Ryalist One

Fakhriy Putra Yulianto

Subscribe to RSS feed

rumah ini masih bisa dibuka... smile

Long Time No Post

Setelah sekian lama, akhirnya ada juga kesempatan posting tulisanku lagi. Sebenarnya, kadang - kadang kangen juga nge-blog di myo tapi seiring mendunianya twitter dan facebook, myo semakin sepi (atau aku yang jarang kemari ya?? bigsmile ). Sekarang aku lagi di warnet di sekitar wilayah Bambu Apus, Jakarta Timur. Ternyata warnetnya rame banget! Yang punya usaha warnet pasti seneng banget warnetnya rame tapi aku melihatnya hampir miris. Why? Yah, 90 % pengunjung adalah anak - anak usia 9 - 12 tahun lagi nge-game online. Kemajuan teknologi telah membawa mereka dalam pergaulan dan kehidupan serba cyber. Tak ada lagi petak umpet pada hari minggu pagi begini. Tak ada lagi mainan di sawah. Tak ada lagi membuat mobil - mobilan dari pelepah pisang. Tak ada lagi permainan yang mengusung jiwa sosial dan kesetiakawanan. Semua serba elektronik yang menghasilkan permainan yang mengusung jiwa persaingan antar individu. Kadang bertanya : dimana orang tua mereka? apakah tidak ada yang mengkhawatirkan keberadaan mereka? Atau orang tua mereka sudah kewalahan dengan kebiasaan mereka? entahlah ... sungguh sedih melihat realita ini ...

Saat ini aku sedang menunggu. Menunggu isteriku yang sedang ada kegiatan dengan teman - temannya membahas beberapa permasalahan pelajaran kuliahnya. Aku sendiri merasa jenuh harus menunggu lama. Jadi aku putuskan untuk menghampiri warnet terdekat dan mencoba menulis sesuatu meskipun it sounds bad.

Hari minggu seharusnya menjadi hari - hari yang menyenangkan bersama anakku, Fakhriy. Namun, terkadang kita harus mengorbankan banyak hal demi kepentingan kita yang lain. Maafkan ayah dan bunda ya, nak... We always love you ...

Gedung Pelni Terbakar

, ,

Gedung Pelni di Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat terbakar.
Kejadian ini berlangsung pada pukul 10.30 WIB pada hari Jum'at, 6 Agustus 2010.
Kebakaran ini menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan Angkasa.

Markus masuk Islam

Markus terdiam dalam lamunan. Setelah sekian lama dia berbuat kejahatan, mulai dari mafia hukum, mafia pajak, sampe akhirnya dia di penjara selama 5 tahun.
Hari ini dia baru saja keluar dr LP dan memikirkan masa depannya yang suram. Sejenak terbesit dlm hatinya ingin membersihkan diri. Dia berinisiatif untuk masuk Islam karena memang dr dulu dia punya keinginan tersebut.
Singkat cerita, Markus pergi ke rumah seorang ustadz untuk belajar dan bertanya tanya tentang agama Islam.

Markus : "ustadz, saya ingin belajar agama islam. Bisakah anda menerangkannya kepada saya?"
Ustadz : "Oo bisa. Apakah kamu siap?"
Markus : "saya akan mencoba."
Ustadz : "Baik. Dalam Islam, ada 5 perkara. Perkara yang pertama ... "
Markus : "Maaf pak ustadz, saya ga jd masuk Islam..! "
Ustadz : "Hlo?! Kenapa?!"
Markus : "Gimana 5 perkara? 1 perkara aja saya habis 400 juta itu juga masih di penjara, apalagi 5 perkara pak ustadz?"
Ustadz : "$¥€%§# dasar Markus!"

Pemanja Lidah

, ,

pizza Pictures, Images and Photos

Diera yang serba instan dan agak "luar negeri" sekarang ini, masyarakat kita banyak dipenuhi minat untuk dapat merasakan sensasi "luar negeri" itu. Salah satunya adalah makanan. Makanan yang berbau "luar negeri" semakin hari semakin laris di negeri ini. no Mereka betul - betul memanfaatkan media sebagai alat ampuh untuk menarik minat konsumen. KFC (Kentucky Fried Chicken), AW, Pizza Hut, Hoka Hoka Bento, dan lainnya adalah contoh nyata di masyarakat perkotaan. Padahal, makanan khas nusantara yang mempunyai rasa yang tak kalah eksotis : pedas dan gurih, juga memberikan kesan "mak nyus" dilidah. up yes

