Skip navigation.

Tiada siapa yang paling pandai dan paling bodoh di dunia ini karena setiap yang pandai itu boleh menjadi bodoh dan setiap yang bodoh itu boleh menjadi pandai

Hidup biarlah berbakti, walaupun tidak dipuji

Tips Awet Muda

,

Setiap manusia yang lahir di dunia pasti mengalami siklus seperti ini: tumbuh, besar, dewasa, menua, dan akhirnya mati. Hanya saja, di antara kita sering terlontar pertanyaan, "Mengapa sih seseorang menjadi awet muda, sedangkan yang lain tampak menua dengan lebih cepat?"

Tips yang saya tulis di bawah ini berdasarkan pengalaman pribadi (umur saya memang 32 tahun, tapi banyak yang menyangka lulusan SMA), dengan cara mempraktekkan berbagai macam tips tentang awet muda yang pernah saya temukan. Sedikit gambaran, sebelum menemukan berbagai tips awet muda tersebut, dulu waktu SMA wajah saya justru tampak sangat tua...berbeda dengan sekarang yang tampak lebih muda.

Di bawah ini ada beberapa hal yang setahu saya sangat berhasil dalam memeningkatkan prestasi saya selama ini (dari tampak tua, menajdi terlihat awet muda) :

1. Matikan lampu sewaktu tidur malam. Mengapa? Dalam kegelapan, tubuh manusia mengeluarkan sejenis hormon yang membantu sel-sel tubuh memperbaiki dirinya dengan baik. Hormon ini tidak akan dikeluarkan/ diproduksi oleh tubuh kita dalam keadaan terang. Dengan demikian, bila kita tidur dalam keadaan terang benderang, hilang sudah kesempatan tubuh kita untuk memperbaiki dirinya dengan baik bukan? Bila hal ini berlangsung terus, tubuh kita menjadi lebih cepat tua.

2. Konsumsilah vitamin dengan cukup, misalnya vitamin A dan E, penting untuk pembentukan epitel kulit dan rambut. Vitamin B, penting untuk membantu mencerna zat-zat makanan agar dapat digunakan tubuh dengan baik. Vitamin C, sangat baik untuk menjaga keutuhan dinding kapiler/ pembuluh darah, sehingga zat gizi dapat tersalurkan dengan baik melalui pembuluh darah tanpa terbuang gara2 pembuluh darahnya bocor. Vitamin C juga membantu menyeimbangkan kadar kalsium darah, sehingga tidak perlu diambilkan dari tulang (yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekeroposan tulang).

3. Seimbangkan antara konsumsi lemak, karbohidrat, protein, dan mineral bukan menahan diri salah satu, sementara berlebihan mengkonsumsi yang lain. Mengapa? karena semua bahan makanan tadi sama2 diperlukan tubuh kita dalam keadaan seimbang.

4. Minumlah dengan cukup. Kurang minum dapat menyebabkan kulit cepat keriput dan metabolisme tubuh secara keseluruhan menjadi kacau. Kekacauan metabolisme dalam jangka panjang dapat mempercepat penuaan.

5. Lakukan olahraga dengan cukup, yaitu minimal 1 kali seminggu, maksimal 5 kali seminggu. Saya sendiri rutin melakukan jogging setidaknya 2 kali seminggu masing-masing 2-10 km, sit-up 3 kali seminggu masing2 105 yang saya bagi menjadi 3 set. Olahraga berat (lebih dari 5 jam sehari) selama lebih dari 3 kali seminggu malah membuat kita jadi lebih cepat tua.

6. Biasakan diri bernafas dengan lebih dalam, sekitar 5 detik menghirup nafas dan 5 detik menghembuskan nafas. Bernafas lebih dalam dapat memaksimalkan penyerapan O2 (syarat penting terjadinya aktivitas sel) di satu sisi, dan memaksimalkan pembuangan CO2(sampah aktivitas sel yang harus dibuang oleh tubuh kita) di sisi lain.

7. Gunakan pembersih badan yang ramah di kulit, terutama muka. Tanda pembersih badan yang tidak ramah adalah terasa agak panas di kulit sewaktu digunakan. Khusus muka, paling tidak oleskan krim muka sebelum pergi ke tempat yang terpapar terik matahari. Bila Anda juga rutin membersihkan muka dengan pembersih khusus muka sebelum tidur, itu lebih baik.

8. Hidup memang penuh dengan kesulitan. Dengan membiasakan diri mengambil hikmah (sisi positif) dari kesulitan hidup, akan menciptakan perasaan ringan di dalam hati yang dalam jangka panjang sangat membantu membuat kita awet muda.

