Skip navigation.

BLOG TERBARUKU.....lebih seru bisa download flm kegiatan PNPM Prov. Maluku.... KLIK SAJA p2kpmaluku.multiply.com

P2KP On The East

STICKY POST

MUTIARA DARI TIMUR

PERJALANAN SEBUAH IMPIAN
Kami satu regu pasukan khusus diterjunkan disuatu daerah yang benar-benar asing, setiap dari kami hampir semua baru menginjakan tanah timur ini untuk pertama kalinya, kami memanggul amanah, menggenggam impian, impian luhur kami bisa memberikan masukan dan informasi akurat bagi para pengambil kebijakan nun jauh di sana..... jauh-jauh hari sebelum kami melakukan perjalanan jauh.....kutancapkan tekad.....kuhembuskan impian dalam setiap sanubari kami. Harapan untuk mencapai impian akan membuat kita terus berjalan, hari demi hari ---- bahkan pada saat kita terlalu lelah, sakit, kecewa, dan putus asa mengambil langkah berikutnya. Kebenaran sebuah impian akan memberikan kita kekuatan untuk menjangkau dan membantu sesama disepanjang perjalanan. Perjalanan di depan penuh dengan kerikil tajam dan jalan yang terjal memang sangatlah luar biasa. Namun, kita tidak dapat memulainya sebelum kita mengembangkan suatu impian.benar sepeti kata Robert Orbent:
"Ada dua jenis manusia di dunia ini--- seorang realis dan pemimpi. Mereka yang realis tahu kemana akan pergi tapi Mereka yang pemimpi telah tiba disana." akankah kita jadi realistis ataukah kita seorang pemimpi... " Seluruh orang besar adalah para pemimpi. Mereka melihat banyak hal dalam kabut tipis musim semi atau api merah pada sore musim dingin yang panjang. Sebagian dari kita membiarkan impian-impian besar itu mati, tetapi yang lain memelihara dan menjaganya; memupuk impian mereka melalui hari-hari buruk sampai membawanya kepada terang yang akan selalu datang kepada mereka yang tulus berharap agar impiannya terwujud."




MAU TAHU VISUALISASI KEGIATAN PELAKU P2KP KOTA AMBON???? KLIK SAJA :http://blog.360.yahoo.com/blog-8R3Nt.w6dLSLdxFoprq3b0MQzpuQp: :wink: :D :hat:


KLIK SAJA :http://blog.360.yahoo.com/blog-8R3Nt.w6dLSLdxFoprq3b0MQzpuQ


BLOGKU TERBARU:http://p2kpmaluku.multiply.com/:yes: :no: Homer: Doh! :love: :cry: :troll:






Akhirnya penantian panjang berakhir juga

(Kisah 2 dusun berbeda di dua Desa berbeda tetapi bernasib sama)

