Skip navigation.

exploreopera

| Help

Sign up | Help

MENCARI MATA AIR di TELAGA JERNIH

sudut hatiku

HATI

*ADALAH CERMIN*

betapa terlewatkan kisah cermin ajaib,
yang menghadirkan senyuman juga kekecewaan,
oh...cermin!
peliharalah keanggunan wajahku,
agar ku tak membencimu kala ku memandangmu!

Ya Allah, Tuhanku!
apa daya makhluk?
kami hanyalah cermin!

diriku hanyalah cermin
yang memantulkan "keindahanMu",
sedangkan cermin takkan pernah bisa,
menjadi kesempurnaan mutlakMu,
itu pun apabila diriku bisa menjadi cermin bagi diriMu!

maka Maha Suci dirMu!

SALMAN AL-FARISI

Salman al-Farisi
May Allah Be Well Pleased With Him

"My heart has become able to wear all forms:
A pasture for gazelles, a monastery for monks,
A temple for idols, the Ka`ba of the pilgrims,
The tablets of Torah, the Book of Qur'an.
I profess the religion of Love.
Whatever direction its mount may take,
Love is my Religion and my Belief."
Ibn `Arabi, Tarjuman al-ashwaq.


salman al-farisi

'sepercik cahaya memantik hati
bersambut hati reflekskan nyalanya'
mata yang jernih menangkapnya,
lalu disambut dan dipeluknya, erat!

''tipe manusia yang pertama dalam keimanan'',
secercah kecil dia imani
hingga terselubungi raga
dan jiwa dengan cahayaNya.

pabila orang menatapnya
maka yang terlihat adalah:
kejelasan bayangan dipermukaan air nan jernih,
apabila orang melihatnya tak lain adalah pancaran air hikmah
yang mengalir dan menghilangkan dahaga yang mereguknya''.

demi, ''kerajaan cinta'', kau tinggalkan kerajaan kecilmu,
demi mencari cinta' ragamu pun telah dijadikan budak dan menanggalkan apa yg melekat padamu.
tapi tak membuat cahaya cinta dihatimu padam!
ataupun memerah wajahmu.

terdengarlah kabar, tentang hadirnya sang kekasih,
"kekasih manusia juga alam semesta".
hatimupun berbunga - bunga,
''berbunga-bunga cinta!''.

tarikannya yang lembut, enggan kau tolakkan.
hingga berujung ringannya langkahmu,
kaupun terbang melayang, seperti burung muda yang melatih sayapnya,
untuk terbang bebas!

''kebesaran jiwa, tingginya harga diri
sebesar semangat, setinggi cita-cita.
pikiran jernih, qalbu yang bening,
menjadikan mata tak terhalang, terang-benderang.



jiwa yang telah tertaut pada ''sang bulan purnama'',
mengajak hati, qalbu dan fikiran senantiasa dekat padanya.
jembatanpun telah dibentangkanNya,

antara:
diriNya, kekasihNya dan dia.
maka, "Diapun" memerdekakan dirinya, meninggikan derajatnya
menjadikannya bagian dari ah'l al-bait serta memuliakannya...

kecemerlanganmu dapat dilihat pada 'perang khandak, betapa jernih dan cemerlangnya fikiran seorang pemuda parsi nan gagah.
''berakhir dengan syahid, demi membela sang putra surga''.
jiwapun terbang dengan tenang, berkumpul bersama para syuhada ditaman surga

Maha Suci Engkau ya,Allah!

*Keajaiban Hati*

Keajaiban Hati



''ketika Kau sebut dan memuji diriMu sendiri,
maka hati yang Kau tautkan padaMu bergeletar!

sebagaimana turisina luluh, ketika Kau sebutkan asmaMu atasnya!

''maka, ketika Engkau memanggil hamba-hambaMu!
hati hamba-hambaMu, yang tertaut padaMu pun menyanjung kebesaran asmaMu!



''hal serupa, pabila seseorang yang dalam keadaan isyq' pada kekasihnya,
menyebut-nyebut nama kekasihnya, sang kekasih pun mengingatnya!''

maka beruntunglah hamba, yang Engkau hendak memuji diriMu melaluinya,
karena hanya kekasihlah yang dapat mengingat nama kekasihnya,
ketika sang kekasih mengingatnya!



