SUKSES perlu proses

masi banyak jalan menuju kesuksesan............

Subscribe to RSS feed

MAJU TERUSSSSSSSSSSSSS !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

SUKSES DENGAN SEMANGAT PANTANG MENYERAH

Teringat sewaktu pertama masuk kerja di perusahaan saya bekerja, Bos saya
menulis besar-besar di tembok dekat tempat duduk terpampang tulisan
"Gamushara-Yaru Kon Gen" yang kalau tidak salah arti menurut My Director Mr
Nakayama artinya adalah "bekerja keras dan Pantang Menyerah". itu adalah
prinsip yang dipegang oleh Directur di perusahaan saya bekerja. saya setuju
dengan pendapat itu, dalam menggapai sukses atau mimpi kita harus menanamkan
semangat untuk pantang menyerah.

Pribadi pantang menyerah (tangguh) adalah tidak lain sebutan bagi pribadi
yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya.
Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Tidak
berhasil menyelesaikan suatu permasalahan tidak membuat seseorang dikatakan
gagal karena orang yang tidak berhasil untuk pertama kali bisa mencoba lagi
untuk kedua kalinya, dan orang yang gagal kedua kali bisa mencoba lagi untuk
ketiga kali, sampai ia berhasil. Tetapi patah semangat yang muncul karena
tidak berhasil menyelesaikan suatu permasalahan bisa membuat seseorang
Gagal.

Menjaga konsistensi kegigihan dan pantang menyerah sama artinya seperti Kita
pergi mencari rahasia sukses dari orang - orang tersukses yang Kita kagumi.
Hidup ini mengajarkan kepada kita semua untuk selalu melintasi semua medan
perjalanan tanpa pernah mengeluh apa lagi putus asa terhadap situasi dan
kondisi yang kita temukan di medan perjalanan tersebut. Konsistensi semangat
juang harus selalu terpelihara dalam situasi dan kondisi apa pun, sebab
hanya itu yang bisa membangkitkan Kita dari setiap keterpurukan yang Kita
alami selama perjalanan hidup Kita dalam mencari mimpi, cita - cita, dan
harapan.

Sifat gigih dan pantang menyerah adalah sebuah wujud kepribadian seseorang
yang tanpa rasa bosan bangkit dari satu kegagalan ke kegagalan lain dan
akhirnya mencapai sukses dan keberhasilan. Rajin dan Pantang Menyerah adalah
sepasang sifat dasar yang harus dimiliki seseorang untuk sukses dan berhasil
mencapai apa yang dicita-citakan serta mencapai sesuatu yang diperjuangkan.
eseorang yang gigih, rajin, dan pantang menyerah adalah seseorang yang
memiliki daya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi karena dengan kedua daya
itu, ia senantiasa berusaha memberi berbagi jawaban atas keragaman tantangan
yang dihadapinya.

Dalam setiap usaha mengejar mimpi dan harapan, ada - ada saja cobaan yang
akan Kita alami, semua itu untuk menguji keteguhan hati serta kesiapan Kita
untuk naik ketingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, Kita tidak boleh
terlalu bernafsu, terlalu ambisius, terlalu terburu - buru, ataupun selalu
tak sabar. Kalau Kita terlalu berambisi dan bergerak maju secara membabi
buta tanpa perduli kepada pengendalian risiko, Kita akan selalu buta untuk
melihat tKita - tKita yang diberikan Tuhan sepanjang perjalanan hidup Kita
dalam upaya menemukan mimpi dan harapan. Hak Kita untuk mempercayainya, tapi
saya pribadi sangat yakin bahwa Tuhanlah yang telah menciptakan semua naskah
cerita untuk kita lakoni secara sempurna dan untuk itu Kita harus melatih
diri melalui segala kebaikan, agar mampu memahami semua isyarat - isyarat
dari Sang Pencipta secara optimal.

Beberapa tips yang menurut saya dapat membuat / mempertahankan samangat
juang

1. Kalau Anda mempunyai kecendrungan mudah menyerah, maka langkah pertama
pertama yg paling penting adalah mengakui kelemahannya itu. Dengan
menyadarinya , Anda akan lebih siap untuk memperbaikinya.

2. motivasikanlah diri Anda untuk mengembangkan sikap pantang menyerah.
Sikap ini diperlukan untuk meraih keberhasilan dalam hidup. orang yg mudah
menyerah , frustasi dan mudah putus asa adalah orang yg gagal.

3. Arahkan mata Anda pada tujuan , bukan pada hambatan . Bila Anda memandang
pada tujuan , maka hambatan tidak akan menakutkan. Tapi sebaliknya , bila
Anda terfokus pada hambatan , Anda akan mudah kehabisan daya juang.

4. Beranilah mengambil risiko namun dengan perhitungan yg mantap , Hadapi
dan alamilah pengalaman dan petualangan baru. Keberanian yg benar bukan
berarti seperti orang yg terjun bebas ke jurang, tapi seperti orang yg
menuruninya setahap demi setahap dengan persiapan yg matang.Kalau Anda tidak
berani mengambil resiko , tentu saja Anda berada pada tempat yg aman , namun
Anda tidak akan berkembang.

5. Hadapilah semua tantangan dengan penuh keberanian .Anggaplah tantangan
sebagai "Sparring Pathner" yg akan membuat Anda semakin kuat , bukan sebagai
raksasa yg menelan Anda. Semakin banyak tantangan , semakin berani
menghadapinya, maka semakin terbentuk karakter yg kuat.

6. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda tidak akan berhasil
bila pada usaha Anda mengalami kegagalan. Belajarlah daridari kegagal itu
agar didapat gambaran yg lebih baik lagi.

7. Teruslah berusaha, terkamlah segala kesempatan yg ada , karena kesempatan
itu tak datang untuk kedua kalinya !, tidak ada pendobrak kegagalan yg
sekuat nilai "kegigihan dan pantang menyerah" . Ingatlah filsofi air yg bisa
melubangi batu dengan tetesan yg terus terus-menerus.

8. Imbangi kegigihan Anda dengan pemikiran yg kreatif. Bila perjalanan Anda
terhalang oleh batu cadas , Anda tidak perlu membenturkan kepala Anda untuk
membuktikan bahwa Anda pantang Menyerah. Berhentilah sejenak dan pikirkanlah
bagaiman cara mengatasinya. carilah jalur alternatif !

9. Jangan terpengaruh oleh kegagalan orang lain, tapi biarlah keberhasilan
orang lain memotivasi kita. Belajarlah dari kegagalan dan kesalahan orang
lain tanpa hrus mengalaminya sendiri. Dengan cara itru Anda menghemat banyak
sekali waktu dan energi Anda yg sangat berharga.

kita seharusnya tidak menjadi pesimis dan berserah diri. Kita harus optimis
dan selalu berusaha untuk mencapai yang terbaik dalam hidup ini. Sehingga
untuk menjadikan pribadi pantang menyerah dan tangguh.90 % orang orang yang
merasa gagal sebetulnya belum tentu gagal.. hanya saja mereka cepat
menyerah.