Kisah ini mungkin masih banyak terjadi di beberapa wilayah Kota Ambon, tak terbayangkan semenjak negara ini berdiri masih ada beberapa wilayah di Kota ini yang hidup belum merdeka, hidupnya terjajah oleh sulitnya mendapatkan air bersih..Air bersih untuk sebagian orang mungkin tidak menjadi masalah, tinggal buka keran air sudah mengalir, tinggal geser tombol bisa memilih menu antara air dingin, air panas atau air campur (hehehe seperti makanan saja bisa dicampur) yang dalam tempo 3 Menit saja air sudah memenuhi bath Tub …….lalu setelah selesai berendam/mandi air satu bath Tub pun dibuang percuma…… betapa kontradiktifnya kehidupan di dunia ini di satu fihak banyak melimpah air bahkan dibuang percuma begitu saja akan tetapi di banyak tempat satu tetes air adalah sangat berarti bagi kehidupannya yang bernilai seperti sebuah berlian. Hal tersebut tergambar di 2 dusun di Kota Ambon Provinsi Maluku yaitu Dusun SKIP (RT 03-05 RW 02) Kelurahan Batu Meja dan Dusun Waimahu II Desa Latuhalat. Topograpi dua dusun tersebut relatif sama terletak di daerah perbukitan batu karang dengan tingkat kemiringan tanah 45 s.d 60 derajat. Sejak 2 kampung itu berdiri dan mulai di huni oleh sekelompok manusia belum pernah penduduk di dua desa tersebut bisa memecahkan persoalan air bersih, secara turun temurun dari generasi ke generasi penduduk di dua dusun tersebut mendapat air secara manual, dengan mengandalkan kekuatan fisik baik itu pria maupun wanita setiap hari naik turun bukit selama berpuluh puluh tahun hanya untuk mendapatkan air bersih dengan cara dipikul. Jika di kalkulasikan 1 hari (pagi dan sore) penduduk menghabiskan waktunya 2 jam hanya untuk mendapatkan beberapa bakul air saja, maka selama 1 bulan mereka menghabiskan 60 jam (setara kurang lebih 3 hari/malam) betapa ruginya waktu terbuang yang kalau dimanfaatkan untuk kegiatan produktif mungkin bisa mengubah wajah hidup mereka.
Sejak tahapan sosialisasi Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) masuk ke dua dusun tersebut sudah ada beberapa warga dalam berbagai kesempatan melontarkan angan-angannya untuk segera mengakhiri penderitaan panjang kesulitan air bersih. Dalam setiap tahapan siklus PNPM -P2KP masyarakat selalu saja melontarkan angan-angan itu, dan itu memang terbukti setelah Tim Fasilitator mendampingi warga setempat melakukan Pemetaan Swadaya dan Perencanaan partisipatif. Kebutuhan akan pemenuhan air bersih menjadi prioritas yang paling utama yang tidak boleh tidak harus segera diwujudkan. Setelah melalui tahapan yang cukup panjang akhirnya warga di dua dusun tersebut bisa tersenyum lebar, lewat BLM P2KP ditambah swadaya masyarakat akhirnya warga memutuskan untuk segera melaksanakan kegiatan Sumur Bor. Kegiatan ini mendapat dukungan semua warga, rupanya bila sesuatu itu diidentifikasi, dirumuskan, direncanakan dan dilaksanakan oleh warga sendiri apalagi masalah tersebut sudah menjadi musuh bersama (Public Enemy) warga maka sambutan berupa dorongan energy wargapun menjadi beberapa kali lipat, semua warga merasa memiliki, merasa mempunyai kepedulian, tujuan, kepentingan dan harapan yang sama.
Seorang warga SKIP Kelurahan Batu meja bernama D. Luanmase Disela-sela pelaksanaan pembuatan sumur bor dengan mata yang berkaca-kaca mengatakan: Beta sejak umur 8 tahun sudah harus mikul air naik turun bukit, sampai beta kaweng (Kawin) dan punya anak berumur 8 tahun pun beta masih tetap mikul air….. sakarang dengan program air bersih P2KP penderitaan katong (kita) akan segera berakhir, Bapak lihat dari tempat pengeboran ini air akan ditarik naik ke atas melalui bukit-bukit terjal dengan pipa-pipa itu, di atas bukit sana akan di bangun bak penampung kemudian air akan didistribusikan kepada seluruh warga, besok kalau Bapak-bapak ada waktu Bpk bisa menyaksikan antusiasme warga… rencana 200 s.d 400 orang warga akan turun bergotong royong mengangkut material pembangunan Bak ke atas bukit…… katong semua warga sangat bersemangat untuk secepatnya keluar dari permasalahan ini (wah sayangnya besok pagi saya akan pergi ke Kota Masohi memandu coaching media warga sehingga tidak bisa menyaksikan kegiatan kolosal tersebut)
Senada dengan pak Luanmase, seorang warga dusun Waimahu 2 Kelurahan Latuhalat bernama Pdt. R. Lekatompesy, mengatakan, “Katong sudah hidup berabad-abad lamanya dari generasi ke generasi naik turun bukit hanya untuk mengambil air bersih saja tapi baru pada saat inilah katong bisa mengatasi masalah kesulitan air bersih ini, katong atas nama warga Desa Latuhalat mengucapkan terimakasih kepada P2KP karena sudah bisa mengatasi kesulitan warga di sini……Puji Tuhan keberadaan P2KP memberi Berkah bagi warga kami karena dengan dana BLM masalah kesulitan air bersih bisa teratas dan keberkahan BLM P2KP semakin bertambah ternyata bisa memancing dana lain masuk, kemaren kamipun mendapat sumbangan dana cash dari Bpk. Gubernur sebesar rp. 10.000.000 untuk membantu program air bersih ini, katong bisa menambah volume pipa sehingga bisa melayani hampir seluruh warga di dusun ini…. Sekali lagi puji Tuhan…………”
Demikian sekilas kisah nyata yang dialami oleh kami pendamping di Kota Ambon, memberikan pelajaran berharga dalam berbagai aspek......... bukan hanya pelajaran bagaimana menghargai alam semesta lewat penghematan sumber daya alam saja akan tetapi pelajaran-pelajaran lain yang mungkin tidak semua orang bisa mendapatkannya…………….

No title

ANTO MANGGALA SEORANG RELAWAN SEJATI
Oleh: Ohara 2603

Mudah-mudahan judul di atas tidak berlebihan adanya… saya mengambil judul demikian hanyalah ingin menggambarkan seorang relawan yang unik dan beda dengan relawan lainnya…. Walaupun masih banyak relawan lain yang juga benar-benar mencurahkan hidupnya untuk warganya tapi tetap saja mas Anto mempunyai sisi lain yang special bagi saya.

