Skip navigation.

Kata syukur itu ada dalam kesabaran...

mereka yang telah sukses hanya memiliki satu kunci yaitu sabar...

Seorang Entrepreneur adalah Orang Gila

Assalamu'alaikum sahabatq sekalian...
dah lama ni tak urus ni blog. hari aids internasional sudah kita lalui kemaren. sekarang mo ngebahas lagi tentang wirausaha.
alhamdulillah beberapa pekan yang lalu saya telah membaca buku wirausaha.. bukan berisi tentang banyak materi bagaimana menjadi seorang wirausawahan dan macem2nya tetapi taktis langsung to the point. kalo mau buka es teler yg di butuhin pa aja, kalo mo buka soto yg di butuhin apa aja bahkan dalam buku ini di sebutkan kapan BEP itu akan terjadi dengan perimbangan beberapa alternatif seperti tempat model, dll. saran saya beli bukunya. ato pinjem...
alhamdulillah di bulan Desember ini selain membuka counter baru saya juga kembali membuka gerai roti bakar.. mohon do'anya semoga bulan Januari bisa membuka gerai baru lagi... >,< amien

Wirausaha Tanpa Modal...

, , , ...

sahabat sekalian...
banyak diantar kita beranggapan bahwa untuk memulai sebuah bisnis dibutuhkan modal yang tidak sedikit. tapi di blog saya ini, insyaAlloh akan saya paparkan beberapa peluang usaha yangbisa sahabat-sahabat sekalian dapat lakukan dengan atau pun tanpa modal. dengan modal kecil apalagi yang besar.
yang pertama kali saya ingin membuka dengan sebuah bisnis yang sebenarnya simple hanya saja memang di butuhkan ketelatenan.
Berbisnis Tanpa Modal
berbisnis tanpa modal ini saya hanya akan memberikan contoh-contoh yang seharusnya dapat sahabat-sahabat sekalian lakukan. tinggal kitanya saja. mau atau malu??

1. Berjualan Buku
tentu jualannya pun tidak sembarang jualan. kita tidak perlu sewa ruko, beli buku-buku apalagi pakai mesin transaksi. jualan buku yang saya maksud ini kita ssuaikan dengan event yang sedang berlangsung di suatu tempat. umpamanya di kampus rekan-rekan akan ada tabligh akbar dengan pembicara Ust Yusuf Mansur. nah pesertanya pasti banyak tuh. langsung aja pergi ke penerbit sampaikan bahwa anda ingin kerjasama dengan mereka untuk menjualkan buku. misal kalo selama ini yang saya. pinjem buku di penerbit ProU nanti kita dapet potongan biasanya 35%. kita tinggal beri potongan 20 % maka kita dapet untung 15%. tapi catatan di ProU ada syarat2nya diantaranya KTP2 orang berbeda kemudian minimal terjual 3 Eksemplar. dan banyak lagi penerbit yang rekan2 bisa ajak kerja sama untuk di jualkan bukunya. saya pernah melakukan hal ini. tour dari masjid ke masjid, dari tabligh akbar ke tabligh akbar. selama 4 hari saya mendapatkan bruto sebanyak 2 jutaan, dan Nettonya adalah sekitar 600an ribu. bayangkan hanya 4 hari dapet 600an ribu. tentu ini lebih banyak dari pada gaji OP warnet yg hanya perjam 1500-2000 yg kalo kita itung maksimal perbulan 600 ribuan lah.

2. Loper Koran/majalah
tinggal ambil di agen nanti dari agent kita dapet persenan dari harga normal sekitar 15-20%. saya dulu biasanya ngambil majalah2 islami yang terbit 2 pekan sekali. nah bisnis sangat cocok buat rekan2 yang masih kuliah, masih sekolah tergabung di sebuah organisasi apalagi anda memiliki jaringan yang luas. semakin banyak pelanggan maka income kita semakin banyak pula. misal satu koran kita dapet 500. sehari bisa ngejual 20, maka sehari kita dapet 20x500=10.000 kalikan satu bulan. 10.000x30=300.000. itu baru dari koran. dari majalah umpanya untungnya 800 dan bisa menjual 50 eksemplar. karena terbitnya 2 pekan sekali. maka seminggu 2 kali. jadi 800x50x2=80.000. majalah tu kalo kita hanya memiliki 25 pelanggan. jika lebih??? silahkan kalikan sendiri.