Semangat adalah makhluk yang tidak konsisten, dan dia bisa membuat Anda
terlalu berlebihan dalam bersikap atas sebuah peristiwa yang menguntungkan,
atau pun atas sebuah peristiwa yang merugikan. Dia pun bisa menghanyutkan
Anda bersama emosi negatif, atau membangkitkan Anda bersama emosi positif.
Namun pada akhirnya semangat tergantung kepada sikap Anda, meski semangat
sangat berfluktuasi, dia akan mengikuti kemauan Anda, bila Anda mampu
memahami pola fluktuasinya yang konsisten.

Jadi, jangan pernah menyerah jika menghadapi tantangan dalam anda menggapai
mimpi. Asah diri dan mental kita, karena yakin kita mampu. Ayo abaikan
setiap kesulitan dan hambatan. Maju terus demi meraih cita-cita kita. ketika
kita bisa mengalahkan rasa ingin menyerah atau putus asa, pasti kita telah
membuka satu kemungkinan untuk bisa menggapai mimpi / sukses kita. jadi
pelihara dan teruskan semangat pantang menyerah, karena semangat pantang
menyerah adalah langkah awal kita untuk menggapai mimpi atau sukses.

"Kegagalan adalah guru kita, bukan penghambat kita, kegagalan hanyalah
keberhasilan yang tertunda, bukan kekalahan. dan obat dari kegagalan adalah
gigih dan pantang Menyerah"

sumber dari teman sy : "Erwin Arianto" erwinarianto@gmail.com

BOSS or PAPAN NAMA ?????????

Anda Memang BOSS, Atau Cuma PAPAN NAMA ?

Pernahkah anda merasa, sebagai bos tampaknya anda kurang punya wibawa?
hmmm...... bisa jadi karena anda salah berkomunikasi dengan para bawahan.
Atau....... anda tidak dipahami karena tak pernah mengungkapkannya secara detail?

Posisi bos....wah, siapa yang tak ingin menyandangnya? dari luar,
bukankah terlihat mentereng? punya anak buah, selalu dimintai pendapat
pada rapat-rapat penting, selalu 'dihitung' dalam pembuatan kebijakan dikantor.

Jujurlah, dalam benak kita nun jauh di suatu hari nanti, dalam pekerjaan
apapun kita kini......pasti terselip keinginan untuk menjadi bos, bukan?
Tapi, cukupkah hanya sekedar menjadi bos? cukupkah bos itu hanya berarti di
secarik kertas ketika anda menanda tangani sesuatu untuk anak buah anda?

atau...cukupkah menjadi bos hanya sekedar ada nama anda di daftar petinggi
perusahaan ketika rapat penting?
Pernahkah anda iseng bertanya pada diri sendiri... apakah anda benar-benar bos
karena kapabilitas anda?
atau karena anda disitu ketika sedang dibutuhkan posisi bos?

" Bos = Pemberi Inspirasi "

Umumnya, karyawan senang dengan bos atau atasan yang punya empati.
"Ya sudahlah, kalau memang sakit istirahat saja," atau "kalau kamu tidak sempat
bertemu saya, taruh saja surat permohonan cutimu di meja saya,"
adalah kalimat-kalimat yang kalau diucapkan seorang bos kepada karyawannya, tentu
akan membuat senang dan simpati. Tapi, hanya sebatas itukah karyawan membutuhkan
anda sebagai bos? mestinya, tentu tidak.

Akan lebih berharga anda sebagai bos kalau bisa memberikan inspirasi kepada
karyawan atau bawahan anda. Sebab itu, tunjukkan apa yang anda pikirkan untuk
kemajuan perusahaan, baik visi dan misi anda ke depan.

Anda diposisikan sebagai bos, catatlah, karena misi anda adalah memajukan perusahaan.
Artinya, baik perusahaan dan karyawan bergantung nasibnya pada anda. Jadi, katakan
misi anda dengan jelas. Misi bukanlah hanya Sekedar pekerjaan, tapi lebih dari itu.

Di dalamnya ada keinginan akan kemajuan, perubahan, pengharapan akan
segala sesuatu yang meskipun tidak ideal, tapi lebih baik. Bagaimanapun
unik, muluknya misi anda yang anda pikir akan menghasilkan jutaan rupiah bagi
perusahaan, bukanlah apa-apa kalau anda tak mengatakannya pada
bawahan anda. Dengan hanya diam, orang lain akan menganggap anda hanya bos di
papan nama, bukan di hati dan pikiran mereka.

" Bos = mengambil peran lebih besar dari peran yang seharusnya "

Dalam hidup, kita semua punya peran ganda di berbagai dimensi kehidupan.
Sebagai orangtua, apakah peran anda hanya semata memberi makan anak-anak anda,
mengurusnya dari bayi sampai menikah dan lalu selesai?

Bukankah menanamkan nilai-nilai yang benar, mendoakan, menasehati adalah juga
peran anda yang tak pernah selesai meski anak-anak anda sudah Menikah?
Dan begitu jugalah seharusnya seorang bos bagi para bawahannya.

Menghubungkan peran anda hanya pada misi anda akan menempatkan anda pada posisi
yang rapuh, karena peran anda dapat berubah. Tanyalah pada diri anda sendiri,
siapakah anda sebelum anda memainkan peran anda sekarang.

Sebagai bos, tugas anda bukan hanya hanya duduk dan terima beres mendengar
laporan anak buah, lalu pergi main golf atau belanja ke Supermarket. Idealnya,
Bos adalah kepada siapa karyawan merasa kehadiran anda sangat multi dimensi:
sebagai tempat bertanya, bertukar pengalaman, teman berdebat yang cerdas dan visioner,
seseorang yang patut dicontoh karena hasil karya dan prinsip dan atasan yang bisa
mengarahkan anak buah secara benar dan berpihak kepada mereka pada saat yang tepat.

" Bos = Pencipta Jalan "

Ketika suasana kantor tampak tegang, antar karyawan kerap berselisih paham
karena hal yang sepele, muncul banyak friksi antar berbagai divisi di kantor,
dimanakah anda sebagai bos harus berdiri? Anda tidak harus sangat berwibawa untuk
membuat semua orang tunduk pada anda. Tapi dengan anda berani menunjukkan beberapa
jalan keluar kerumitan itu, meski dicerca atau dikritik anda tetap menghimbau dengan
sabar pentingnya dialog dan meyakinkan bahwa selalu ada banyak jalan keluar untuk
segala persoalan, saat itulah orang akan tahu bahwa andalah bos yang pantas dihormati.
Karena memang itulah hakikat pemimpin.

Ketika mereka yang di belakang anda kehilangan semangat, anda menciptakannya.
Ketika para bawahan anda kehilangan kepercayaan, anda menumbuhkannya.
Ketika karyawan anda kehilangan teman bicara, anda menyediakan telinga anda.
Untuk menghidupkan perubahan, memang tidak selalu memerlukan perubahan yang besar-besaran.
Anda dapat memulainya di sini dan sekarang. Tingkatkan saja kesadaran anda setiap hari
untuk mengetahui apa-apa yang sungguh-sungguh penting bagi anda.

Fokus yang baik memungkinkan anda untuk menerima, mengakui dan mengintegerasikan misi
anda sepenuhnya. Nah, sekarang cobalah pikirkan dan renungkan... apakah anda sudah
benar-benar Bos atau hanya sekedar Papan Nama?

Have a positive day!

