Skip navigation.

Paw

musik itu di sekelilingku

DIMANA BAKAT ANDA

Ditanya akan memilih jurusan apa saat kuliah nanti, Santi mengaku bingung menentukan pilihan, apalagi ketika pilihan tersebut dikaitkan dengan bakat dan minatnya. "Jangankan memilih sesuai minat dan bakat, saya sendiri pun belum tahu minat dan bakat saya," katanya.

Santi (18), sebutlah namanya begitu, mengaku dirinya memang bukan siswa pandai di kelas. Namun, ia juga bukan nomor buncit dalam urusan nilai pelajaran. Hanya, dia merasa tidak "ngeh" soal minat atau bakatnya pada hal-hal tertentu.

Memang, kerap orang mengatakan minat dan bakat adalah teropong bagi jalan kehidupan di masa depan. Membayangkannya pun terasa menyenangkan karena dengan keduanya kita bisa menjadi siapa pun yang diinginkan asalkan mau kerja keras dan pantang menyerah.

Kenyataannya, pemahaman itu justru sebaliknya. Hal itu sering kali menimbulkan masalah ketika kita beranjak dewasa dan tiba saatnya memilih bidang pendidikan dan karier. Pemahaman itu sedikit banyak menciptakan ilusi akan beragam pilihan bidang pendidikan dan karier yang menjanjikan masa depan. Dan lagi, apakah semua itu pilihan yang benar-benar kita inginkan?

Selain itu, pemahaman tersebut juga membentuk imajinasi tersendiri bahwa kita bisa menjadi sosok terbaik di bidang apa pun yang kita minati. Duh, apa betul begitu? Apakah bisa, prestasi seorang Chris John yang dielu-elukan berkat tinjunya di atas ring itu akan bersinar oleh puja-puji pula di lapangan basket?

Nyatanya tidak. Adalah sebuah fakta bahwa kita memang tidak bisa menjadi siapa pun yang kita mau. Kita lupa, selain minat, ada faktor lain yang sangat menentukan langkah kita ke depan. Ya, bakat dan latihan khusus untuk mempertajamnya.

Temukan, Bukan Ciptakan
Kenyataan, tidak semua orang bisa menjadi seorang Chris John, Bill Gates, atau David Beckham. Mereka bertiga punya bakat alami dan telah menjadikan bakat itu sebagai investasi yang dilatihnya sejak lama. Dan kita tidak bisa membuat dan mengubahnya "semau gue".

Sekarang, lihat ke sekeliling Anda! Mungkin, ada orang yang suka duduk berlama-lama di depan laptop? Bahkan saking lamanya Anda lupa, kapan orang itu makan dan minum?

Atau, Anda pun mungkin bingung, kenapa rekan dekat Anda lebih memilih les guru bahasa Inggris ketimbang Anda yang lebih senang naik gunung atau bermain band di saat libur? Banyak, dan banyak lagi contoh yang kita pun tidak tahu keuntungan mereka melakukan semua itu.

Anda pun sebetulnya bisa begitu. Meniru untuk kreatif berekspresi seperti mereka, berhasil lalu merasa puas. Namun kelak yang terjadi, Anda tidak akan pernah merasa nyaman melakukan hal-hal di luar kerangka bakat Anda tersebut.

Ya, Anda tidak akan bisa menjadi mahasiswa arkeologi dan menjadi arkeolog mumpuni karena Anda sebenarnya sama sekali tidak hobi "keluyuran". Usaha Anda hancur terus dan kapok untuk terjun ke bidang bisnis sehingga Anda memilih kembali menjadi karyawan. Tidak salah, Anda memang tidak punya hobi itu. Anda tidak bakat!

Mutlak, Anda harus paham apa yang disebut dengan bawaan atau nature (hormonal atau DNA) dan latihan atau nurture. Sejatinya, yang harus Anda lakukan ialah membentuk diri Anda tak ubahnya dengan bawaan Anda sejak lahir. Anda jangan hanya menginginkan suatu bidang pendidikan yang bisa membuahkan karir tertentu dengan gaji selangit.

Jika itu Anda lakukan, berarti Anda sudah "bunuh diri". Pasalnya, kerangka neurologis Anda yang telah membentuk bakat tersebut akan menolak. Alhasil, Anda tidak dapat menikmatinya. Kecuali, Anda memang berniat keras untuk menambal "kekurangan" tersebut dengan nurture, dengan latihan-latihan khusus.

Semakin cepat Anda sadar untuk melihat diri Anda dan menemukan potensi di dalamnya, semakin beruntung pula Anda. Pilihan minat dan bakat Anda dengan sendirinya akan lebih mudah Anda tentukan.

Anda mulai bisa memilih peran Anda, bentuk pendidikan yang cocok untuk menambal peran tersebut, serta produktifitas yang akan Anda hasilkan kelak di dunia kerja. Cara memulainya, simak beberapa hal di bawah ini:

Maksimalkan kekuatan Anda, tuntaskan pula kelemahan Anda!
Jika Anda termasuk orang yang sulit berdiplomasi, dapatkah Anda terjun bebas ke dalam bidang ini karena Anda menyukainya? Kalau Anda tergolong paling lambat mengambil keputusan, dapatkah Anda melatihnya sekeras hati? Jika Anda bukan seorang konseptor, siapkah Anda menjadi seorang "ahli lapangan" agar kekurangan Anda tersebut lenyap ditelan bumi!

Tidak cukup latihan keras, Anda butuh bakat alami!
Memang, antara pengetahuan, keterampilan, serta materi bisa Anda dapatkan melalui belajar dan latihan. Namun, hal sesungguhnya yang penting adalah bakat sebagai bawaan Anda sejak lahir. Anda akan mampu melakukan segala hal berkat keterampilan, sementara kuantitas dan kualitas Anda melakukannya adalah berkat dorongan bakat alami Anda.

Siapkan sistem pendukung hindari aktivitas tak terarah!

Sistem pendukung itu bisa saja hanya berupa pesan singkat di ponsel atau sekadar kertas-kertas yang Anda tempel di meja belajar, bahkan pintu kamar!

