Skip navigation.

Journal of a Tukang Potret*

Posts tagged with "Palestina"

60 Tahun Tragedi Nakbah Palestina

, , , ...

Nakbah adalah suatu kata yang berasal dari bahasa Arab, oleh rakyat Palestina dijadikan istilah yang sangat menyedihkan untuk dikenang.

Di dalam Kamus Indonesia Arab, Arab Indonesia yang disusun oleh KH.Adib Bisri dan KH. Munawwir A. Fatah, Penerbit Pustaka Progresif, Surabaya, Cetakan Pertama, 1999, halaman 736, Nakbah diartikan dengan musibah, bencana, malapetaka.

Nakbah adalah suatu musibah, bencana atau malapetaka bagi rakyat Palestina yang disebabkan oleh kebiadaban teroris Israel sehingga mereka meninggalkan rumah dan kampung halamannya untuk hijrah menyelamatkan jiwa dan iman yang melekat di dalam dada.

Rakyat Palestina dikejar dan diburu teroris Israel untuk dibunuh, sehingga mereka mengungsi ke Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Yaman dan beberapa Negara Teluk, sampai saat ini mereka tidak dapat kembali ke rumah dan kampung halamannya.

(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata, "Tuhan kami hanyalah Allah." (QS:Al-Hajj/22: 40).

Walaupun peristiwa Nakbah sudah berlangsung 60 tahun, akan tetapi sangat sulit dilupakan oleh rakyat Palestina khususnya, dan orang yang memiliki hati nurani serta akal sehat pada umumnya karena begitu perihnya kekejaman yang dilakukan teroris Israel kepada anak-anak yang tidak berdosa dan orang-orang tua yang sudah uzur.

Peristiwa itu diawali dengan tindakan teror, penangkapan dan pembantaian yang dilakukan oleh teroris Irgun pimpinan Menachem Begin terhadap warga Palestina Tiberius pada tanggal 18 April 1948, menyebabkan 5.500 orang rakyat Palestina mengungsi menyelamatkan diri.

Setelah melakukan teror dan tindakan berutal kepada anak-anak dan kaum wanita, menghancurkan rumah penduduk, maka sekitar 70.000 orang rakyat Palestina mengungsi meninggalkan kampung halamannya dengan perasaan sedih dan linangan air mata, akhirnya kota Haifa jatuh ke tangan teroris Israel. Sungguh sangat menyedihkan!

Tanggal 22 April 1948, teroris Irgun yang dipimpin Menachem Begin, pernah menjabat Perdana Menteri Israel dari partai Likud (21 Juni 1977-10 Oktober 1983), membombardir fasilitas-fasilitas milik rakyat sipil di kota Jaffa, kota terbesar di Palestina pada saat itu, menyebabkan 750.000 rakyat Palestina ketakutan dan panik pergi mengungsi.

Tanggal 14 Mei 1948, teroris Zionis Israel berhasil menguasai kota Jaffa dan saat itu hanya sekitar 4.500 rakyat Palestina yang tersisa di kota tersebut.

Tanggal 14 Mei 1948, pukul 16.00 waktu setempat, David Ben Gurion, tokoh Zionis Internasional yang kemudian menjadi Perdana Menteri Israel Pertama (14 Mei 1948 - 7 Desember1953), secara sepihak memproklamirkan berdirinya “Negara Zionis Israel” yang pada hakekatnya merupakan penegasan tentang awal penjajahan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina yang didudukung Amerika Serikat. Terbukti hanya berselang 10 menit setelah proklamasi “Kemerdekaan Zionis Israel”, Presiden AS Harry S. Truman langung mengumumkan sikap resmi negaranya, mengakui dan mendukung berdirinya “Negara Zionis Israel” di atas bumi Palestina, serta langsung membuka hubungan diplomatik secara resmi.

Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!."(QS: An Nisaa/4: 75)

Ya Allah berilah kesabaran kepada rakyat Palestina dan kemenangan melawan penjajah Zionis Israel.

Ya Allah jadikan kami sebagai hamba Mu yang peduli dan mau menolong umat Nabi Muhammad saw yang dizalimi oleh musuh-musuh Mu, seperti di Palestina, Irak, Afghanistan dan di tempat lainnya.

H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA

(Sekjen KISPA)

Source: www.eramuslim.com

Israel Tembak Kepala Bocah Palestina di Selatan Gaza

, , , ...

Bagi jutaan pekerja di dunia, tanggal 1 Mei setiap tahun merupakan hari spesial yang sering diisi dengan aktivitas unjuk rasa. Namun bagi tentara Zionis-Israel, tanggal 1 Mei tidak ada bedanya dengan hari-hari lain. Sebab itu, mereka sedari pagi telah mengisinya dengan kegiatan rutin: membunuh warga Palestina, membakar ladang-ladang pertanian dan kebun zaitunnya, serta menghancurkan rumah tinggal mereka, tanpa kecuali.

