Nevy Vilanti

phie think about life

Subscribe to RSS feed

Biarkan Hujan Menyembuhkanmu – By Wahyu Bramastyo



Bebas dari belenggu sabotase diri,
Mengobati luka-luka emosi,
Dan menjadi diri yang otentik,


Itulah tulisan di Cover depan buku yang berjudul Biarkan Hujan Menyembuhkanmu. Hmm… sempat ku bergumam,,kayanya cocok buku ini dengan apa yang saya alami. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli buku ini.

Ini adalah buku yang bergenre psikologi – spiritual. Penulis menyajikan tulisan dalam bentuk cerita-cerita kehidupan ( lebih cenderung pengalaman pribadi penulis sih,,smile ). Secara umum buku ini mengisahkan kepribadian penulis. Mulai dari penulis saat ia dulu “psikisnya sedang sakit” (he.he…maaf mas wahyu ini hanya bahasa kias saja bigsmile ) namun ia tak sadar bahwa ia “ sakit”. Penulis menceritakan bagaimana ia sadar akan “penyakit” yang dideritanya hingga akhirnya dia bisa menemukan “obatnya”.
Sejak awal membaca saya sangat merasa interest sekali untuk segera melalap habis buku ini segera mungkin. Membaca setiap kata yang terangkai seolah membuat saya merasa sedang bercermin. Setiap peristiwa “psikis” yang diuraikan penulis, saya selalu bergumam “ itu kan saya,,saya seperti itu,,saya juga mengalami hal itu..”. Ada sedikit perasaan senang karena menemukan orang yang “senasib” dengan saya..he.he.

Buku ini benar-benar membuat saya seolah-olah memutar rekaman kehidupan saya di masa lalu. Cerita hidup saya terputar ulang, terkenang peristiwa – peristiwa hidup kala sejak kecil. Penulis benar-benar menulis dengan hati hingga ku terhanyut dalam bayang-banyang diriku sendiri.
Beberapa cuplikan tulisan yang membuat saya tersenyum simpul dan bergumam “ Aku banget sih….”.

Hal 54 - 55

Kakak saya adalah seseorang yang sangat dominan, dia mendeklarasikan kekuasaannya pada seluruh anggota keluarga terutama pada saya sebagai makhluk yang jelas-jelas secara strata dalam keluarga memiliki pangkat yang lebih rendah darinya. Upayanya menekankan bahwa ia berkuasa penuh atas diri saya ditampilkan melalui berbagai upaya menonjolkan kelebihan dirinya dan menolak mengakui sekecil apapun keberhasilan saya. Saya selalu salah di matanya, dipermalukan, serta dimarahi atas kesalahan-kesalahan kecil yang saya perbuat. Sekali dua kali hal semacam itu tidak masalah, tetapi dilakukan selama bertahun-tahun selama masa perkembangan awal seorang anak tentu saja memberi dampak luar biasa pada hancurnya konsep diri.


. . . .

Yang paling merusak saya adalah reaksi-reaksi merendahkan dan kata-kata pelecehan yang sering saya terima. Diakui atau tidak, dibandingkan peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan lainnya yang pernah saya alami, pelecehan secara verbal ini memiliki dampak lebih mendalam dan lama dalam proses perkembangan saya sebagai individu.


. . . .

Penghinaan secara verbal yang dilakukan dengan konsisten, secara tidak disadari memiliki dampak menghancurkan yang tidak kalah kuatnya terhadap diri seseorang seperti halnya bentuk pelecehan lain. Dalam kasus semacam ini yang diserang adalah konsep diri kita. Dan sekali konsep diri Anda dihancurkan, dapat dipastikan Anda akan tumbuh sebagai seorang yang “lumpuh” , jika Anda tidak merebut kendali atas diri Anda.