Nama aslinya Irham Manggala tapi nggak tahu kenapa orang lain lebih suka memanggil dia mas Anto… mungkin ada sejarahnya kali…. kengapa ia dipanggil demikian??? Kalau berjalan kaki langkahnya sangat panjang sehingga seringkali saya tercecer jauh di belakangnya, jalannya yang cepat menandakan dia kalau bekerja tidak mau berleha-leha…Tim Faskel sering kewalahan melihat ethos kerja mas Anto, pagi-pagi sekali dia udah nyambangi kantor korkot ngajak Fasilitator pergi turun ke warga, padahal Fasilitator baru bangun dan baca Koran….. akhirnya Fasilitatorpun sering ke lapangan hanya cuci muka saja karena diburu-buru terus mas Anto…..

Mas Anto lama hidup di Jawa Timur mondok di sebuah pesantren terkenal di sana, dia juga pernah tinggal beberapa bulan di Negeri Anggur “Perancis”, sehingga tidak heran kalau penguasaan ilmu Agama, bahasa Arab dan Perancisnya cukup bagus. Yang membuat saya salut walaupun dia jebolan pesantren tapi dia berpandangan tidak sempit bahkan terkesan pandangan-pandangan hidupnya sangat universal bahkan mendekati sekular deh……. sehingga jangan heran kalau tokoh-tokoh idolanya adalah seperti Romo Mangun, Gus Dur, Nur Cholis Madjid dll.

Kalau berbicara tentang kemiskinan Mas Anto selalu nampak bersemangat dan berapi-api, Konsep-konsep universalisme, demokratisme, transparansi dan akuntability yang terkandung dalam P2KP dia lahap habis lewat diskusi panjang tiap hari….baik itu diskusi dengan Tim FK, dengan saya sendiri bahkan dia sering diskusi dengan TL kami……. Setiap ada artikel tentang pemberdayaan dan kemiskinan di koran dia potong dan dia klipping, tak jarang sampai larut malam dia menelaah artikel-artikel tersebut…. (kalah deh korkot dan tim FK-nya, jadi malu hehehehe). Ketertarikannya pada P2KP bukan hanya pada tataran konsep saja, pada tingkat implementasinya pun mas Anto senantiasa berada di garis depan…… Keberadaannya mampu memotivasi relawan lainnya di Kelurahan dia tinggal sehingga tak mengherankan di Kelurahan ini terdapat 35an relawan aktif. Keberadaanya sungguh luar biasa… dari urusan menyebarkan undangan sampai urusan yang lebih besar mas Anto selalu ada dibalik itu semua……

Kerelawanannya sudah tak terhitung, sering sekali dia mengeluarkan materi untuk keberhasilan sebuah kegiatan, ide-idenya sangat kreatif sehingga membantu tim Fasilitator Kelurahan di lapangan, tak jarang pula dia mendampingi kegiatan di Kelurahan yang lainnya…. Kadang dia tak sabar menunggu P2KP regular di mulai….. dia berangan-angan ingin menjadi relawan untuk 23 Kelurahan P2KP regular nanti, tidak terbatas menjadi relawan di satu kelurahan saja…….. keinginannya itu terkesan nyeleneh….atau utopis???? Baru pertamakali aku menemukan keinginan seorang relawan seperti itu… tentunya keinginan itu sangat mulia….. apakah ini yang dinamakan relawan sejati???? Wallahu’alam……..


JERITAN HATI SEORANG FASILITATOR

Berikut ini sy tampilkan sebuah email yang datang dari seorang Fasilitator asal Aceh (Ilham BOY Dubhan)tanpa ditambah atau dikurangi sedikitpun, saya tampilkan sesuai aslinya...

