Skip navigation.

Paw

musik itu di sekelilingku

Posts tagged with "Manajemen Pertunjukan"

Mengelola Event

, , , ...

Dewasa ini marak bermunculannya Organisasi Event atau Event Organized (EO), atau mungkin dengan peristilahan. Lain seperti : Manajemen Event, Panitia Kegiatan Pertunjukan, Show Manajemen, dll. Menjamurnya kegiatan ini di kalangan anak muda umumnya didorong dari berbagai pengalaman di sekolah atau lingkungan ketika mengadakan sebuah kegiatan.
Pada dasarnya semua sama adalah mengelola sebuah acara agar berlangsung dengan sukses. Sebagai indikator suksesnya acara biasanya adalah partisipasi pengisi acara sangat diapresiasi oleh penonton yang hadir. Lantas selama pertunjukan berlangsung tidak ada kendala teknis. Apalagi bila sebuah acara memang memiliki tujuan untuk bisnis atau mencari pendapatan. Tentunya akan diperoleh sejumlah dana hasil dari penjualan acara tersebut. Entah hasil keuntungan tersebut untuk kegiatan bisnis semata atau kegiatan amal. Sama saja...
Apa yang harus menjadi pijakan untuk menciptakan sebuah acara menjadi menarik? Ini harus dimulai dengan Tema, lalu berkembang menjadi konsep acara sesuai dengan misi dari pertunjukan atau kegiatan tersebut. Tema harus menggambarkan tentang sesuatu yang besar, yang dapat memberikan keleluasaan untuk mengembangkan konsep acara.
Sebagai contoh :
Tema : Bangun Pemuda Pemudi Indonesia
Anak Tema : Kreativitas Bandung yang Tidak Pernah Berhenti.
Konsep : Forum Kreativitas (bisa lebih detail lagi)
Bentuk : Pentas Seni dan Lomba Kreativitas


Event akbar "F2WL" di kampus SMA Negeri 2 Bandung tahun 2006

Komponen-komponen sangat dibutuhkan.
Sebuah event dengan skala kecil maupun besar, penyelenggara harus memperhatikan secara utuh segala komponen seluruh aktivitas.

A. Nonteknis.
•Manajerial/Organisasi ; Struktur Organisasi, Job Description, dll
•Administrasi ; proposal, surat menyurat, dll
•Kesekretariatan ; Ruang khusus, Telepon, Website, e-mail, dll
•Dana/Keuangan ; Modal Awal, Donasi, Sponsorship, Tiket, dll
•Perijinan ; Kepolisian Wilayah, RT, RW, Tetangga, dll

B. Teknis
•Acara / Materi ; pentas musik, drama, seminar, pameran, talkshow, lomba-lomba, dll.
•Gedung Pertunjukan/ Panggung/Arena ; In Door atau Out Door
•Listrik (sumber PLN atau Genset Diesel sesuai dengan daya yang dibutuhkan)
•Sounds System ; Output ; ... watt, kebutuhan listrik, system yang digunakan.
•Alat Musik / Music Equipments
•Lighting System ; berapa partisi, jenis lampu, kebutuhan listrik
•Tempat Penonton (kapasitas pengunjung)
•Area Parkir Kendaraan
•Artis Room (back stage, ruang rias, ruang persiapan, dll)
•Properti
•Dekorasi
•Pintu keluar masuk penonton (tiket box, pintu masuk terpisah dengan keluar)

C. Daya Dukung / Produksi
•Publikasi ; Pamflet, Poster, Baligo, Flyer, Spanduk, media elektronik, dll
•Keamanan ; Tim Keamanan, Aparat Kepolisian, Keamanan Swasta, Parkir
•Konsumsi ; Peserta Acara, Undangan, Panitia, Petugas Lapangan/Pekerja, dll
•Dokumentasi ; Foto dan Video
•Transportasi
•Pembantu Umum
Komponen-komponen di atas tentunya tidak mutlak. Semua disesuaikan dengan bobot bentuk kegiatan. Seperti menyelenggarakan Pameran atau Seminar tentunya tidak sama dengan Pertunjukan Musik.