3.Buruh Gendong
yang ini perlu dijelasin kah???? ni pekerjaan juga lo... modalnya cukup otot yang kuat.

4.Rajin Jalan2
rekan-rekan.. pernah saya lakukan pekerjaan ini. jadi pekerjaan ini hanya menuntut kita untuk berjalan di pinggir jalan raya saja, dan matanya jelalatan liat kiri kanan, kalo ada uang di jalan ambil. sering kita meremehkan yang namanya uang recehan. padahal seperti kata pepatah sedikit sedikit lama lama menjadi bukit. nah pekerjaan ini pernah saya lakukan ketika saya duduk di bangku SMA di mana jarak dari SMA dari rumah sekitar 8 KM. saya berangkat jam 6.30 sampai sekolah biasanya 06.45an lah. nah terkadang saya dapati uang2 recehan di jalan saya ambil. dan tebak, dalam sekali perjalanan ke sekolah saya pernah mendapat 4700 rupiah. kalo pulang balik jadi??? kalo sebulan jadi???. memang sedikit sich, tapi bagi saya yang waktu itu masih sekolah dan kadang di beri uang saku lebih seringnya tidak. hal itu sangat membahagiakan saya.

5. Pemulung
hey hey hey.. jangan salah ya, pemulung tu perhari pendapatan kadang bisa nyampe 20.000 an lo. saya pernah jadi pemulung waktu SD dan awal2 SMP. yah namanya juga masih anak. dapet mainan swenengnya bukan main dan itu merupakan bonus saya selain mengumpulkan kaleng, botol bekas dan kardus bekas. saat saya SD kan zamannya Mc Donald ngeluarin bonus mainan anak2 ketika kita membeli paket tertentu. nah meski saya g punya duit ke Mc Donald, saya juga bisa bergaya seolah-olah pernah pergi ke Mc D, buktinya apa? ya dari mainan bonus Mc D yg saya dapetin di TPA (tempat Pembuangan Akhir):right:

6.dan lain lain ...
lain lain tuh masih banyak lo, cuma seperti yg pernah saya katakan dalam postingan sebelumnya. kita mau gerak enggak... "Obah Mamah..."
oiya bahkan ada yg cukup dirumahpun kita dapet pemasukan lo. yg pasti walau di rumah tetap dengan usaha juga lo ... :D

Lowongan kerja itu Banyak ...

, , , ...

Banyak orang mengatakan bahwa saat ini mencari pekerjaan itu sulit, yang sarjana nganggur saja banyak apalagi kita yg bukan sarjana...
sahabat sekalian...
survey yang telah di lakukan di Jogjakarta menyebutkan bahwa angka pengangguran bagi lulusan sarjana lebih besar dari pada lulusan SMA. dengan rincian pengangguran lulusan S1/D3 40% lulusan SMA 30% lulusan SMP 15% lain-lain 15%. dan Alhamdulillahnya saat ini pemerinbtah khusunya DitJend DIKTI tengah menggalakkan kewirausahaan mmelalui di wajibkannya mata kuliah kewirausahaan. selain itu pemerintah juga berperan aktif dalam penyelenggaraanlomba-lomba juga seminar-seminar yang mengangkat materi kewirausahaan. Program ini tentu dimaksudkan pemerintah untuk menekan angka pengangguran. jadi Mahasiswa tidak di tuntut untuk mencari kerja tetapi hendaknya setelah lulus ia dapat mandiri atau bahkan membuka lowongan kerja bagi orang lain.
kerja apakah identik di kantor...
Banyak sekali orang beranggapan bahwa orang kerja ya di kantor. baik itu kantor negeri atau pun swasta. maka banyak sekali kita dapati orang yang hingga beberapa tahun setelah ia lulus sekolah masih saja bertitle pengangguran. otak mereka sudah terkotak kerja kantor kerja kantor kerja kantor. pola pikir seperti inilah yang membuat angka pengangguran di Indonesia makin memuncak.
Ciba apabila kita bisa mengesampingkan bahwa kerja itu ya mencari uang bagaimana pun caranya yang penting halal. kita tengoklah di jalan-jalan yang mungkin setiap hari kita lalui. perhatikan, tukang becak yang sedang istirahat di becaknya, tukang parkir yang sedang memindahkan motor, penjual jamu, loper koran, tukang tambal ban, sales menyebarkan brosur dan banyak lagi...
perhatikan bung, mereka itu bekerja dan mereka mendapat hasil dari apa yang mereka usahakan. mereka tidak malu untuk di sebut tukang parkir, mereka tidak mengeluh dengan sebutan tukang tambal ban, mereka tidak menyerah walau mereka hanya berprofesi sebagai tukang becak. karena di benak mereka kerja boleh apapun tetapi rezeky harus halal.
maka sangatlah benar sekali apabila ada filosofi jawa yang mengatakan bahwa "Obah Mamah...". apapun asal kita mau bergerak pasti biosa untuk makan.
nah sahabat sekalian...
ini hanya pengantar. insyaAlloh di posting2 selanjutnya akan saya paparkan beberapa peluang usaha yang sebenarnya kita bisa melakukannya dengan modal yang minimal. peluang usaha yang bisa kita lakukan walaupun kita masih berstatus sebagai mahasiswa bahkan pelajar sekalipun.
yang muda yang berkarya sukses selalu buat kita semua...