Gaya Komunikasi dalam Pergaulan

MACAM-MACAM GAYA
DALAM KOMUNIKASI

Ada orang-orang tertentu yang seolah-olah dilahirkan untuk menjadi orang yang sukses dalam pergaulan. Dengan mudahnya mereka dapat menjalin persahabatan setiap bertemu dengan teman yang baru. Bukan itu saja, persahabatan mereka pun biasanya bertahan sampai kekal. Sebaliknya, ada pula orang-orang yang justru mengalami kesukaran dalam pergaulan. Tema "disalah mengerti" merupakan tema pokok hidup mereka
meski mereka tak henti-hentinya berusaha mengoreksi diri. Banyak faktor yang terlibat yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan kita dalam pergaulan, salah satunya adalah gaya kita berkomunikasi.

Tanpa kita sadari, sebenarnya gaya komunikasi itu sendiri adalah bagian dari isi berita yang kita komunikasikan. Pada umumnya orang yang sukses dalam pergaulan bukan saja memahami dampak gaya komunikasinya pada orang lain, ia pun telah berhasil mengubahnya menjadi gaya komunikasi yang luwes dan menyenangkan. Gaya komunikasinya bukan saja tidak mengganggu isi berita yang ingin ia sampaikan, malah gayanya yang luwes itu menambah kekuatan atau bahkan adakalanya melengkapi kekurangan isi berita yang ingin ia kemukakan. Di bawah ini saya mencoba menjabarkan TUJUH GAYA KOMUNIKASI YANG TIDAK SEHAT. Mudah-mudahan dapat menolong kita memperbaiki keterampilan yang sangat penting ini.

Gaya 1: Si Penganggap

Ungkapan yang biasanya terlontar dari dirinya adalah, "Saudara seharusnya sudah mengerti maksud saya." Si Penganggap umumnya melakukan satu kesalahan yang cukup serius dalam komunikasi, yakni menganggap orang lain pasti memahami isi hatinya. Sebelum kita menganggap orang lain sudah menangkap maksud kita, kita perlu mengecek ulang, apakah benar ia sudah memahami pembicaraan kita. Gaya komunikasi seperti ini acap kali membuahkan kekecewaan dan bahkan kemarahan.

Gaya 2: Si Sepenggal

Orang ini berpikir, "Bukankah sudah saya katakan semuanya itu?!" namun sesungguhnya yang terjadi adalah ia memang belum mengemukakan seluruh pikirannya -- baru sepenggal saja. Sewaktu kita berbicara, kecepatan pikiran kita bergerak dari satu topik ke topik yang lainnya tidaklah sama dengan kecepatan lidah kita mengungkapkan isi pikiran itu sendiri. Bagi Si Sepenggal, pikirannya bergerak telalu cepat atau lidahnya terlalu lamban sehingga maksud hatinya tidak tertuang sepenuhnya melalui bahasa ucapan. Masalahnya ialah, ia tidak menyadari hal ini, sehingga dalam benaknya, ia sudah mengatakan semua yang ingin ia sampaikan. Si Sepenggal rentan terhadap frustasi karena komunikasinya menjadi terpotong-potong dan sudah tentu, membuka pintu terhadap kesalahpahaman.

Gaya 3: Si Peremeh

Ucapan Si Peremeh pada umumnya ditandai dengan kalimat sejenis ini, "Kenapa tidak mengerti-mengerti? " atau "Memang bodoh kamu!" Si Peremeh memiliki satu masalah yang lumayan serius yakni ia memperlakukan semua orang sama seperti dirinya. Alhasil, apabila orang lain tidak bisa mengikuti kemauan atau pikirannya, ia pun marah. Sewaktu marah, bukannya ia melihat bahwa memang orang lain berbeda dengannya, ia justru memandang perbedaan sebagai kekurangan di pihak orang lain. Gaya komunikasi ini cenderung merusakkan hubungan dengan orang lain. Siapa saja yang pernah disakitinya akan menjaga jarak karena tidak mau terluka lagi.

Gaya 4: Si Penyenang

Si Penyenang mempunyai satu misi dalam hidupnya, yakni menyenangkan hati semua orang. Akibatnya, tema seperti ini sering keluar dari bibirnya,"Saya akan lakukan apa saja bagimu asal kamu bahagia." Bicara dengan Si Penyenang memang bisa menyenangkan karena ia akan mengangguk-angguk saja, namun biasanya gaya komunikasi ini dapat mendangkalkan relasi pribadi. Sukar sekali untuk mengetahui hati Si Penyenang karena ia tidak terbuka. Ketidakterbukaannya itu juga cenderung membuatnya menumpuk semua perasaan dalam hati. Kalau tidak tertahankan, ia mudah menjadi orang tertekan dan tidak bahagia.

Gaya 5: Si Pelupa

Kita bisa lupa dan adakalanya sengaja melupakan peristiwa tertentu. Malangnya, Si Pelupa lupa dan melupakan terlalu banyak hal dan frekuensinya terlalu sering. Ia acap kali berujar, "Tidak, saya tidak
mengatakan hal itu." Namun kenyataannya ialah ia mengatakan hal tersebut. Baik lupa atau melupakan informasi yang akhirnya dibutuhkan oleh orang lain cenderung melemahkan kepercayaan orang pada dirinya
sendiri. Orang lain dapat membentuk anggapan bahwa Si Pelupa meremehkan atau bisa juga, orang lain menilai bahwa Si Pelupa tidak tulus. Ini bahaya! Komunikasi sangat bergantung pada kepercayaan; tanpa itu, yang mendengar adalah suara belaka.

Gaya 6: Si Pendebat

Repot juga berkomunikasi dengan Si Pendebat karena pembicaraan dengannya cenderung menjadi arena balapan kebenaran. Perhatikan kata- kata yang biasanya keluar dari mulutnya, "Apa benar saya berkata
demikian? Apa kamu yakin? Bagaimana dengan dirimu sendiri?" Si Pendebat kaya dengan kata-kata dan gaya berkomunikasinya mirip dengan taktik menyerbu orang lain dengan bombardemen kata-kata. Si Pendebat cenderung melemparkan fokus masalah ke pihak lawannya sehingga ia bebas dari kesulitan. Gaya komunikasi ini bisa menimbulkan rasa tidak suka dan jenuh pada orang lain karena bicara dengannya membuat diri merasa diserang. Lebih jauh lagi, Si Pendebat akhirnya membuat orang beranggapan bahwa ia senantiasa mengelak dari tanggung jawabnya.

Gaya 7: Si Talenan

Rasa iba, kasihan, simpati adalah beberapa kata yang sering diasosiasikan dengan Si Talenan karena perasaan-perasaan seperti itulah yang timbul tatkala melihatnya. Si Talenan selalu menyediakan dirinya menjadi sasaran tudingan orang lain tanpa benar-benar menyadari di mana letak kesalahannya (kalau memang ada). Ucapan seperti ini cenderung muncul dari bibirnya, "Betul, memang saya yang salah dan sudah sepantasnya dimarahi." Masalahnya ialah, ia melakukan itu karena tidak berani atau berkekuatan memperhadapkan orang lain dengan kebenaran. Ia tidak suka keributan dan baginya silang pendapat tidaklah bijaksana, jadi, harus dihindarkan. Gaya komunikasi ini sangat merugikan dirinya dan bisa
mengundang penghinaan dari orang lain. Orang lain semakin berani berbuat sekehendak hatinya tanpa mempedulikan perasaannya. Namun,bukankah ia jugalah yang memulainya?

