Wednesday, 7. October 2009, 02:19:53
trasnsfer duit, tips, antrean membosankan, melelahkan
...
Hari senin atau pada hari lainnya aku memiliki kebiasaan untuk mentransfer duit, dari rumah melajulah aku ke Bank BRI Namlea pada jam 00.08 WIT menggunakan kenderaan roda dua merek Scorpio pabrikan Yamaha. Setibanya di Bank BRI Namlea pada Jam 08.10 WIT. Aku pun menuju ke suatu benda entahlah apa nama benda itu? yang pasti benda tersebut mengeluarkan secarik kertas bila dipencet tombol merahnya akan keluar nomor lotre dan akupun berharap nomor lotre tersebut tidak menyesakkan dada, namun tetap sial nomor lotre yang keluar di angka 100 kadang nomor 200, aku pun narik secarik kertas lotre tersebut dan kertas lotre tersebut mengatakan ke kepadaku “Senin, 05 Okt 2009, 08.15 Selamat Datang di Bank BRI UNIT NAMLEA no.antrean 206, Bank BRI Melayani Dengan Setulus Hati” bisa kebayangkan no antreannya 206 harus menunggu giliran sampai pegal-pegal, gelisah, stress, berdo’a moga cepat berlalu, mondar-mandir ah berbagai macam perilaku yang tidak menyenangkan menghinggapiku.
Bingung, berprasangkah terhadap Bank BRI, Entahlah kenapa pihak Bank BRI cuek bebek sama nasabah, mungkinkah Bank BRI tidak mempunyai duit untuk penggadaan komputer, kalau tidak punya duit tidak masuk akal, disanakan gudangnya duit, ataukah Bank BRI keberatan membuka lowongan kerja untuk penambahan karyawan baru sebagai teller, padahal dari tahun-tahun kemarin kelihatan nasabah membludak terus bak pasar, tetapi aneh kebiasaannya Bank BRI tidak berubah sedikitpun. Perlu di getok kepalanya kali tuh.
Sewaktu masih di Bandung daerah Dago, BRI Dago sama persis dengan Bank BRI Namlea, dimana Cuma terdapat 2 teller yang menyalani 100-200 bahkan sampai 300 nasabah dalam sehari. Sungguh melelahkan, waktu terbuang sia-sia yang dialami nasabah. Kelihatannya setiap cabang BRI Cuma memiliki dua teller.
Stress, kelelahan, pegal-pegal sudah pasti menghinggapi setiap nasabah Bank BRI yang setia, bukan waktu sebentar harus mengantre dari jam 00.08-13.00.
Slogan BRI : “MELAYANI DENGAN SETULUS HATI” tak di tambahin menjadi “MELAYANI DENGAN SETULUS HATI DAN SELAMAT MENGANTRE COY”Tips mengantre di Bank BRI :
- Bawah Walkman, bila perlu bawah tape recorded sama speakernya
- Bawah Handpone Pasang aplikasi Opera mini, buka situs porno eh baca berita, gosip dan lain-lain
- Bawah minuman bila perlu minuman keras eh Teh manis atau Kopi susu plus snack
- Tips lain silahkan ditambahkan.
Tips tersebut Cuma berlaku bagi anda sebagai nasabah Bank BRI, kecewa seh
Sunday, 8. June 2008, 17:50:55
tips
Tak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu. Maka tak ada salahnya bila kita berusaha mengembangkan pengetahuan atau keahlian dengan belajar sendiri alias otodidak. Selain biayanya lebih murah, profesionalisme yang diinginkan dapat dicapai. Waktu belajarnya pun fleksibel. Namun, untuk menjalankannya ada beberapa saran yang perlu dilakukan :
- Tetapkan pilihan keahlian. Penetapan pilihan ini disesuaikan dengan bakat, minat, biaya, dan waktu yang tersedia.
- Perbanyak membaca buku. Bisa saja Anda membeli buku baru atau bekas. Kalau tak mampu bisa meminjam di perpustakaan.
- Tegarkan semangat. Tak ada sesuatu yang dicapai tanpa kerja keras. Jadi, pelajarilah buku dengan semangat yang tinggi. Bacalah buku halaman per halaman, sehingga materi pelajaran dapat dipelajari dengan baik.
- Kerjakan dan pratekkan. Profesionalisme tidak akan dimiliki jika hanya bergumul dengan teori saja. Untuk itu praktekkanlah teori yang sudah dipahami.
- Terus berlatih. Melalui latihan yang teratur, rutin, dan sistematis, keahlian akan terasah.
- Manfaatkanlah keahlian yang dimiliki. Keahlian dapat dijadikan syarat untuk berwiraswasta. Selain itu, bisa juga menjadi penunjang pekerjaan yang sedang ditekuni saat ini.
Sumber : Intisari No. 427 Februari 1999