelas dasar-dasarnya. Harus ada dalil, bukti dan saksi. Selama tidak ada dali, bukti dan saksi, maka hukumnya tidak bisa berubah.

Sebagai contoh, seorang tidak bisa disebut pezina manakala belum ada bukti yang pasti bahwa dia berzina. Selain itu juga harus ada saksi yang memenuhi syarat atas perbuatan zinanya itu.

Selama seorang baru dituduh zina, maka dia bukanlah pezina yang harus dirajam. Bahkan sebaliknya, orang yang menuduh itu harus mendatangkan 4 orang saksi. Bila tidak bisa, justru yang menuduh itulah yang harus dicambuk 80 kali. Sebab tuduhan (qadzaf) itu juga merupakan jarimah (kriminal).

Ayat-ayat sebelum haditsul-ifki di dalam surat An-Nur telah menjelaskan bagaimana hukuman buat orang yang menuduh tanpa dasar dan bukti atau saksi yang kuat.

Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka cambuklah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. An-Nuur: 4)

Tentu kita tidak mau menjadi orang fasik sebagaimana diancamkan oleh ayat ini. Maka untuk pastinya, silahkan kita lakukan tabayyun kepada ahlinya.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Source: www.eramuslim.com

Israel Tembak Kepala Bocah Palestina di Selatan Gaza

, , , ...

Bagi jutaan pekerja di dunia, tanggal 1 Mei setiap tahun merupakan hari spesial yang sering diisi dengan aktivitas unjuk rasa. Namun bagi tentara Zionis-Israel, tanggal 1 Mei tidak ada bedanya dengan hari-hari lain. Sebab itu, mereka sedari pagi telah mengisinya dengan kegiatan rutin: membunuh warga Palestina, membakar ladang-ladang pertanian dan kebun zaitunnya, serta menghancurkan rumah tinggal mereka, tanpa kecuali.

Kamis pagi (1/5), saat langit masih disaput warna merah kelabu, debu-debu telah beterbangan sekitar jalan di Al-Farahen, dekat Khan Younis. Tak kurang dari delapan kendaraan tempur Israel, diikuti tiga bulldozer, memasuki wilayah pertanian warga Palestina di selatan Gaza ini.

Tak memerlukan waktu lama untuk menunggu mereka beraksi. Kendaraan-kendaraan berat mereka segera menggali dan menghancurkan semua tanaman yang telah dipelihara dengan hati-hati oleh para pertain Palestina. Tanah-tanah pertanian digali dan diaduk-aduk. Pohon-pohon zaitun yang masih muda ditebang dan dibakar.

Kendaraan-kendaraan militer Israel menembaki rumah-rumah kecil di sekitarnya hingga hancur. Banyak yang menemui ajal di dalam rumahnya sendiri. Yang sempat keluar berlarian tak tentu arah menyelamatkan diri.

Imad Qdaih, seorang anak Palestina berusia 12 tahun juga berlari menyelamatkan diri. Malang baginya, dari jarak tembak efektif, seorang tentara Zionis membidikkan senjatanya langsung ke kepalanya. Beberapa tembakan dilepas dan dalam waktu tidak smapai sepersekian detik, bocah itu tersungkur dengan kepala berlumuran darah.

Tenaga medis Palestina yang segera berdatangan ke lokasi berusaha menyelamatkan Imad. Bocah malang itu segera dimasukkan ke dalam ambulans dan dilarikan ke Rumah Sakit Ash-Shifa Hospital yang terletak di pusat Gaza.

Tragedi di pagi hari itu merupakan rutinitas di Palestina. Sedang apakah kalian wahai saudaraku? (rz)

Israel Bunuh Gadis Palestina Berusia 14 Tahun

, , , ...

Usia belasan merupakan saat-saat paling indah bagi setiap manusia. Dalam rentang masa usia itulah, banyak pengalaman dan perkembangan baru yang dialami setiap manusia yang hidup di bumi ini. Dari perkembangan tubuh, pemikiran, jiwa, hingga religiusitas.

Namun saat-saat yang indah tersebut rupanya tidak berlaku bagi Maryam Tal’at Ma’rouf, 14 tahun. Remaja Palestina ini di usia yang masih sangat belia dipaksa mengakhiri kehidupan dan segala mimpi indahnya tatkala sepasukan tentara Zionis-Israel mendobrak rumahnya yang sebagian telah hancur menjadi puing dan langsung menyemburkan senjata apinya ke seluruh isi rumah.

Maryam dan ibunya, Samyah Ma’rouf, langsung jatuh tersungkur tersiram beberapa timah panas. Gadis dari Beit Lahiya, utara Jalur Gaza tersebut langsung menemui Sang Khaliq.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi hari Sabtu pagi (26/4) dan merupakan satu dari rentetan pembunuhan yang dilakukan pasukan Zionis di daerah itu dibantu siraman timah pans yang dimunahkan dari helikopter-helikopter tempur Israel yang bersliweran di atas langit.

Muawiyah Hassanein, Direktur Emergency and Ambulance Services di dalam Kementerian Kesehatan Palestina, mengidentifikasi beberapa warga sipil Palestina yang menjadi korban kebrutalan pasukan Israel. Antara lain Saleh Ma'rouf (40), Zuhair Sobh (27), Ziad, Mustafa Sobh (28), Ahmad Abd al-Muttalib Al-Kahlout (25), dan Al-Kahlout (14). Seluruhnya dilarikan ke Kamal Udwan Hospital di Utara Gaza.