Hal 102 Dalam proses pemahaman diri ini, saya mencermati beberapa ciri negatif yang muncul dalam kehidupannya sehari-hari seperti :

  • Munculnya perasaan rendah diri meskipun dengan semua pujian yang saya dapatkan dari lingkungan
  • Seringnya muncul kata-kata negatif di dalam kepala saya yang saya tujukan pada diri saya sendiri
  • Munculnya sikap perfectionist yang obsesif
  • Perasaan marah pada beberapa hal di masa lalu saya
  • Dapat melakukan apapun demi menyenangkan orang lain dan mengabaikan emosi saya sendiri
  • Masih merasa takut pada kakak saya
  • Merasa tertekan yang sering kali datang dan mengarah pada depresi
  • Menarik diri dari keramaian, sangat suka mengurung diri di kamar
  • Kerinduan saya yang sangat besar pada ketenangan dan kedamaian




Hal 119

Anak anak yang mudah merasa tertekan adalah anak-anak dengan kecerdasan intrapersonal yang luar biasa. Kemampuan evalusi diri dan refleksi mereka sangat mengagumkan. Anak anak ini mampu merasa dan bersikap dengan sangat dewasa, sehingga secara cerdas mampu memaknai sesuatu yang terjadi pada diri meraka atau lingkungan sekitarnya dengan sangat baik.



Hal 126?

Saya malah pada akhirnya berterima kasih karena begitu perasaan marah saya hilang, saya justru dapat melihat banyak sekali berkah dibalik peristiwa yang pernah dilakukan kakak saya kepada saya.



Itu adalah cuplikan yang saya kutip dari buku dan hal itu pulalah yang membuat saya merasa sedang bercermin.

Buku ini benar-benar WAJIB dibaca bagi temen-temen yang merasa terpenjara, terbenam dalam gelapnya perasaan negatif. WAJIB dibaca bagi seluruh Verbal Crime ‘s Victim ninja ( Korban kejahatan verbal..he.he…bikin istilah sendiri bigsmile )

Penulis merangkai setiap kalimat dalam alur yang enak diikuti. Buku psikologi yang mirip seperti buku harian, dengan segala introspeksi dan solusi atas segala pernasalahan yang dialami.

Two Thumb Up for mas Wahyu Bramastyo yes .

Terimakasih sudah membangunkan saya dalam buaian ketidaksadaran di dalam penjara gelap yang membelenggu diri ini.

Kecanduan "Tawakal"

,

"Hasbiyallahu laa ilaaha illa huwa alayhi tawwakkaltu wa huwa rabbul arsyil azhiim"

artinya: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada Nya aku bertawakal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang mulia

Kawan . . .
Sungguh Allah itu maha agung, maha mulia, maha penguasa. Ketika masalah datang, katakan dalam benak ini, bahwa cukuplah ALLAH bagiku. ALLAH lah sebaik baiknya penolongku...
Resapi kalimat itu... Yakinkan diri ini ,bahwa ALLAH saja cukup untuk ngeluarkan kita dari segala masalah yang kita hadapi.

Ketika jiwa ini telah larut dalam keyakinan kebesaran ALLAH, keyakinan kuasa ALLAH, keyakinan akan keajaiban yang ALLAH beri, maka sesulit apapun masalah yang kita hadapi, tak gentar hati ini untuk melewatinya, karena kita meyakini bahwa ALLAH akan selalu ada bersama kita.

Kawan. .
Pasrah bukan berarti kita menyerah, tetapi kita menyerahkan segala keputusan kepada ALLAH setelah kita berusaha. Apa yang terjadi pada kita setelah ini, tidak sedikitpun kita ketahui. Bolehlah kita merencanakan sesuatu, tetapi ingat,.,., apa yang kita rencanakan itu masih berupa proposal kita pada ALLAH,.,., dan keputusan ada di tangan ALLAH.

Sedikit cerita ketika saya berada dalam perjalanan pulang menuju kota kelahiran saya -BONDOWOSO-. Rencana saya (rencana manusia) akan pulang jam 7 malam. Pada siang hari ibu saya menelpon dan mengatakan supaya saya tidak pulang malam. Saat itu saya sedikit berargumen dan beralasan kenapa saya ingin pulang malam, tetapi ibu tetap tidak menyetujui, akhirnya saya turuti saran beliau.