Tapi, gapapalah ... klo sesekali kita mencicipi makanan khas dari budaya luar negeri asalkan tidak merendahkan budaya kuliner bangsa yang kita cintai ini. idea Salah satu yang bisa kita nikmati adalah Pizza. :cook: Makanan khas dari Italia ini bisa disebut sebagai makanan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk 1 (satu) loyang Pizza bisa diperkirakan harganya Rp. 100.000,-. Nah, bagi temen2 yang ingin mencobanya, silakan datang ke Pizza Hut atau Papa Rons. Namun, bagi temen2 yang ga punya duit gimana??

Saya ada solusi ... silakan masak sendiri. Saya punya resep bagaimana membuat pizza sendiri. Dijamin ga kalah enak dengan yang dijual di toko. Asalkan masaknya dengan takaran yang pas dan untuk isinya juga menunjang makanan jadi lebih enak dimakan. :cook: :cook:

Berikut adalah resep cara membuat pizza :

TEPUNG TERIGU 1/2 KG
TELUR 1 BUTIR
GULA 1 ONS
MENTEGA 1/2 ONS
VERMIPAN 1 1/2 SENDOK MAKAN
GARAM 1/2 SENDOK TEH
SUSU BUBUK 2 SENDOK MAKAN
AIR ES 250 cc

Campurkan gula, vermipan, garam, susu bubuk dengan tepung terigu. Aduk hingga tercampur rata. Masukkan telur dan mentega ke dalam campuran tepung. Masukkan air es sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk hingga kalis. Jika adonan sudah kalis, bentuk bulat - bulat dan taburkan tepung di bagian atasnya. Diamkan adonan dan tutup dengan plastik hingga mengembang. Tunggu hingga 15 - 30 menit. Setelah adonan mengembang, bentuk adonan menjadi lingkaran ceper dan taburkan sosis, kornet, keju, potongan wortel, atau apapun yang bisa dijadikan hiasan pada bagian atas adonan pizza (sesuai selera).

Setelah siap, masukkan adonan ke dalam oven dengan suhu panas kurang lebih 150 - 180 derajat celsius selama kurang lebih 15 - 20 menit. Keluarkan, lapisi adonan pizza yang sudah matang dengan saus tomat atau saus sambal (sesuai selera). Jangan lupa taburkan parutan keju biar lebih mantap ... ! up

Selamat mencoba ya?

Saya udah nyoba dan untuk ukuran 500 gram tepung terigu itu bisa jadi 4 loyang pizza ...
susah juga sich ngabisinnya ... yah, lumayan buat nyenengin tetangga dengan pizza buatan kita. bigsmile






The Greatest of Allah

, ,

As a Muslim, I have to believe that everything on this earth is Allah’s. The creatures on the sky until on the earth (also between them) are because of Allah’s love for human beings, not looking at the background of cultures, beliefs, finance, politics, or ethnics. The fresh air that we breathe everyday so we can use our brain normally is His Kindness. Plants growing around the world, cloud and rain, sun and moon, stars or rainbow, show the great of Allah.



Allah does not show His Existence physically because Allah does not want to be referred with His creatures like human beings, plants, animals, sun, moon, stars, etc. Allah comes closer to us with his clues in this world. We can feel and look His Great by taking attention to, for instance, animals around us like bee or ant. How can they have a small body like that? They breathe like human beings. They eat something to make their body strong and alive. It is because Allah keeps them with His Power. Many creatures in this earth show to us how creative idea to make all things in this world different! Have you ever thought that how many people live in this world? The process of pregnancies is almost same but the result of born is surely different! Everyone has a different genetic. No one in this world has a same finger print. It is why police department always use finger print to identify crime cases.

I have read Al – Qur’an that Allah says it is wrong if we think that stones, mountain, or everything in this world quite in their place, doing nothing. Actually, they speak with their language to praise Allah every time. I have proved this truth. I found a plant with the letters of Allah in Arabic (4JJl) laying down on it.