DALAM KESENDIRIAN KU

Disaat2 sperti ini seharusnya kita berkumpul ditengah2 keluarga dan yg paling lebih indah lg kalo kita berdampingan dengan orang2 yang kita cintai... tapi itu tdk kita temui dikarenakan kita harus menjalankan tugas negara mendampingi masyarakat dalam menangulangi kekemiskinan.
Aceh bukanlah kota yang dekat untuk dilalui sperti ambon-jogja atau ambon bandung.. mungkin belum ada faskel yang berani datang ke Ambon karena terkenal dengan kekerasan watak masyarakatnya yang terimbas dari konflik atau mungkin aku yang telah gilaaa datang hanya untuk memerangi kemiskinan yang menindas kota Ambon...
Sekarang aku merasa bersyukur kepada Allah SWT yang mana hasil jerih payah ku dan teman2 tim faskel kami dapat melahirkan BKM tanpa harus menjalani operasi caesar yang semua berjalan dengan baik dan normal dari tahap mengandung sampai tahap melahirkan karena kami selalu konsultasi ke Dokter2 kandungan vitamin apa yang baik untuk dalam masa persalinan.
Aku masih ingat tahun2 yang lalu kita bersama2 disebuah Pulau yaitu diujung sumatera.. rasanya itu tak mungkin kita lupakan dimana kita selalu exsis dalam menjalankan tugas walaupun keberadaan dan keberhasilan kita belum dilegasitas/diakui oleh petinggi2 di Banda Aceh karena kita terlalu maju dalam tahapan/siklus yang kita jalankan tapi dengan kenyataannya hari demi hari dan minggu berganti bulan kita akhirnya dipercaya oleh tokoh2 Banda Aceh.
sekarang aku ingin membuktikan bahwa aku mampu berjuang dinegeri orang tanpa ada satu manusiapun yang aku kenal karena perjalan hidup tergantung pada diri manusia itu sendiri dan untuk menanggulangi kemiskinan itu terletak pada nilai2 manusia yg telah termakan hawa nafsu dunia yang mana kaya semakin kaya dan yang miskin terus tertindas ditengah amukan dunia..
Dalam kesendirian ini aku kembali termenung.. mengapa aku berada di Ambon sebenarnya apa yang ku cari.. Aceh lagi giat2nya membangun pemikiran dan tenaga tercurah disana kadang aku bertanya pada diri ku.....? Dosa dan salahkah bila aku disini.. atau... entahlah.
Aku punya keyakinan cepat atau lambat aku pasti kembali.. berkumpul ditengah2 keluarga dan mohon sabar untuk yang tersayang ini adalah ujian buat kita untuk meraih sukses dihari esok.. sabar yaaa sayang ku....:smile:)

SELAMAT MERAYAKAN HARI KEMENANGAN



Segenap Jajaran Tim P2KP Pilot Kota Ambon



Mengucapkan :



Selamat Hari Raya Idul Fitri



1 Syawal 1427 H



Mohon Maaf Lahir dan Batin

__._,_.___


:wizard: :hat: :jester: :love: :D :D :D

KUNJUNGAN KE KANTOR WAKIL WALIKOTA AMBON

Ambon, 17 Oktober 2006
Hari ini disela-sela kesibukanku membuat laporan siklus dan laporan bulanan (jadi malu ditagih pak TL terus neh….) aku ditemani seorang Fasilitator Lokal mas Etwin Talla berangkat menemui Wakil Wali Kota Ambon ibu Olivia Latuconsina. Ternyata ibu wawali sudah menunggu kedatangan kami karena sebelumnya memang kami sudah membuat janji dengan beliau. Dengan ramah dan penuh kekeluargaan tanpa kehilangan kewibawaannya ibu Olivia menyambut kedatangan kami, memasuki ruang kerjanya yang begitu tertata rapi membuat aku sangat terkesan….. mula-mula sih aku kikuk juga berhadapan dengan orang no. 2 di Kota Ambon ini akan tetapi semua menjadi lancar ketika melihat keramahan beliau. Saat itu aku informasikan kemajuan di tk. Lapangan mengenai P2KP, beliau sangat antusias menyimak “presentasi informalku” sesekali beliau bertanya mengenai beberapa istilah yang mungkin asing ditelinganya seperti kata “BKM” misalnya. Hari itu kami banyak bertukar fikiran, yang cukup menyenangkan hatiku adalah ternyata beliau mengetahui sukup banyak tentang P2KP walaupun masih dalam bentuk garis besar saja…… Saat itu saya ucapkan terimakasih kepada ibu Olivia karena staffnya yaitu Pj. PK dan Bappekot secara keseluruhan sangat membantu kami dan kami memperoleh banyak kemudahan dalam melakukan koordinasi mengenai P2KP dengan ybs….(ini bukan menjilat loh…. Emang kenyataannya Pj. PK dan Bappekot oke punya…) Akhirnya karena di luar masih banyak tamu yang mau ketemu ibu wawali akhirnya akupun mohon diri namun sebelum pamit aku minta photo bareng dengan ibu… ya lumayan deh buat kenang-kenangan dan buat manas-manasin korkot Sorong hehehehehehe……

Oh Relawanku……………….