9. Biasakan gaya hidup sederhana. Maksudnya, bila pendapatan Anda hanya Rp 1 juta/ bulan, jalankan hidup Anda dengan pengeluaran maksimal Rp 1 juta - X (X adalah tabungan, walaupun hanya Rp 20.000/ bulan). Bila ingin mencoba gaya hidup lebih mewah, naikkan dulu pendapatan Anda. Karena bila Anda memaksakan gaya hidup lebih mewah, sementara pendapatan Anda tetap, ujung2nya akan membuat utang Anda membengkak. Padahal kita tahu bersama bahwa semakin besar utang seseorang, semakin mudah Ia mengalami tekanan mental/ stress (ada kenalan saya yang memiliki utang sekian milyar, keluar masuk perawatan rumah sakit setidaknya 6 bulan sekali, padahal usianya belum mencapai 50 tahun). Kabar buruknya, tapi nyata, semakin sering seseorang stress, semakin capat tualah Ia.

10. Biasakan mengambil jalan kebaikan, karena jalan kebaikan akan menentramkan hati, sementara jalan kejahatan mendatangkan berbagai macam kecemasan mulai dari yang ringan sampai dengan yang berat, tergantung seberapa besar kejahatan yang tega Anda lakukan. Banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa ketentraman hati dapat membuat kita awet muda, sedangkan kecemasan mempercepat proses penuaan.

Setidaknya itulah hal-hal dasar yang rutin saya lakukan sehingga saya menjadi tampak muda saat ini (padahal dulu tampak tua).


Sumber: www.dechacare.com

Manfaat Jeruk Bali

,

Jeruk bali bermanfaat bagi kesehatan. Kandungan pektinnya lebih banyak dibandingkan dengan jeruk jenis lain. Pektin inilah yang dipercaya mampu menurunkan kolesterol sekaligus mengurangi risiko sakit jantung.

Hampir semua orang kenal jeruk bali. Rasa dan bentuknya khas.. Kulitnya sering dimanfaatkan anak-anak di pedesaan sebagai bahan baku mobil-mobilan.

Daging buahnya yang segar dan banyak mengandung air, bisa langsung dimakan setelah dikupas atau sebagai campuran salad maupun rujak.

Buahnya yang berwarna putih dapat dijadikan manisan setelah dibuang bagian kulit luarnya yang banyak mengandung kelenjar minyak. Di Vietnam, bunganya yang harum digunakan untuk membuat parfum. Bukan hanya itu, kayunya juga sering dimanfaatkan untuk gagang perkakas alat dapur.

Jeruk bali bermanfaat menurunkan kolesterol dan melawan penyakit jantung. Kenyataan tersebut diungkapkan peneliti asal Israel seperti yang dirilis di berbagai situs kesehatan dunia.

Penelitian tersebut melibatkan 57 orang dengan kadar kolesterol tinggi dan baru menjalani operasi bypass pembuluh darah koroner. Kandungan lemak yang sangat tinggi menyebabkan tubuh pasien kebal terhadap obat-obatan yang biasa dipakai untuk menurunkan kadar kolesterol.

Pasien-pasien tersebut kemudian dibedakan menjadi tiga kelompok.


* Kelompok pertama diberi hidangan jeruk bali dengan daging buah berwarna merah selama 30 hari berturut-turut.

* Kelompok kedua diberi jeruk bali warna putih.

* Kelompok terakhir tidak diberi jeruk bali sama sekali.


Hasilnya, pasien kelompok pertama dan kedua sama-sama mengalami penurunan lemak darah, sedangkan pasien di kelompok terakhir tidak mengalami perubahan apa pun. Diketahui pula bahwa jeruk bali merah diyakini lebih efektif menurunkan kadar lemak, khususnya trigliserida.

Kandungan likopen jeruk bali berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Menurut para peneliti, daging buah segar maupun jusnya memiliki manfaat yang sama. Temuan-temuan ini dilaporkan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Antibakteri

Para ahli dari Universitas Jagiellonian, Polandia, menemukan, ekstrak jeruk bali mengandung antibakteri dan antioksidan yang bisa "menenangkan" sistem getah perut untuk membantu proses penyembuhan. Dr. Thomas Brzozowski, ketua penelitian, menyarankan agar para penderita tukak lambung memasukkan jeruk ke dalam diet mereka meski secara alamiah mengandung asam.

Selama ini penderita luka lambung diminta tidak memasukkan jeruk ke dalam diet mereka, tetapi penelitian ini justru menyarankan sebaliknya. Ekstraknya diyakini bisa mengurangi kadar enzim COX-1 dan COX-2 yang ada dalam obat-obatan.
Kondisi ini memainkan peran utama dalam upaya penyembuhan lambung. Para peneliti yakin ekstrak jeruk bali mampu menyatu dengan kedua enzim itu dalam proses penyembuhah lambung.

Tak hanya bermanfaat menjaga kesehatan jantung dan lambung, jeruk bali juga baik untuk kesehatan gusi karena kadar vitamin C-nya tinggi. Hal ini diungkapkan Peneliti di Universitas Friedrich Schiller, Jerman, yang menemukan kaitan kesehatan gusi pada mereka yang banyak mengonsumsi jeruk bali.

Penelitian melibatkan 58 responden yang mengalami kerusakan gusi yang cukup parah. Kenyataannya, jeruk bali membawa dampak positif setelah dikonsumsi setiap hari selama sekitar dua minggu. Bahkan, dampak positif itu juga berlaku bagi perokok maupun bukan perokok. Seperti diketahui merokok adalah salah satu penyebab utama kerusakan gusi..

