Aceh Barat

Information about Aceh Barat

Subscribe to RSS feed

dua bocah hanyut diseret arus dilaut suakribee

peristiwa tenggelamnya dua orang bocah di laut pantai suak ribee terjadi ketika arus surut

Kecelakaan lalu lintas di Jalan Alpen

, ,

Aceh Barat, seorang warga Mesjid Tuha tewas dan 1 orang lainnya mengalami luka berat akibat kecelakaan yang terjadi di jalan alpen (Alue Peunyareng) Desa Gunung Kleng tepatnya di simpang Peunaga Paya Kec. Meurebo Kab. Aceh Barat antara Mobil Toyota Kijang Pick Up Nopol BK 8265 BY yang dikemudikan oleh Ayatullah (32) warga Desa Lapang dengan Sepeda Motor Honda Beat Nopol BL 5266 EW yang dikemudikan oleh Cahyaruddin (17) yang berboncengan dengan Ruslan (30).


Adapun kecelakaan tersebut bermula ketika kedua kendaraan tersebut melaju dari arah yang sama yaitu dari arah Alpen menuju arah Jalan Nasonal Meulaboh - Tapak Tuan, tiba-tiba Mobil Toyota Kijang Pick Up tersebut berbelok ke kana di simpang Peunaga Paya yang mengakibatkan pengemudi Sepeda Motor Honda beat yang pada saat bersamaan juga tengah mendahului Mobil tersebut kaget dan tidak dapat mengendalikan kendaraannya dan kedua kendaraan tersebut langsung bertabrakan.

Akibat kecelakaan tersebut korban yang bernama Ruslan meninggal dunia beberapa saat di rawat di rumah sakit sedangkan Cahyaruddin mengalami luka berat. Sedangkan kedua barang bukti laka lantas tersebut telah di bawa oleh petugas unit laka untuk dilakukan penyidikan.

Dokter Spesialis Anak di RSU Meulaboh belum Kembali

,

Aceh Barat, Seorang dokter spesialis anak bertugas di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat, Zulkarnaen yang lari dari tugas alias hengkang beberapa bulan lalu dilaporkan hingga kini belum juga kembalikan. Padahal, tenaga dari dokter PNS yang pendidikan spesialisnya dibiaya oleh Pemkab ini sangat dibutuhkan dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat di rumah sakit rujukan di pantai barat-selatan Aceh ini.

Kecuali itu, dua dokter spesialis lain di RSUD ini yakni dr Deni SpB (spesialis bedah) dan dr Sri Sri Mulyani SpP (spesialis paru-paru) di RSUD ini sebelumnya juga sempat dinyatakan pergi mengabaikan tugas hampir setahun, akan tetapi saat ini sudah jelas statusnya. Dr Deni melanjutkan sekolah di Pulau Jawa dan sudah keluar izin Pemkab baru-baru ini.

Sebelumnya pascakepergian dr Deni di RSUD sempat kalang-kabut karena tak ada dokter spesialis bedah selama empat bulan sehingga Pemkab terpaksa mencari dokter spesialis bedah kontrak dari Sumatera Utara.

Sedangkan dr Sri sudah keluar surat pindah yakni pindah ke Jakarta ikut suami bertugas pada sebuah bank di sana. Kabid Pelayanan Medis pada RSUD Cut Nyak Dhien, drg Marwan dikonfirmasi Serambi, Minggu kemarin mengatakan dr Zulkarnaen sejauh ini belum ada kaba. Pihak RSU sudah beberapa kali menyurati Pemkab Pekan Baru, Riau, sebab Zulkarnaen dikabarkan pulang ke kampungnya dan bertugas di sana. “Upaya menyurati sudah dan sejauh ini semua hak dr Zul sudah kita hentikan,” ujarnya.

Marwan mengatakan terhadap langkah yang diambil terhadap dr Zul adalah wewenang Pemkab yakni apakah dipecat atau tidak dan kepergian dr Zul juga disayangkan banyak pihak di Aceh Barat sebab tenaganya sangat dibutuhkan di RSUD guna memaksimalkan pelayanan pada spesialis anak, sebab sejuah ini dokter spesialis anak hanya tersisa dua orang saja di Aceh Barat.