Sadar dan amati reaksi spontan Anda saat menyikapi hal atau kejadian
Nah, bagaimana Anda akan mengambil peran atas kejadian itu? Anda cenderung memegang kendali, membuat analisa hal itu secara seksama, atau hanya berusaha mencari sisi-sisi lain ternyata tidak penting dari kejadian tersebut?

Amati besarnya niat dan keinginan Anda melakukan aktivitas tertentu
Dari situ, yakinkan bahwa sebuah aktivitas telah membuat Anda rindu untuk berulang melakukannya. Rasa rindu itu akan senantiasa timbul hingga Anda lekas-lekas melakoninya.

Secepat apa Anda belajar dan menguasai sebuah bidang tertentu?
Secepat kilat atau selambat becak? Sadari hal itu dan bandingkan upaya Anda dengan hasil yang didapatkan oleh rekan-rekan Anda.

Sepuas apa perasaan Anda seusai melakukannya?
Entah, karena yang pasti, saat melakukannya Anda nyaman, senang, dan membuat Anda sejenak tenggelam di dalam keasyikan melakukannya.

Monitor perilaku dan perasaan Anda ketika menjalaninya
Dari sini Anda akan mengevaluasi apa yang sudah Anda lakukan. Amati dan berikan analisis pada diri Anda. Benarkah ini pilihan Anda?

Anda tidak bisa menikmati? Anda lambat dan merasa tidak berkembang?
Tinggalkan sekarang juga! Cari peran lain, jangan habiskan uang dan waktu Anda hanya untuk mengatasi kelemahan Anda, melainkan juga pertajam bakat dan kekuatan alami dalam diri Anda.

Ingat, banyak orang muda yang sukses. Yakinlah bahwa mereka memang pribadi-pribadi yang menemukan bakatnya sejak dini dan mau belatih sebagai investasi di masa depannya.

Sumber : Kompas.combakat Anda?bakat Anda[imgleft]

INDONESIA RAJA , 3 stanza


Indonesia Tanah Airkoe
Tanah Toempah Darahkoe
Di sanalah Akoe Berdiri
Djadi Pandoe Iboekoe

Indonesia Kebangsaankoe
Bangsa dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe
Indonesia Bersatoe


Hidoeplah Tanahkoe
Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra'jatkoe Semw'wanja
Bangoenlah Jiwanja
Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Raya Merdeka Merdeka
Tanahkoe Negrikoe jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka
Hidoeplah Indonesia Raja

Indonesia Tanah jang Moelia
Tanah Kita jang Kaja
Di Sanalah Akoe Berdiri
Oentoek Slama-lamanja
Indonesia Tanah Poesaka
Poesaka Kita Semoeanja
Marilah Kita Mendo'a
Indonesia Bahagia

Soeboerlah Tanahnja
Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra'jatnja Sem'wanja
Sadarlah Hatinja
Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja

Reff:
Indonesia Tanah Jang Soetji
Tanah Kita Jang Sakti
Di Sanalah Akoe Berdiri
'Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri
Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji
Indonesia Abadi

Slamatlah Ra'jatnja
Slamatlah Poetranja
Poelaoenja, Laoetnja, Sem'wanja
Madjoelah Negrinja
Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
centre

BURSA MUSIK JAZZ di Java Jazz Festival

Java Jazz Festival, siapa yang pernah dengar event akbar yang diselenggarakan setahun sekali ini. Java Jazz Festival sebagai ajang untuk apresiasi masyarakat terhadap musik jazz, sampaikah itu?

Jumat, 7 Februari 08, hari pertama PaW hadir ditengah-tengah event akbar itu. Dari pengalaman di event serupa yang lalu-lalu, ternyata tidak ada yang berubah. Suasana pasar tumpah, nggak ada bedanya. Ribuan orang mondar-mandir. Bedanya, disini pasti orang-orang yang berkantong tebal. Tiketnya tahu sendiri, 250 rb per hari, atau 1 juta buat karcis terusan (3 hari). PaW hanya kebetulan saja dapat gratisan alias undangan dari salah seorang murid piano yang kebetulan manggung di arena ini. Niat awal sebenarnya mau denger musik jazz yang jarang ditemui. Sampai akhir, jam 1 malam, itu semua nggak kesampean. Bising... dengan suara orang-orang yang lalu lalang. Persis seperti pasar tumpah, banyak penjaja dan promosi barang-barang. Sebagai event internasional, rasanya koq sayang sekali. Event sebagus ini lebih banyak didatangi orang-orang yang barangkali cuma euforia atau hanya ingin tahu nama-nama besar di musik jazz. Padahal, kalau diapresiasi, kita menjadi melek terhadap berbagai karya musik yang baru-baru dan cukup unik. Misalnya, grup Asia Beat yang menyuguhkan kentalnya jazz Asia (Indonesia, Malaysia, India}. Lalu ada 'The High Five Quintet' dari Italy,.. huh... menyebalkan... membuat PaW kagum, meskipun secara genre lebih cenderung ke klasik dengan warna jazz eropa. Lalu ada kolaborasi musik perkusi yang dimainkan oleh 'TAO KOMBO'(Indonesia), ini lagi membuat greget meskipun main musiknya lebih ke musik metal nya jazz, dinamikanya tinggi sekali.
Coba ke ruang yang lebih eksklusif, nonton Maliq d'Essential, terlau bagus ke pop ya. Greget jazz nya memang lebih cenderung ke pop. Di exhibition hall, 'JOE SAMPLE' dengan corak fusion yang apik dan rapi. Nggak ada bedanya dengan 20 tahun yang lalu, joe sample memang menyuguhkan musik manis. Masih di tempat yang sama, 'EARTH AND FIRE' dengan performance nya mampu mengajak ribuan penonton bergoyang. Dengan musik yang cenderung apik, hampir seperti di audio rumah kita, musik ini terasa nggak ada greget.
Pengalaman ini hanya memberi gambaran, sebenarnya denger musik jazz lebih asyik di rumah.

