Welcomè To the show

Subscribe to RSS feed

semuanya takan ku sia2kan lagi,,,

Catatan NACKULA SI MANTAN PENDETA

Ramadhan
Hampir Berlalu

Ramadhan hampir
meninggalkan kita dan
tiada tersisa daripadanya
melainkan sedikit saja
Berbahagialah orang-
orang yang telah berbuat kebaikan dan menutupnya dengan sempurna.

Adapun orang-orang yang telah menyia-nyiakannya
maka berusahalah untuk menutupnya dengan kebaikan pula, karena yang dinilai dari amal adalah penutupnya.

Hati orang-orang
yang bertakwa selalu
merasakan kerinduan
kepada bulan Ramadhan ini dan merasakan kepedihan yang sangat apabila harus berpisah
darinya. Bagaimana
mungkin seorang mukmin tidak menangis ketika
berpisah dengannya,

padahal dia tidak
mengetahui apakah bisa bertemu lagi dengannya atau tidak?,

apakah masih ada umur untuk kembali
bertemu dengannya?.Ramadhan
Hampir Berlalu

Ramadhan hampir
meninggalkan kita dan
tiada tersisa daripadanya
melainkan sedikit saja
Berbahagialah orang-
orang yang telah berbuat kebaikan dan menutupnya dengan sempurna.

Adapun orang-orang yang telah menyia-nyiakannya
maka berusahalah untuk menutupnya dengan kebaikan pula, karena yang dinilai dari amal adalah penutupnya.

Hati orang-orang
yang bertakwa selalu
merasakan kerinduan
kepada bulan Ramadhan ini dan merasakan kepedihan yang sangat apabila harus berpisah
darinya. Bagaimana
mungkin seorang mukmin tidak menangis ketika
berpisah dengannya,

padahal dia tidak
mengetahui apakah bisa bertemu lagi dengannya atau tidak?,

apakah masih ada umur untuk kembali
bertemu dengannya?.
























.: Al Khilafah :.: 75 Persen Penduduk tak Percaya Partai Politik

takdirku hanya padaMU
ALLAH azza wa jalla
mohon doanya!

SEANDAINYA INDONESIA MENGGUNAKAN SISTEM SYARI'AH ISLAM

islam

coba dulu! Baru koment.

