Skip navigation

Sign up | Lost password? | Help

Free Energy Indonesia

Catatan teknologi tepat guna

Memperpanjang umur aki atau baterai dengan Radiant charger.

Radiant charger adalah pengisi baterai dengan arus berbeda dari listrik biasa. Saat suatu kumparan yang sedang dialiri arus diputus listriknya, dari kumparan akan timbul listrik imbas yang mengalir dengan arah kebalikan dari arah arus semula. Arus ini mempunyai sifat berbeda dari listrik biasa. Bila arus ini dialirkan ke baterai maka baterai akan terisi dengan lebih sempurna dan mempunyai umur lebih panjang. Pada beberapa kasus, baterai yang mati akan bisa dihidupkan kembali dengan arus ini.

Keterangan tentang pengalaman para pemakai bisa dilihat pada link dibawah ini:
http://www.r-charge.com/

Saat listrik diputus kumparan menjadi sumber energi, dimana voltase dari arus ini ditentukan oleh tahanan dari beban dan kumparan itu sendiri. Berdasarkan Peter Lindemann, ini disebut dengan coil collapse durrent. Bila tahanan tidak ada, maka arus akan mengalir ke rangkaian sehingga dapat merusak transistor atau IC karena keduanya mempunyai ketahanan voltase yang rendah. Kasus yang sama terjadi bila listrik yang menghubungkan audio ke speaker putus mendadak. Karena speaker menggunakan kumparan, saat arus diputus speaker akan menghasilkan tegangan. Tegangan balik ini dapat merusak audio bila tidak ada proteksi.

Secara standar peralatan listrik yang menggunakan kumparan dengan power yang besar selalu ditambahkan dengan dioda yang terpasang paralel dengan arah berlawanan dengan arah arus. Sehingga saat arus diputus arus akan dinetralisir dengan mengalir kembali ke kumparan.

Penggunaan arus radiant untuk mengisi baterai mempunyai kelebihan:
- masa pengisian yang jauh lebih cepat
- voltase pengisian lebih tinggi, dapat meningkatkan hingga 15%
- arus yang terisi akan lebih banyak
- memperpanjang umur baterai


Cara pemanfaatan arus ini bermacam - macam. Pemanfaatan arus ini diperkenalkan oleh John Bedini. Yang membuat replika untuk perkenalan alat ini pertama kali adalah anak 9 tahun untuk pembuatan tugas sekolah. Alat yang dibuat anak kecil ini membuat para guru menjadi takjub karena alat dapat berputar terus menerus tanpa banyak mengurangi kekuatan dari baterai.

Ada beberapa cara untuk menghasilkan arus ini. Cara yang barusan umum disebut dengan Bedini School Girl. Cara pembuatan dapat dilihat di:
http://www.icehouse.net/john34/kron.html
http://www.icehouse.net/john34/bedinibearden.html



Variasi yang lain adalah dengan transistor:



Joule Thief:



Dinamakan joule thief karena rangkaian ini dapat dimodifikasi sehingga mampu menyalakan ratusan LED atau beberapa lampu neon dengan menggunakan satu baterai kecil saja!


Sedang rangkaian yang saya gunakan sebagai berikut:


Rangkaian ini bisa mencharge batere NiMh 2500mAh atau NiCd 1000mAh dalam satu jam tanpa baterai menjadi panas sama sekali. Aki kering 12V 7Ah akan dicharge dalam waktu 6 jam.

Transistor KSC5027 diambil dari power supply komputer. Bisa diganti dengan 2N3055, TIP3055 atau transistor kecepatan tinggi seperti TT2188, atau silahkan pakai yang ada di power supply komputer yang rusak. Memakai dua transistor untuk memperkuat signal dari IC NE555.

Bila anda berminat untuk membuat rangkaian di atas, selalu cek suhu transistor. Bila transistor suhunya meningkat hingga seperti setrika, segera matikan rangkaian sebelum transistornya rusak. Beri pendingin atau kipas. Bila benar maka rangkaian dapat digunakan 24 jam tanpa rusak.