Hari ini, 8 Maret 2008, sasarannya 'MANHHATTAN TRANSFERS' dong. Sore-sore, sengaja jalan kaki dari apartemen Permata Senayan. Jalan kaki di Jakarta... wuihhh... lumayan keringat bercucuran. Setibanya di halaman JCC, lihat sebentar teman-teman dari Jazz Club Bandung. Jazz Kidin seperti biasanya mencari bentuk di jalur mainstream. Di tengah sendirian, ternyata banyak orang bandung disitu. Halo... halo... apa kabar... dst. Langkah pertama ke hall , lihat performance Dwiki Dharmawan Project dengan rekan-rekan bulenya. Kalau nggak salah ada Indro, Bassist Indonesia. Seperti biasanya, Dwiki masih berurusan dengan nuansa etnik yang kental. Beberapa komposisi daerah sempat muncul disitu. Di hall yang cukup luas, mungkin perkiraan sekitar untuk 3000 org, hanya diisi mungkin 1/4 nya. Dari sisi komposisi,buat yang sedikit memahami komposisi pasti sangat terisi. Tapi bagi yang cari hiburan, rasanya sangat sulit untuk menjadi hiburan. Tapi secara pribadi, karya Dwiki dan teman-teman sudah menjadi yang luar biasa.
Melarikan dari hall, adalah Tetsuo Sakurai. Bassist handal yang menjadi fenomena di tahun 80 an dengan grupnya Casiopea, asyik dengan permainan yang menakjubkan. Masih dengan fusion yang kental, Tetsuo Sakurai mampu mengikuti keinginan publik Java Jazz. Sebagai suguhan Jazz berdarah Jepang, sangat tidak adil bila dibandingkan dengan Jazz Amerika atau Eropa. Artikulasi japanese memang sedikit berbeda, rapi dan terukur. Itulah sebabnya anak-anak muda yang berharap musik dengan tempo dan aksen kuat, sangatlah terhibur.
Dan selanjutnya, memang inilah yang paling ditunggu. Grup fenomenal pun, MANHATTAN TRANFERS, yang pertama kali hadir di Indonesia tampil di hadapan ribuan pasang mata. Suguhan diawali lagu yang sangat akrab di telinga saya, yaitu BIRDLAND. Luar biasa dan decak kagum.. itu ungkapan yang banyak terlontar di antara para penonton. Beberapa penonton pun banyak diantaranya yang ikut melantunkan lagu2 Manhattan Transfers. Kekuatan Vocal bagi ke empat personilnya yang sudah tak terbilang muda lagi, begitu stabil selama 2 jam penuh. beberapa lagu yang mengalir, seperti Java Coffee, Smile Again, dll begitu cepat mengalir tanpa jeda. Hanya sayang, soundsystem memang agak dikecilkan. Dugaaan, barangkali disana banyak orang yang menggunakan candid camera. Padahal pihak Manhattan T sudah memohon agar tak menggunakan video camera. Namanya orang kita, nggak pernah mau bisa menghargai karya. Manhattan Tranfers sesuai dengan nama besarnya di jalur music vocal (group).
Berpindah panggung, masih ingin melihat gaya jepang lagi. Kazumi Watanabe, Guitarist Jazz Rock menggebrak di Assembly 1. Masih ditemani Testsuo Sakurai, RRUUUAR BIASA... Penonton pun sangat antusias dengan suguhan yang entah jazz atau bukan... Distorsi pun menebar pesona kemana-mana. Tapi itulah Kazumi Watanabe pengusung musik jazz rock jepang. Dengan speed jari jemarinya, lengkingan gitar terasa menarik-narik seluruh saraf kita. Pernah sekali saja saya menemukan gaya gitar Kazumi, yakni di album Electric Band Chick Corea. Ternyata terbukti tidak jauh beda. Deritan lengking gitar sangat mempesona, bukan hanya cepat, tetapi rapi jali.
Akhirnya petualangan di Java Jazz Festival berakhir di sajian Harvey Mason Trio yang mengusung gaya be bop. Harvey Mason si legenda drums, bertrio bersama Pat Martino dan Tony Monaco.
Jam 01.00, semua penjelajahan telinga usai. Dan esoknya ke kembali ke Bandung... Rasanya sudah cukup semua.

BRIAN MAY, Gitaris QUEEN jadi rektor.

Siapa yang tidak kenal Band legenda dunia, QUEEN, yang lahir di Inggris tahun 1970. Lengkap dengan karakter musik rock progresive atau Classic Rock, dikenal sebagai salah satu grup yang hampir semua personilnya adalah orang-orang yang sebenarnya adalah akademikus. Queen yang dimotori oleh Freddie Mercury (Piano/Vocal), Brian May (Guitar), Roger Taylor (drums), John Deacon (Bass) berhasil menghipnotis dunia melalui karya-karya besarnya. Kekuatan music yang dilahirkan Queen ternyata bukan hanya sekedar lahir dari ekspresi musisi saja. Queen dibangun oleh orang-orang cerdas.

Seperti salah satunya adalah Brian May, sosok musisi gitar rock yang paling progressive. Gaya clasical musik yang berbaur dengan deru electric guitar rock yang pastinya lengkap dengan efek-efek distorsi, sebagai salah satu kekuatan musik Queen.

Brian May (60), sebenarnya adalah seorang fisikawan. Dan bulan Agustus tahun ini (2007), Brian May meraih gelar doktor di bidang Astrofisika. Wow... rasanya jarang musisi yang juga menguasai ilmu-ilmu murni. Rasanya teringat filosof masa lalu, seperti Aristoles, Phytagoras, yang juga menguasai musik. Gitaris tangguh ini Februari 2008, tidak berhenti berkarya di usia yang tua. Ia diangkat menjadi seorang Rektor di Liverpool John Moores University, Inggris. Ia mengambil alih tugasnya itu dari Cherie Blair, istri mantan Perdana Menteri Inggris ,Tony Blair.

Sebenarnya, May memulai penyusunan disertasi Ph.D.-nya tahun 1974 lampau, namun meninggalkan kegiatan akademis seiring melambungnya popularitas band Queen. Sepeninggal mendiang Freddie Mercury November 1991, vokalis Queen yang di dera AIDS, Brian May lalu memilih untuk kembali menekuni studinya mulai tahun 2006 lalu.