Dari penjelasan di atas kita melihat bahwa gaya komunikasi dapat memancarkan kepribadian kita yang sesungguhnya, namun bisa pula merupakan gaya yang dipelajari. Adakalanya untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain, kita terpaksa mengikuti gaya komunikasi yang tertentu. Atau kita belajar dari keluarga kita sendiri sehingga kita menganggap gaya komunikasi kita dipahami semua orang, alias universal.

Jika gaya komunikasi kita memang merupakan buah kepribadian sendiri, sudah tentu perlu koreksi. Obat penawarnya ada beberapa, misalnya meminta tanggapan orang lain. Mungkin kita dapat memeriksa ucapan-ucapan kita dengan lebih teliti dan menanyakan, apa kira-kira yang orang lain rasakan (bukan kita, sebab kalau kita, mungkin sekali kita tak merasa apa-apa karena sudah terbiasa) tatkala mendengar kata-kata kita. Kita rela membayar mahal dan menanamkan waktu yang panjang untuk pendidikan kita; ironisnya, kita sering tidak bersedia membayar mahal untuk belajar menyehatkan gaya komunikasi kita. Memang,adakalanya hal yang penting tampaknya sederhana.


Have a positive day!

Posted by: "Mohamad Yunus, Mr" yunus@widatra.com broyunus
Wed Apr 2, 2008 3:41 am (PDT)

Seberapa Pentingkah Anda di Perusahaan ???

Apakah perusahaan menganggap anda sebagai aset penting? Mungkin
pertanyaan itu agak mengada-ada. Tetapi, mari kita merenungkan
pertanyaan itu. Alasan mengapa kita dipekerjakan adalah karena
perusahaan mengira bahwa; dengan mempekerjakan kita, roda bisnis
diperusahaan akan menjadi semakin kokoh. Sebab, jika perusahaan
tidak berpikir demikian, pasti bukan kita yang menduduki posisi itu
saat ini. Oleh karenanya, jika kita tidak benar-benar bisa
berkontribusi sesuai dengan harapan perusahaan, maka tidak ada lagi
alasan bagi perusahaan untuk terus mempekerjakan kita. Bukan begitu?

Seorang profesor hebat membimbing saya mempelajari Startegy Mapping.
Atas bimbingan beliau, saya bisa merangkum keseluruhan konstruksi
strategi perusahaan yang rumit dan kompleks hanya dalam satu bidang
datar yang mudah untuk dilihat. Seperti kita melihat peta dunia
melalui satelit. Lalu, sebuah kata sakti meluncur dari bibir Sang
Profesor: "Remember!" katanya. Tentu saja saya memasang telinga
lebar-lebar karena tidak ingin kehilangan kesempatan mendengar
nasihatnya." When you develop your corporate staretgy map, you have
to make sure that you are in the map," lanjutnya. Kamu harus
memastikan bahwa dirimu ada dalam peta itu.

Meskipun Sang Professor mengatakannya dengan nada setengah guyon,
namun makna dari pernyataan itu membekas dalam dihati saya. Tiba-
tiba saja saya teringat bahwa kita mempunyai peribahasa yang
berbunyi; pergi tak ganjil, datang tak genap. Jika anda mempunyai
sebuah kelompok yang terdiri dari beberapa orang. Setiap orang dalam
kelompok itu memberikan kontribusinya masing-masing untuk kemajuan
kelompok. Ketika salah satu anggota menghilang, maka ada
yang 'kurang' dalam kelompok itu. Seandainya kedalam kelompok anda
dimasukkan satu orang anggota baru. Namun, orang baru ini sama
sekali tidak memberikan kontribusi. Jadi, ketika orang itu ada,
kelompok anda tidak mendapatkan manfaat apa-apa. Dan ketika orang
itu tidak ada, kelompok anda tidak rugi apa-apa. Sungguh, pergi tak
ganjil, datang tak genap.

Jika hal itu berlaku bagi sebuah kelompok, maka tentu lebih penting
lagi maknanya bagi organisasi bisnis alias perusahaan. Pastilah
perusahaan hanya menginginkan orang yang bisa berkontribusi sesuai
dengan apa yang diharapkan. Jika kita tidak bisa memberi kontribusi
bermakna bagi perusahaan tempat kita bekerja; kelihatannya, kita
mesti bersiap-siap untuk dipersilakan pergi. Cepat atau lambat.

Mungkin ada orang yang berpikir; "Alaaaah, tenang saja. Perusahaan
gue besar banget. Untung terus. Market leader pula. Nggak mungkin
pake pehaka orang segala. Tenang saja!" Anggapan seperti inilah yang
sering membuat orang terlena. Mereka lupa, bahwa perusahaan yang
benar-benar dikelola dengan baik tidak akan menunggu bangkrut dulu
untuk menendang keluar orang-orang tak berguna. Justru mereka akan
setiap saat mengawasi dan menemukan siapa yang layak dihadiahi
penghargaan, dan siapa yang harus dikasih pesangon.

Dalam konteks perusahaan mem-phk karena kebangkrutan itu lain soal.
Orang-orang hebat pun bisa terkena dampaknya. Tetapi, konteks kita
adalah; ditendang dari perusahaan hebat hanya karena kita tidak
memberikan cukup andil dalam pengembangan bisnis perusahaan. Ini
tragis bukan? Sungguh, ketragisan seperti ini hanya bisa dihindari
jika kita bisa memberi arti bagi perusahaan. 'Arti' yang saya
maksudkan sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan. Melainkan
dengan peran yang kita mainkan. Jadi, apakah anda seorang direktur
atau seorang janitor; saya tidak mau ambil pusing. Peran anda bagi
perusahaanlah yang menjadi sudut pandang penting bagi saya.

Tidak terlalu berarti jika kita menduduki jabatan penting –
Direktur, Manager, Supervisor, Koordinator, Apa saja - kalau
kontribusi kita kepada perusahaan lebih kecil dari bayaran yang kita
terima. Toh perusahaan akan cepat atau lambat mempertimbangkan untuk
mengganti kita dengan orang lain. Dan kita semua sudah tahu; bahwa
yang sering sekali diminta perusahaan untuk berhenti adalah mereka
yang punya posisi. Sedang para office boy, jarang diberhentikan.
Anda tahu mengapa? Karena para petugas kebersihan dan pesuruh
dikantor jelas-jelas memberikan kontribusi yang sangat penting bagi
perusahaan. Bisakah anda membayangkan sebuah perusahaan besar
berkantor megah dan mewah. Menggaji mahal para managernya. Tetapi,
WC dikantor itu tidak pernah dibersihkan. Gelas-gelas tidak dicuci.
Lantai tidak disapu. Adakah klien yang bersedia datang kesana untuk
menandatangani kontrak bisnis bernilai jutaan dolar? Tidak diragukan
lagi, peran mereka yang biasanya bergaji rendah itu sangat penting.
Kita semua memang sama pentingnya bagi perusahaan.