Jum’at 6 Oktober 2006 Pukul 19.30 WIT
Malam itu sepulang dari buka bersama dari rumah “ Neng Ita” seorang staff kantor Korkot, setelah menyabet handycam di kantor (maaf, handycam pinjaman hehehe) aku langsung meluncur ke Rumah Pak RT Pattikawa tempat dilaksanakannya Pemilihan BKM tingkat RT dilaksanakan, ditemani Bang Boy dan juga Pak Edhie (Tim Leader) menyusuri gang demi gang ke lokasi yang letaknya tidak begitu jauh dari Kantor. Rupanya kami datang agak terlambat karena peserta sudah tidak begitu banyak lagi, akan tetapi kami masih bisa menyaksikan kerumunan warga sedang melihat papan informasi berisi seluruh nama warga RT bersangkutan yang mempunyai hak memilih dan dipilih…… aku langsung saja beraksi mengeluarkan handycam lalu shoot sana shoot sini….. suasana tampak meriah karena ruangan di tata menjadi lebih menarik dengan beberapa tulisan kreatif relawan…..Kata: Adil, Jujur, Iklas dan lain ditulis besar2 dengan kertas warna warni sehingga dari kejauhan nampak jelas menambah semaraknya tempat pemilihan.
Setelah itu aku mendekati seorang wanita tua namanya Ibu Ester…. (Nama-nama di Ambon memang bagus-bagus ya… coba bandingkan dengan namaku…. Waduh kalah jauh deh hehehehe jadi malu tuh). Iseng-iseng aku tanya, “bu Ester kok mau-maunya datang ketempat ini padahal pasti sangat menggangu aktifitas ibu deh” Sambil ketawa ibu Ester menjawab: “hehehe saya bukan kali ini aja datang kepertemuan P2KP, udah lebih 3 kali selalu mengkuti kumpulan P2KP, selagi mampu saya selalu usahakan untuk memenuhi undangan pak RT dalam P2KP”, lebih lanjut ibu tua itu menceritakan dengan bangganya bahwa anaknya yang bekerja di sebuah toko milik WNI Keturunan sekarang sudah memperoleh gaji kurang lebih 1juta rupiah, menurutnya prestasi tersebut karena kejujuran anaknya sehingga dia dipercaya majikannya……… “orang jujur tidak akan susah…. saya sering pinjam ke tetangga atau koperasi tapi saya tidak pernah dimintai jaminan ini dan itu….. makanya saya setuju kalau BKM itu diiisi oleh orang-orang jujur…..” Demikian ibu tua itu menceritakan pengalaman hidupnya…. Wah aku udah banyak belajar pada ibu tua malam ini demikian bathin ini berkata….. tapi obrolan tidak bisa dilajut karena si ibu pamit mau pulang karena harus mengurus cucunya di rumah, sementara itu karena malam terus merangkak malam…. terlihat relawan bernama Erni menginformasikan mau memanggil tetangga-tetangga yang belum menggunakan hak pilihnya…. Selang beberapa lama mulai terlihat beberapa orang berdatangan kembali dan langsung menggunakan hak pilihnya….. rupanya peserta yang datang baru mencapai 40 an, maklum daerah RT tersebut merupakan daerah cukup Elit rata-rata kaum menengah ke atas sehingga relawan mengalami kesulitan untuk mengumpulkan warganya…. karena menurut Tata Tertib Pemilihan itu harus Quorum…. Maka panitia yang sebagian besar para relawan, dengan seragam P2KP kebanggaannya berwarna Orange sepakat hari itu juga mendatangi warga yang belum menggunakan hak pilihnya secara door to door…….. aku sangat terharu dengan semangat yang ditunjukan oleh para relawan….tanpa lelah tanpa mengharapkan imbalan apa-apa mereka mau bekerja sungguh-sungguh….. bahkan Faskel sempat menolak secara halus ketika seorang relawan bernama Ibu Debby mau membelikan Kue Martabak…… Mungkin fikir Faskel: harusnya aku yang ngasih kue ke Ibu hehehehe....bukan ibu yang ngasih ke aku….. Akhirnya karena para relawan mau melakukan jemput bola maka aku bersama Team Leader akhirnya pulang ke kantor deh…. (Ohara)