Ia mesti membersihkan tumpukan catatan kuliahnya yang tertutup debu karena terlampau lama terabaikan dan kemudian menyerahkan tesis doktornya bertajuk "Kecepatan Radial Dalam Awan Debu Zodiak" yang terdiri dari 48.000 kata kepada Kepala Departemen Astrofisika Imperial College, Profesor Paul Nandra. Tugasnya sebagai rektor kehormatan akan meliputi memimpin upacara wisuda dan mewakili universitas di berbagai kegiatan khusus.

"Brian May adalah pribadi yang sangat berbakat yang mencapai sukses global bersama kelompok band rock Queen," kata kepala eksekutif dan wakil rektor universitas, Profesor Michael Brown, seraya berujar, "Dalam masa budaya pesohor kini, jarang ditemukan seorang yang dikaruniai kemasyhuran, nasib baik dan pengakuan internasional, namun tetap mempertahankan nilai-nilai keyakinan hakikinya, yakni terus belajar dan memperoleh pencerahan."

MUSIC WRITER, nulis musik yuk...!

Mau nulis musik? Kenapa tidak.

Mungkin masa lalu menulis musik merupakan pekerjaan yang cukup sulit. Kita harus siap berlembar-lembar kertas balok not. Lalu, kita harus terus berimaji bunyi-bunyi yang kita tuliskan. Belum lagi kita harus punya kemahiran dalam menulis balok-balok not, yang pasti harus bisa dibaca siapapun yang ingin memainkannya kembali. Bangga lho, kalau kita bisa mendokumentasikan musik kita.

Nah, sekarang eranya sudah lain. Sekarang dimulai dengan era digital yang mempermudah siapapun untuk menulis musik. Di pasaran sudah banyak beredar software-software musik yang siap diinstall di komputer kita. Ngomong soal software di Indonesia, sepertinya jarang yang ditemukan asli. Kalaupun ada yang asli, harganya selangit. Anehnya di Indonesia, pake software bajakan, NO PROBLEM. Habis gimana lagi ?
Beberapa software yang penulis tahu, diantaranya : Sybelius, Encore 4.5, Music Finale, Cakewalk Pro Audio, Cubase SX, dll. Kalau mau sedikit browsing, coba dech cari pakai search engine, "Music Writen" atau "Music Scoring". Pasti ketemu banyak sofware music, atau bahkan partitur (tulisan) music dengan bermacam format.

Okey, kita mulai dari dasar dulu. Semua penulisan musik digital berbasis MIDI (baca: MIDI Part1). Semua file musik yang ber ext *.mid bisa dibaca oleh software music berbasis midi. Paling tidak Anda meng import file MIDI tersebut ke aplikasi komputer musik yang sedang aktif. Saran Penulis, untuk mengawali music writen, coba install software "ENCORE 4.5". Software ini tidak banyak menyita memori harddisk Anda, kurang lebih 6.3 MB. Minimal processor Pentium II atau sekelasnya. Pastinya perangkat komputer Anda memadai untuk komputer multimedia.

Yang perlu diketahui dengan ENCORE.
1. Layout Page, lakukan New-Pilih (piano, singgle, atau Piano-vocal). Jika memilih single stave, pilih berapa suara setiap barisnya. Lalu pilih juga berapa ruas birama per baris, dan pilih juga berapa baris per halamannya. Jangan lupa pilih berapa ruas birama lagu yang ingin Anda tulis.
2. Judul Lagu, lakukan : Menu bar- Score - Text Element - Isikan Judul, komposer, dll.
3. Nada Dasar, lakukan : Menu Bar - Measure - Key Signature - Pilih Nada Dasar.
4. Tanda Birama, lakukan : Menu Bar - Measure - Time Signature - pilih birama.
5. Menulis musik, gunakan tools di sebelah kiri. Pilih not dan klik ditempat yang diinginkan pada balok not. Sambil menuliskan musik, dengarkan nada yang tertulis.
6. Menulis Lirik, lakukan klik pada "notes" hingga berganti menjadi "graphic". Klik "L" untuk lirik, klik "C" untuk Chords, Klik "T" untuk teks bebas, klik "G" untuk guitar chords.
7. Selesai. Dengarkan komposisi musik yang Anda tulis. Jika dianggap sudah tepat, cobalah print out script writen Anda.

Penulis kira, untuk sekedar membantu cara menulis dianggap cukup. Fasilitas yang lainnya, tergantung kerajinan Anda mengutak-atik aplikasi software tersebut. Seperti fasilitas tools, memberikan kesempatan Anda untuk melengkapi karya Anda.

Selamat berkreasi.

DEMOKRASI DALAM MUSIK JAZZ

Boleh dibilang dari berbagai jenis musik, Jazz merupakan musik yang paling mementingkan keseimbangan antara penampilan individu dan keutuhan kelompok. Dibandingkan musik jenis lain yang terpola baku, musik jazz lebih menggunakan pola sebagai suatu bentuk kesepakatan kelompok yang dengan konsisten dilaksanakan secara bersama-sama. Namun kesepakatan itu bukanlah merupakan rambu-rambu yang mati, karena diantara rambu-rambu tersebut musik jazz memberi kesempatan pada tiap individu untuk mengajukan pendapat tiap pribadi. Jadilah harmoni yang menjadi ciri khas musik jazz.

Ekspresi individu ini lebih dikenal sebagai improvisasi yang merupakan bagian dari suatu komposisi jazz. Menariknya, Improvisasi ini sangat dipengaruhi oleh kondisi pemain sehingga besar kemungkinan tiap kondisi membuahkan improvisasi yang berbeda-beda. Dari waktu ke waktu merek dagang ini dipertahankan oleh tiap generasi musisi beraliran jazz. Dengan berkembangnya waktu eksplorasi musik jazz semakin kaya. Ambil contoh komposisi Wayne Shorter, Footprint; pada saat Wayne memainkan saxophone-nya untuk melantunkan komposisi ini dapat diterjemahkan berbeda oleh musisi generasi berikutnya yaitu Scott Henderson dengan gitar elektriknya. Bukan cuma improvisasinya saja yang digarap beda oleh Scott, tetapi juga pengolahan notasi dasarnya.

