Upgrade Cantenna (antena kaleng) to Wajanbolic
Sunday, 6. April 2008, 00:04:03
Bahan-bahan yang disediakan :
1. Antenna kaleng ---> cara pembuatan ada di blog sebelumnya
klo males nyarinya nih linknya klik aku
2. Wajan aluminium diameter 47 cm ---> beli 42 ribu di pasar
jenis-jenis Konduktor yang baik : [1*]
a. perak 6,1*10^7 siemens/meter
b. tembaga 5,7*10^7 siemens/meter
c. emas 4,1*10^7 siemens/meter
d. aluminium 3,5*10^7 siemens/meter
e. tungsten 1,8*10^7 siemens/meter
f. kuningan 1,1*10^7 siemens/meter
g. besi ~ 10^7 siemens/meter
h. nichrom 10^6 siemens/meter
i. mercury 10^6 siemens/meter
j, grafit 10^5 siemens/meter
bahan alumunium juga sudah lumayan karena urutan ke 4 juga murah harganya
daripada beli perak apalagi emas kemahalan atuh hehehe
3. Kleman ---> buat nambatin ke tiang ,sepasang 5 ribu beli di toko sparepart motor
4. Tukang las ---> karena g ada bahan ngebor m ngelas di kosan dipilihlah tukang las
tuk mendesain wajannya
5. kawat 5 meter ---> per meter seribu
hasil jadinya Pas jalan-jalan ke BEC nanya2 antenna.antenna yagi 18 dB ditawarken
475 an ribu.yang parabolic reflector 24 db 525 an ribu.
mahal buat mahasiswa daripada beli mending buat wajanbolic
gainnya juga lumayan gede:)
Total biaya wajanbolic tanpa konektor = kaleng gratis
(Rp 42000) + Las (Rp 25000) + kawat (Rp 5000) + kleman (Rp 5000) + Selotip (Rp 10000)---> total +/- Rp 89500,00 murah kan
Hitung-hitungan diameter wajan untuk nyari gainnya
dari makalah_wongndeso (linknya ada di Antenna kaleng)
Gain dapat dicari dengan rumus
G = 10 Log eff (0,4) + 20 Log f(Ghz) + 20 Log D(m) + 20,4
dimana eff = effisiensi biasanya 0,4
f = frekuensi dalam Gigahertz
D = diameter wajan dalam meter
untuk D = 29 cm --> G = 13.275 dB (sebelumnya mau beli wajan yang diameternya 30 cm tapi g jadi karena setelah di hitung2 memberikan gain yang kecil
D = 50 cm ---> G = 18,005 dB
D = 60 cm ---> G = 19,6 dB
D = 70 cm ---> G = 20,96 dB
Kesimpulan = semakin besar diameter wajan semakin gede gainnya
Nyari titik fokus F = (D^2)/(16*d)
D = diameter
d = ketingian wajan
F = titik fokus sinyal
karena diameter wajan 47 cm tinggi 14 cm di dapat F ~ 10 cm
Tp pada prakteknya pas pemountingannya dgn cara menggeser kaleng
untuk mendapatkan signal tertinggi di dapat jarak F = 7cm
antenna kaleng
dengan kaleng antenna rata2 bisa didapat 22 - 24 dB
bila dihitung konversi k numerik 10 Log x = 24 , x = 10 ^ 2.4 = 251 kali penguatan
wajanbolic
wajanbolic di dapatkan gain 35 - 38 dB
bandingkan dengan yang 38 dB , 10 ^ 3.8 = 6309 kali penguatan
kemaren di coba juga kabel coaxial tok di naikken ke atas didapatken signal 5 - 7 dB
di kasih antena kaleng ---> 22 - 24 dB
Wajanbolic ----> 35 - 38 dB
kesimpulan ternyata wajanbolic bisa memberikan gain yang lebih tinggi hehehe
dan setelah tanya alias survey ama anak2 kosan umumnya pada bilang koneksi lebih stabil
sayang euy padahal pengen bandingin wajanbolic dengan parabolic reflektor
tapi belum terlaksana ...mungkin ada yang pernah nyoba ditunggu hasilnya
Source : [1] Introduction to RF Propagation John S. Seybold ,ph.D Wiley , om google
thank's to : Pak Onno W Purbo
tomplixsee (salah satu impian kita berhasil terwujud
boneto (thank's kalengnya yak dah mau di korbanin padahal berisi banyak harta benda
alias duit receh (kipli bilang sih hasil ngamens)hehehe)
crutz_ao (dah nemanin muter2 and bantu2 in)
menus (yang ngajak me ke dayeuhkolot buat beli wajan)
bayu (buat dokumentasinya keren euy tp sayang potona dasarnya biru hehehe upgrade dong
kamera yang bagus biar bisa poto-poto bareng
akillers 179 (kipli,roba,riski,yunan,sumanto,dwi,arif,stone,yasir)
moga-moga bermanfaat
CMIIW