Tahapan Persiapan Penyelenggaraan.
1.Pembentukan Panitia.
2.Menentukan Tema – Konsep – Bentuk
3.Persiapan Administrasi : proposal, perijinan
4.Menggalang Dana / Modal / Suporting Finance / Sponsor, dll
5.Rapat Kerja Penyelenggara (Laporan, Tindak Lanjut, Evaluasi dan Arahan)
6.Persiapan Teknis
7.Monitoring kerja penyelenggara dan evaluasi
8.Latihan – latihan (jika materi berupa produksi karya)
9.Gladi Kotor
10.Gladi Resik
11.Pelaksanaan
12.Laporan

Menggambarkan berbagai persoalan dalam penyelenggaraan event, masalah ’perijinan’ adalah hal yang harus menjadi perhatian utama. Khususnya dengan pihak-pihak yang terkait dengan isi kegiatan dan tempat. Kegiatan apapun yang Anda rencanakan harus mendapat legalitas. Untuk sebuh event yang cukup besar biasanya persyaratan standar kepolisian diantaranya : sirkulasi pengunjung/penonton yang baik, tersedianya unit ambulance, dan tersedianya unit pemadam kebakaran.

Daftar Gedung Pertunjukan Representatif di Kota Bandung
1.Sasana Budaya Ganesha, Jl. Tamansari Bandung
Gedung Sabuga memiliki kapasitas pengunjung 6000 orang di ruang utama. Gedung ini dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap ; Ruang ber-AC, Kursi Penonton, Panggung Luas, Parkir, Soundsystem Standar, Big Screen, Multimedia, Lighting System Standar, dll.
Akustik Ruang : Sangat Baik (****).
2.Taman Budaya Jawa Barat, Jl. Bukit Dago Utara Bandung
TBJB memiliki dua tempat pertunjukan, yakni Teater Terbuka dan Teater Tertutup. Teater Tertutup kapasitas 800 org, Teater Terbuka 2000 org. Teater Tertutup dilengkapi Soundsystem Standar, Lighting System, Kursi Penonton (800), Backstage Room, Wisma, area parkir luas, dll.
Akustik Ruang : Sangat Baik (****)
3.Gedung Rumentangsiang, Jl. Baranangsiang – Kosambi – Bandung
Kapasitas penonton 400 orang. Area Parkir cukup sulit dikarenakan berada di tengah keramaian pasar Kosambi. Gedung ini lebih sering digunakan untuk pertunjukan teater dan seni-seni tradisi.
Akustik Ruang : Baik (***)
4.Gedung YPK (**), Jl. Naripan Bandung
Gedung ini memiliki sejarah yang panjang sebagai tempat lahirnya perfilman Indonesia. Hingga kini gedung ini lebih dikenal sebagai tempat pertunjukan Wayang Tradisi.
5.Gedung Sunan Ambu – STSI(***) , Jl. Buahbatu – Bandung.
6.Gedung Asia Africa Culture Centre (AACC), Jl. Braga – Bandung
Awalnya gedung ini menjadi sentral pertunjukan seni berbagai bentuk. Apalagi berdekatannya dengan gedung Asia Africa, menjadikan gedung ini sebagai tempat pertunjukan berbagai macam seni pertunjukan dari berbagai bangsa di Asia Africa. Tetapi sayangnya belakangan, gedung ini boleh dikatakan mati.
7.Eldorado Dome(***) – Jl Setiabudhi Bandung. Digunakan untuk Umum.
8.Bumi Sangkuriang(***) , Jl. Ki Putih – Ciumbeuleuit.
9.Auditorium Maranatha(****), Jl. Prof. Dr. Suryasumantri Bandung. Digunakan terbatas untuk lingkungan Universitas Maranatha.
10.Aula Barat / Timur ITB(****), Jl. Ganesha Bandung. Digunakan terbatas untuk lingkungan ITB.
11.Gedung Landmark(**) – Jl. Braga Bandung. Biasanya digunakan untuk pameran, seminar, dll.
12.Padepokan Seni Bandung(**), Jl. Peta – Bandung. Bentuk teater terbuka dan tertutup yang biasanya digunakan untuk pengembangan/pelestarian nilai seni pertunjukan tradisi.

