Pengen Ngoceh

Subscribe to RSS feed

iPod + iPhone + iPad + iMac = iWant smile

ijinkan aku jail

ga tau kenapa temen-temen gue sering manggil gue dengan sebutan si tukang jail berdarah dingin, katanya sih kalo gue udah ngejailin orang muka gue tetep keliatan polos kayak bubur sumsum, padahal faktanya muka gue rame kayak malam bertaburan bintang penuh dengan jerawat

Read more...

aku kepada tuhan

pagi ini selesai shalat subuh berjamaah aku merasa tingkat kegantenganku naik 70%.. haha, begitulah perasaan yang timbul jika orang yang jarang shalat subuh berjama'ah lalu sewaktu-waktu berjama'ah. seperti orang yang jarang puasa sunnat lalu sewaktu-waktu puasa sunnat pasti deh muncul perasaan menjadi finalis mahluk paling shaleh seindonesia.

hemm, di satu sisi senyum penuh syukur karena atas izin-NYA aku bisa beribadah di pagi buta ini. namun di satu sisi aku juga malu karena akhir-akhir ini hubunganku dengan tuhan tidak terjalin baik, perintah-perintahnya sering ku abaikan, larangan-larangannya sering ku langgar, nikmatnya sering ku kufuri, kalau berdo'a maunya dikirimkan segunung emas padahal nikmat sehat selama ini lebih berharga dari segunung emas. bahkan kalau saja ganjaran ibadah dan dosaku dikontankan di dunia ini tentunya dari dulu aku sudah terdegradasi dari muka bumi ini karena dosaku lebih banyak dari ibadahku.

harapanku pagi ini dan seterusnya, aku ingin Engkau selalu membimbingku kejalan yang benar, ke jalan yang bisa mendekatkanku kepada surga, baik itu ucapan maupun perbuatan. aku ingin engkau selalu menjadikan diriku orang yang condong kepada kebaikan dan jauh dari keburukan tentang apa yang ku ketahui maupun tak ku ketahui. dan aku tak ingin dosa-dosaku terbawa kepada kehidupan setelah matiku ya tuhan, ampunilah segala dosaku karena tanpa ampunanmu aku adalah orang yang merugi, matikan aku dalam keadaan khusnul khotimah ya allah, wahai dzat yang maha mengasih lagi maha penyayang. amin..

hari ke - 25 menganggur

yahh, inilah hari ke-25 eksistensiku di dunia pengangguran, lagu "bruno mars - lazy song" sepertinya yang paling pas menjadi sound track untuk kehidupanku hari ini. tak ada niat hari ini untuk melamar kerja, entah mengapa kasurku yang tidak begitu empuk ini lebih terasa kuat memelukku pagi ini. selain itu karena aku juga sudah mulai merasa bosan karena lamaranku yang sudah mencapai puluhan ku kirim ke sana ke mari itu belum ada satu pun yang berhasil memikat orang yang berada di suatu tempat di ujung dunia sana yang berada di bagian HRD. #eaaa

dalam keadan leyeh-leyeh di kasur aku pun sedikit menyesali keputusanku 26 hari yang lalu untuk berhenti bekerja di indomaret dengan alasan sering pulang larut malam yang padahal aku di gaji lebih untuk itu. hemmm, ternyata benar kata temanku, kalau mencari kerja lagi itu susah, mungkin waktu itu aku sedang beruntung saja begitu lulus sekolah menerima ijazah lalu melamar ke indomaret langsung diterima kerja. tapi yah sudahlah waktu memang tak bisa diulang.

setelah sekian lama tiduran dikasur rasanya jenuh juga, ku lanjutkan pergi ke ruang tengah untuk menonton tv seakan lupa pada lagu anak-anak yang mengisahkan panduan beraktivitas setelah tidur, begini nih penggalan liriknya : "bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa.. blablabla.."

Read more...

SEJUTA KEKAGUMAN PADA SANG IBU

apabila membicarakan sosok perempuan yang mengagumkan, maka tidak akan lepas dari kata ibu. sosok manusia hebat yang yang selama sembilan bulan telah memangku beban yang tak ringan di dalam perutnya semata-mata hanya untuk menunggu kelahiran sang anak. sampai pada saatnya tiba ia pun rela berkorban antara hidup dan mati menahan sakit dalam proses melahirkan. tapi alangkah tulusnya, sang ibu pun tersenyum tat kala mendengar tangisan sang anak seakan lupa bahwa beberapa saat yang lalu ia merasakan sakit yang sangat hebat.

kehebatannya tak sebatas itu, dengan kedua tangannya ia mampu mengasuh anak sekaligus menyelesaikan pekerjaan rumahnya tanpa lelah. terkadang ia pun harus membantu perekonomian keluarga dengan memproduksi sesuatu yang dapat menghasilkan rupiah dengan keterampilannya. dan dengan kedua tangan itu pula pelukannya mampu mendamaikan hati sang anak dan menghilangkan lelah sang suami.

sungguh ketulusan yang tiada bandingannya, sang ibu selalu menjadikan dirinya yang terakhir dalam keluarga, memastikan terlebih dahulu anak-anaknya telah makan, memastikan suaminya telah tidur terlelap, memastikan tak ada pintu yang lupa tak dikunci, dan kerap kali sang ibu lah yang setia menunggu membukakan pintu saat suaminya pulang larut malam dari rutinitasnya bekerja. sungguh kasih sayang dan ketulusan yang tiada bandingan dan tak akan pernah terbalaskan oh,, IBU.