Putus kontrak
Ketika disinggung soal empat dokter umum di RSUD Cut Nyak Dhien yang sudah diputuskan kontrak baru-baru ini akibat Pemkab Aceh Barat defisit anggaran, Kabid Pelayanan Medis, drg Marwan mengakui bahwa empat dokter itu sudah diputuskan kontrak. Empat dokter umum yang diputus kontrak awal tahun 2011 ini adalah dr Rahmad Irdiansyah, dr Rima Melia, dr Saiful Hadi, dan dr M Ridha sehingga keempat dokter itu sekarang sudah diterima pada sejumlah RSU lain di Aceh

Hakim periksa dua orang saksi perihal sidang kasus sewa Mes Pemkab Aceh Barat

, , ,

Aceh Barat, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (19/4) kembali menggelar sidang lanjutan kasus dugaan mark-up harga sewa mes Pemkab Aceh Barat di Jakarta dengan terdakwa penjaga mes, Razali Mahmud. Dalam sidang kemarin, majelis hakim memeriksa dua saksi, yakni pemegang kas Pemkab, Razali Zulkifli dan Kabid di Dinas Pengelo Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD), T Syarifuddin SE MSi.

Sidang kemarin diketua Kamaluddin SH MH dengan hakim anggota Rahmawati SH dan M Iman SH. Razali Mahmud di persidangan didampingi penasehat hukum (PH), sedangkan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Meulaboh, M Hendra Hidayat SH Mhum.

Setelah disumpah, saksi satu persatu dihadirkan ke ruang sidang yang diawali saksi Razali Zulkifli dan selanjutnya saksi Syarifuddin. Majelis hakim mencecar sejumlah pertanyaaan terkait proses pencairan dana Rp 230 juta ke rekening Razali Mahmud guna dibayar sewa mes Pemkab di Jakarta tahun 2007 lalu melalui dana rutin Setdakab APBK 2007 lalu.

Seperti pernah diberikan, Kejari Meulaboh menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan mark-up harga sewa mes Pemkab Aceh Barat, yakni mantan Kabag Umum yang saat ini menjabat Kepala DPKKD, Meurah Ali SSos dan penjaga mes Pemkab, Razali Mahmud. Dalam temuan diperoleh, uang dibayar Pemkab sebesar Rp 230 juta, tetapi dibayar ke pemilik rumah hanya Rp 130 juga sehingga uang senilai Rp 100 juta menjadi temuan kerugian negera

Kasus cabul meningkat terutama pada anak-anak

, ,

Aceh Barat, Menurut riset dari sebuah Lembaga Kajian Perlindungan Anak dan Perempuan (LKPPA) Aceh Barat, prihatin akibat tingginya kasus cabul yang menimpa anak perempuan dalam beberapa bulan terahir.

di sela-sela mendampingi seorang korban cabul di Pengadilan Negeri Meulaboh, Diah Pratiwi PSi menyatakan, pada tahun 2011 tercatat lima kasus pencabulan terhadap anak. “Ini kasus yang terungkap saja, kalau yang tak berani menyampaikan cukup banyak, kami selama ini banyak mendapat keluhan dari orang tua korban,” ujarnya.

Ia minta perhatian semua elemen sehingga ke depan tak terjadi lagi kasus serupa. Sebab kasus pencabulan yang menimpa anak-anak saat ini sudah tidak wajar. Sosialisasi perlu ditingkatkan termasuk meningkatkan penjagaan terhadap anak-anak perempuan.

Pendamping dari LKPPA meminta kepada korban cabul untuk tidak takut melaporkan kepada pihak berwajib serta akan diberikan pendampingan gratis dari LKPPA sehingga pelaku harus diproses sesuai hukum berlaku. “Ada dua kasus yang sedang saya dampingi yang saat ini sudah ke pengadilan,” ujarnya.

Menurutnya, selain kasus koban cabul di Aceh Barat, pihaknya turut mendampingi seorang anak perempuan asal Nagan Raya yang juga menjadi korban cabul. Prosesnya sedang dalam persidangan di PN Meulaboh setelah sebelumnya kasus itu diusut Polres Nagan Raya[/ALIGN][/FONT][/FONT]
May 2013
M T W T F S S
April 2013June 2013
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31