PROSES TERJADINYA BUMI

Proses terjadinya BUMI.....
Berdasarkan penelitian para ahli, kejadian alam
semesta dan terbentuknya tata surya diawali dari
suatu dentuman dahsyat (big bang). Setelah
bahan alam semesta meledak, menyebarlah
serpihan debu dan awan hidrogen. Hasil ledakan
yang berupa debu dan awan hidrogen tersebut
membentuk bintang-bintang. Matahari
merupakan salah satu bintan ang berasal dari
awan hidrogen di ruang angkasa. Gaya gravitasi
antar molekul mengakibatkan gerakan memutar,
bagian pusat menjadi matahari, sedangkan
gumpalan-gumpalan lainnya menjadi planet-
planet. Ketika daya pancar matahari membesar,
selubung gas pada planet terdekat dari matahari
tersapu bersih, yaitu Merkurius dan Venus. Planet
bumi yang pada urutan ketiga merupakn jarak
yang ideal dalam pemadatan menjadi planet dan
atmosfer masih tertahan melapisi planet bumi.
Dalam proses berikutnya, lapisan atmosfer bumi
mengalami kondensasi yang mengakibatkan
turun hujan di permukaan bumi.
Kondisi bumi pada awal proses pembentukannya
(sekitar 4,7 milyar tahun yang lalu) sangat
berbeda dengan kondisi sekarang. Pada saat itu,
bahan bumi masih homogen atau seragam, yaitu
tanpa benua dan samudra. Unsur yang ada di
dalamnya terdiri atas silikon, oksida besi,
magnesium, dan sebagian kecil berupa unsur
kimia lainnya.
Pada awal pembentukannya seluruh bagian
planet bumi relatif dingin. Lama kelamaan
meningkat suhunya menjadi seperti saat ini.
Sejumlah ahli memberikan penjelasan dengan
mengajukan tiga faktor yang menyebabkan
naiknya suhu bumi, yaitu karena adanya proses
yang dinamakan akresi, kompresi, dan
disintegrasi atau penguraian unsur-unsur
radioaktif.
Akresi adalah penambahan panas karena bumi
duhujani atau dihantam oleh benda-benda
angkasa. Energi dari benda-benda tersebut
berubah menjadi panas. Sebagai gambaran, tiap
5 ton berat benda diangkasa yang menghantam
bumi dengan kecepatan 30 km/detik mampu
memberikan energi yang sama dengan ledakan
nuklir sebesar 1000 ton.
Faktor kedua yang menyebabkan naiknya suhu
bumi adalah kompresi atau semakin
memadatnya bumi karena gaya gravitasi. Bagian
dalam bumi menerima tekanan yang lebih besar
dibanding bagian luarnya, sehingga pada bagian
dalam bumi suhunya menjadi lebih panas
daripada bagian luarnya. Tingginya suhu pada
bagian dalam atau inti bumi, mengakibatkan
unsur besi menjadi cair sehingga inti bumi
merupakan cairan.
Faktor ketiga adalah disintegrasi atau penguraian
unsur-unsur radioaktif seperti uranium, thorium,
dan potasium. Jumlah unsur-unsur tersebut
sebenarnya relatif kecil dapat meningkatkan suhu
bumi. Atom-atom dari unsur tersebut secara
spontan terurai dan mengeluarkan partikel-partikel
atom yang berubah menjadi unsur lain. Partikel-
partikel tersebut diserap oleh batuan disekitarnya.
Secara singkat, proses pembentukan bumi
terbagi menjadi 3 tahap, yaitu sebagai berikut :
 Tahap pada saat bumi marupakan planet yang
homogen atau belum terjadi diferensiasi dan
zonafikasi.
 Proses diferensiasi atau pemilahan, yaitu ketika
material besi yang lebih berat tenggelam menuju
pusat bumi dan material yang lebih ringan
bergerak ke permukaan. Pada tahap ini, bumi
tidak lagi homogen, tetapi terdiri atas 2 bagian,
yaitu material yang lebih berat (besi) di pusat
bumi dan material yang lebih ringan di baian
yang lebih luar.
 Proses zonafikasi, tahap dimana bumi terbagi
menjadi beberapa zona atau lapisan, yaitu inti besi
yang padat, inti besi cair, mantel bagian bawah,
zona transisi, astenosfer yang cair dan litosfer
yang terdiri atas kerak benua dan kerak samudra.
Pelapisan bumi yang tersusun sedemikian rupa,
yaitu bagian terluar dari lapisan bumi keras dan
yang ada di bagian bawah relatif cair. Hal ini
menjadi bahan kajian para ahli. Permukaan bumi
yang tampak diam sejak jaman dahulu telah
mengalami perjalanan atau pergeseran yang
jauh. Diantara orang yang mengajukan gagasan
bahwa permukaan bumi mengalami pergeseran,
yaitu Antonio Snidar-Pellegrini yang mengamati
bahwa benua-benua, terutama Afrika dan
Amerika Selatan merupakan benua yang pernah
bersatu. Jika keduanya disambungkan, akan pas
sesamanya.
Selanjutnya, Wegener mengembangkan teori ini
dan memperagakan pergeseran benua. Pada
mulanya di permukaan bumi hanya ada satu
benua yaitu Pangea dengan satu samudra, yaitu
Tethys. Pada jaman trias akhir Pangea mengalami
perpecahan menjadi 2 benua besar yang disebut
Gondwana dan Laurasia. Pada jaman karbon
sekitar 65 juta tahun yang lalu pemisahan benua
sudah tampak seperti sekarang tetapi daratan
india belum bersatu dengan asia.