(take a pose with Mrs. Yayuk behind me; sesaat setelah kutemukan pohon tersebut)

It was Friday morning on April 9th, 2010 when I was in the park of Susan Spa, Bandungan, Semarang. I really enjoyed the fresh air that morning. My eyes consumed the various colors of plants around this park and suddenly I was being surprised to know there was a small snail lying on the plant that I did not know the name. It had hard leaf I think with thorns every side. Something that make me surprised was I look the snail taking a rest after eating the upper skin of the plant with the letters of Allah (4JJl). I observed this leaf thoroughly and I decided to announce my friends to look this leaf. They said like what I think. The small snail proved that it also praised Allah every time and the plant was sincere its body and skin to be drawn with the holy word of Allah. They praised the greatest name of Allah together.



(the sign that similar with the word of Allah; tulisan yang mirip dengan lafaz Allah)
(the small snail is on the bottom; bekecot kecilnya ada di bawah tuh lagi istirahat)

Macet itu realita identitas Jakarta!

, ,

Jakarta tak pernah lepas dari kemacetan lalu lintas. Mau berangkat dari rumah jam 6 pagi atau jam 10 menjelang siang sama saja tidak ada bedanya sama sekali. Jalanan tetap macet terutama jalur – jalur yang sering dikunjungi orang – orang seperti pasar, mall, stasiun kereta api, terminal bus dan angkutan umum dalam kota, dan tempat keramaian lainnya. Namun, selain faktor tempat – tempat tersebut, penyebab lain yang seringkali menyebabkan penumpukan kendaraan di jalan raya adalah tempat – tempat putaran kendaraan di jalan raya dengan dua jalur, perlintasan kereta api, dan ketidaktaatan para pengguna jalan terhadap rambu – rambu lalu lintas seringkali menyebabkan kemacetan. Contoh nyata adalah para pengemudi angkutan umum dan bus mini yang seringkali berhenti dan menunggu penumpang di sembarang tempat. Belum lagi beberapa pengendara sepeda, pendorong gerobak atau sepeda motor yang seringkali melintasi jalan raya berlawanan arah yang niscaya menyebabkan kemacetan.



Kemacetan memungkinkan terjadinya kesemerawutan dan kecelakaan. Masing – masing pengendara sebisa mungkin berada di depan agar cepat terhindar dari kemacetan yang penuh sesak dengan polusi udara dan kebisingan. Sejengkal aspal adalah kesempatan! Konsekuensinya adalah (terkadang) kecelakaan tidak terhindarkan. Bagi para rider dengan sepeda motor sangat rentan terhadap bahaya kecelakaan karena sepeda motor berbeda dengan mobil yang punya tingkat keseimbangan hampir sempurna. Mengendarai sepeda motor harus berjuang dengan ketidakseimbangan!

Kalau aku sendiri, mengendarai sepeda motor dari Depok Lama, Jawa Barat ke arah Kemayoran, Jakarta Pusat dengan rute perjalanan Jl. Margonda Raya – Lenteng Agung – Tanjung Barat – Pasar Minggu – Kalibata – Pengadegan – Bidara Cina (Otista) – Kampung Melayu – Jatinegara – Salemba – Matraman – Pasar Senin – Kemayoran. Wow … rutenya panjang banget ya? Durasinya kurang lebih 90 menit untuk bisa sampe kantor. Total jarak tempuh kurang lebih 70 kilometer pulang – pergi. Titik macet paling parah adalah (pertama) di pintu masuk jalan raya ke arah Stasiun Kereta Api Depok Lama. Untuk saat ini, karena ada perbaikan jalan di Margonda, sepanjang jalan bisa berpotensi macet (padat merayap). Selain itu, (kedua) putaran Universitas Indonesia (UI) juga seringkali macet. Hampir semua jenis kendaraan mengisi setiap jengkal aspal di sana. (ketiga) sering tapi tak pasti, kemacetan di depan kampus Universitas Pancasila (UP) selalu penuh sesak dengan kendaraan bermotor sampai dengan Stasiun Kereta Api Lenteng Agung! Banyak penyebabnya kemacetan di area ini. Putaran (yang dilintasi kereta api), angkutan umum yang ngetem nunggu penumpang, sampai pejalan kaki yang ingin menyebrang. Yang ini (kempat) selalu dan harus macet : Stasiun Kereta Api Tanjung Barat. Masalahnya adalah putaran yang dilintasi kereta api untuk pengguna jalan yang menuju arah Pasar Rebo atau Kampung Rambutan. Berikut adalah area kemacetan setelahnya yang harus dinikmati dengan penuh kesabaran : Pasar Minggu, Depan Volvo Pasar Minggu, Lampu Merah Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jembatan Ciliwung, Kampung Melayu, Jatinegara, Salemba, Matraman sampai dengan Kemayoran.


