Kekuasaan “RITMIK” atas Musik Indonesia
Sunday, 4. October 2009, 15:55:02
Pernahkah kita menyadari, bahwa manusia Indonesia dikategorikan sangat ritmikal. Lebih ritmik dari bangsa-bangsa lain yang berada di belahan Utara atau Selatan bumi ini. Pagi hari ketika matahari terbit, kehidupan pun berjalan. Dan ketika terbenamnya matahari, kehidupan pun terhenti. Dan rutinitas berjalan begitu dan seterusnya.....
Pertanyaannya adalah Mengapa?
Perkiraan saya mungkin dikarenakan Indonesia berada di garis katulistiwa (lintasan matahari). Terit dan terbenamnya matahari selalu stabil. Iklimpun juga demikian. Jadi dengan demikian seharusnya bangsa ini memiliki budaya yang sangat disiplin dan tertib. Ketika masuk nilai-nilai budaya luar (Barat), menjadikan sulit untuk menyesuaikan diri.
Mari kita perhatikan akar musik Indonesia yang berada di seluruh etnik yang ada. Semua musik tersebut memiliki pola ritnik yang sangat kuat. Instrumen Gong dan Kendang menjadi tulang musik-musik tersebut. Dari ujung Sumatra hingga Papua, ritmik dalam musik memegang peranan yang besar. Metrum yang dibangun umumnya berbirama 4 (empat).
// 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 //
Setiap kalimat musik terdiri atas 4 bar. Pada hitungan 1, diberikan tekanan lebih kuat (thesis) dengan menggunakan instrumen, misal : gong.
Jika kita ambil garis semua bangsa di dunia yang berada di bawah garis khatulistiwa, dan umumnya ritmik adalah kekuatan musik-musik tersebut. Sebut saja misal India dengan tabuhan ‘tabla’, lalu Brazil dengan musik ‘Samba’ nya. Bandingkan dengan musik bangsa lain di belahan Utara. Umumnya lebih melodius.
Musik Klasik Barat yang dibangun dari melodi-melodi harmonis, jelas tidak mudah diterima bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Apalagi musik Jazz yang memiliki kerumitan dalam harmoni, sangat sulit diterima. Sehingga seringkali dalam pembicaraan musik, kedua musik ini ditempatkan secara eksklusif. Atau boleh dibilang berkelas tinggi..!?
Lantas bagaimana dengan musik ’Rock’. Musik Rock, tampaknya ada bagian yang masih sangat dekat dengan akar musik Indonesia. ‘Beat’ rock yang sangat kuat, menjadikan musik ini memang lebih mudah diterima.
Mengapa musik ‘Dangdut’ sangat mudah diterima? Mengapa musik ‘Pantura’ –an mudah dicerna? Mengapa musik ‘Pop Melayu’ sangat diapresiate kebanyakan orang Indonesia?
Jawabannya adalah itu semua....
Semoga berkenan...
Pertanyaannya adalah Mengapa?
Perkiraan saya mungkin dikarenakan Indonesia berada di garis katulistiwa (lintasan matahari). Terit dan terbenamnya matahari selalu stabil. Iklimpun juga demikian. Jadi dengan demikian seharusnya bangsa ini memiliki budaya yang sangat disiplin dan tertib. Ketika masuk nilai-nilai budaya luar (Barat), menjadikan sulit untuk menyesuaikan diri.
Mari kita perhatikan akar musik Indonesia yang berada di seluruh etnik yang ada. Semua musik tersebut memiliki pola ritnik yang sangat kuat. Instrumen Gong dan Kendang menjadi tulang musik-musik tersebut. Dari ujung Sumatra hingga Papua, ritmik dalam musik memegang peranan yang besar. Metrum yang dibangun umumnya berbirama 4 (empat).
// 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 / 1 – 2 – 3- 4 //
Setiap kalimat musik terdiri atas 4 bar. Pada hitungan 1, diberikan tekanan lebih kuat (thesis) dengan menggunakan instrumen, misal : gong.
Jika kita ambil garis semua bangsa di dunia yang berada di bawah garis khatulistiwa, dan umumnya ritmik adalah kekuatan musik-musik tersebut. Sebut saja misal India dengan tabuhan ‘tabla’, lalu Brazil dengan musik ‘Samba’ nya. Bandingkan dengan musik bangsa lain di belahan Utara. Umumnya lebih melodius.
Musik Klasik Barat yang dibangun dari melodi-melodi harmonis, jelas tidak mudah diterima bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Apalagi musik Jazz yang memiliki kerumitan dalam harmoni, sangat sulit diterima. Sehingga seringkali dalam pembicaraan musik, kedua musik ini ditempatkan secara eksklusif. Atau boleh dibilang berkelas tinggi..!?
Lantas bagaimana dengan musik ’Rock’. Musik Rock, tampaknya ada bagian yang masih sangat dekat dengan akar musik Indonesia. ‘Beat’ rock yang sangat kuat, menjadikan musik ini memang lebih mudah diterima.
Mengapa musik ‘Dangdut’ sangat mudah diterima? Mengapa musik ‘Pantura’ –an mudah dicerna? Mengapa musik ‘Pop Melayu’ sangat diapresiate kebanyakan orang Indonesia?
Jawabannya adalah itu semua....
Semoga berkenan...