Ramadhan Belum Usai......

, , , ...

ﻠﻭﻴﻌﻟﻡﺍﻠﻌﺑﺎﺪ ﻤﺎﻔﻲ ﺮﻤﺿﺎﻥ ﻠﺗﻣﻧﺕﺃﻤﺗﻲﺃﻥ ﻴﻛﻭﻥ ﺴﻧﺔ
“Andaikan hamba-hamba itu mengetahui kebesaran rahmat yang turun di bulan Ramadhan, niscahya ummatku akan menginginkan supaya Ramadhan itu satu tahun penuh”

Iman itu teradang naik, terkadang pula turun
Terkadang kita merasa bahagia dengan sebuah kemenangan, itu wajar. Tetapi kadang kewajaran itu tidak kita imbangi dengan suatu sikap waspada pada apa yang akan terjadi setelah kemengan-kemengan yang telah kita lalui. Sebut saja setelah perang Badar yang jelas-jelas dimenangkan pasukan kaum muslimin. Apakah setelah mendapat kemenangan yang gemilang tersebut umat islam “enjoy” melakukan segala aktivitas keislamannya. Oh ternyata tidak sahabat-sahabatku. Meski kemengan telah diraih ternyata masih ada problematika setelah kemenangan tersebut seperti Bani Qainuqo’ yang mengingkari kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin, kemudian terjadi lagi perang Uhud ditahun berikutnya, lagi, lagi dan lagi… terus berkecamuk silih berganti terkadang menang telak, terkadang pula kalah telak. Seperti itu juga hidup kita dan iman kita. Terkadang naik terkadang pula turun. Itu juga wajar. Kita bukan Nabi dan Rosul yang imannya senantiasa naik, bukan malaikat yang imannya konstan, tetapi perlu diingat bahwa kita juga bukan syetan yang imannya terus mengalami penurunan. Kita manusia yang iman kita bisa turun juga bisa naik. Tetapi ini tidak bisa dijadikan pembelaan diri. Mentang-mentang manusia kemudian mengacuhkan imannya, bukan seperti itu tetapi kita selalu berusaha agar iman ini agar meningkat atau paling tidak terjaga keistiqomahannya.
Ramadhan itu bulan pembakar
Belum lepas satu purnama kita melewati saat-saat “sulit” melakukan apa yang sebenarnya halal kita lakukan, memakan apa yang sebenarnya halal untuk kita makan, meminum apa yang sebenarnya halal untuk kita minum. Tetapi mungkin aktivitas harian kita saat ini yang kadang membuat kita melupakan saat-saat sulit menahan lapar dan dahaga, saat-saat mata dipaksa untuk bangun malam, saat-saat lisan ini akrab dengan al-Qur’an, saat-saat kaki ini ringan melangkah ke Masjid dan segala moment ibadah yang ada saat bulan Ramadhan. Mungkin diri ini telah lupa dengan Ramadhan dimana dosa di lebur, semua do’a di ijabah, semua pinta di kabulkan dan segala aktivitas di dalamnya di nilai sebagai ‘ibadah. Layaknya olahraga, Ramadhan hanyalah “warming-up” menuju Ramadhan-Ramadhan sebenarnya. Tetapi kebanyakan kita hanya melakukan “warming-up” tanpa sempat melakukan olahraga yang sebenarnya pada bulan selain dari bulan Ramadhan. Yang namanya bulan latihan ya tetap latihan, karena apabila kita sukses dan mendapat peringkat tertinggi dalam latihan tetapi disaat ujian sebenarnya kita gagal, sama saja peringkat tertinggi itu hanya semu atau bohong semata. Apabila kemarin kita telah memasuki bulan Ramadhan maka setelah Ramadhan kita sendirilah yang harus memaksa Ramadhan masuk ke dalam diri kita agar saat-saat indah bulan Ramadhan itu bukan menjadi agenda tahunan tetapi bagaimana aktivitas tahunan itu sedikit demi sedikit menjadi kebiasaan bahkan menjadi kebutuhan hidup kita, yang tanpanya hidup terasa hampa dan tiada guna.
Syawal itu bulan peningkatan