Kau mencipta dengan Kehendak,
kehendakMu adalah hatiMu,
seluruh semesta tunduk dan patuh pada kehendakmuMu!
begitu pula seluruh semesta,
patuh pada asmaMu!

berbahagialah hati yang senantiasa suka dalam mengingat asmaMu!
karena Engkau yang menghendakiNya.
berbahagialah seorang hamba yang Engkau senantiasa memenuhi hatinya dengan asmaMu!
''dikarenakan asmaMu juga hatiMu!''

maka:
seseorang hamba yang senantiasa kau sukai tuk memuji asmaMu,
adalah dekat pada hatiMu, orang yang kau senantiasa kau sukai berada dekat pada hatiMu, adalah orang kecintaanMu, sedangkan orang-orang yang Kau cintai adalah juga kekasihMu!

"maka apabila
Kau sudah mencintainya, dia akan mendekat padaMu!
siapapun yang telah kau dekatkan,
keselamatan adalah tempat bernaungnya,
apabila sudah Engkau beri naungan keselamatan padanya
maka, hilanglah segala kecemasan,
apabila sudah hilang segala kecemasan,
ketentraman pun meliputi hatinya,
apabila hatinya sudah kau tentramkan
maka, dia berjalan dimuka bumi dengan perasaan aman tanpa keresahan dan kegelisahan karena,

Engkau yang menjaganya".



''Maha Suci Tuhan yang mejembatani hati hamba-hambaNya dengan hatiNya,
Maha Suci Tuhan yang tiada yang membolak-balikan hati hamba-hambaNya selain Dia.
Maha Suci Tuhan yang mengajarkan manusia melalui perantaraan kalam',
Maha Suci Tuhan yang
menggenggam jiwa,
Maha Suci asma Allah, Maha suci pujianNya!''

*semua ada didunia* 1

*Melihat Neraka*



"seketika penghuninya memohon, biarkanlah kami menghela nafas barang sejenak!...


maka, jilatannya pun meredup.
"sehelaan saja, karena ia kembali terbakar!"
oleh nafas penghuninya sendiri.
"bahkan membuat wajan besar itu mengeluh! karena begitu panasnya nafas para penghuninya" .



alkisah!... seorang yang teramat sombong, berjalan melewati beberapa orang terpinggir.

mereka tampak sangat hina bagi sisombong. lalu sisombong memulai kejahilannya,
dengan mencibir mereka dengan kata-kata yang menyakitkan hati.

jelas! mereka tak dapat menerima, celaan sisombong walaupun telah diusahakan.
tapi teramat sangat keterlaluannya sisombong,
hingga mereka tak dapat menahan bara yang telah dihembuskan olehnya.
"sampai meluaplah kemarahan mereka".

"Hei dirimu!"
berkata orang-orang terpinggir!
gerangan apa yang kami lakukan hingga kau mencela sedemikian rupa terhadap kami!
merekapun adu mulut,
bertengkar!. ..
"tampaknya sisombong tak mau kalah".
lalu ia meminta jeda untuk memberikan alasan kepada mereka,
tapi dengan tetap bernada sombong dan celaan tetap diselipkan diantara penjelasannya dan enggan untuk meminta maaf, pula!...

"tak dapat dihindarkan lagi, berakhir dengan benjut disana-sini bagi sisombong".

dapat dilihat,
bagaimana kesombongan membakar manusia hingga, kesombongan itu membakar sekelilingnya,
dan sulit untuk diredakan walaupun,
ia telah meminta jeda untuk bernafas yang dikiranya dapat meloloskannya dari kurungan api yang sedang membakarnya!