Apa yang terjadi di atas merupakan rutinitas yang terjadi di Palestina, wabilkhusus Jalur Gaza, setiap hari. Adakah kita masih sudi membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk pendukung Zionis-Israel yang sesungguhnya wajib kita haramkan untuk membelinya. Jika kita lupa, silakan melihat daftar produk pro Israel yang wajb diboikot, haram untuk dibeli oleh umat Islam, di situs www.inminds.co.uk. Jadilah Muslim yang menghidupkan Islam, bukan hidup dari Islam! (rz)

Sumber: www.eramuslim.com

Kisah Pilu yang Tersisa dari Tragedi Pembantaian Israel

, , , ...


“Bu, kapan suara bom itu berhenti?”
“Bu, apakah kita bisa bermain di pantai dan berenang-renang di sana?”
“Bu, kita pasti bisa bermain sepeda lagi di sekitar rumah”
“Bu, seperti kata Ibu, kita pasti bisa naik mobil menembus pengepungan ini. Benar kan, Bu?”

Pertanyaan demi pertanyaan itu mengisi benak dan mimpi anak-anak kecil di Ghaza. Mereka bertanya dan bertanya pada orang tua mereka, kapan mereka bisa bersuka cita? Apalagi, meski tak terlalu mengerti, setidaknya mereka turut mendengar bila ada perwakilan Ghaza yang berangkat ke Kairo Mesir untuk membahas upaya gencatan senjata. Itu tandanya, bagi mereka, ada harapan kebahagiaan setelah itu.

Hanaa, gadis cilik usia lima tahun berteriak gembira, “Akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang.“ Adiknya, Shalih yang berusia 4 tahun menyambut, “Kita bisa bermain dan bersenang-senang lagi...” Sang ibu kemudian menjawab kebahagiaan itu, “Ayo, sekarang tidur dulu, biar besok pagi kita dengarkan bagaimana berita tentang gencatan senjata. Semoga saja apa yang kalian harapkan terwujud.“ Malam itu, keluarga Muslim di Ghaza pun terlelap dalam mimpi indahnya tentang suasana yang lebih aman.

Tapi, harapan dan mimpi itu dijawab Zionis Israel dengan berita bak mengiris hati dengan sembilu. Pagi keesokan harinya, bom Israel sengaja ditembakkan ke rumah Abu Ma’tiq yag terletak di utara Ghaza. Anak-anak yang ada di dalam rumah itu, Mas’ad (1), Hanaa (3), Shalih (4), Radena (6), semuanya bergelimpangan tanpa nyawa di antara reruntuhan rumah. Sang ibu, dengan penuh luka dan tangis akhirnya sampai ke rumah sakit. Dan tak beberapa lama, ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir, menyusul keempat anaknya. Ia seperti tak mau berlama-lama tinggal di dunia yang hampa dari senyuman anak-anak yang menjadi buah hatinya.

Sang ayah, dengan lirih berkata, “Mereka merampas semua keluargaku... rumahku sekarang hancur... tak ada penghangat di musim dingin. Semuanya hilang. Mereka semalam bermimpi tentang gencatan senjata dan pencabutan isolasi Ghaza. Mereka juga sudah merencanakan hari libur yang indah. Mereka ingin hidup dengan aman. Tapi kedengkian dan kebencian Israel telah merampas mereka dan mimpi-mimpi mereka. Mereka semuanya meninggal... “

Hari itu, Bait Hanun, menyelimuti jasad para syuhadanya. Duka kembali menghangat di perkampungan pejuang Palestina yang tak mau tunduk dengan keinginan Israel dan AS yang terbukti haus darah. Ya, mimpi tentang gencatan senjata, dijawab dengan pembantaian. Inna lillah...

Sumber: www.eramuslim.com

Ekspedisi ke Gua Hambur Batu

, , , ...

Setelah didahului dengan survey seminggu sebelumnya untuk mencari pemandu jalan dan menghitung perkiraan biaya, kami berlima: Suyanto, Roy Pandelaki, Irwansyah, saya Taufik dan Didi kawan dari Indominco serta ditambah Pak Mardi sebagai pemilik mobil yang kami sewa memulai perjalanan pada jam 07.30 hari Jum’at waktu libur Nyepi. Hujan gerimis mengiringi perjalanan kami hingga tiba di Sangatta jam 10.00. Perjalanan memang makan waktu lebih lama dari biasanya karena jalan Bontang – Sangatta jauh lebih hancur dari biasanya, disamping kami sempatkan untuk mampir di hutan Sangkimah untuk mencari informasi tambahan mengenai gua purba yang menjadi tujuan perjalanan ini.

Setelah membeli tambahan perbekalan di Sangatta, perjalanan dilanjutkan mengikuti rute jalan ke Bengalon.

Read more...

Hunting Melasti di Bontang Kuala

, , , ...

Hwaduhhh ... hancur dah huntingnya. Gerimis, lowlight, langit jelek, terus lokasi pun serba terbatas posisi motretnya.
Mending hunting tahun lalu. Banyak elemen di lokasi yang bisa membantu komposisi.
Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31