Saya telah membuat beberapa video yang menunjukkan prinsip dasar kerja arus radian ini di youtube:
http://www.youtube.com/sucahyovideo


Keterangan asli dari John Bedini tentang arus radiant, pada prinsipnya transistor dan IC tidak akan panas dan baterai akan terisi dengan sendirinya walau setelah kabel pengisian dilepas:
http://www.icehouse.net/john1/intro.html

An answer to David Thomson
David this is great stuff and I admire your work, but the dipole we are talking about are two different things. first of all the math does not apply since their are no equations for it. The math of today's scientist only runs you around in equation after equation, "just like Tesla said". All are electrical equations are only designed to burn energy in current. I understand the The Casimir effect, but this does not have anything to do with the charge of a magnetic moment. this does not take any high voltage since the stress field is always there. Our circuits are designed to split the magnetic moment before it becomes magnetic, this is where the radiant comes from. If we go back to Tesla and what he was doing in the end we find out he was studying through small experiments how this Radiant gas behaved, and what shapes it worked best with. His work with different lattice was very detailed and this is where The Casimir effect comes into play. As for the Radiant work their only three patents by Tesla which discusses anything, and no math. The only thing we have to use at this time is VQ without the I (current) but it should be Vr =Q ( voltage from the split Radiant = Charge) The only other factor is TIME to get the Vr. If a long time is required to collect charge in this split then C (capacitor) should be very small so that the highest V (voltage) is obtained. If the Vr is very quick in splitting this magnetic moment then C can be very big. Also frequency of this magnetic moment is very important. You must release the Radiant voltage into a radiant current de-void of any electrons. So what is charging the batteries in My system is pure Radiant Current. This means that since their is no electrons to pile up on the Ions of the battery nothing can move, this forces the Ions to change their state and they move on their own, this is nothing more then a impedance shift, if you have a low impedance in the battery you have real power, if you have high impedance in the battery you have nothing. Nature takes time to move at her own rate, so the battery may take a long time to charge but charge it will with a different form of energy. This brings me to a different point, That all that is driving the switching solid state wise is a difference in potential across the battery inverted. This then means that the whole flow theory is out the window, meaning that the semiconductors are working on potential charge de-void of electrons so their is no heat generated in the semiconductor. As for the battery it fill's in it's own electrons. I must say that Tesla was right.
John Bedini


Answer Two
David and Darren
First of all with all due respect and admiration for your work, I must still state that My work has nothing to do with "Strong Charge", or Resonance in our circuits. My work is based on real working models, and these real working models are saying something much different than what the equations are saying. My magnetic moment is based on what is occurring in the front end circuit before the normal current builds up, and then to capture the radiant voltage and then split this voltage into a current de-void of electrons to charge the batteries. So here we differ again I'm not looking for electrons to power anything, in your model you can not get away from the electrons. My models are telling me that the equations must be revised to work properly with My model. I not only have one model that is working I have 30 that do the same thing plus the solid state models. Radiant energy goes away when electrons enter the picture. Read very carefully what Tesla said about the power stations when they were DC powered, I think you will catch it. I have never seen anybody that did science right do the equations before they had a working model on the bench. Also it's not "Professional" to speak of another fellow scientists working in the field as regurgitated Bearden concepts, when nobody has check the references to find out if he is right. I have worked with Tom Bearden for 30 +years and those theories come from my bench models that are working. Now others are getting to first base and soon they will be on third base, soon you will see these machines powering loads and charging their own batteries, then where will all the math models sit? If my patents were understood it would be found out that the Mono Pole motor is not a Motor, it is a mechanical Radiant oscillator with a one to one transformer inductively triggered. being a one to one transformer you can not get more out then you put in, unless something else is flowing through it, it does not fit the math models, so this washes the forward converter theory down the drain. I say this, if I take your model and understand it correctly, everybody should have their lights burning right now! What bench model do you have running on this theory? I say these things to you with all do respect for your hard work.
John Bedini


Semoga berguna

Memperpanjang umur aki atau baterai dengan Radiant charger.

Radiant charger adalah pengisi baterai dengan arus berbeda dari listrik biasa. Saat suatu kumparan yang sedang dialiri arus diputus listriknya, dari kumparan akan timbul listrik imbas yang mengalir dengan arah kebalikan dari arah arus semula. Arus ini mempunyai sifat berbeda dari listrik biasa. Bila arus ini dialirkan ke baterai maka baterai akan terisi dengan lebih sempurna dan mempunyai umur lebih panjang. Pada beberapa kasus, baterai yang mati akan bisa dihidupkan kembali dengan arus ini.

Keterangan tentang pengalaman para pemakai bisa dilihat pada link dibawah ini:
http://www.r-charge.com/

Saat listrik diputus kumparan menjadi sumber energi, dimana voltase dari arus ini ditentukan oleh tahanan dari beban dan kumparan itu sendiri. Berdasarkan Peter Lindemann, ini disebut dengan coil collapse durrent. Bila tahanan tidak ada, maka arus akan mengalir ke rangkaian sehingga dapat merusak transistor atau IC karena keduanya mempunyai ketahanan voltase yang rendah. Kasus yang sama terjadi bila listrik yang menghubungkan audio ke speaker putus mendadak. Karena speaker menggunakan kumparan, saat arus diputus speaker akan menghasilkan tegangan. Tegangan balik ini dapat merusak audio bila tidak ada proteksi.