Didunia ini sesungguhnya ada banyak tanda-tanda kekuasaanNya!
"gambaran surga dan neraka", sesungguhnya dapat dilihat jelas ditempat yang fana ini.
bagi yang mau membuka mata, jalan-jalan itu terlihat jelas "dengan izinNya".
dengan menelusuri jejak-jejak yang terdapat pada makhluk-makhluk ciptaanNya,
dan mempelajari tingkah laku diri dan sekitar,
serta dengan mempergunakan hati nurani untuk menimang-nimang dan akal untuk mencerna.
seluruh kejadian yang ada di sekeliling manusia (alam semesta) itu sendiri.
akan kita dapati fenomena yang menakjubkan.
"bukti dari kebesaranNya" .



*kebesaran diri*



kala hati, dihembuskan kebesaran diri.

(nauzubillah! )

sesungguhnya,
ia membentuk egoisme diri "keakuan".
yang secara perlahan,
teramat sangat halus, membakar dari dalam dada.
karena,
ia adalah api yang bahan bakarnya adalah manusia.
yang pabila telah menyala ia akan memberangus,
dan takkan berhenti sampai, bahan bakarnya mendebu.



habis!!!.... .



*Subhanallah wallahu Akbar*

Api Pada Sebatang Korek!

Api Pada Sebatang Korek

seperti kataku

secangkir kopi,
sebatang rokok,

dimalam menjelang pagi,
yang dihiasi sepi,
sejenak menikmati kopi,
kunyalahkan rokokku,

dan kuhisap sehelaan nafasku
sambil memandangi
sebatang korek menyala,
sisa api yang kugunakan tuk membakar rokokku

yach!...

benar!...

tak

terhindarkan
segala sesuatunya,pasti akan berakhir
habis mendebu !





menyudutkan sepi

"ku masih terdiam"

diam dalam dudukku,
diam dalam rebahku,
diam dalam malamku,

diatas nyanyian sunyi,
diantara denyut nadi kerinduan

!??

malam yang bernyanyi,
iringan dawai hati,
yang bersyair rindu penantian ,

dalam dekapan imajinasi,
alam seribu khayal ,
dimensi barzhaki,

berkelakar mengakali,
menepis intimidasi "penghuni malam".
yang mencerca keheningan,
puncak ketentraman hati.

menyangkali bisikan hati,
guna dapati keinginana sejati,


"Ya Rabb"





By:

Pengelana jiwa

WasiatSufi



Dengan nama Allah,Yang maha pengasih lagi maha Penyayang
Segala puji bagi Allah,Rabb seluruh alam.Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Muhammad dan keluarga sucinya. Dan semoga Dan semoga laknat Allah bagi semua musuh2 mereka.
Saya bersaksi bahwa tada tuhan selain Allah, Yang Satu, dan tiada sekutu bagi-Nya. Saya bersaksi bahwa muhammad adalah abdi dan rasul-Nya; dan bahwa ali amirul mukminin dan anak keturunannya yang ma'shum as adalah para penerusnya; dan apapun yang dibawa oleh rasulullah adalah kebenaran; dan bahwa kubur, kebangkitan, surga, dan neraka adalah benar dan bahwa Allah akan membangkitkan siapa yang ada didalam kubur.
Inilah wasiat dari seorang ayah yang telah tua, yang telah menyia2 kan hidupnya dalam kecongkakan tanpa mempersiapkan bekal bagi kehidupan yang kekal, tak pula mengambil langkah yang tulus dijalan menuju Rabb Yang Agung lagi penyayang. Tak jua ia terbebaskan dari perangkap godaan setan dan keburukan nafsu badani.Begitupun Ia tak berputus asa dari keridhaan dan keagungan Rabb yang Agung,dan menanapkan harapannya atas ampunan dan berkah_Nya, sebagai satu2-Nya bekal perjalanannya. Wasiat ini ditujukan kepada sorang anak lelaki yang menikmati anugrah kemudaan dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menyucikan dirinya dan mempersembahkan layanan kepada para makhluk-Nya. Diharapkan, sepertiayahnya ridha kepadanya, Allah juga kan ridha dengannya Allah jugakan ridha dengannya dan membantunya untuk mempersembahkan pelayanan bagi orang papa dan terindas yang sesungguhnya adalah bagian dari bangsa - bangsa yang paling mulia seperti yang dianjurkan oleh islam.
Ketergantungan Manusia Kepada Allah.
Ahmad khomeini, Anakku! Semoga Allah menganugrahkan hidayahnya kepadamu. Entah dunia ini kekal dalam waktu atau tidak, dan entah rantai kemaujudan dan berujung atau tidak, semua kemaujudan itu faqir(bergantung pada sesuatu yang lain) karena mereka bukannya ada dengan sendirinya.Jika kau amati segenap rantai tak berujung kemaujudan dengan akal, kamu akan mendengar jeritan kebutuhan dan kebergantungan(esensial)-untuk adanya mereka maupun penyempurnaan mereka . Mereka mengakui kebergantungan mereka dengan yang Ada dengan sendirinya (dan) Yang kesempurnaan-Nya adalah milik-Nya sediri, Jika dengan suara akal enkau berbicara kepada rantai kemaujudan yang (secara esential) bergantung itu, dan bertanya kepada mereka:"wahai kemaujudan yang faqir,siapakah gerangan yang mampau memuasi kebutuhanmu?" maka dengan serentak mereka akan secara serempak menjerit dengan lisan fitrah mereka,"kami butuh akan suatu wujud yang tak bersifat faqir seperti kami, dalam hal keberadaannya maupun kesempurnaannya."
BAhkan lebih dari itu, fitrah mereka pun (sebenarnya) bukan milik mereka:Fitrah Allah yang atasnya Dia menciptakan manusia. Tak sekali-sekali ada perubahan dalam (alam)ciptaan Allah.(Qs:Al-Rum[30]:30). Fitrah tauhid adalah dari Allah, dan apa saja yang dalam dirinya bersifat bergantung (al-faqir bi al-dzat)takkan bisa menjadi serba mencukupi diri(ghani bi al-dhat). Perubahan seperti itu adalah sesuatu yang mustahil. Dan,KArena mereka (secara esensial) bergantung dan membutuhkan, tak ada kecuali Dia yang mencukupi Diri yang dapat mengatasi kebutuhan dan kepapan mereka. Karena kepapaan ini bersifat esensial bagi mereka dan takkan pernah bisa diatasi entah dari rantai(kemaujudan)ini memiliki awal(abadi)dan kekal atau tidak. Dan,tak ada sesuatupun selain-Nya yang dapat memuasi kebutuhan mereka. (karenanya) apapun yang memiliki keindahan sifat itu bukanlah miliknya, melainkan pengejawantahan Kesempurnaan dan Keindahan-Nya,...dan kalian tidak melempar ketika kalian melempar, tetapi Allahlah yang melempar.(Qs Al-Anfal[8]:17).
HAl ini benar berkenaan dengan semua tindakan,ucapan dan perbuatan. Seseorang yang menangkap fakta ini dan memahami (secara intuitif)kebenaran ini takkan terikat dengan siapapun kecuali Dia dan takkan meminta sesuatu apapun dari sesuatu apapun kecuali Dia. Cobalah menyelam kedalam kilatan Ilahi ini dalam kesendirianmu dan bisikkan kedalam telinga sang bayi yang ada dihatimu. Ulang-ulangilah hingga dia membuka lisannya untuk berbicara serta sinarnya menerangi wilayah jasadi (mulki) dan nirbendawi (malakut) kemaujudanmu. Ikatkan dirimu kepada yang mencukupi Diri secara mutlak agar engkau dapat mencampakkan apa2 selain-Nya. Kejarlah kemenangan persatuan (wushul) dengannya agar ia membebaskanmu dari apa saja termasuk dirimu sendiri, (dan kemudian ia) menerimamu untuk masuk (kedalamnya).