Kamis pagi (1/5), saat langit masih disaput warna merah kelabu, debu-debu telah beterbangan sekitar jalan di Al-Farahen, dekat Khan Younis. Tak kurang dari delapan kendaraan tempur Israel, diikuti tiga bulldozer, memasuki wilayah pertanian warga Palestina di selatan Gaza ini.

Tak memerlukan waktu lama untuk menunggu mereka beraksi. Kendaraan-kendaraan berat mereka segera menggali dan menghancurkan semua tanaman yang telah dipelihara dengan hati-hati oleh para pertain Palestina. Tanah-tanah pertanian digali dan diaduk-aduk. Pohon-pohon zaitun yang masih muda ditebang dan dibakar.

Kendaraan-kendaraan militer Israel menembaki rumah-rumah kecil di sekitarnya hingga hancur. Banyak yang menemui ajal di dalam rumahnya sendiri. Yang sempat keluar berlarian tak tentu arah menyelamatkan diri.

Imad Qdaih, seorang anak Palestina berusia 12 tahun juga berlari menyelamatkan diri. Malang baginya, dari jarak tembak efektif, seorang tentara Zionis membidikkan senjatanya langsung ke kepalanya. Beberapa tembakan dilepas dan dalam waktu tidak smapai sepersekian detik, bocah itu tersungkur dengan kepala berlumuran darah.

Tenaga medis Palestina yang segera berdatangan ke lokasi berusaha menyelamatkan Imad. Bocah malang itu segera dimasukkan ke dalam ambulans dan dilarikan ke Rumah Sakit Ash-Shifa Hospital yang terletak di pusat Gaza.

Tragedi di pagi hari itu merupakan rutinitas di Palestina. Sedang apakah kalian wahai saudaraku? (rz)

Israel Bunuh Gadis Palestina Berusia 14 Tahun

, , , ...

Usia belasan merupakan saat-saat paling indah bagi setiap manusia. Dalam rentang masa usia itulah, banyak pengalaman dan perkembangan baru yang dialami setiap manusia yang hidup di bumi ini. Dari perkembangan tubuh, pemikiran, jiwa, hingga religiusitas.

Namun saat-saat yang indah tersebut rupanya tidak berlaku bagi Maryam Tal’at Ma’rouf, 14 tahun. Remaja Palestina ini di usia yang masih sangat belia dipaksa mengakhiri kehidupan dan segala mimpi indahnya tatkala sepasukan tentara Zionis-Israel mendobrak rumahnya yang sebagian telah hancur menjadi puing dan langsung menyemburkan senjata apinya ke seluruh isi rumah.

Maryam dan ibunya, Samyah Ma’rouf, langsung jatuh tersungkur tersiram beberapa timah panas. Gadis dari Beit Lahiya, utara Jalur Gaza tersebut langsung menemui Sang Khaliq.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi hari Sabtu pagi (26/4) dan merupakan satu dari rentetan pembunuhan yang dilakukan pasukan Zionis di daerah itu dibantu siraman timah pans yang dimunahkan dari helikopter-helikopter tempur Israel yang bersliweran di atas langit.

Muawiyah Hassanein, Direktur Emergency and Ambulance Services di dalam Kementerian Kesehatan Palestina, mengidentifikasi beberapa warga sipil Palestina yang menjadi korban kebrutalan pasukan Israel. Antara lain Saleh Ma'rouf (40), Zuhair Sobh (27), Ziad, Mustafa Sobh (28), Ahmad Abd al-Muttalib Al-Kahlout (25), dan Al-Kahlout (14). Seluruhnya dilarikan ke Kamal Udwan Hospital di Utara Gaza.

Apa yang terjadi di atas merupakan rutinitas yang terjadi di Palestina, wabilkhusus Jalur Gaza, setiap hari. Adakah kita masih sudi membelanjakan uang kita untuk membeli produk-produk pendukung Zionis-Israel yang sesungguhnya wajib kita haramkan untuk membelinya. Jika kita lupa, silakan melihat daftar produk pro Israel yang wajb diboikot, haram untuk dibeli oleh umat Islam, di situs www.inminds.co.uk. Jadilah Muslim yang menghidupkan Islam, bukan hidup dari Islam! (rz)

Sumber: www.eramuslim.com

Kisah Pilu yang Tersisa dari Tragedi Pembantaian Israel

, , , ...


“Bu, kapan suara bom itu berhenti?”
“Bu, apakah kita bisa bermain di pantai dan berenang-renang di sana?”
“Bu, kita pasti bisa bermain sepeda lagi di sekitar rumah”
“Bu, seperti kata Ibu, kita pasti bisa naik mobil menembus pengepungan ini. Benar kan, Bu?”

Pertanyaan demi pertanyaan itu mengisi benak dan mimpi anak-anak kecil di Ghaza. Mereka bertanya dan bertanya pada orang tua mereka, kapan mereka bisa bersuka cita? Apalagi, meski tak terlalu mengerti, setidaknya mereka turut mendengar bila ada perwakilan Ghaza yang berangkat ke Kairo Mesir untuk membahas upaya gencatan senjata. Itu tandanya, bagi mereka, ada harapan kebahagiaan setelah itu.