Meningkat dalam artian positif, bukan meningkat makannya sesudah sebulan tidak boleh makan dan minum di siang hari, bukan meningkat tidurnya sesudah sebulan dipaksa bangun malam untuk sholat dan sahur, bukan meningkat dosanya setelah hari fitri yang seolah tidak punya dosa seperti bayi baru lahir. Tetapi yang meningkat adalah bagaimana moment-moment ibadah yang selama ini kita kerjakan di dalam bulan Ramadhan dapat pula kita kerjakan di sebelas bulan selain dari bulan Ramadhan. Sebenarnya ini bukanlah perkara yang sulit mengingat sebelumnya yaitu pada bulan Ramadhan, kita telah berhasil melewati bermacam haling-rintang dan segala peraturan hidup yang ada hanya pada bulan Ramadhan, hanya saja terkadang kita meremehkan manfa’at dari bulan Ramadhan. Sehingga ketika gema suara takbir, tahmid dan tahlil berkumandang maka detik itu pula tidak ada lagi tadarus, detik itu juga tiada tarowih, detik itu juga tiada puasa dll. Syawal seolah dijadikan pintu gerbang perpisahan dengan aktivitas peribadatan pada bulan Ramadhan yang tentu saja tidak hanya mengekang nafsu kita terlebih mengekang aktivitas harian kita.
Ramadhan itu melatih kecukupan
Kita tentu masih ingat dikala lapar dan dahaga ini menghadang, kita disambut pula dengan makanan-makanan khas bulan Ramadhan yang enak-enak tentunya. Mungkin secara materi kita mampu untuk membeli semuanya. Disinilah nafsu kita masih menguasai kita, dikala bedug maghrib akan menjelang kita sempatkan diri ke pinggir-pinggir jalan tempat jajanan-jajanan ini disediakan ya mulai kolak, es buah, kolang-kaling dsb. Taruhlah kita beli semuanya satu-persatu kemudian duduk manis di dekat radio yang menyiarkan sirine tanda buka, sementara didepan kita terhidang segala jajanan yang baru saja kita beli. Begitu sirine tanda berbuka ini berbunyi kita minum air putih atau minuman manis lainnya, berucap do’a dan dengarlah bahwa nafsu ini telah hilang hanya dengan segelas air manis saja. Maka benarlah bahwa bulan Ramadhan itu bulan tarbiyah, bulan dimana kita diajarkan untuk senantiasa qona’ah dengan segala yang kita miliki dengan menyandarkan segala sesuatu sesuai kebutuhan kita, bukan sesuai keinginan kita. Coba bayangkan bila selama kita berbelanja di supermarket “hanya” membeli yang kita butuhkan saja tanpa menuruti apa yang kita inginkan, maka uang anggaran belanja akan tersisa banyak sekali dan karena sisanya banyak maka infaqnya pun bisa lebih banyak juga kan.
Ramadhan itu melatih kejujuran
Mungkin kita bisa bahkan terbiasa jujur pada oranglain, tetapi kadang kita tidak mampu untuk jujur pada diri sendiri. Dibulan Ramadhan inilah kejujuran kepada diri kita akan terasah. Di dalam kamar bisa saja kita selundupkan beberapa makanan dan minuman untuk kita santap saat tiada orang dirumah. Tetapi kenapa tidak kita lakukan, jujur memang saat puasa yang kita rasakan adalah lapar dan dahaga, itu memang nafsu, tetapi ini nafsu manusiawi, karena ia menuntut yang kita butuhkan dan bukan menuntut yang kita inginkan. Disini kita dilatih untuk jujur dan mampu memecahkan suatu problematika hidup. Kita pentingkan raga kita atau perintah-Nya yang tentu saja Dia melihat kita. Saat Ramadhan pula kesadaran kita bahwa Alloh maha melihat akan kian meningkat, coba jawab kenapa saat sepi tiada seorang pun disamping kita, kita tetap teguh puasa padahal kesempatan untuk melakukannya terbuka lebar. Sikap apa yang mendasari itu semua kalau bukan hati ini takut akan Alloh dan yakin bahwa Dia maha Mengetahui atas segala ciptaan-Nya, dan karena kita adalah ciptaan-Nya maka kita pun tak luput dari penglihatan-Nya. Tetapi ini hanya pada bulan Ramadhan, karena biasanya setelah Ramadhan maka korupsi jalan lagi, mencontek jalan lagi walaupun diri ini sadar bahwa Alloh selalu mengawasi. Bahkan terkadang kita tanpa sadar medikte Alloh untuk memaklumi keadaan kita. “ya, Alloh kalau tidak seperti ini mau makan apa keluargaku”,”ya Alloh otak hamba sudah mentok tidak bisa mikir lagi…”