Eksplorasi yang tidak pernah berhenti ini membuat musik jazz menjadi musik yang selalu menarik untuk disimak. Tidak benar jika ada pendapat yang mengatakan musik jazz adalah musik yang membosankan karena berkesan old fashion. Musik jazz, justru, merupakan musik yang tidak monoton dan memiliki siklus hidup yang panjang sekali. Mungkin dalam hal siklus hidup musik jazz berada pada urutan kedua setelah musik klasik. Artinya, musik jazz dapat juga dikatakan juga sebagai musik yang semi-klasik.

Seringkali jazz diartikan musik yang borjuis musik kaum the haves. Tentu pendapat ini patut ditentang. Kalau kita kembali ke akar musik jazz yang berasal dari Work Song para budak kulit hitam - yang notabene bukan kaum borjuis - perkembangannya pun tidak secara sengaja diarakan ke musik kalangan atas. Memang pada jaman Swing, musik jazz dijadikan pengiring dansa kaum ekonomi atas, namun selanjutnya musik jazz berkembang dari klab-klab kecil di pelosok NewYork, Chicago atau New Orleans. Dari klab-klab kumuh ini musik jazz semakin menguatkan bentuknya sebagai musik yang memiliki sisi hiburan sekaligus sekaligus memiliki sisi apresiasi. Sekedar meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, musik jazz bukan musiknya kaum ekonomi atas, tetapi lebih tepat dikatakan musiknya kaum intelektual tinggi. Perlu digaris bawahi, kaum intelektual tinggi tidak sebentuk dan sebangun dengan kaum ekonomi atas. Bukannya banyak kaum intelektual yang hidup di garis ekonomi pas-pasan?

Fenomena lain dari musik jazz adalah keterbukaannya dengan jenis musik lain. tidak ada kata haram untuk memadukan musik jazz dengan jenis musik lain. Contoh yang nyata adalah di awal tahun 1960an ketika jazz dengan mudahnya berpadu dengan musik bossanova (samba, red) asal Brazil. Atau, ketika musik Art Rock sedang menjamur di tahun 1970-an, jazz dengan luwesnya meramu jazz dan rock menjadi fusion. Rasa ingin tahu musisi jazz, relatif lebih besar dibandingkan dengan musisi dari jenis musik lain. Musik jazz dengan intens menggali musik yang mereka minati. Hal ini banyak terjadi dengan eksplorasi musik etnis, seperti etnis India, Afrika, Amerika Latin atau Asia Timur. Kemudahan musik jazz untuk berpadu dengan musik lain membuat musik jazz mengalami beberapa kali peremajaan yang membuat musik jazz tetap bertahan.

Jika disimak dengan lebih seksama kekhasan musik jazz yang disebut diatas, mungkin kita bisa menyebut musik ini menganut faham demokrasi. Coba kita perhatikan ciri-ciri berikut: kelompok yang memiliki 'aturan-aturan' dengan tetap mengahargai penampilan individu anggotanya, melakukan inovasi untuk mempertahankan keberadaan mereka, dihargai oleh kaum intelektual dari berbagai tingkat ekonomi dan dengan bijaksana membuka diri dari pengaruh luar. Jika ditelaah lebih jauh, jazz sebenarnya merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar musik. Untuk mereka yang kritis, musik jazz dapat dikembangkan menjadi suatu 'credo', misalnya dalam hidup bermasyarakat atau pengembangan diri. Jangan pernah berhenti mengeksplorasi musik jazz. Anda akan mendapat sesuatu yang lebih dari yang anda bayangkan ketika menikmati rekaman jazz. Selamat nikmati jazz dan nikmatilah secara aktif. (WJ)


*) Chico Hindarto, Pengamat musik jazz/Produser Chico & Ira Productions

GAMELAN

Kata “gamelan” merupakan alat musik yang terdiri dari berbagai alat perkusi, yang pada umumnya dipukul dengan palu. Memang, kata “gamelan” berasal dari kata “gamel” yang berarti “palu” dalam bahasa Jawa. Sebuah gamelan biasanya terdiri dari gong, lonceng, metallofon, drum, suling, alat musik senar, yang terbuat dari perunggu, baja, kayu, dan bambu. Bisa juga terdiri dari penyanyi-penyanyi. Musik gamelan dimainkan pada berbagai kesempatan. Bisa dimainkan dengan sendiri sebagai konser musical. Bisa juga menemani pertunjukkan wayang, tarian-tarian, upacara ritual, dan pesta rakyat. Berbagai jenis musik gamelan bias ditemukan di kalangan suku-suku Jawa, Bali, Sunda dan Madura.

Di Indonesia, gamelan sangat dihargai dan dianggap keramat. Gamelan dipercayai memiliki kekuatan gaib. Maka dari itu, orang –orang Indonesia menawarkan dupa dan kembang ke gamelan. Sebagai tambahan, para musisi melepas sepatunya saat memainkan gamelan. Menurut orang-orang Indonesia, setiap alat musik dalam gamelan dipandu roh-roh. Juga dipercayai bahwa seseorang dilarang melangkahi gamelan karena akan menyakitkan roh tersebut.

Menurut data, kabarnya gamelan yang bersumber dari Indonesia kini menyebar di berbagai antero dunia, di 34 negara. Gamelan dijadikan kajian studi di beberapa university seperti di Jerman, US, Jepang, Australia, dll. Beberapa bagian lainnya di eksplorasi sebagai kekayaan musik bagi para seniman non Indonesia. Seperti nampak pada saat Festival Gamelan Internasional di Yogyakata, Juli 2007 yang lalu. Seorang musisi, Keneth Newby (Kanada) tampil sebagai salah satu peserta. Bagi kalangan awam, gamelan adalah memang harus memainkan perangkat/waditra yang sebenarnya. Ini tidak lazim, sound gamelan disampling dalam format digital. Pengolahan dan arransemen musik pun dilakukan lewat media komputer. Melalui screen publik, tampak si musisi hanya sekedar mengotak-atik software yang penulis sendiri tidak tahu software tsb, karena memang buatan sendiri. Wujud suara memanglah gamelan. Tapi rasanya bukan gamelan. Entah dimana gamelannya ? Beberapa peserta lain yang juga non Indonesia, tidak kalah extreemnya. Lalu apa itu gamelan? Tidak ada lagi spirit yang selama ini menjiwai gamelan.