(ini dia tungganganku ... Honda Beat!)

Total dari 180 menit perjalanan pulang pergi dari rumah ke kantor, lebih dari 60 menit adalah untuk mengisi kemacetan! Bila dikalkulasi dalam seminggu saya kerja 5 hari. Itu artinya 300 menit per minggu waktu saya ada di jalanan Jakarta dan 1.200 menit per bulan atau 14.400 menit/240 jam/10 hari dalam setahun. Sungguh waktu yang tidak sedikit untuk sebuah pengabdian terhadap pekerjaan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keluarga dan Negara.

Jakarta menurut sebuah survey akan mengalami kemacetan total pada tahun 2014 karena tingkat penjualan kendaraan bermotor yang terus meningkat secara signifikan tetapi tidak diiringi oleh pelebaran jalan raya. Justru yang terjadi adalah penyempitan jalan raya untuk akses jalur TransJakarta Busway. Belum lagi kegagalan pemerintah dalam membangun jalur monorail. Yah, Jakarta adalah Jakarta. Akan terus begini sebagai identitas sebuah kota metropolitan dan aku akan terus ada di jalanan Jakarta sampai pensiun nanti. Insya Allah.

Gayus refers to Dirjen Pajak ???

,

Polemik pencitraan karakter akhir – akhir ini seringkali dimuat di media massa, baik itu dalam konteks media cetak maupun elektronik. Pencitraan bagi public figure (pejabat negara, selebritis, maupun institusi) sangatlah penting karena dapat membangun image dan daya tarik.
Yang sempat menjadi ironi bagi bangsa ini adalah permasalahan makelar kasus pajak yang dilakukan oleh beberapa oknum dari pihak kepolisian dan pegawai Dirjen Pajak, Gayus Tambunan. Dengan beredarnya masalah ini, otomatis penilaian masyarakat terhadap institusi Polri dan Kementerian Keuangan, dalam hal ini Dirjen Pajak, menjadi kurang baik. Masyarakat menilai bahwa terlalu banyak makelar yang dapat menyelesaikan masalah hukum di negeri ini. Tingkat kepercayaan menjadi menurun drastis.
Bila melihat realita di masyarakat dimana tergambar jelas ketidakpercayaan kepada institusi tersebut ketika kita berada di jalanan. Bagaimana tidak, seorang kenek angkutan umum seperti Kopaja, Metro Mini, atau Mikrolet jika ada penumpang yang akan berhenti di depan Kantor Dirjen Pajak tidak lagi meneriakan kata “pajak pajak pajak” seperti biasanya tetapi dengan lantang menyerukan “gayus gayus gayus”.



