Anak Kolong Langit
Friday, 23. May 2008, 09:46:43
pengelana yang meninggalkan jejak kabur di atas pasir
dimana kepakan sayap elang menjadi penuntun arahmu
dan suara dentuman ombak menjadi detak waktumu
adakah kau rasakan rindu hingga tulang-tulang rongga dadamu?
apakah itu rindu yang menyesakkan yang menuntut segera?
rindumu pada debur ombak
angin pantai
kapal karam
goa-goa karang
cemburumu yang hebat pada
ikan-ikan yang sembunyi
bintang laut yang merah darah
biru warna laut yang pekat dan menenggelamkan
kau berlayar dan melabuh di pulau tak bertuan
berenang di antara padang lamun
membiarkan ombak memainkan tubuhmu
bercinta dengan laut
siapakah sesungguhnya dirimu?
jawabmu aku bukan petualang pencari jejak harta karun bumi
aku adalah anak kolong langit
yang sering mengembara dengan suasana hati
penikmat alam semesta
yang pergi ke tempat tak bertuan
tempat dimana waktu terhenti
dan musim terlupakan
sejenak berpikir, dimanakah rumahku?
sekian perjalanan berlalu
sekian kenangan tercatat
sekian tempat tersinggahi
sepertinya masih harus terus melangkah
kaki ini tak mau berhenti di satu tempat
yang manakah rumahmu?
jawabmu rumahku dipagari pelangi dan dihiasi awan-awan
atapnya bintang-bintang kejora
alasnya rumput padang pasir
jendelanya bunga-bunga semusim
dan setiap hari aku jatuh cinta pada udara yang kuhirup
akulah anak kolong langit
dikandung di dalam rahim perut bumi
dilahirkan saat sebuah bintang redup dan jatuh ke bumi
dibesarkan di hutan semesta
dan inilah aku
kekasih alam
yang suka mencumbui laut
untuk mengenang laut dan ubur-ubur di padang lamun Segajah,
Jakarta, 22 Mei 2008
Written by: Kiki Anggraini