Pertanyaannya adalah "Khawatirkah kita terhadap budaya gamelan ini?"

KERAGAMAN SUKU BANGSA DI INDONESIA

Orang-orang Indonesia berasal dari berbagai suku bangsa, termasuk Jawa, Sunda, Madura, Aceh, Batak, Minangkabau, Bali, dan Bugis. Suku Jawa adalah yang terbesar di Indonesia, dan mereka kurang lebih merupakan 45% dari seluruh populasi. Mereka berasal dari bagian tengah tengah dan timur Pulau Jawa. Suku Sunda adalah suku terbesar kedua , dan mereka merupakan 14% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami bagian barat Pulau Jawa. Suku terbesar ketiga adalah suku Madura, yang merupakan 7,5% dari seluruh populasi. Mereka pada awalnya mendiami Pulau Madura, bagian timur Pulau Jawa dan Kepulauan Kangean. Suku bangsa terbesar keempat adalah suku Minangkabau, yang merupakan 3% dari seluruh populasi dan merupakan pendiam dari propinsi Sumatera Barat. Minangkabau sangat terkenal di kalangan antropolog sebagai penganut sistem matrilineal terbesar di dunia.

Meskipun etnis tionghoa mewakili sebagian kecil dari total populasi (lebih kecil dari 3%), mereka merupakan kekuatan utama dari ekonomi, mengoperasikan segalanya mulai dari toko-toko kecil hingga bank-bank besar dan industri-industri di Indonesia. Sebagian besar dari etnis tionghoa di Indonesia memiliki leluhur yang berasal dari selatan Cina dan berasal dari ras Hakka, Hokkien, atau Kanton. Etnis tionghoa di Indonesia biasanya terbagi menjadi 2 kelompok utama: (i) Cina peranakan, yang biasanya memiliki latar belakang Cina dan Indonesia, menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya, dan yang biasanya mengadopsi adat istiadat Indonesia; dan (ii) Cina totok, yang dianggap sebagai Cina murni, yang biasanya merupakan pendatang generasi pertama atau kedua, dan memegang kebudayaan Cina dengan teguh.

10 KIAT MENJADI ORANG KREATIF

1. Love Many Things

Kemampuan kita untuk selalu terbuka terhadap berbagai hal atau dengan istilah lainnya “Open Your Eyes” akan memberikan energi yang luar biasa untuk mampu mencintai segala sesuatu, termasuk mencintai apa yang kita kerjakan (profesi kita, bsinis kita). Mencintai adalah istilah lain dari “memberi” dan memberi adalah kewajiban sebagai makhluk Allah SWT. “tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah “ (al hadist) dan juga menjadi motto dari komunitas tangan di atas.

Dan mencintai itu harus kita lakukan dengan penuh ketulusan. Kalau kita dengan tulus melakukan pekerjaan, maka tidak akan ada beban sedikitpun yang mengganjal terhadap apapun yang ”ingin” kita lakukan.

“I never, ever thought of myself as a businessman. I was interested in creating things I would be proud of.”
(Richard Branson)

2. Believe in Your Self

Kemampuan untuk mengenali apa yang menjadi keistimewaan kita merupakan hal terpenting dalam hidup kita. Karena itu merupakan anugerah Allah yang sangat besar sehingga kita harus mengoptimalkannya dengan baik.

”mempercayai kemampuan kreatifitas anda adalah separo dari sukses itu sendiri”

Berikutnya, kita harus memiliki “gaya” yang merupakan cirri khas diri kita, dan ini bisa menandakan sejauh mana kita kreatif. Misalnya, kita mengenal Bob Sadino (pengusaha yang memiliki gaya dengan celana pendeknya), dll.

3. Dream
Untuk bisa kreatif, kita harus bisa ber”mimpi” besar untuk menggapai sesuatu. Hidup kita tidak akan bergairah kalau kita tidak memiliki impian dan target.

Pak Anang, dulunya hanyalah lulusan SMA kemudian bekerja sebagai art director di SCTV. Suatu saat beliau memiliki impian memiliki corporate yang bergerak dibidang desain. Ketemulah beliau dengan Pak Tanadi Santoso yang saat itu sudah menjadi pengusaha. Dan akhirnya mendirikan perusahaan SAMdesign. Di awal berdirinya mengalami cobaan yang berliku karena saat itu perusahaan desain bersaing dengan tukang sablon, tukang cetak, dll. Sampai pada akhirnya mampu melakukan positioning sebagai perusahaan desain yang cukup besar dan sekarang sudah ada cabang di Jakarta, dan omsetnya jangan ditanya…wow…

To make a great dream come true, You must first have a great dream.

4. Push to the limit

Punyailah keinginan yang kuat.
“kerja keras tanpa kreatifitas adalah memalukan, tetapi kreatifitas tanpa kerja keras adalah tragedy”

LUCK = PREPARATION meeting OPPORTUNITY!

5. Belajar

Look through the eyes of a child.
The art of “Listening” has been mostly forgotten.
God creates human with two ears and only one mouth for a good reason.

Belajar bisa dilakukan dengan :
Tanya pada yang Ahli, Membaca, Jalan-Jalan, Nonton Bioskop, Ikuti Seminar, dll

Sebagai seorang muslim kita sering mengenal ungkapan-ungkapan seperti :
”belajarlah sampai ke negeri CHINA”
”belajar dari sejak buaian ibu sampai ke liang lahat”
”untuk meraih kebahagaiaan di dunia capailah dengan ilmu, untuk meraih kebahagiaan di akhirat capailah dengan ilmu dan untuk meraih kedua-duanya capailah dengan ilmu”

6. Berhubungan dengan Orang-orang Kreatif

fate chooses our relatives, we choose our friends.

“Sahabat terbaik adalah dia yang mampu mengeluarkan apa yang terbaik dari diri Anda” (Henry Ford)

7. Jadilah Master dalam Berkomunikasi


Saat ini dunia begitu sempit, apa yang terjadi di belahan bumi lain akan bisa kita ketahui sekarang juga dan dimana kita berada. Jadi, untuk menumbuhkan kreatifitas kita harus bisa memanfaatkan sarana komunikasi seperti halnya, Blogger, Friendster, Personal Website, dll. Hari gini gak punya website pribadi...? ya, ketinggalan zaman, kata mas tukul arwana ”ndeso” alias ”katrok” he..he..