Mereka telah merubah representasi sebuah Kantor Pajak dengan konotasi Gayus yang terkenal karena menggelapkan setoran wajib pajak beberapa perusahaan besar dan menyeret beberapa jenderal dan pejabat teras Polri. Hal ini secara langsung merugikan institusi Dirjen Pajak dari segi pencitraan sehingga timbul pemikiran di masyarakat bahwa semua pegawai pajak laksana seorang Gayus Tambunan.
Peran media dalam permasalahan ini sangat vital karena intensitas pemberitaan yang semakin tinggi sehingga para pemirsa mendapatkan informasi yang dapat menggambarkan keadaan seorang Gayus yang notabene adalah pegawai Dirjen Pajak. Padahal dari sisi hukum, Gayus adalah oknum sehingga bukan institusi yang salah tetapi pribadi dan/atau golongan yang harus ditindak.
Ferdinand de Saussure dalam pemikirannya tentang sebuah konsep (signified) dan representasi dari konsep (signifier) memberikan penjelasan bagaimana otak kita dalam berpikir selalu bersinergi antara signifier dan signified. Keduanya tidak dapat dipisahkan seperti halnya dua sisi mata uang karena keberadaan konsep atau signified tidak akan ada artinya tanpa kehadiran sebuah wujud sebuah pikiran itu sendiri (signifier). Sebagai contoh adalah ketika kita berpikir tentang sebuah konsep desktop atau komputer maka wujudnya dalam sebuah ucapan haruslah berbunyi komputer. Dengan itulah bahasa tercipta dalam sebuah komunitas kemasyarakatan.
Bahasa bersifat arbitrer dimana dalam menentukan bahasa itu dipakai apa tidak harus melalui sebuah proses perundingan dan persetujuan apakah bahasa itu dipakai dalam kehidupan sehari – hari dalam suatu masyarakat. Sebagai contoh, sebuah signifier atau ujaran kata GEDANG tidak selalu harus mempunyai signified berupa PISANG (dalam masyarakat berbahasa Jawa) karena bisa juga dalam pikiran masyarakat Sunda, signifier ini berarti PEPAYA. Untuk itulah bahasa memerlukan kesepakan dalam pemakaiannya.
Kembali ke permasalahan Gayus Tambunan, dalam masyarakat Jakarta, perwujudan sebuah gedung atau kantor Dirjen Pajak (Signifier) selalu dikonsepkan dalam pemikiran (signified) bahwa di sana adalah tempat para pegawai Dirjen Pajak bekerja. Namun, ketika kasus makelar pajak yang menyeret seorang Gayus Tambunan yang dituduh menerima gratifikasi senilai hamper 25 milyar seketika itu pula konsep (signified) masyarakat Indonesia (tidak hanya Jakarta) berubah 180 derajat dimana sebuah wujud (signifier) gedung atau kantor Dirjen Pajak berubahnya signified-nya (konsep dalam pikiran) menjadi Gayus.
Apabila digambarkan dalam sebuah bagan penjelasan pencitraan dalam konteks linguistik ini akan menjadi seperti ini :

SIGNIFIED (KOMPUTER) + SIGNIFIER (KOMPUTER) = KOMPUTER (SECARA FISIK / UJARAN)


SIGNIFIED (GEDANG / JAWA) + SIGNIFIER (PISANG) = PISANG (SERACA FISIK / UJARAN)


SIGNIFIED (GEDANG / SUNDA) + SIGNIFIER (PEPAYA) = PEPAYA (SECARA FISIK / UJARAN)


SIGNIFIED (DIRJEN PAJAK) + SIGNIFIER (PEGAWAI DIRJEN PAJAK) = PEGAWAI DIRJEN PAJAK (SECARA FISIK / UJARAN)


SIGNIFIED (DIRJEN PAJAK) + SIGNIFIER (GAYUS TAMBUNAN) = GAYUS TAMBUNAN/KORUPSI/MAKELAR KASUS


Cap masyarakat terhadap penilaian negatif bagi Dirjen Pajak ini telah melahirkan sebuah representasi baru bagi para pegawai dan juga gedung atau kantor Dirjen Pajak, yaitu kantor yang dihuni oleh para makelar kasus pajak, para koruptor, para orang bohong, para gayus – gayus yang merugikan Negara sehinga masyarakat mulai membuat plesetan slogan Dirjen Pajak yang selalu dielu – elukan di iklan pajak
HARI GINI TIDAK BAYAR PAJAK? APA KATA DUNIA? telah berubah menjadi HARI GINI TIDAK BAYAR PAJAK? APA KATA GAYUS?

Gayus oh Gayus …

MANUSIA HANYA BISA BERENCANA

, ,



Ternyata memang benar adanya klo dalam hidup ini manusia hanya bisa berencana dan tidak berkuasa atas sedikitpun dalam hidup ini. Semuanya adalah kehendah Allah semata. Lunturlah segala kesombongan atas kehebatan dalam diri kita.

Sebenarnya ketika aku nulis ini teringat kejadian kemarin saat aku makan. Ketika makanan di sendok yang siap aku makan dan hanya berjarak kurang lebih 5 centimeter dari mulutku tiba - tiba terjatuh. Sejenak aku berpikir dan merenung. Aku lihatin makanan yang jatuh itu. Aku berpikir bahwa memang manusia hanya bisa berencana dan Allah yang menentukan segalanya.

Seperti halnya makanan yang jatuh tak jauh dari mulutku yang mau mengunyahnya, aku sangat yakin bahwa makanan itu harus aku kunyah dan telan sesuai keinginanku! Aku sangat yakin dengan kekuatan lengan dan jari - jariku memegang sendok! Dan aku sangat yakin makanan itu adalah takdirku! Tapi semuanya hancur berantakan! Tak sedikitpun makanan itu terkunyah.