Alam Semesta Sebagai Penampakkan Allah
Anakku yang kukasihi,Dia, Subhanahu Wa Ta'ala (Yang Maha Suci dan Tinggi), adalah yang Pertama dan Yang Terakhir,yang Lahir dan yang Bathin. Persis seperti firman-Nya: Dia yang pertama dan Terakhir, yang Lahir dan Bathin. (Qs: Al-Hadid[57]:3). Dalam sebuah doa diungkapkan "Adakah mungkin bagi selain-Mu memiliki penampakkan yang tak Kau miliki sehingga ia dapat menampakkan-Mu. Kapan kiranya Kau telah tersembunyi sedemikian sehingga Kau mungkin memerlukan sesuatu untuk mengungkapkan-Mu.? Dan kapan Kau pernah menjauh sehingga menjadi mungkin untuk mencapai-Mu lewat jejak-jejak-Mu (yakni ciptaan-ciptaan-Mu)? Butalah mata yang tak menampak-MU sebagai Yang (bersifat) mengawasi diri." Atau seperti kata furuqi bustami): "kau tak pernah tak hadir sehingga kuperlu mau bertemu dengan-Mu."tak pula Kau tersembunyi sehingga kuharus mencari-Mu." Dialah yang menampakkan diri dan apa saja yang menampakkan diri adalah penampakkan-Nya. Sesungguhnya diri kita sendirilah yang menjadi hijab, egoisme, dan ego kitalah yang menghalangi pandangan kita. (ini keluhan hafiz): "kaulah hijabmu sendiri,wahai hafiz,singkirkan dirimu."
Aku mohon pertolongan kepada Allah' Subhanallahu Wa ta'ala, dan memohon kepada-Nya dengan sungguh dan penuh seluruh untuk membebaskanku dari penutup2 mataku ini.
(seperti terungkapkankan dalam sebuah do'a yang lain): "Ilahi,anugrahilah daku keberpasrahan total kepada-Mu, dan sinarilah mata2 hatiku dengan pancaran pengelihatan pada-Mu, hingga mata2 hati itu mengorak hijab2 (yang menutupi cahaya itu dan mencapai sumber2 keagungan-Mu, dan jadikan ruh2 kami terpancang dalam ambang kesucian-Mu. Ilahi jadikan aku termasuk yang menyahut tatkala kau memanggil mereka , dan ketika kau menatap mereka, mereka pingsan karena terpana oleh kedahsyatan-Mu." Anakku, kita masih terjebak dalam perangkap hijab2 (yang menutupi) kegelapan, dan dibaliknya adalah hijab2 (yang menutupi) cahaya. Dan kita, yang matanya masih tertutup, terperangkap didinding jurang!
Al-Qur'an, rasul,para imam
Anakku, jika kau bukan seorang pengembara didunia ruhani, setidaknya berupayalah untuk tak menyangkali maqam - maqam keruhanian dan irfani. Karena, salah satu dari tipuan terbesar setan dan diri badani, yang menghalangi manusia dari meraih berbagai maqam kemanusiaan dan keruhanian adalah mendorong - dorong manusia untuk menyangkali atau bahkan melecehkan pelancongan ruhaniah menuju Allah. HAl ini akan menyeret manusia untuk menafikkannya. Sebagai akibatnya, matilah (potensi keruhanian kita) sebelum ia sempat tumbuh dan berkembang. Padahal, inilah tujuan semua nabi besar (alayhimus - salam, para wali yang mulia, dan semuakitab samawi, khususnya Al-qur'an yang abadi. Al-qur'an kitab (mengenai) ma'rifat (kepada) Allah danpelancongan spiritual menuju-Nya, telah jatuh dalam pengabaian dan disalah tafsiri oleh sahabat2 yang jahil akan arah (yang ditujunya). Ia menjadi korban pandangan - pandangan yang menyesatkan dan pendapat - pendapat subjektif yang sesungguhnya dengan tegas dilarang oleh para imam (alayhimus salam) sedemikian rupa sehingga setiap orang menafsirkannya secara semaunya sendiri. Kitab yang agung ini diturunkan dalam suatu lingkungan yang paling gelap dan pada suatu masa yang didalamnya hidup orang2 yang paling terbelakang. (Akan tetapi) Ia diwahyukan pada hati ilahi milik seseorang yang hidup dalam masyarakat yang sama. Didalamnya, terdapat kebenaran2 dan zjaran2 yang tak pernah didapati sebelumnya didunia pada masa itu, apalagi dilingkungan tempatnya diturunkan. Inilah mukzizat terbesar dan terluhur. Ia mengandung perkara - perkara irfani yang tak pernah didapati dalam karya2 plato dan aristoteles yang dianggap sebagai filosof - filosof terbesar masa itu.
Bahkan, para filosof muslim, yang belajar dalam buaian Al-qur'an suci dan (merasa) mengambil darinya, cenderung mengabaikan ayat2 yang secara tersurat menegaskan sifat hidup seluruh kemaujudan didunia. Dan, para 'arif besar islam, meneguhkan pernyataan pernyataan seperti ini, merekalah yang telah menyerap dari Al-Qur'an. Tak ada kitab lain yang mengandung jenis perkara2 mistikal seperti yang terkandung dalam Al-Qur'an. Inilah Mukzizat2 Rasul yang mulia, yang menghubungkan diri dengan sumber Wahyu sehingga sumber itu menyampaikan padanya rahasia2 kemaujudan. Dia jugalah yang tegak, dipuncak kesempurnaan manusia, menampakkan hakikat2 itu dengan terang benderang