8. The Journey is The Destination

Fun : Bermain mendorong anda dalam suatu pikiran yang berisi banyak elemen
yang anda butuhkan untuk kreatif, misalnya keingintahuan, imajinasi, experimentasi, fantasi, spekulasi, atau apa saja


Saya Tidak Pernah memiliki hari kerja dalam hidup saya. Semuanya merupakan kegembiraan (Thomas A. Edison)

9. Ciptakan Lingkungan Yang Menggairahkan

Lingkungan akan berpengaruh pada tingkat kreatifitas kita, maka kita perlu mencari tempat yang membuat pikiran dan energi kita bisa mengalir secara sehat.

Disamping itu juga perlu mengatur lingkungan kita agar bisa menumbuhkan kreatifitas, diantaranya :

Cahaya, sumber alam dari energi kreatif
Warna , pencipta suasana yang ajaib
Suara, musik untuk pikiran anda
Aroma, terapi untuk jiwa anda
Sentuhan, menyejukkan dan menstimulasi tubuh
Rasa, makanan untuk pikiran kreatif
Supaya diri kita terus bergairah, makanan yang kita konsumsi juga harus sehat dan bergizi. Menurut pembagian jenis makanannya ada pengaruh yang ditimbulkan akibat kita mengkonsumsinya, diantaranya :
Karbohidrat : menimbulkan rasa kantuk
Protein : dapat meningkatkan kewaspadaan
Lemak : menumpulkan kemampuan mental

10. Gabungkan Dengan Teknologi Terkini
“Teknologi adalah kata lain untuk ‘ peralatan’. Ada masanya paku merupakan teknologi tinggi “ (Tom Clancy)

10 ALASAN MENGAPA BAND GAGAL

1. Mereka tidak memiliki tujuan
Jika Anda tidak memiliki tujuan dalam mengembangkan karier, bagaimana Anda bisa mendeteksi sebuah kemajuan? Bisnis musik adalah bisnis yang keras, apalagi jika Anda tidak memiliki panduan yang jelas. Kebanyakan label rekaman, penerbit musik, manajer, produser, pengacara hiburan dan bahkan agensi booking tidak akan mau bekerjasama dengan artis yang belum jelas menentukan arah dan tujuan bagi bandnya. Mereka lebih memilih untuk bekerjasama dengan musisi yang memiliki tujuan jelas dan cekatan.

2. Mereka tidak memiliki perangkat menuju kesuksesan
Berlawanan dengan kepercayaan orang banyak, sebenarnya memang ada sebuah "proses" untuk menjadi musisi professional dan mendapatkan sebuah kontrak rekaman. Industri musik dipenuhi dengan rumor, mitos dan misinformasi yang membuatnya sulit untuk menggoreskan kesuksesan di atasnya. Dengan memahami bagaimana industri musik ini bekerja tentunya dapat menjadi asset yang sangat berharga. Bagian dari "proses" yang di maksud ini termasuk di antaranya adalah penggunaan "perangkat" khusus yang telah menjadi standar dalam ruang lingkup industri musik! Daftar berikut memuat beberapa perangkat wajib yang Anda butuhkan guna mengejar karier yang serius sebagai musisi professional.

PRESS KIT/PROMO PACK
a.Sebuah demo kaset/CD yang berisikan 3-5 lagu TERBAIK band Anda. (Kualitas jelas berpengaruh!)
b.Biografi artis. (Informasi penting tentang sang artis,termasuk siapa saja mereka, apa yang mereka lakukan, apa yang sedang mereka kerjakan, dan sebagainya.)
c.Daftar lagu (song list). (Seluruh judul lagu yang dibawakan oleh sang artis, milik sendiri atau cover)
d.Lirik-lirik lagu. (materi lirik-lirik lagu milik sang artis yang termuat dalam demo mereka.
e.Foto artis.
e."Write-ups." (Berbagai kisah menarik atau resensi yang ditulis media cetak tentang sang artis, bisa juga mengenai liputan tentang mereka di radio maupun televisi.

MAILING LIST
Salah satu faktor terpenting dari kesuksesan Anda adalah dengan membangun, memelihara serta memaksimalkan pemanfaatan mailing list. Milis ini terdiri dari nama-nama dan kontak informasi para penggemar, kontak media, pelaku industri musik dan siapa saja yang memiliki minat yang sama (bisnis dan sebaliknya) dengan Anda (sang artis). Sebuah mailing list dapat menjadi asset yang berharga bagi artis siapa saja apabila mereka memanfaatkannya secara maksimal.

DAFTAR TARGET MEDIA
Pemanfaatan media guna mendukung kemajuan karier Anda merupakan hal yang sangat penting sifatnya. Ini mencakup di antaranya penerbitan- penerbitan industri musik, majalah-majalah, suratkabar, radio, televisi dan internet. Sebuah band atau artis yang sangat berbakat dan secara berkesinambungan melakukan promosi bagi kemajuan kariernya memiliki kesempatan yang besar untuk mendapat "perhatian" untuk dikontrak label rekaman.
Pernahkah Anda mendengar orang berkata, "saya nggak pernah lihat dan nggak pernah tahu band mereka." Nah, Anda harus berlawanan dengan komentar tadi! Berusahalah untuk selalu "tampil" sebanyak mungkin di depan banyak orang. Penuhi keingintahuan industri dan khalayak luas dengan aksi band Anda maka dijamin band Anda akan tampil di banyak tempat!
Manfaatkan penggunaan media dengan memasang iklan atau beriklan secara gratis, sebarkan rilis pers, write-ups dan resensi, dan kalau bisa usahakan tampil di radio dan juga televisi juga.