Yang Ringan dari Ambon

Setelah menempuh perjalanan 4 Jam lebih Jakarta – Surabaya – Ambon…... aku mendarat di Bandara Pattimura jam Pukul 13.30 WIT . Cuaca panas langsung menyambutku menggoda kerongkonganku yang lagi puasa untuk mencari warung minuman….. tapi Alhamdulillah kerongkongan dan perut ini masih bisa diajak kompromi sehingga aku langsung aja menuju pangkalan taksi. Tanpa banyak tawar menawar aku naik taksi dan langsung tancap gas.. Sepanjang jalan dari Bandara menuju kota banyak pemandangan yang membuat hati ini terenyuh…. Banyak sepanduk-spanduk berisi ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bertebaran sepanjang jalan….. bahkan sekitar daerah Paso ada spanduk ucapan selamat berpuasa yang terpampang di gedung gereja yang sedang dibangun…. “Wah tentunya orang memasang spanduk tersebut atas seiizin pengurus gereja…atau bahkan fihak gereja sendiri yang membuat spanduk tersebut” Aku hanya bisa bersyukur toleransi di Kota Ambon sudah kembali seperti zaman dahulu sebelum kerusuhan di Ambon pecah….. memasuki gerbang Ambon terlihat jelas Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa dari Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu bahkan tepat memasuki jalan menuju Kantor Korkot pun tulisan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dari orang nomor satu di Propinsi Maluku itu terpampang juga dengan jelas sekali….. sehingga menambah nuansa toleransi dan kedamaian di bulan ramadhan ini…..
Sesampainya di depan kantor Korkot, Sekertarisku langsung menyambut kedatanganku dan membawa travel bagku, aku memasuki kantor yang cukup lama aku tinggalkan disambut beberapa rekan faskel dan staff kantor, setelah aku salami satu persatu sejenak sambil membongkar travel bag ku yang penuh dengan oleh2 khas Bandung aku ngobrol dengan teman-teman faskel dan staff tentang perkembangan lapangan. Setelah puas ngobrol dan membagi-bagikan oleh-oleh aku rebahan dulu deh di kamar melepas penat dan lelah sambil menunggu azan magrib……..
Malam harinya ditemani salah seorang relawan Honipopu yaitu mas Anto kami pergi cari warung kopi ke jalan Baabullah, suasana jalan Baabullah sangat ramai sekali sehingga menyulitkan langkah mencari warung kopi langganan kami, setelah dengan susah payah melewati kerumunan warga akhirnya kami menemukan warung kopi langganan, setelah dapat tempat duduk langsung deh kami pesen kopi dan penganan khas bulan puasa, sambil ngopi mas Anto tak heni-hentinya bercerita tentang proses Pemetaan Swadaya dan pemilihan BKM tingkat RT…… “ di jalan Baabullah ini setiap Ramhadan selalu dipenuhi warga pak… bahkan ketika lebaran Bapak gak usah heran ketika menyaksikan Obet-obet (sebutan bagi penganut Kristen, diambil dari kata “Robert”) berkunjung bersilaturahmi untuk mengucapkan selamat Idul Fitri ke rumah-rumah Acan (sebutan untuk orang Muslim, berasal dari kata Hasan)” tambah mas Anto sambil menghirup kopi hangat…. Setelah puas ngobrol mas Anto mengajak pergi ke “Pondok P2KP” di Kelurahan Waihaong, aku mengernyitkan dahi mendengar Pondok P2KP?????. pondok apaan tuh??? Tanpa banyak tanya setelah membayar kopi kami langsung bergegas menyusuri jalan Baabullah yang masih tetap dipenuhi hiruk pikuk warga menuju Pondok P2KP yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat ngopi….. sesampainya di tujuan aku langsung di sambut beberapa relawan yang sedang nongkrong di sana…. Rupanya tempat tersebut adalah warung nasi kuning milik seorang relawan waihaong bernama Djaitun Makatita…. Warung yang sangat sederhana terletak di pinggir jalan Baabulah dengan hanya bermodalkan beberapa buah meja dan bangku panjang Bu Djaitun mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya…… Aku cukup terharu orang kecil seperti bu Djaitun bisa aktif menjadi relawan P2KP padahal beliau harus mencari rezeki untuk keluarganya….. aku mencoba mengajukan pertanyaan kecil pada bu Djaitun: “setiap rembug P2KP dan KBK Relawan saya selalu lihat bu Djaitun…… padahal ibu sibuk jualan nasi kuning???? “ dengan lirih bu Djaitun menjawab pertanyaanku: “saya seneng menjadi relawan P2KP pak….. saya bisa belajar banyak di P2KP….. saya bisa belajar memahami apa itu P2KP, belajar berbicara di depan orang, saya bisa menambah sahabat baik itu sesama warga kelurahan sendiri bahkan bisa kenal dengan relawan lain dari kelurahan lain, belajar mencurahkan tenaga buat warga sendiri dan masih banyak pembelajaran lain yang saya dapat sehingga sebisa mungkin saya hadir terus dalam pertemuan dan kegiatan P2KP, untungnya. suami ibu bisa mengerti sehingga kalau ada rapat maka suami ibu selalu mengizinkan ibu pergi menghadiri kegiatan P2KP…untuk sementara ketika ibu menghadiri kegiatan P2KP maka warung ini dijaga oleh suami ibu….. setelah selesai mengikuti kegiatan P2KP maka ibu langsung menggantikan Bapak jagain warung ini sampai tengah malam.” Demikian ibu Djaitun mencoba memberikan jawaban sambil menyiapkan teh untukku…. selintas suami bu Djaitun mengangguk sambil tersenyum padaku tanda mengiyakan pernyataan istrinya…. di belakang kursi panjang terpampang beberapa poster lusuh dan sederhana tentang P2KP…. Salah satunya adalah Tulisan Pondok P2KP…… wah-wah ada Pondok P2KP di sini ya??? Apa tuh Pondok P2KP??? Aku mencoba mengalihkan pertanyaan…… “Pondok P2KP itu tempat nongkrongnya relawan-relawan P2KP pak…. Setiap pulang rapat kami beberapa orang relawan selalu nongkrong di warungnya bu Djaitun ini…bahkan Fasilitator dan Pak Lurahpun sesekali nongkrong di sini” seru relawan lainnya bernama caca Yani…… “Lalu apaan aja yang diobrolkan di Pondok P2KP ini”??? Aku coba menggali informasi lebih lanjut… Dengan lancarnya Caca Yani menjawab: “Wah banyak pak….. ngobrol apa aja dari mulai ngobrol masalah ringan dan lucu hingga ngobrol masalah P2KP…… yang jelas kami semakin akrab” “ Ya Syukur lah kalau Pondok P2KP bisa dijadikan tempat berkumpulnya para relawan untuk mempererat tali silaturahmi dan belajar tentang segala permasalahan yang ada di sekitar kita…” aku mencoba menimpali pernyataan caca Yani….. Akhirnya karena malam sudah sangat larut takut kesiangan makan sahur maka akupun pamit pulang……. Setelah bersalaman dengan k.l 6 relawan yang hadir di sana maka malam itu aku pulang ke kantor….