Secara standar peralatan listrik yang menggunakan kumparan dengan power yang besar selalu ditambahkan dengan dioda yang terpasang paralel dengan arah berlawanan dengan arah arus. Sehingga saat arus diputus arus akan dinetralisir dengan mengalir kembali ke kumparan.

Penggunaan arus radiant untuk mengisi baterai mempunyai kelebihan:
- masa pengisian yang jauh lebih cepat
- voltase pengisian lebih tinggi, dapat meningkatkan hingga 15%
- arus yang terisi akan lebih banyak
- memperpanjang umur baterai


Cara pemanfaatan arus ini bermacam - macam. Pemanfaatan arus ini diperkenalkan oleh John Bedini. Yang membuat replika untuk perkenalan alat ini pertama kali adalah anak 9 tahun untuk pembuatan tugas sekolah. Alat yang dibuat anak kecil ini membuat para guru menjadi takjub karena alat dapat berputar terus menerus tanpa banyak mengurangi kekuatan dari baterai.

Ada beberapa cara untuk menghasilkan arus ini. Cara yang barusan umum disebut dengan Bedini School Girl. Cara pembuatan dapat dilihat di:
http://www.icehouse.net/john34/kron.html
http://www.icehouse.net/john34/bedinibearden.html



Variasi yang lain adalah dengan transistor:



Joule Thief:



Dinamakan joule thief karena rangkaian ini dapat dimodifikasi sehingga mampu menyalakan ratusan LED atau beberapa lampu neon dengan menggunakan satu baterai kecil saja!


Sedang rangkaian yang saya gunakan sebagai berikut:


Rangkaian ini bisa mencharge batere NiMh 2500mAh atau NiCd 1000mAh dalam satu jam tanpa baterai menjadi panas sama sekali. Aki kering 12V 7Ah akan dicharge dalam waktu 6 jam.

Transistor KSC5027 diambil dari power supply komputer. Bisa diganti dengan 2N3055, TIP3055 atau transistor kecepatan tinggi seperti TT2188, atau silahkan pakai yang ada di power supply komputer yang rusak. Memakai dua transistor untuk memperkuat signal dari IC NE555.

Bila anda berminat untuk membuat rangkaian di atas, selalu cek suhu transistor. Bila transistor suhunya meningkat hingga seperti setrika, segera matikan rangkaian sebelum transistornya rusak. Beri pendingin atau kipas. Bila benar maka rangkaian dapat digunakan 24 jam tanpa rusak.

Saya telah membuat beberapa video yang menunjukkan prinsip dasar kerja arus radian ini di youtube:
http://www.youtube.com/sucahyovideo


Keterangan asli dari John Bedini tentang arus radiant, pada prinsipnya transistor dan IC tidak akan panas dan baterai akan terisi dengan sendirinya walau setelah kabel pengisian dilepas:
http://www.icehouse.net/john1/intro.html

An answer to David Thomson
David this is great stuff and I admire your work, but the dipole we are talking about are two different things. first of all the math does not apply since their are no equations for it. The math of today's scientist only runs you around in equation after equation, "just like Tesla said". All are electrical equations are only designed to burn energy in current. I understand the The Casimir effect, but this does not have anything to do with the charge of a magnetic moment. this does not take any high voltage since the stress field is always there. Our circuits are designed to split the magnetic moment before it becomes magnetic, this is where the radiant comes from. If we go back to Tesla and what he was doing in the end we find out he was studying through small experiments how this Radiant gas behaved, and what shapes it worked best with. His work with different lattice was very detailed and this is where The Casimir effect comes into play. As for the Radiant work their only three patents by Tesla which discusses anything, and no math. The only thing we have to use at this time is VQ without the I (current) but it should be Vr =Q ( voltage from the split Radiant = Charge) The only other factor is TIME to get the Vr. If a long time is required to collect charge in this split then C (capacitor) should be very small so that the highest V (voltage) is obtained. If the Vr is very quick in splitting this magnetic moment then C can be very big. Also frequency of this magnetic moment is very important. You must release the Radiant voltage into a radiant current de-void of any electrons. So what is charging the batteries in My system is pure Radiant Current. This means that since their is no electrons to pile up on the Ions of the battery nothing can move, this forces the Ions to change their state and they move on their own, this is nothing more then a impedance shift, if you have a low impedance in the battery you have real power, if you have high impedance in the battery you have nothing. Nature takes time to move at her own rate, so the battery may take a long time to charge but charge it will with a different form of energy. This brings me to a different point, That all that is driving the switching solid state wise is a difference in potential across the battery inverted. This then means that the whole flow theory is out the window, meaning that the semiconductors are working on potential charge de-void of electrons so their is no heat generated in the semiconductor. As for the battery it fill's in it's own electrons. I must say that Tesla was right.
John Bedini