Masalahnya adalah; semakin tinggi posisi yang kita pegang, semakin
besar pula tuntutan perusahaan. Sangat jarang perusahaan yang
mempertimbangkan untuk menghire janitor baru supaya lantai kantor
mengkilat seperti kaca. Sebab, sehebat apapun seorang janitor; tidak
akan mampu mengepel lantai marmer menjadi semengkilat berlian. Tak
ada gunanya mengganti janitor lama dengan orang baru. Tapi, para
eksekutif seperti kita? Mungkin saja kita sudah menunjukkan performa
yang tinggi. Tetapi setinggi apa? Jika perusahaan pesaing
kinerjanya lebih tinggi, maka perusahaan kita tidak akan pernah
berhenti untuk mengejarnya. Bagaimana seandainya perusahaan
menyimpulkan bahwa kekalahan dalam bersaing itu disebabkan karena
eksekutifnya kalah kualitas dengan para eksekutif kompetitor?
Mungkinkah perusahaan menghire ekesekutif hebat untuk menggantikan
kita?

Saya memohon agar anda tidak salah faham. Saya sama sekali tidak
hendak menggugat kontribusi siapapun bagi perusahaan. Konteks kita
sekarang adalah untuk melakukan sedikit perenungan tentang diri kita
sendiri. Dengan perenungan ini, kita bisa menemukan dua manfaat.
Pertama, memeriksa kalau-kalau memang kita belum berkontribusi
tinggi. Maka penemuan ini hendaknya menyadarkan kita bahwa begitu
banyak potensi diri yang kita sia-siakan. Mulai saat ini; mari kita
gunakan potensi diri itu, untuk organisasi dan diri kita. Pada
akhirnya, toh organisasi akan memberi kita imbalan yang pantas
karena kinerja istimewa kita.

Kedua, memastikan bahwa memang kita sudah memberi kontribusi
maksimal. Maka, pastilah kita tidak disia-siakan. Karena kita adalah
aset penting bagi perusahaan. Tapi, hendaknya kita terbebas dari
kekeliruan kebanyakan orang. Mereka mengira bahwa orang-orang yang
berprestasi harus mendapatkan promosi. Ini tidak selalu betul.
Sebab, penghargaan tidak harus selalu berupa promosi jabatan. Jadi,
meskipun setelah bertahun-tahun anda bekerja dan berkontribusi namun
tidak kunjung dipromosikan; itu tidak berarti perusahaan meremehkan
anda. Sebab, posisi yang lebih tinggi tidak selalu ada. Dan kalaupun
posisi itu ada, tidak mungkin cukup untuk semua. Belum tentu pula
kita adalah orang yang cocok untuk jabatan itu. Misalnya, jika kita
seorang salesman yang hebat; yang selalu bisa menutup target dengan
memuaskan. Apakah itu berarti bahwa kita, harus dipromosikan menjadi
seorang Sales Manager?

Lagi pula, hal terpenting yang perlu kita pikirkan bukanlah
perlakuan perusahaan kepada kita, melainkan seberapa tinggi
kemampuan kita dalam berkontribusi. Selama kontribusi kita tinggi,
nilai kita tinggi. Dan setiap perusahaan bagus; sangat ingin
mempekerjakan orang-orang bagus, yang bernilai tinggi.

Jika saat ini anda sudah bekerja diperusahaan yang hebat, maka
memiliki nilai yang tinggi akan memastikan bahwa anda; ada didalam
peta strategi bisnis perusahaan itu. Artinya apa? Artinya, anda akan
selalu diterima untuk tetap berada dalam gerbong bisnis perusahaan.


Catatan Kaki:
Kadang-kadang, nilai seseorang tidak terasa ketika dia ada. Tetapi,
ketika orang itu pergi, kita merasakan ada yang kurang. Itulah cara
sederhana untuk menilai; apakah seseorang mempunyai arti penting
bagi perusahaan atau tidak. Jadilah orang yang penting itu. Maka
tidak peduli apapun jabatan anda, pastilah anda menjadi aset penting
bagi organisasi.





http://www.dadangkadarusman. com/

Cara Untuk Maju

Apa pun yang terjadi, akan selalu ada cara untuk maju. Ingatlah itu selagi anda menerima setiap kejadian dan setiap perkembangan baru.

Anda selalu dapat menemukan jalur positif dari setiap kondisi. Dalam berbagai situasi, akan selalu ada kesempatan untuk menciptakan keberhasilan dan merasakan kepuasan.

Berterima kasihlah dengan tulus untuk setiap pengalaman yang anda dapatkan. Karena setiap pengalaman tersebut penuh terisi dengan kemungkinan- kemungkinan yang nyata.

Rasa terima kasih anda akan membuat anda melihat yang terbaik dari kemungkinan- kemungkinan tersebut. Harapan anda untuk menemukan cara terbaik untuk maju akan membuat anda mulai maju dengan penuh kepastian.

Ada banyak yang bisa kita dapatkan dengan perencanaan dan persiapan, dengan mengantisipasi terhadap apa yang paling mungkin akan terjadi dan dengan bersiap-siap menghadapinya. Namun tidak ada alasan untuk menjadi lumpuh ketakutan atau khawatir, karena anda telah memiliki apa yang dibutuhkan untuk mengatasi, bahkan hambatan yang paling tidak diduga.

Ketahuilah, bahwa apa pun yang akan mendatangi anda, akan selalu ada cara untuk maju. Percaya pada diri anda untuk menemukan cara itu, dan bawalah diri anda ke puncak gunung yang luar biasa pemandangannya.

Berani Bekerja Tidak Sesuai Pendidikan

Menjalankan pekerjaan yang tidak sesuai pendidikan? Kenapa tidak? confused

Di Indonesia, faktor keinginan orang tua berperan sangat besar terhadap jalur pendidikan kita. Sebegitu besarnya, sehingga mereka yang menentukan ke sekolah mana kita seharusnya, jurusan apa yang sebaiknya kita ambil, yang mana yang menurut mereka lebih menjanjikan masa depan, dan lainnya. Sounds familiar? pirate

Kalau itu terjadi pada Anda, tidak perlu berkecil hati! Banyak sekali orang di luar sana yang mengalami hal yang sama. You know, saya juga mengalaminya!bigsmile

Salah orang tua? NO!no Mereka memutuskan berdasarkan peta atau model dunia mereka, yang mana niat mereka adalah baik. Banyak di kita yang sebenarnya setuju dengan pilihan tersebut awalnya, dan hanya setelah melalui berbagai pengalaman dan lebih luas melihat dunia, kita seolah mendapatkan gambaran berbeda. Malah, tidak sedikit yang akhirnya menghabiskan hidupnya tetap menerima keadaan karena merasa tidak punya pilihan, dan mengutuk pilihan orang tuanya tersebut.yikes

Kita akan sampai pada titik di mana kita berkata: cukup sudah! sing I've had it! Saya tidak mencintai pekerjaan saya ini! Saya ingin pekerjaan yang benar-benar saya cintai! Pertanyaannya, apakah yang harus kita lakukan? Ada yang saat ini sedang bekerja sesuai disiplin ilmunya, dan tidak menyukainya, sehingga meninggalkannya akan terasa berat karena alasan ekonomi.

Coba ikuti tip berikut:cool

Pertama, apabila Anda sedang bekerja, tidak perlu meninggalkan pekerjaan Anda. Tetap tekuni pekerjaan. Di saat luang, rebutlah credential di bidang yang disukai, misalnya dengan meraih sertifikasi di bidang itu, ikut kursus, kuliah malam, dan sejenisnya.