Ramadhan terakhir adalah hari berkabung
Sudah menjadi kebiasaan kita bahwa ketika takbir, tahmid, dan tahlil berkumandang maka saat itu juga memuncak suka cita kita karena kita telah “menang” dan “berhasil” menyelesaikan ujian tidak makan dan tidak minum selama sebulan penuh. Dan dihari selanjutnya atau paginya kita akan menjadi Fitroh suci seperti bayi baru lahir tanpa membawa dosa. Tetapi apakah memang seperti itu. Ramadhan itu sepertiga awalnya adalah rahmat. Apakah kita yakin mendapat rahmat sementara kita sudah berfikir tentang baju baru, parsel, pulang kampung dll sehingga kadang membuat waktu kita terbatas karena ada ibadah-ibadah tambahan terlebih tak seperti biasnya dibulan Ramadhan sepertinya tidak afdlol apabila sholat shubuh dan ‘isya kok dirumah. Sepertiga yang kedua adalah maghfiroh. Apakah kita yakin sudah diampuni semua dosa-dosa kita sementara kita saat itu tengah sibuk menyiapkan segala bekal dan barang-barang yang akan kita bawa saat mudik. Dan sepertiga yang terakhir adalah terhindar dari api Neraka, emangnya kita yakin terhindar dari api neraka padahal saat itu kita tengah berada di perjalanan ke kampung halaman kita yang notabene kita tinggalkan ibadah kita (terkadang termasuk puasa) selama satu atau dua hari di dalam bus, kereta atau kendaraan pribadi kita. Apabila ini yang terjadi pada diri kita, maka apakah patut kita disebut orang yang muttaqiin?. Dikisahkan dulu ketika menjelang akhir Ramadhan Madinah gempar. Kegemparan yang terjadi karena suka citanya menyelesaikan Ramadhan, tetapi lebih menggemparkan lagi dengan isak tangis yang tidak hanya keluar dari kesedihan Rasululloh, tetapi seluruh penduduk Madinah pada umumnya karena kekhawatiran mereka tidak dapat bertemu dengan Ramadhan tahun berikutnya. Coba bayangkan Ramadhan dimana pada bulan ini Pintu syurga dibuka selebar-lebarnya, Pintu Neraka di tutup serapat-rapatnya, Syetan dibelenggu, ibadah wajib dilipat gandakan pahalanya, ibadah sunnah dinilai wajib, do’a diijabahi dll. Dan ketika Ramadhan usai… maka ditutup Pintu Syurga, Syetan akan berkeliaran di sekitar kita kembali dan yang pasti pahala tidak dapat dikali lipat sebanyak pada bulan Ramadhan. Maka patutlah ketika akan berakhir bulan Ramadhan kota Madinah berkabung dalam kesedihan dan kekhawatiran.
Ramadhan sudah sering kita lalui
Dua puluh, tiga puluh, tujuh belas atau berapa pun usia kita maka akan sebanding dengan banyaknya Ramadhan yang kita lalui. Silahkan bertanya pada diri kita. Sudah berapa kali kita lewatkan bulan Ramadhan dan apa yang kita dapat dari Ramadhan yang kita lewati itu. Apakah kita masih sama saja dengan hari-hari biasanya? Apabila seperti itu berarti kita belum bisa memaknai bagaimana dasyatnya bulan Ramahan itu. Dan itu berarti kita harus belajar pada Ramadhan tahun berikutnya yang kita sendiri tidak mengetahui apakah kita akan disampaikan padanya oleh Alloh atau tidak…
Wallohu’alam bi showab

