MOMY
Sunday, October 28, 2012 1:35:16 PM
28 oktober 2012
kembali lagi ke aktifitas seperti biasanya. tuhaaaan lelah dengan semua ini
seketika teringat akan pesan singkat itu *SEMANGAT BUAT SUKSES YAA CIK* mulailah mutiara-mutiara kecil ini terkumpul jadi satu hingga akupun tak dapat melihat indah kemana pandangankuu
mami. babeh. yukti. yukama. kak mpik semua selelah apapun sesusah apapun aku tetap aku tetap berdiri disini
aku bukan mereka aku bukan dia aku bukan siapapun. aku tetaplah aku
kelakkan ku buktikan semuanya. .
*bangun cik udah subuh nak. shalat dulu* mulai ku usapkan jemari kecil dimataku. *ya mi* jawabku
ku dengar suara itu lagi ku lihat mutiara-mutiara kecil itu lagi. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah sudahlah mi. rasanya detik itupun juga apapun kanku lakukan agar kau kembali kesemula.
*sudahlah mi sudah. makan mandi istirahat jangan . . . lagi. aku tau perasaan dan posisi mami. sudah yaa mi. gak usah khawatir aku sudah besar aku sudah tau apa yang harus aku lakukan atau tidak*
cuma kalimat-kalimat inilah yang dapat aku katakan yang dapat ungkapkan untuk sedikit menenangkannya
beban beban beban beban maaf jika selama ini aku hanya menjadi beban fikiran. maaf jika selama ini tugasku hanya meminta minta dan minta. kelak suatu saat kanku bayar pintaku itu dengan keberhasilankuu
*HOPE
disela kalimat *kelak jika sudah saat nya kau menikah lihat benar-benar. pahami. kenali. jangan gegabah mengambil keputusaan. kalo aku (mami) sudah enggak bisa nemenin kamu lagi seperti kakak-kakak kamu lagi. apa adanya aja yaa cik? ada wali. ada keluarga itupun sudaaaah cukup. denger yaa cik kata mami ini. kau sudah besar nak*
*ah mami perjalanan ku masih panjaang. kuliah masih lama. mau kerja dulu. puas-puasin muda dulu. menikah mah gampang. apaan sih ngomong gitu. pokoknya mami harus nemenin aku juga sama kek mereka. sampe aku punya anak pokonya*
yah kedengarannya memang tegar sekali ku katakan kalimat-kalimat itu. kalian tau temaaaan ?
seperti di cabik-cabik hati ini. dosa apa ya allah
sudahlah mi lelah mebahas itu. sudah cuukup trauma, biarlah semuanya berjalan apa adanya.sudah cukup beku rasanya pintu hati ini untuk terbuka (pengalaman orang2 yang gagal membuatku seperti ini)
ngantuk. besok sambung lagi yaa. .
kembali lagi ke aktifitas seperti biasanya. tuhaaaan lelah dengan semua ini

seketika teringat akan pesan singkat itu *SEMANGAT BUAT SUKSES YAA CIK* mulailah mutiara-mutiara kecil ini terkumpul jadi satu hingga akupun tak dapat melihat indah kemana pandangankuu
mami. babeh. yukti. yukama. kak mpik semua selelah apapun sesusah apapun aku tetap aku tetap berdiri disini
aku bukan mereka aku bukan dia aku bukan siapapun. aku tetaplah aku
kelakkan ku buktikan semuanya. .
*bangun cik udah subuh nak. shalat dulu* mulai ku usapkan jemari kecil dimataku. *ya mi* jawabku
ku dengar suara itu lagi ku lihat mutiara-mutiara kecil itu lagi. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah sudahlah mi. rasanya detik itupun juga apapun kanku lakukan agar kau kembali kesemula.
*sudahlah mi sudah. makan mandi istirahat jangan . . . lagi. aku tau perasaan dan posisi mami. sudah yaa mi. gak usah khawatir aku sudah besar aku sudah tau apa yang harus aku lakukan atau tidak*
cuma kalimat-kalimat inilah yang dapat aku katakan yang dapat ungkapkan untuk sedikit menenangkannya
beban beban beban beban maaf jika selama ini aku hanya menjadi beban fikiran. maaf jika selama ini tugasku hanya meminta minta dan minta. kelak suatu saat kanku bayar pintaku itu dengan keberhasilankuu
*HOPE
disela kalimat *kelak jika sudah saat nya kau menikah lihat benar-benar. pahami. kenali. jangan gegabah mengambil keputusaan. kalo aku (mami) sudah enggak bisa nemenin kamu lagi seperti kakak-kakak kamu lagi. apa adanya aja yaa cik? ada wali. ada keluarga itupun sudaaaah cukup. denger yaa cik kata mami ini. kau sudah besar nak*
*ah mami perjalanan ku masih panjaang. kuliah masih lama. mau kerja dulu. puas-puasin muda dulu. menikah mah gampang. apaan sih ngomong gitu. pokoknya mami harus nemenin aku juga sama kek mereka. sampe aku punya anak pokonya*
yah kedengarannya memang tegar sekali ku katakan kalimat-kalimat itu. kalian tau temaaaan ?
seperti di cabik-cabik hati ini. dosa apa ya allah
sudahlah mi lelah mebahas itu. sudah cuukup trauma, biarlah semuanya berjalan apa adanya.sudah cukup beku rasanya pintu hati ini untuk terbuka (pengalaman orang2 yang gagal membuatku seperti ini)
ngantuk. besok sambung lagi yaa. .