[/ALIGN] Kedua, sementara tetap bekerja, carilah pekerjaan di bidang yang disukai, sebagai pekerjaan part time. Apabila tidak tersedia yang mau menerima Anda secara profesional, terlibatlah di organisasi sosial yang menyediakan kesempatan bagi Anda untuk berkarya di bidang tersebut. INGAT: tujuan Anda adalah merebut credential. Tidak masalah apakah itu pekerjaan dimana Anda dibayar atau tidak. Adalah penting untuk bisa menempatkan dalam CV Anda pengalaman di bidang tersebut! Dan kepercayaan diri Anda untuk melamar pekerjaan di bidang tersebut akan terbantu dengan pengalaman Anda ini!

[/ALIGN] Ketiga, libatkan diri Anda dalam komunitas bidang tersebut. Entah milis, klub, dan lain-lain. Tunjukan kemampuan Anda dengan aktif melontarkan berbagai opini, ide, bahkan kritik seputar bidang ini. Aktif sampai orang-orang mempunyai asosiasi yang kuat antara Anda dengan bidang Anda! Di sini, ada peluang untuk mendapatkan beberapa referensi.


[/ALIGN] Selanjutannya, adalah setelah Anda memperoleh kredit yang cukup dari sisi akademisi dan komunitas, jualah diri Anda di internal perusahaan. [/ALIGN]INGAT: cara paling mudah untuk pindah ke bidang yang benar-benar tidak didukung pengalaman cukup adalah secara internal. Apabila image baru Anda cukup kuat, maka secara internal perusahaan pun akan tampak, dan Anda akan sangat bisa dipertimbangkan pada opening berikutnya.

Di awal start impian Anda ini, INGAT untuk HANYA share impian Anda ini ke orang-orang yang Anda tahu akan memberikan dukungan moral kepada Anda! Karena itu sangat dianjurkan bagi Anda untuk mulai melihat sekeliling dan memikirkan apakah Anda di lingkungan yang akan mendukung Anda mencapai impian Anda.

Orang-orang tertentu akan menganggap remeh ide Anda untuk 'berkhianat' ini, dan mungkin mentertawakan Anda! Hanya orang-orang berjiwa besar yang akan berkata bahwa Anda berhak untuk mengejar impian Anda.


[/ALIGN] PERCAYALAH INI: saat Anda benar-benar telah siap, kesempatan akan datang!

Bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan pendidikan? [/ALIGN] Kalau suka, kenapa tidak?yes up

Membicarakan Gaji di Interview


Oleh: Hingdranata Nikolay

Negosiasi gaji konon menjadi momok bagi banyak pencari kerja. Dalam banyak kesempatan, kegagalan interview dipersepsikan karena berhubungan dengan permintaan gaji. Dalam seminar-seminar mengenai karir, saya paling banyak dihadapkan pada pertanyaan 'bagaimana menjawab pertanyaan mengenai permintaan gaji'. Apakah sebegitu sulitnya?

Ya. Bagi beberapa orang. Alasannya adalah kalau menjawab kerendahan, dianggap murahan atau pasaran, dan bahkan takutnya kalau calon perusahaan mengambil keuntungan karena permintaan lebih rendah dari standard mereka. Kalau menjawab ketinggian, takutnya dianggap sombong atau malah takabur, terutama kalau ternyata standard calon perusahaan tidak setinggi yang kita inginkan. Kalau menjawab 'sesuai standard'? Nanti bisa dianggap tidak punya prinsip, tidak memahami 'nilai' sendiri, atau bahkan sangat pasaran karena ribuan kandidat juga bisa menjawab yang sama.

So?
Bagaimana menjawab dengan efektif?

Coba ikuti tips berikut

>>>yes Lakukan survey gaji sampai sejauh yang bisa lakukan. Cek ke teman atau teman dari teman yang mempunyai pekerjaan sejenis di perusahaan yang sejenis. Apabila Anda tidak bisa peroleh data tersebut, alternatif lainnya: pekerjaan lain yang satu level dalam tingkatan korporasinya tapi di perusahaan sejenis, atau pekerjaan sejenis di perusahaan yang berbeda jenis atau skala. INGAT bahwa pekerjaan sejenis di perusahaan sejenis juga belum tentu mewakili nilai sama. Gaji ditentukan oleh 3 faktor: harga pekerjaannya, harga orang yang memegang jabatan atau pekerjaan tersebut, dan harga market. Cari tahu juga apakah gaji tersebut adalah harga pekerjaannya sendiri atau harga pemegang jabatannya.

>>>sherlock Tentukan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) Anda. Pertama, cek diri sendiri dahulu, apakah Anda pindah karena gaji, karir, ketenangan kerja, stabilitas, atau yang lainnya. Kalau Anda pindah bukan karena alasan gaji, maka gaji tidak perlu terlalu difokuskan dalam negosiasi, yang berarti permintaan bisa berkisar dari 0-10% dari gaji sekarang. Seandainya gaji menjadi faktor penting buat Anda dan menjadi motif Anda pindah kerja, maka Anda perlu kombinasi antara peningkatan 10%-25% dari gaji sekarang dengan hasil survey Anda. Seandainya ternyata hasil survey Anda adalah standard di luar sana jauh lebih besar, say 50% dari gaji Anda, bukan berarti Anda bisa langsung nembak. Dan hasil survey yang lebih bisa dipakai adalah harga pekerjaan, bukan harga pemegang jabatannya. INGAT satu aturan main: persepsi perusahaan mengenai tingkat kemampuan Anda termasuk dari seberapa tinggi gaji Anda sekarang. Jadi mereka bisa jadi melihat Anda sebagai seseorang yang coba 'untung-untungan' meminta gaji lebih. Efektifnya, adalah WIN-WIN. Anda bisa menembak nilai tengah dari range 10%-50%, atau sekitar 30%-35%. Inilah adalah tipikal cara Anda menentukan BATNA, tentukan harga yang hendak Anda minta, tentukan bottom line Anda apabila terjadi negosiasi, dan stick to it. Yang berarti Anda bisa dengan percaya diri meminta, dan berani walk away apabila tidak sesuai dengan permitaan Anda. CATAT, hanya apabila Anda maju dengan BATNA, pewawancara Anda akan melihat, mendengar, dan merasakan PD Anda!

>>>cheers Setelah BATNA Anda ditentukan, sampaikan pada saat interview. Nah, ada sebuah tip bagus pada saat menjawab pertanyaan :[/ALIGN]" Berapa gaji yang Anda minta ??" So simple, tapi tidak banyak yang tahu. You see, rahasianya bukan di angkanya, tapi kalimat yang membungkus permintaan Anda tersebut. Beginilah kalimat yang biasa saya ucapkan [/ALIGN]"Saya akan sangat senang apabila memperoleh gaji Rp......... Akan tetapi Bapak/Ibu tentu sudah melihat cv saya dan mempunyai gambaran sendiri mengenai nilai yang bisa saya kontribusikan ke perusahaan ini, dan tentunya Bapak/Ibu yang tahu bagaimana kemampuan dan harapan saya bisa cocok dengan standard perusahaan ini, jadi, saya akan sangat senang apabila bisa mendengar juga dari Bapak/Ibu, kira-kira berapa yang ditawarkan ke saya" Packaging ini menunjukkan citra profesional Anda, yang tahu nilai Anda, tapi tetap ingin bisa melihat dan merasakan apakah nilai Anda bisa sesuai dengan persepsi nilai perusahaan, baik terhadap pekerjaan yang Anda lamar maupun terhadap Anda sebagai kandidat pemegang jabatan tersebut.