Saya berangkat dari kos pukul 13.15 dan sampai di Terminal kurang lebih pukul 14.00. Selanjutnya saya segera naik bis menuju Probolinggo. Prediksi saya (pemikiran manusia) bis ini dapat tiba di Terminal Probolinggo sebelum jam 17.00, karena saya mengejar bis menuju kota kelahiran saya yang berangkat pukul 17.00.

Saya begitu menikmati perjalanan ini, setelah kurang lebih 2 bulan saya belum pulang.
Tiba di Pasuruan saya mulai resah dan dalam hati ini berkata " kok bisnya jalannya lama banget". Hatipun semakin was-was karena kahwatir jika ketingglana Bis, jika saya kelewatan bis yang pukul 17.00, maka saya harus menunggu di teminal kurang lebih 1 jam, untuk bis berikutnya...

Perjalanan terasa begitu lama,,. karena setiap saat saya selalu melihat jam di Hp saya. Setelah sampai di Ngopak (masih Pasuruan)..Subhanallah.,.. bis saya kena macet, walhasil jalan merayap, dan itu sudah sekitar pukul 16.00. Allah benar-benar sedang menguji kesabaran saya di Bulan puasa ini.

Saat itu saya benar-benar pasrah, saya serahkan semua ini pada ALLAH, ALLAH lah yang maha kuasa, ALLAH lah yang maha berkehendak, jika ALLAH telah berkehendak maka tak satupun dapat menghalanginya. Saat itu saya yakinkan dalam diri ini ALLAH punya kuasa untuk menghentikan bis itu hingga saya datang di terminal,,, Awalnya saya berdo'a seperti itu, Namun lama kelamaan agak hopless juga, karena emang bisnya lambat banget jalannya. Saya khawatir, saya nanti tiba di terminal dan sesaat sebelum saya tiba bisnya udah jalan...

Hati mulai tak tenang ketika bis saya papasan dengan bis Situbondo dan bis itu adalah bis di depan bis Bondowoso. "waduh. . .berarti bis bondowoso sepertinya sudah hampir jalan nih. Padahal saat itu bis saya masih di jalan, berhenti menurunkan penumpang".

Akhirnya jurus pamungkas pun keluar, saya benar benar pasrah sama ALLAH, saya katakan pada diri saya,
" Nevy ...biarkan ALLAH yang memilihkan bis untuk Nevy, Allah tau bis mana yang baik untuk mengantar Nevy ke Bondowoso".
Itu adalah upaya pamungkas menenangkan diri dan merupawan wujud Tawakal saya pada ALLAH.

Terminal bis di probolinggo memiliki dua pintu gerbang, yaitu gerbang bis keluar terminal dan gerbang bis masuk terminal dan jarak antar gerbang sekitar 100 m. Untuk menuju gerbang bis masuk, bis yang saya naiki terlebih dahulu melewati gerbang bis keluar. Dari jarak 50 m sebelum melewati gerbang bis keluar, tampak ada tiga bis beriringan keluar dari dalam ternminal. Ketika bis saya melewati bis yang paling belakang, Q toleh dengan wajah hopeless,, yah, , ternyata bis Jember, selanjutnya bis saya melewati bis yang kedua, Q toleh lagi,.,.,Subhanallah,,,ternyata bis Bondowoso. Sontak saya langsung berdiri, menuju pintu belakang dengan sedikit terburu-buru dan susah payah karena harus melangkahi barang-barang orang lain yang cukup padat di belakang. Saya pun berkata pada pak Kernet " Pak saya turun disini, saya mau ikut bis bondowoso di belakang sana" Bispun melaju lambat, dan saya turun. Segera kaki ini melangkah bergegas menuju bis Bondowoso yang melaju pelan di belakang bis saya tadi. Tak lama bis Bondowoso melaju meninggalkan terminal.

Alhamdulillahhirobbil ''alamiin
Segala Puji Bagi Allah,,,ALLAH sungguh luar biasa. Di balik sebuah tawakal, ALLAH memberikan jawaban dan keajaiban pada kita...
Saya benar-benar "kecanduan" Tawakal.
February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29