PS-K !!!!!!!!

Jumat, 22 September 2006
Pukul 15.00 Wit
Pemetaan Swadaya Tingkat Kelurahan.

Pada hari jumat, 22 September 2006 akan dilakukan Penyepakatan Pemetaan Sawadaya tingkat Kelurahan. Sehingga satu hari sebelumnya, saya mendatangi beberapa relawan untuk mempersiapkan Pertemuan Pemetaan Swadaya. Masih pada tanggal 21 September, saya mendatangi kantor Kelurahan Honipopu untuk bertemu dengan kepala kelurahan dalam rangka melaporkan perkembangan proses pembelajaran tahapan siklus di kelurahan Honipopu sekaligus mengundang kepala kelurahan untuk mengikuti pertemuan Pemetaan Swadaya tingkat Kelurahan yang akan dilakukan esok harinya. Secara langsung, pak lurah mengatakan tidak bisa mengikuti pertemuan PS – Kelurahan, dengan alasan ia punya jadwal pelayanan pimpin ibadah unit dalam kapasitas dia sebagai majelis jemaat di tempat di mana ia tinggal (Majelis Jemaat = pelayan umat) pada jam dan hari yang sama, tanpa mengutus atau memberi kepercayaan kepada salah satu staff atau pegawai untuk mewakilinya. Hal ini sangat saya sesalkan.

Pada hari jumat, 22 september 2006, tepatnya pukul 14.30 saya dan seorang relawan – Anto Manggala, berjalan menuju kantor Kelurahan Honipopu. Sesampainya disana, kami pun mulai menata ruangan (mengatur kursi-kursi), menempelkan hasil Pemetaan Swadaya dari masing-masing RT di dinding kantor lurah sambil menunggu warga datang. Ketika waktu mulai menujukan pukul 15.05, ada warga yang sudah mulai berdatangan. Tepat pukul 15.45 pertemuan dimulai. Waktu ini, terlambat 45 menit dari waktu yang sudah ditentukan. Kegiatan dibuka oleh protokol (Relawan Yusnita).dengan agenda :
1. Pembukaan
2. Presentasi Hasil Pemetaan Swadaya tingkat RT
3. Diskusi
4. Rangkuman Hasil Pemetaan Swadaya tingkat RT untuk menjadi kesepakatan PS tingkat Kelurahan
5. Penandatangan hasil kesepakatan PS tingkat Kelurahan
6. Sosialisasi Pemilihan BKM oleh ketua Panitia Pembentukan BKM sekaligus pembacaan dan pengesahan Tata Tertib (TATIB) pemilihan BKM Kelurahan Honipopu.
7. Penjelasan hal-hal tekhnis seputar pemilihan BKM dalam diskusi
8. Penutup
Setelah itu masing-masing koordinator PS RT diberikan kesepatan untuk mempertanggungjawabkan atau mempresentasikan hasil Pemetaan Swadaya yang sudah dilakukan di masing-masing RT. Sambil Tim PS mempresentasikan hasil Pemetaan Swadaya, mata saya melirik kiri-kanan ke arah peserta yang hadir, bukan untuk mencari cowok ganteng tapi mencari ketua-ketua RT. Lagi-lagi hanya satu orang ketua RT yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ada apa denganmu ketua-ketua RT???? Meskipun, kegiatan bisa terus jalan tanpa menunggu kedatangan para ketua RT, namun kehadiran mereka sangat penting sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian sebagai seorang pemimpin warga terhadap masalah-masalah yang ada dilingkungan RT dan kelurahan.

Sekitar kurang lebih 45 menit berlalu, hasil PS tingkat RT pun selesai dipresentasikan. Hasil Pemetaan Swadaya tingkat RT yang sudah dipresentasikan ini pun kemudian di rangkum dalam satu kesepakatan tingkat Kelurahan yang dipandu oleh koordinator relawan Ahmad Ohorella melalui metode diskusi. Kesepakatan itu pun kemudian ditandatangi oleh 6 orang warga yang hadir di lembar pengesahan format PS.