>>>jester[/ALIGN] PENTING: Apabila pertanyaan tentang gaji ini muncul terlalu awal, ada baiknya Anda tidak langsung menjawab. Kalau ini terjadi, Anda justru mempunyai kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan citra profesional Anda! Yang bisa Anda lakukan adalah berucap seperti "Apabila Bapak/Ibu tidak berkeberatan, saya ingin tahu lebih jauh dahulu tentang peran dan tanggung jawab pekerjaan ini sebelum saya menjawab pertanyaan ini. Saya belum mendapat atau merasakan gambaran utuhnya"

Semoga bermanfaat !!![/ALIGN][/COLOR]
doh rip furious
penguin penguin penguin penguin penguin

HANYA sebuaH INSPIRASI

“When your dreams turn to dust, vacuum”

awww smilebigsmileawww
Kapan terakhir kali impian Anda hancur berkeping-keping? devil

Kapan terakhir kali Anda melihat harapan Anda menjadi debu?

Sesuai anjuran di atas, daripada kita berlama-lama meratapi dan bermandi debu, yang malah bisa membawa masalah lain, sedotlah debu tersebut dengan vacuum cleaner!
Get over it! Move on!
cat
Ini sama seperti anjuran bijak klasik yang mengatakan persoalannya bukan apakah kita jatuh atau tidak, tapi seberapa lama kita berada di bawah.:detective:

Kalau kita mau melihat ke belakang kita mungkin sudah tidak bisa menghitung lagi berapa kali impian kita hancur saking banyaknya, dan setiap kali pula kita seolah sudah tahu bahwa meratapi kegagalan tersebut tidak berguna. troll

Pertanyaannya bukan apakah kita boleh meratapi atau tidak, karena kekesalan, kekecewaan, kemarahan, kesedihan, dan sejenisnya, adalah alami.

Pertanyaannya adalah seberapa lama kita akan membawa impian yang hancur ini menjadi bagian dari hidup kita, untuk kemudian kita lahirkan menjadi ketidakpercayaan diri, dendam, sakit hati, stress, depresi berkepanjangan, dan lain-lain.

Mekanisme pertahanan tubuh kita seolah sudah diprogram, bahwa ketika sebuah masalah besar datang, kita akan menghadapi 2 situasi: kita mati, atau bertambah kuat.

Jadi kalau impian kita yang sekarang mati dan kita tidak mati bersamanya, maka hanya kemungkinan kedua yang eksis, yakni kita bertambah kuat.

Untuk direnungkan: berapa lama kita MEMILIH untuk meratapi impian kita yang telah jadi debu?



wizard “It's not that I'm so smart, it's just that I stay with problems longer” cat
smurf party :clown:

Kita mungkin sudah sangat sering mendengarkan kisah-kisah heroik mengenai para tokoh yang dengan gagahnya bisa melewati berbagai hambatan atau masa-masa sulit, dan pada akhirnya bisa berseru kegirangan dalam kesuksesan mereka.

Sure, itu kisah-kisah yang luar biasa, karena itu pula beberapa dari kita juga berpendapat bahwa itu terjadi kerena para tokoh itu orang luar biasa dan mereka hanya biasa saja.

Kembali lagi, saya mau mengajak sahabat sekalian untuk melihat kembali ke belakang sejenak.

Ada PR di masa sekolah yang dengan sedikit atau banyak paksaan, melalui godaan ngantuk, TV, main, dll, kita akhirnya bisa selesaikan dan dapat nilai yang lebih baik.

Ada pekerjaan yang dengan sedikit lebih banyak paksaan, melalui keletihan fisik dan mental, terselesaikan juga, bahkan kadang menghasilkan sesuatu yang luar biasa, bahkan kadang kita sendiri bertanya “Bagaimana saya bisa melakukan ini?”

Ada situasi, yang dengan sedikit lebih banyak usaha untuk mengontrol emosi, bisa lebih kondusif, dan kita juga berkata “untung tadi saya tahan emosi saya”

Atau saat kita berada di ujian dalam hubungan kita dengan lawan jenis, dan saat dengan sedikit usaha ekstra melalui masalah tersebut, kita hari ini bisa mempertahankan hubungan tersebut.

Kita akan menemukan beberapa, mungkin juga banyak bukti bahwa dengan bertahan dalam masalah kita bisa meraih kemenangan yang lebih manis.

Seperti kata Einstein di atas, seberapa lama kita bersedia MEMILIH untuk bertahan dan menghadapi masalah?wizard

Seberapa besar usaha ekstra yang ingin kita keluarkan?wizard

Seberapa berharga hasil yang ingin kita peroleh sehingga kita MEMILIH akan bertahan seberapa lamapun dalam masalah tersebut?awww

yes yes smurf smurf smurf party :clown: wizard
wizard di kutip : ahttp://www.inspirasiindonesia.com/

Mengkonfigurasi DHCP Server

artikel ini saya kutip dari blog tetangga:D ,...... maklum sering lupa bigsmile
buat teman2 klu ada masukan boleh dong dikasih komentnya bigsmile

DHCP atau Dynamic Host Configuration Protocol, merupakan salah satu mekanisme pemberian IP pada komputer host atau client secara otomatis. Mekanismenya adalah menggantikan peran administrator jaringan dalam, terutama saat memasukkan IP Address di setiap komputer Client.

Prinsip kerjasanya kurang lebih adalah sebagai berikut, pada saat Server DHCP aktif, maka server DHCP menyediakan range IP pada kelas tertentu, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh admin. Kemudian, pada saat komputer client yang terhubung ke jaringan aktif, sistem operasi akan mencari ke DHCP server, apakah ada IP yang bisa direservasi. Jika ada, maka Server DHCP akan memberikan IPtersebut.

Pada DHCP, lama waktu IP yang diberikan pada setiap komputer bisa dibuat dinamis, artinya setelah pada waktu tertentu, maka IP yang ada pada komputer client akan habis masa penggunaannya. Ini disebut lease IP. Ada juga yang sifatnya, IP tersebut tetap berada di komputer client, selama kartu jaringannya tidak rusak tentunya.

Berikut adalah konfigurasi DHCP server di linux. Distro yang digunakan adalah Fedora Core 4. Untuk mengkonfigurasinya, dibutuhkan priveledge tertinggi, yaitu root.

