Kisah Cerita
Monday, 15. December 2008, 04:19:34
6 Tahun sudah aku bermain dengan bersuka ria. Setelah tamat SD aku pun masih melanjutkan pendidikan SMP PGRI masih dikampungku juga. Masa-masa bermainpun masih kurasakan seceria waktu masìh SD, menginjak kelas 3 SMP, kreativitas untuk bermain mulai menurun karena memasuki usia remaja dan ditambah problema hilangnya kasih sayang seorang ibu (meninggal dunia).
Setamat SMP aku diboyong kepulau Buru untuk melanjutkan pendidikan SMA di Namlea, nah dipulau Buru inilah frekwensi untuk bermain susah didapatkan, karena sebelum kesekolah harus menyapu halaman rumah, mencuci piring dan lain-lain.
Setelah merasa Pekerjaan Rumah beres, akupun berbenah untuk ke sekolah, setelah seharian di sekolah, akupun pulang kerumah untuk berbenah lagi semua pekerjaan rumah dan makan. Setelah selesai makan tidak ada waktu untuk tidur siang, wajib menggendong balita begitulah seterusnya pekerjaan rumahku.
Waktupun berlalu dengan hilangnya masa bermain, menginjak kelas 2 SMA, aku pun menghadapi tekanan psikologis yang begitu dahsyat, Ayahanda tercinta ikut berpulang mengikuti ibunda yang keduluan ketempat peristrahatan terakhir.
Aduh akupun mendapat gelar anak yatim piatu dan kehilangan sokongan biaya pendidikan, rasanya mau pulang kampung pada waktu itu. Nasipku jadi terluntah-luntah selama tiga 3 tahun, pakaianku cuma ada 6 buah duh, mana pada bolong-bolong dan seragam SMA dan sepatu ikut bolong, hem malu iya tapi sudah nasip.
Waktupun terus berputar bersamaan dengan pekerjaan rumah, tamat sudah aku dari SMA, akhirnya bisa pulang kampung tapi disana sudah tidak ada lagi ortuku cuma yang ada kakak-kakakku yang tercinta. Duh sudahlah menengok ke kiri-kanan perasaanku merasa ada ortuku menjemput kepulanganku.
Waktu pun ikut berlalu setahun dikampung ikut bertani bareng kakak, pada waktu ikut bertani aku dapat panggilan agar kembali kepulau buru mengikuti seleksi cpns, sial aku cuma lolos tapi tidak lulus, hehe. Terpaksa menetap lagi diPULAU Buru dengan pekerjaan yang sama, setahun kemudian ada lagi lowongan seleksi CPNS, tapi sial cuma lolos lagi tidak lulus. Akhirnya menunggu setahun lagi dengan pekerjaan rumah yang sama, alhamdullilah untuk yang ketiganya mengikuti seleksi CPNS aku benar-benar lulus, puji syukurpun berkumandang dengan merdu dibibirku.
Setelah enam bulan bekerja sebagai PNS aku diwajibkan TB (tugas belajar) atas kemauan sendiri, akupun berangkat ke Bandung untuk kuliah, di Kota Bandung lah pola berpikirku menjadi lebih dewasa, walau tak bijaksana.
Setelah 4 tahun lebih aku menetap diBANDUNG Tepatnya di Dago, aku pun lulus kuliah dan mendapat gelar sarjana dan seorang kekasih yang ku cintai, mahasiswi jebolan universitas indonesia.
Terima kasihku untuk kakak-kakakku, untuk ke 2 almarhum ayah, ibu, kekasihku dan keluarganya, dan teman-teman seperjuangan diBandung serta pemda Buru yang telah banyak membantu studyku. Semoga semua amal perbuatan baik nya di balas oleh Allah SWT.
Untuk kisah cerita ini aku tutup sampai di sini, The End
amatoooo