Manfaat lain jeruk bali, yakni membersihkan sel darah merah yang telah tua didalam tubuh dan menormalkan hematokrit (persentase sel darah per volume darah). Sekaligus sebagai sumber antioksidan penangkal kanker.

Jus Paling Favorit

Selain dikonsumsi segar, jeruk bali sering diolah dalam bentuk jus. Saat membuat jus, Anda dapat mencampur jeruk bali dengan bahan atau buah lainnya, sehingga rasanya jadi lebih nikmat.

Berikut contoh meramu jeruk bali yang baik untuk kesehatan:

Sumber vitamin C dan penurun kolesterol
Konsumsi dua "siung" (helai dalam buah) jeruk bali ukuran sedang setiap hari untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Minuman antioksidan dan antikanker
Ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya. Masukkan ke dalam blender, tambahkan air secukupnya. Dapat juga ditambahkan satu sedok madu dan buah lainnya seperti mangga atau pir.
Cara lain, ambil satu buah jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas dan dibuang isinya, dan 1 cm jahe kupas. Masukkan seluruh bahan tersebut ke blender dengan ditambah sedikit air.

Manisan
Potong-potong daging kulit jeruk bali (kulit luarnya dibuang) berbentuk juring, rebus dengan api kecil selama 60 menit. Buang air rebusannya, tiriskan, lalu timbang. Siapkan gula pasir sama beratnya dengan berat kulit jeruk yang telah direbus.
Taruh kulit jeruk rebus dalam panci, bubuhi air hingga terendam seluruhnya, tambahkan gula pasir. Rebus di atas api kecil sambil sesekali diaduk sampai menjadi sirop pekat. Angkat, biarkan kulit jeruk tetap terendam dalam sirop semalaman.
Esoknya, masak lagi di atas api kecil hingga sirop gula hampir habis. Keluarkan kulit jeruk dari sirop, hamparkan di atas nyiru, jemur hingga setengah kering. Potong-potong kecil panjang, masukkan ke dalam wadah tertutup. Agar tahan lama (1 bulan), simpan dalam lemari es.

Selain disantap sebagai kudapan, manisan kulit, jeruk bali bisa dicampurkan ke dalam adonan cake, terutama untuk menggantikan manisan sukade atau kulit jeruk parut. Manisan kulit jeruk yang dicampur manisan kering buah-buahan akan memperkaya cita rasa fruitcake.

Campuran salad buah
Siapkan 200 gram pepaya, 200 gram apel, 200 gram nanas, 200 gram melon (semuanya dipotong dadu), dan jeruk bali ukuran sedang yang telah dikupas, dibuang isinya, dan dipotong-potong sesuai selera. Tambahkan stroberi dan kiwi untuk hiasan.
Siapkan juga bahan dressing, campuran alpukat yang telah diblender halus dengan mayones. Tambahkan empat sendok madu, kocok dengan mikser sampai rata, beri air secukupnya, lalu aduk rata. Bahan buah segar diatur dalam mangkuk atau piring, kemudian disiram dengan dressing.

Kandungan Jeruk Bali

Likopen
Kandungan likopen pada jeruk bali cukup tinggi, yaitu 350 mikrogram per 100 gram daging buah. Jika bersinergi dengan betakaroten (provitamin A) yang banyak terdapat pada jeruk bali, likopen bisa berperan sebagai antioksidan.

Pektin
Jeruk bali mengandung pektin jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya setelah dijus. Satu porsi jus jeruk bali mengandung lebih dari 3,9 persen pektin. Setiap 15 gram pektin dapat menurunkan 10 persen tingkat kolesterol. Berarti jeruk bali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Zat aktif pembersih darah
Jeruk bali dipercaya mengandung zat aktif yang dapat membersihkan sel darah merah yang telah tua di dalam tubuh dan menormalkan hematokrit, yaitu persentase sel darah per volume darah. Tingkat hematokrit normal pada wanita adalah 37-47 persen, sedangkan laki-laki 40-54 persen. Rendahnya hematokrit akan menyebabkan anemia, tetapi jika sangat tinggi dapat memicu penyakit jantung karena darah jadi mengental.

Kalium
Jeruk bali (gravefruit) merupakan sumber kalium, vitamin A (440 IU), bioflavonoid, dan likopen (350 ug/100g). Hasil penelitian, jeruk bali termasuk antikanker yang sekaligus menyehatkan prostat.

Vitamin C
Seperti jeruk lain, jeruk bali adalah sumber vitamin C (350 mikrogram per 100 gram daging jeruk). Vitamin C sangat baik sebagai sumber antioksidan.

Perokok dianjurkan untuk mengosumsi jeruk bali dua "siung" (helai dalam buah) setiap hari. Peningkatan kadar vitamin C di dalam darah mampu memperbaiki jaringan yang rusak, bahkan kanker, akibat tidak stabilnya molekul radikal bebas karena rokok dan polusi udara.

Sumber: www.dechacare.com
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31