Setelah itu, ketua panitia pemilihan BKM diberikan kesempatan untuk mensosialisasikan tata cara pemilihan BKM kepada warga yang hadir, sekaligus pembacaan dan pengesahan tata tertib pemilihan BKM yang telah digodok oleh panitia pemilihan beberapa waktu yang lalu. Dalam pertemuan tersebut, ketua panitia sudah berusaha menjadwalkan pemilihan utusan warga tingkat RT, namun ada beberapa relawan yang keberatan karena masih bingung mencari waktu yang pas atau belum siap menentukan jadwal. Sehingga kesepakatan akhir yang diambil adalah akan diadakan pertemuan atau coaching bagi panitia pemilihan pada hari selasa, 26 september 2006 dan disaat itulah masing-masing penanggung jawab pemilihan utusan warga tingkat RT menentukan jadwal pemilihannya.

Karena sudah tidak ada pertanyaan, usul, saran dan pendapat yang ingin di sampaikan warga lagi, maka acara Pemetaan Swadaya tingkat Kelurahan pun ditutup oleh protokol. Acara Selesai dan AMATOO..................

By : Allyne Kayadoe

PUBLIKASI HASIL PEMETAAN SWADAYA

Rabu, 20 September 2006.
12.00 Wit – Selesai : Pendampingan tim PS dalam Publikasi hasil PS tingkat RT.

Kurang lebih pada pukul 12.00 Wit, faskel mulai melangkahkan kaki keluar dari kantor Korkot P2KP dijalan baru ditemani seorang relawan sangat aktif yaitu Mas Anto Manggala, menuju lokasi RT-RT yang sedang melakukan publikasi hasil Pemetaan Swadaya.

Lokasi pertama yang disinggahi adalah RT 011. Hasil Pemetaan Swadaya di RT tersebut sudah ditempelkan oleh Bpk. Tuwo (salah satu anggota tim Pemetaan Swadaya di RT 011). Klik...klik...klik....Hasil Pemetaan Swadaya inipun kemudian di abadikan dalam camera digital milik BOS (Pinjam dulu ga papa kale.....) sebagai bahan bukti publikasi......emang waihaong aja yang bisa... hihihih

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke RT 001 – Belakang Mesjid Jame. Hasil PS kemudian ditempelkan oleh tim PS RT tersebut (Bakri dan Rosmiyati) di wilayah strategis yang sering dilewati warga setiap harinya tentunya atas seijin pemilik gedung dimana hasil tersebut di tempelkan. Ada hal menarik yang ditemukan saat publikasi adalah, dalam hasil pemetaan yang dilakukan satu masalah muncul di sektor sosial yakni masalah kepemilkan KTP dan Kartu Keluarga (Banyak warga yang tidak punya KTP dan KK). Dalam hasil tersebut tertulis ketidak pedulian aparat RT terhadap masyarakat sebagai penyebab masalah ini. karena takut menyinggung RT atau ditegur oleh RT, para relawan takut menempelkan hasil PS, sehingga jalan keluarnya adalah menghapus kalimat tersebut dan menggantinya dengan bahasa yang lebih halus.

Setelah itu, perjalanan di lanjutkan ke kios salah satu relawan untuk mencari kepastian kelengkapan data hasil PS dari Caca Ita (Relawan). Ternyata masih ada 2 RT (RT 005&006) yang belum rampung. Dengan demikian dalam diskusi singkat, jalan keluarnya adalah Pemetaan di kedua RT tersebut di rampungkan hari ini juga.

Tujuan selanjutnya adalah kantor P2KP, tapi bukan untuk memantau hasil publikasi tapi nebeng makan dan istirahat sebentar karena perut faskel dan relawan sudah tidak bisa diajak kompromi. Selesai makan faskel melanjutkan perjalanan ke pasar lama. Hasil Pemetaan Swadaya di RT 009-010 kemudian ditempelkan di dinding sebuah Rumah makan di area pasar lama atas pertimbangan bahwa lokasi ini ramai dilalui warga setiap harinya.

Seusai publikasi di pasar lama, faskel melanjutkan perjalanan ke rumah Ibu Debby Pattikawa untuk memotret hasil Pemetaan yang dipublikasi. Ternyata.....hasilnya belum ditempelkan karena belum ditanda tangani oleh RT. Satu hal menarik juga ditemui di RT ini yakni, dari hasil pemetaan tertulis Miras dan permainan king (judi) sebagai masalah sosial di lingkungan tersebut. karena takut hasil Pemetaan sobek Warga, ibu Debby masih memikirkan dimana tempat aman namun strategis untuk menempelkan hasil Pemetaaan Swadaya di RT tersebut. jadi rencananya, hasil PS akan dipublikasikan sebentar sore, jam berapa persisnya saya tidak tahu.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke rumahku di batu gajah. Bukan untuk Pemetaan tapi aku pulaaaang....... sudah lelah dan ngantuk gitu lho.... sampai ketemu ntar malam jam 7 untuk Pembahasan PS di Jalan baru....

By : Allyne Kayadoe
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31