Taked from:
• Tambihul Ghofilin
• Shoum best of the best
• Tarbawi magazine

Pelatihan Membangun Kecerdasan Holistik

, , , ...

Hotel Kana, Kaliurang, Sleman, Yogyakarta
07 - 09 Agustus 2009


Pelatihan Membangun Kecerdasan Holistik adalah pelatihan yang di kemas dalam bentuk trainning (jelas aje lha wong pelatihan tu englishnya trainning to). trainning yang tidak hanya menitik beratkan pada sebuah Intelegent saja tetapi semua.

Intellegent Question, sebagai mana pertama datangnya ia menggemparkan dunia perusahaan di Amerika. kecerdasan ini di nilai dari seberapa tinggi IQ seseorang. dan tingkat tinggi rendahnya IQ inilah yang sangat mempengaruhi kesuksesan seseorang. apabila seseorang IQ nya tinggi. maka sudah dapat di pastikan ia adalah orang cerdas dan akan menjadi orang sukses. selama belasan tahun, IQ ini menjadi pedoman beberapa Perguruan tinggi, sekolah dan perusahaan untuk melihat sejauh mana seseorang dalam suatu pekerjaan. Seiring pergantian zaman. maka beberapa kajian di buat, beberapa penelitian di lakukan. dan hal tersebut memberikan efek yang sangat berat bagi dunia ke IQ an, karena ternyata hasil dari beberapa penelitian i dapat hanya 20% saja orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi ia akan sukses. dan suksesnya itupun menjadi seorang ilmuwan. maka munculllah paradikma baru bahwa IQ saja tidak cukup dan harus di tambah sesuatu. sesuatu apa itu? maka muncullah Emotional Question.

Emotional Question, adalah suatu hal yang datang melengkapi perkembangan IQ. bahwa seseorang yang sukses itu amat sedikit yang berdasar pada IQ nya yang tinggi. bahwa orang yang bodoh sekalipun, apabila memiliki EQ atau lebih banyak kita sebut soft skill maka ia akan cepat melejit karirnya, karena banyak orang yang akan merasa segan akan skapnya yang santun, tahan bangting, tidak putus asa dsb. tetapi apakah itu saja cukup? bagaimana memunculkan dan meningkatkan EQ ini? sangat sulit, dan beberapa tahun setelah di temukannya EQ ini di dapat bahwa orang2 yang ber EQ tinggi ini di dominasi oleh orang2 yang taat pada ajaran agamanya. maka muncullah Spiritual Question

Spiritual Question, suatu temuan yang mendasari bahwa tingkat EQ seseorang itu berbanding lurus dengan bagaimana orang tersebut dalam keyakinannya. biasanya orang yang memiliki SQ yang bagus maka ia akan memiliki EQ yang tinggi pula, walaupun tidak semua tetapi mayoritas seperti itulah adanya. maka dari hal ini lahirlah Emotional Spiritual Question

Emotional Spiritual Question ini adalah sebuah konsep penggabungan antara EQ dan SQ yang di prakarsai oleh orang yang tidak boleh di sebutkan namanya (hehe ... :lol: ). konsep yang seperti saya tuliskan di atas. dan hingga saat ini ESQ masih menjadi primadona bagi perusahaan. nah yang menjadi pertanyaan adalah apakah cukup dengan ESQ saja? jawabannya mungkin adalah CUKUP tapi tidak optimal bro :down: ada yang lebih hebat lagi. yaitu sudah memiliki ESQ tinggi ia cerdas pula. maka konsepnya menjadi IQ+EQ+SQ = Kecerdasan Holistik.

Kecerdasan Holistik adalah kecerdasan yang menitik beratkan pada "Balance" atau kesimbangan antara ketiga keerdasan yang telah ada. bukankah hebat sudah puuuuuuuuuiiiiiiinter :up: hatinya baek:angel: taat pada agama lagi :D . maka terciptalah insan unggul.

dan acara yang diadakan oleh DITJEN DIKTI Kopertis V yang bekerja sama dengan UAD kemaren adalah trainning yang memberikan simultan pada mahasiswa se DIY untuk mengoptimalkan ketiga kecerdasan tersebut. kemudian bagaimana tindak lanjut dari pelatihan ini?:left:

sebagai tambahan ada juga pelatihan yang juga mengoptimalkan ketiga kecerdasan yang telah saya sebutkan diatas yaitu Hearth Intellegent. silahkan cari referensinya
Download Opera, the fastest and most secure browser
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31