3. Mereka tidak memiliki seseorang untuk memandu karier
Salah satu tanggungjawab dari manajer personal adalah untuk membantu artis mengambil keputusan yang berhubungan dengan karier musik mereka. Masalahnya, kebanyakan artis biasanya tidak memiliki banyak waktu untuk mencari manajemen yang bagus. Biasanya ini terjadi karena kebanyakan manajer yang professional dan berpengalaman, sibuk sendiri dengan klien mereka masing-masing.
Karena alasan inilah, banyak musisi yang lantas meminta kawan mereka sendiri untuk menjadi manajer. Yang sering terjadi kemudian, sang teman tadi ternyata justru cenderung menjadi seorang booking agent dibandingkan manajer personal band. (Lebih gampang mencarikan panggung tentunya dibandingkan harus memandu karier musik artis!) Karena "teman-teman" ini sangat awam dengan bisnis musik, mereka terkadang jatuhnya malah sering mempersulit dibanding mempermudah.
Jika memang manajer yang Anda cari, maka carilah manajer! Jika teman- teman Anda berniat untuk membantu, mereka bisa menjual tiket di konser atau belajar mengoperasikan lighting! Jangan pertaruhkan karier band Anda di tangan seseorang yang sama sekali tidak memahami cara bekerja bisnis musik apalagi tidak berpengalaman sama sekali di dunia bisnis yang satu ini.

4. Mereka menunggu untuk ditemukan
Jika Anda "menunggu untuk ditemukan," saya punya satu pertanyaan sederhana...
"APA YANG SEBENARNYA YANG KAMU TUNGGU?"
Ini seperti berkata, "Saya sedang menunggu sukses!" Jelas tidak masuk akal! Apa yang dimaksud oleh musisi-musisi ini ketika mereka bilang tengah menunggu untuk ditemukan sebenarnya adalah: "Saya sudah mentok karena benar-benar nggak tahu harus melakukan apa lagi!" Tidak ada yang perlu ditunggu-tunggu, mulai lakukan sesuatu, SEKARANG!
Demand discovery, never wait for it!

5. Mereka kurang berdedikasi
Banyak band yang telah manggung bareng selama lebih dari 10 tahun sebelum akhirnya mendapatkan kontrak rekaman! Itulah dedikasi! Itulah kegigihan! Keuletan seperti itulah yang dapat membawa artis/band ke puncak kesuksesan di bisnis musik. Anda tentu tidak perlu tampil 10 tahun lamanya sebelum "keajaiban" terjadi, namun, bila Anda memiliki dedikasi untuk mengarungi suka- duka dan sukses menghalau segala rintangan yang manghalang, agaknya Anda sudah semakin dekat dengan "keajaiban" tersebut.

6. Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan
Oke, berikut ini adalah; "3 Rahasia Besar untuk menjadi Sorang Musisi Profesional dan Mendapatkan Kontrak Rekaman!"
•Asah terus bakat Anda! Latihan, latihan, latihan!
•Didiklah diri Anda dengan berbagai pengetahuan tentang bisnis musik! Jangan sekali-sekali beranggapan kalau Anda mengerti semuanya, cari tahu! Jika Anda berfikir akan tahu dengan sendirinya nanti. Anda benar, memang begitu, tapi ini terjadi setelah Anda tersandung dan jatuh berkali-kali. Jauh lebih pelik dari yang Anda bayangkan! Memang asyik-asyik saja belajar sambil mempraktekannya, tapi jangan sampai belajar dari kesalahan yang terjadi berkali-kali, dong! Ini sangat memakan waktu dan sangat menyakitkan bagi diri Anda sendiri tentunya. Carilah fakta-fakta dan pelajari bisnis ini dengan cara yang benar!
•Promosi, promosi, promosi! Mungkin Anda adalah musisi terhebat atau penyanyi paling sensasional yang pernah ada di planet ini, tapi kalau tanpa di dukung promosi, siapa yang tahu?

7. Mereka lebih banyak punya alasan mengapa mereka tidak bisa dibandingkan mereka bisa!
Banyak musisi yang belum apa-apa sudah memasang banyak penghalang di benak mereka. Hal ini malah membuat mereka jauh dari kesuksesan. Jangan biarkan kekurangan PD merongrong bakat atau karier musik yang telah Anda impi-impikan sejak lama. Ego yang sehat malah dibutuhkan dalam bisnis musik. (seorang ego-maniak tidak mendapat tempat di sini!)

8. Mereka tidak memiliki komitmen jangka panjang
Jika Anda tidak jujur melihat diri Anda sendiri sebagai seorang musisi lebih dari 6 bulan sampai satu atau dua tahun, maka Anda sedang melalui sebuah fase yang bagi kita musisi "beneran" selalu berharap agar Anda MENGHILANG secepatnya! Menjadi seorang musisi adalah kerja keras seumur hidup, bukannya iseng-iseng! Musisi-musisi yang sukses di industri musik tidak sekadar memasukkan jempol kaki mereka untuk memeriksa keadaan air, mereka langsung terjun dengan kepala mereka lebih dahulu dan TIDAK pernah melihat ke belakang lagi! Sekali Anda telah menjadi seorang musisi maka seumur hidup Anda akan terus menjadi musisi!

9. Mereka tidak serius
Jika Anda memperlakukan musik hanya sebagai hobi, maka selamanya ia akan seperti itu! Jika Anda tidak menggiring musik dan band Anda menjadi serius, maka tidak seorangpun yang akan mau serius dengan band Anda! Jika tujuan Anda adalah menjadi musisi professional, Anda harus menampilkan diri Anda dan apa yang Anda lakukan secara professional pula!

10. Mereka tidak berbakat sama sekali
Salah satu alasan terbesar mengapa begitu sulit untuk menembus bisnis musik adalah karena bisnis ini merupakan bisnis yang kompleks. Semua orang kebelet menjadi bintang. Apa yang membuatnya semakin sulit ditembus ternyata karena makin banyak lahir musisi jadi-jadian yang merusak kesempatan bagi musisi-musisi berbakat! Label-label rekaman dibombardir dengan demo-demo "sampah" yang sangat jauh dari standar industri musik. Tidak heran makanya demo-demo ini kemudian langsung berakhir di keranjang sampah walau belum sempat dibuka sama sekali! Ini artinya bagi musisi professional, orang tersebut harus menunggu sampai bagian A&R dari label-label rekaman tersebut selesai menyortir satu-persatu ribuan "sampah" tersebut sebelum akhirnya benar-benar dibuka dan disimak oleh mereka.

Oleh: Jeffrey A. Macak (President, JMI Publications, USA)