#rpm -qa | grep dhcp
dhcpv6_client-0.10-13
dhcp-3.0.2-12
setelah terinstall, DHCP server memberikan contoh konfigurasi dhcpd.conf, filenya dapat kita liat dan kopi di /usr/share/doc/dhcp-3.0.2/dhcpd.conf.sample
berikut adalah contoh script dhcpd.conf:

ddns-update-style interim;
ignore client-updates;
#definisi subnet
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
option routers 192.168.1.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;
option domain-name”jakarta”;
option domain-name-servers 192.168.1.3;

# ini buat tamu , jadi mereka tinggal colok kabel aja
range dynamic-bootp 192.168.1.30 192.168.1.35;
default-lease-time 21600;
max-lease-time 43200;

# yang ini buat komputer-komputer yang ada di kantor, jadi walaupun di pindah-pindah IP nya tetep

#=====================================
#Host Team Alpha
#=====================================
#1. komputer nanang

host nanang {
hardware ethernet 00:02:a5:2f:c5:5b;
fixed-address 192.168.1.6;
}

#2. komputer wildan

host wildan {
hardware ethernet 00:e0:4c:d3:66:7e;
fixed-address 192.168.1.7;
}

#3. komputer syaiful

host syaiful {
hardware ethernet 20:04:12:30:31:7A;
fixed-address 192.168.1.8;
}

#4. komputer gian

host gian {
hardware ethernet 00:50:8b:fe:f5:50;
fixed-address 192.168.1.9;}

#5 komputer hikmat

host hikmat {
hardware ethernet 00:11:2f:c7:e0:b1;
fixed-address 192.168.1.10;
}

#6 komputer ismail

host ismail {
hardware ethernet 00:14:2a:04:d9:d1;
fixed-address 192.168.1.11;
}

#7

host agunglaptop {
hardware ethernet 00:0a:e4:03:3f:ae;
fixed-address 192.168.1.12;
}

#8

host it-engineer {
hardware ethernet 00:e0:4c:e0:1e:88;
fixed-address 192.168.1.13;
}

#9

host sapuademo {
hardware ethernet 00:0a:e4:12:c7:60;
fixed-address 192.168.1.14;
}

#10

host marketing {
hardware ethernet 00:c0:9f:c4:60:12;
fixed-address 192.168.1.15;
}

#11

host agung-laptop {
hardware ethernet 00:04:23:7d:f7:8b;
fixed-address 192.168.1.20;
}

#12

host marketing-laptop {
hardware ethernet 00:14:a4:27:7d:a1;
fixed-address 192.168.1.21;
}

#13

host pipit-laptop {
hardware ethernet 00:17:42:03:f3:f6;
fixed-address 192.168.1.22;
}

# alokasi IP address untuk server/ perangkat sapua
#13 Wireless Lan IP

host sapua {
hardware ethernet 00:90:4c:91:00:01;
fixed-address 192.168.1.2;
}

#14 Server dummy sapua

host server.sapua {
hardware ethernet 00:E0:4C:44:D4:56;
fixed-address 192.168.1.3;
}

}

nah setelah konfigurasi selesai, aktifkan daemon dhcp
# /etc/init.d/dhcpd start
Memulai dhcpd: [ OK ]

Untuk Melihat, apakah konfigurasi kita berjasil atau tidak, dhcpd mencatat list client yang mendapat reservasi IP dari server, filenya bisa kita lihat di :
/var/lib/dhcp/dhcpd.leases
berikut contoh isi filenya :
[root@b6-uninet-personal-106-142 ~]# more /var/lib/dhcp/dhcpd.leases
# All times in this file are in UTC (GMT), not your local timezone. This is
# not a bug, so please don’t ask about it. There is no portable way to
# store leases in the local timezone, so please don’t request this as a
# feature. If this is inconvenient or confusing to you, we sincerely
# apologize. Seriously, though - don’t ask.
# The format of this file is documented in the dhcpd.leases(5) manual page.
# This lease file was written by isc-dhcp-V3.0.2

lease 192.168.1.31 {
starts 1 2006/09/11 09:05:21;
ends 1 2006/09/11 15:05:21;
tstp 1 2006/09/11 15:05:21;
binding state free;
hardware ethernet 00:0d:5e:22:2b:1f;
uid “010015^\”+37″;
}
lease 192.168.1.34 {
starts 2 2006/09/12 02:40:22;
ends 2 2006/09/12 08:40:22;
tstp 2 2006/09/12 08:40:22;
binding state active;
next binding state free;
hardware ethernet 00:00:00:00:00:00;
uid “01000000000000″;
client-hostname “marketing”;
}

sekian … coffee penguin penguin penguin penguin smurf smurf

SUKSES PERLU PROSES

doh
Untuk mencapai kesuksesan tidak ada yang instan, semua dilakukan melalui proses. Dari proses itulah, seseorang dapat belajar semua yang telah dilakukan untuk mencapai keberhasilan yang dicita-citakan.flirt
Kesuksesan adalah holistik, keksuksesan tidak identik dengan kekayaan. Kesuksesan itu lebih dari sekedar kaya harta namun juga mencakup mentalistik, spiritual dan emotional.
Didalam dunia finansial pengertian sukses itu berbeda. Dalam dunia finansial untuk mencapai kesuksesan harus ditarget, dari penawaran dan penjualan produk, penghasilan dari penjualan, target limit waktu penjualan dan deadline. Sukses butuh proses dan tidak bisa instan.
Bagaimana mengubah mindset setiap orang untuk sukses
mindset adalah kunci menuju sukses. Jika ingin perubahan menjadi permanen, perubahan harus berada di bawah pikiran bawah sadar. zzz
Semua perbuatan dilakukan karena mindset, 12% perbuatan dikendalikan oleh pikiran sadar dan 88% di kendalikan oleh pikiran bawah sadar. Biasanya kita tidak pernah mengontrol pikiran bawah sadar. Kita melakukan kebiasaan sehari-hari yang dikendalikan oleh pikiran bawah sadar yang menentukan operasional otak. devil
Bagaimana menggunakan pikiran bawah sadar yang prosentasenya kecil untuk mencapai kesuksesan, Pikiran bawah sadar yang dikendalikan oleh otak kanan, tidak membutuhkan pendidikan, pikiran ini lebih mengarah pada imajinasi, visualisasi, berbeda dengan pikiran sadar mengarah pada logika, thinking. jika sudah mengalami kegagalan jangan pernah berfikiran untuk terulang karena akan menyebabkan traumatik, yang dapat mempengaruhi setiap pengambilan keputusan.
Awizard Harga kesuksesan dibayar dengan bekerja keras.
Dan setelah sukses hidupnya menjadi lebih santai.
Sementara kegagalan dapat menyebabkan penderitaan dan trauma berkepanjangan, Kita harus sadar,
setiap orang adalah sama, ketika dilahirkan dalam keadaan sama-sama telanjang. kemudian kita sendiri yang menentukan bagaimana menggunakan waktu, memilih teman, pasangan hidup, pekerjaan, supaya bisa bermakna dalam hidup kita.
Jadi untuk membuktikan apakah yang anda lakukan itu akan sukses apa tidak .. beri kesempatan untuk pembuktiannya, jangan menghakimi bahwa diri anda sudah gagal tapi anda belum melakukan proses dari kesuksesan itu sendiri
selamat menjalani proses untuk kesuksesan
Tak peduli berbagai ujian, cobaan, halangan, dan tantangan yang menghadang, jika kita punya satu nilai dalam keyakinan dalam diri, bahwa sukses adalah hak saya, maka jalan kesuksesan pasti akan selalu terbuka.. devil devil
Karena itu, seberat apa pun perjuangan yang kita lakukan, seganas apa pun padang gurun yang kita harus lewati, setinggi apa pun gunung yang akan kita daki, seluas apa pun samudra yang kita seberangi, tetaplah pelihara semangat �Success is my right!�. Tanamkan dalam diri, dan teruslah bekerja keras untuk mewujudkan semua mimpi. Harta tak ternilai itu ada dalam diri Anda. Perjuangkan!!!

yes yesjester king queen doh
February 2012
M T W T F S S
January 2012March 2012
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29