Belum habis usahaku untuk kembali menikmati makanan itu. Bahkan, makanan yang terjatuh itu sempat aku masukkan kembali ke piring. What a miracle one! makanan itu terjatuh lagi sampai 3 kali! Dan akhirnya aku menyerah untuk memakannya. Hanya niat yang tersisa tanpa bisa merasakan enaknya makanan itu.

Sungguh Allah sangat berkehendak dalam hidup kita. Kita tidak pernah tahu apakah makanan itu terdapat penyakit dan kotoran yang tidak baik untuk tubuh kita. Kita tidak pernah tahu rencana Allah yang ghoib. Terkadang secara sadar kita sering marah dengan rencana yang berantakan. Terkadang kita sering menyalahkan orang lain terhadap kegagalan yang menimpa kita. Terkadang kita merasa tak berguna dengan kegagalan itu. Tapi sesungguhnya Allah Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui dan Dia adalah Dzat yang Mampu Mengurus Semua Mahluknya. Maha Suci Allah dengan Segala Kekuasaannya.

Berbicara mengenai rencana. Beberapa hari yang lalu juga aku sedang menunggu taksi di depan jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat. Rencananya malam itu aku pengen pindahan kos dengan membawa beberapa tas besar. 30 menit menunggu taksi tak kunjung datang. Kebetulan ada yang lewat tapi tidak mau berhenti juga. Aku menggerutu dalam hati. Marah! Menyalahkan isteriku! Menyalahkan waktu dan tempat! Sungguh egois!

Lama aku menunggu, hujan lebatpun datang secara tiba - tiba. Aku urungkan niatku malam itu. Hujan tak kunjung reda sampai pukul 12 malam. Tapi aku masih punya niat untuk pindahan kos karena memang waktu yang terbatas. Tapi apa daya, isteriku tak mahu karena waktu sudah larut malam dan besok harus bekerja. Aku marah dalam hati! Ngedumel! Jengkel! Tapi Allah sekali lagi berencana dalam hidupku. Tak aku sangka, beberapa menit kemudian salah satu temanku, Rudy, menelepon. Dia membawa beberapa pesanan untuk teman2 di kantor dalam mobilnya. Dan aku bercerita tentang rencanaku untuk pindahan. What a surprise! Dia menawarkan mobilnya untuk pindahan esok harinya! Sungguh Allah Maha Berkuasa atas Segala Sesuatu .... Subhanallah ...

***

Aku jadi teringat salah satu ayat Al-Quran dalam surat Al Fath bahwa ketika kita menemukan kemenangan dalam hidup kita, harus segera disadari bahwa itu adalah kehendak dan karunia Allah. Dan Allah mengajarkan pada kita untuk berkata "fasabbih bihamdi robbika was taghfir" atau Sucikanlah Allah dengan menyeru "Subhanallah" dan bersyukurlah bahwa semua itu adalah karunia dari Allah "Alhamdulillah" dan beristighfarlah dengan mengucap "Astaghfirullah" karena sesungguhnya dalam hati ini ada rasa sombong. Sombong terhadap prestasi kerja, kemenangan dalam setiap usaha, kedudukan dan jabatan, harta benda dan keturunan, dan lainnya tentang cerita dunia yang pasti tak nyata ini.

Yah, manusia hanya bisa berencana. Memikirkan strategi untuk mencapai kemenangan. Tapi kita seringkali lupa dan sombong bahwa itu semua adalah atas kebesaran dan kehebatan diri kita. Kita tidak pernah berpikir bahwa Allah berkehendak dalam hidup kita. Semoga Allah senantiasa menjaga hidup kita dari kesia-siaan dan kealpaan untuk senantiasa bertasbih memuji kebesarannya, berterima kasih atas segala nikmat dan karunianya, dan akhirnya kita memohon ampun atas segala kesombongan dan kekhilafan atas perilaku kita di dunia.

My First Job Position

You may have ever been in a new situation that make you confuse. new adaptation always becomes a nightmare. It occured on me when for the first time, I had to move from Kupang to Jakarta for my new staff position in Basarnas, Jakarta. Fortunately, i knew some people and it was not a real obstacle for me but the condition will be different for my wife. She had to adapt with her new situation. I always suggest her to do best as she can.
Sometimes, we feel bored when we are in this condition.