Merancang Event melalui Proposal yang baik

, , ,

Pernahkan Anda melihat tumpukan proposal yang menumpuk di meja seorang direktur perusahaan tertentu?
Apakah Anda mengira bahwa semua proposal itu pasti diperhatikan atau dibaca oleh direktur tersebut?
Punyakah seorang direktur membaca proposal-proposal itu?
Apa yang lebih baik, proposal dengan halaman yang tebal atau dengan halaman yang sedikit?


Jawabannya bisa saja dan bisa tidak. Semua tergantung kepada pendekatan yang dilakukan secara intensif panitia penyelenggara.

Sebelumnya agar menjadi bahan pemikiran, bahwa proposal bukanlah program kerja para penyelenggara. Sehingga tak perlulah di dalam proposal diilustrasikan secara detail semua langkah kerja penyelenggara.
Apa sebenarnya proposal itu? Proposal tidak lain adalah instrumen penyelenggara event untuk memberikan informasi tentang sebuah kegiatan. Sedangkan isi proposal itu adalah sebagai berikut :

A. Latar Belakang ; intinya adalah sebuah pemikiran hasil pengamatan, tinjauan, analisis yang berkaitan dengan event yang akan diselenggarakan. Jadi sebenarnya latarbelakang adalah sebuah pertanyaan mengapa event itu harus diselenggarakan.
B. Dasar Pemikiran/Dasar Hukum ; memuat peraturan-peraturan (Undang-Undang, Perpu, Surat keputusan, Surat Edaran, dll), hasil rapat, musyawarah, dll.
Tujuan ; tidak bertele-tele dan tidak terlalu jauh/mimpi. Apalagi jika sangat jauh dari jangkauan.
C. Tema, Konsep, Bentuk.
Tema adalah sebuah kalimat yang bersifat exlusif, tinggi derajatnya. Contoh : Satu Untuk Negeri.
Konsep adalah ilustrasi dari hasil pengembangan tema dikaitkan dengan rencana kegiatan. Contoh : Ranah Minang dirundung duka yang dalam. Sebuah pemandangan yang konon adalah sebuah tanah dengan nilai-nilai budaya yang luhur itu, kini lenyap bagai ditelan bumi. Minang kini harus tertatih-tatih membangun diri. Dan itu tidak dapat sendiri. Masih banyak saudara-saudara di belahan nusantara ini yang untuk bisa membantu. Mari kita ringankan beban derita saudara kita di Ranah Minang. Mari kita bersama-sama yang berada di tempat ini untuk memberikan empati.
Bentuk Kegiatan ; disesuaikan dengan segmen yang menjadi sasaran. Contoh : Konser Amal.
D. Penyelenggara ; susunan panitia atau organisasi/lembaga yang menyelenggarakan.
E. Biaya Kegiatan
Pengeluaran ; Kesekretariatan, Peralatan/Logistik, Gedung, Acara, Konsumsi, Keamanan, Perijinan, Dokumentasi, Publikasi. Transportasi, dll
Pemasukan ; Modal/Kas Organisasi, Donasi/Sumbangan tidak mengikat, Sponsor.
F. Penutup.
Halaman Pengesahan ; yang menandatangani
Lampiran-lampiran ; teknis, denah lokasi, kesekretariatan, schedulle, tentang Sponsorships, dll

Mungkin untuk menuliskan itu semua tidak perlu berpanjang lebar. Dua atau tiga halaman bisa mencukupi. Yang lebih penting bagaimana seseorang dapat memahami dan mengapresiasinya dengan utuh.
Sebuah pengalaman yang menarik, proposal sebaiknya dibuat dengan desain yang cukup menarik. Bila perlu lengkapi dengan gambar-gambar atau sketsa. Jika memang kegiatan tersebut adalah untuk yang kesekian kalinya diselenggarakan, alangkah lebih informatif bila sebagai lampiran ditambahkan dokumentasi penyelenggaraan sebelumnya dalam wujud Foto-foto, Video Profile, dll.