Hanaa, gadis cilik usia lima tahun berteriak gembira, “Akhirnya, aku bisa tidur dengan tenang.“ Adiknya, Shalih yang berusia 4 tahun menyambut, “Kita bisa bermain dan bersenang-senang lagi...” Sang ibu kemudian menjawab kebahagiaan itu, “Ayo, sekarang tidur dulu, biar besok pagi kita dengarkan bagaimana berita tentang gencatan senjata. Semoga saja apa yang kalian harapkan terwujud.“ Malam itu, keluarga Muslim di Ghaza pun terlelap dalam mimpi indahnya tentang suasana yang lebih aman.

Tapi, harapan dan mimpi itu dijawab Zionis Israel dengan berita bak mengiris hati dengan sembilu. Pagi keesokan harinya, bom Israel sengaja ditembakkan ke rumah Abu Ma’tiq yag terletak di utara Ghaza. Anak-anak yang ada di dalam rumah itu, Mas’ad (1), Hanaa (3), Shalih (4), Radena (6), semuanya bergelimpangan tanpa nyawa di antara reruntuhan rumah. Sang ibu, dengan penuh luka dan tangis akhirnya sampai ke rumah sakit. Dan tak beberapa lama, ia pun menghembuskan nafasnya yang terakhir, menyusul keempat anaknya. Ia seperti tak mau berlama-lama tinggal di dunia yang hampa dari senyuman anak-anak yang menjadi buah hatinya.

Sang ayah, dengan lirih berkata, “Mereka merampas semua keluargaku... rumahku sekarang hancur... tak ada penghangat di musim dingin. Semuanya hilang. Mereka semalam bermimpi tentang gencatan senjata dan pencabutan isolasi Ghaza. Mereka juga sudah merencanakan hari libur yang indah. Mereka ingin hidup dengan aman. Tapi kedengkian dan kebencian Israel telah merampas mereka dan mimpi-mimpi mereka. Mereka semuanya meninggal... “

Hari itu, Bait Hanun, menyelimuti jasad para syuhadanya. Duka kembali menghangat di perkampungan pejuang Palestina yang tak mau tunduk dengan keinginan Israel dan AS yang terbukti haus darah. Ya, mimpi tentang gencatan senjata, dijawab dengan pembantaian. Inna lillah...

Sumber: www.eramuslim.com

Hadiah Anak-Anak israel Untuk Anak-Anak Palestina dan Lebanon

, ,


Anak-anak kecil israel menuliskan 'pesan' di cangkang senjata artileri berat. Lokasi di Kiryat Shmona, israel utara, bersebelahan dengan perbatasan Lebanon. Senin, 17 Juli 2006 (AP Photo/Sebastiian Scheiner)





Dan anak-anak LEBANON menerimanya dengan ...



Saudara2ku marilah kita berdoa dengan mengucapkan doa berikut ini dengan lisan kita dan hati kita. Bacalah doa yang saya tuliskan dan hayati. Insya Allah doa kita akan sampai. Sebab Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya yang teraniaya dan tidak ada hijab antara kita dengan Allah.

Allahumma a'izzal islam wal muslim wa adzillas syirka wal musyrikin wa dammir a'da aka a'da addin wa iradaka suui 'alaihim yaa robbal 'alamin.

Wahai Allah muliakanlah islam dan kaum kaum muslimin dan hinakanlah rendahkanlah kesyirikan dan pelaku kemusyrikan dan hancurkanlah musuh-Mu dan musuh agama-Mu dengan keburukan wahai Rabb semesta alam.

Allahumma 'adzdzibil kafarotalladzina yashudduna 'ansabilika, wa yukadzdzibuna min rusulika wa yuqotiluna min awliyaika.

Wahai Allah berilah adzab... Wahai Allah berilah adzab... Wahai Allah berilah adzab... orang-oramg kafir yang telah menghalang halangi kami dari jalan-Mu, yang telah mendurtakan para musuhmu dan telah membunuh para wali-Mu, para kekasih-Mu.

Allahumma farriq jam'ahum wa syattit syamlahum wa zilzal aqdamahum wa bil khusus min Yahuud wa syarikatihim innaka 'ala kulli syaiin qodir.

Wahai Allah pecah belahlah, hancur leburlah kelompok mereka, porak porandakanlah mereka dan goncangkanlah kedudukan mereka, goncangkanklah hati hati mereka terlebih khusus dari orang-orang Yahudi dan sekutu-sekutu mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa.

Allahumma shuril islam wal ikhwana wal mujahidina fii 'irooq wa fii filistina wa fii libanin wa fii kulli makan yaa Rabbal 'alamin.

Wahai Allah tolonglah Islam dan saudara kamu dan para mujahid, orang yang berperang di jalan-Mu di Irak dan di Palestina dan di Libanon dan di mana saja mereka berada wahai Rabb semesta alam.

Aamiin Yaa Robbal 'alamin.

Kabulkanlah yaa Rabb semesta alam.
Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31