Aku dan Pagi

Aku dan Pagi

:eyes:
Kau beri cahaya mu pada penghuni bumi Kau beri kehangatan setelah dingin malam Kau sinari jalan setelah gelap malam Agar manusia beraktifitas tanpa meraba
Seperti buta tak dapat melihat Aku seperti enggan tuk mengenalmu Seolah aku selalu menghindari mu
Kau datang aku sembunyikan wajahku Di bawah bantalku karena bagikuKehadiranmu seperti mengganguku
Aku lebih memilih malam tuk selalu Menjadi temanku walaupun kulalui Tanpa ada manfaat bagiku berangan2
Adakah dirimu memushiku tak mau Menyapaku pada awal kumulai harikuPadahal kau selalu menyalami yang lain
Dengan lidah pagimu dengan senyum hangatmu Kau jadikan pipi2 halus merah merona segar
Kau jadikan kesegaran dimuka bumi Kau sapu embunmu dari dedaunan dengan semerbak
Segarnya udara pagi melapangkan dada Aku bertanya adakah diriku takmerindukanmu:smurf:
Akankah dapat kujalin kembali hubungan kitaTak seperti saat ini aku selalu menghindarimu
Bersembunyi darimu tak mau menyambut datangmu
Duhai pagi sejujurnya aku merindukanmu
Dapat menikmati udara segarmu bersama yang lainnya
Menyambut datangmu bersama kekasih orang2 beriman
Hingga kau ikhlasakan ucapan salammu kepadaku
Dan kau tak lagi membiarakan diriku tuk tidak betemu dirmu
Didalam selimut dan bantalku diatas pembaringanku
Agar kau dan aku kembali saling berucap salam
Bersama2 kepada penduduk bumi dan alam semesta raya

al_haq

Thursday, 23. February 2006, 15:25:28

al - haq
Dia bagaikan tersembunyi tetapi selalu ada dihadapanmu,
kau seolah tak mengenalnya padahal
engkau senantiasa menghampirinya dan kau tak dapat
menghindarinya meskipun kau sangat menginginkannya
Dia bagaikan bayanganmu yang senantiasa membayangimu
:angel:
entah kau cinta ataupun membencinya dia akan membayangimu
Dia bisa terlihat besar dan menakutkan ataupun sebaliknya
Dia akan terlihat sebagi pemuda tampan dengan senyum
yang paling manis yang akan membuatmu terpukau
kau tak ingin ia dekat tapi kau tak punya kekuatan tuk menghindarinya
kau takkan mengetahui dari mana dia kan mendatangimu
Kaupun takkan tahu kapan dia akan mendatangimu
kau takkan bisa menduga dia datang sebagai sahabat atau sebagai musuh
Dengan penampakkan yang indah atau dengan penampakkan mnggidigkan
Dia pasti kan datang karena dia nyata dan benar
dia maha benar dialah al haq
yang membuat makhluk ingat bahwa dia tak kekal
agar mahkluk ingat dia lemah
agar makhluk ingat dia pasti kan dikembalikan ke penciptanya
Lantas kau pandang dia sebagai apakah sekarang
Sahabatkah?.....
Musuhkah?.......
Atau sesuatau yang harus kau lupakan.
July 2008
SMTWTFS
June 2008August 2008
12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031