Answer Two
David and Darren
First of all with all due respect and admiration for your work, I must still state that My work has nothing to do with "Strong Charge", or Resonance in our circuits. My work is based on real working models, and these real working models are saying something much different than what the equations are saying. My magnetic moment is based on what is occurring in the front end circuit before the normal current builds up, and then to capture the radiant voltage and then split this voltage into a current de-void of electrons to charge the batteries. So here we differ again I'm not looking for electrons to power anything, in your model you can not get away from the electrons. My models are telling me that the equations must be revised to work properly with My model. I not only have one model that is working I have 30 that do the same thing plus the solid state models. Radiant energy goes away when electrons enter the picture. Read very carefully what Tesla said about the power stations when they were DC powered, I think you will catch it. I have never seen anybody that did science right do the equations before they had a working model on the bench. Also it's not "Professional" to speak of another fellow scientists working in the field as regurgitated Bearden concepts, when nobody has check the references to find out if he is right. I have worked with Tom Bearden for 30 +years and those theories come from my bench models that are working. Now others are getting to first base and soon they will be on third base, soon you will see these machines powering loads and charging their own batteries, then where will all the math models sit? If my patents were understood it would be found out that the Mono Pole motor is not a Motor, it is a mechanical Radiant oscillator with a one to one transformer inductively triggered. being a one to one transformer you can not get more out then you put in, unless something else is flowing through it, it does not fit the math models, so this washes the forward converter theory down the drain. I say this, if I take your model and understand it correctly, everybody should have their lights burning right now! What bench model do you have running on this theory? I say these things to you with all do respect for your hard work.
John Bedini


Semoga berguna

Pertanian lebih maju tanpa pupuk kimia.

Pupuk yang menyuburkan tanah?
Selama ini pemakaian pupuk NPK sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan petani. Bahkan ketergantungan terhadap pupuk NPK telah menyebabkan beberapa petani mengalami gagal panen atau tidak bisa bertanam saat pupuk menjadi langka karena "supply and demand" kata pemerintah. NPK telah menjadi kebutuhan yang sangat mutlak bagi pertanian kita sekarang ini.

Kita perlu heran mengapa ini terjadi. Di jaman dahulu tidak ada pupuk kimia, tapi hasil pertanian negeri kita diakui oleh negara - negara lain. Di jajah oleh negara eropa juga salah satunya karena hasil pertanian yang melimpah. Kita mulai menganut pemakaian pupuk ini karena didikan dari negara barat. Seandainya kita tetap menganut model tanam tradisional kita tidak akan mengalami ketergantungan terhadap pupuk kimia seperti sekarang ini.

Di eropa, pertanian baru mengenal pupuk kimia di awal tahun 1900 an. Sebelumnya mereka sama dengan kita menggunakan pupuk yang alami dengan alat pertanian dari kayu. Dengan diperkenalkannya pupuk kimia, kita mulai tertarik untuk menggunakannya karena pupuk kimia memberi hasil pertanian yang lebih banyak. Namun banyak yang tidak sadar bahwa setelah beberapa tahun hasil pertanian mulai berkurang dan hasil tidak akan bagus bila tidak menggunakan puupuk, kita menjadi sangat tergantung pada pupuk kimia.

Dalam buku Coats & Schauberger - Living Energies - Viktor Schaubergers Brilliant Work With Natural Energy Explained, diceritakan bahwa pupuk buatan akan menghancurkan kesuburan tanah dan meracuninya. Pada akhir abad ke 19 ahli kimia Jerman Baron Justus von Liebig (1803-1873) banyak melakukan penelitian yang berhubungan dengan pengaruh bahan kimia pada kesuburan tanah. Pada suatu saat Liebig menemukan bahwa yang menentukan kesuburan tanah selain Kalsium (Ca) adalah Nitrogen (N), Fosfor (P) dan Potassium (K). Ketiganya biasa disebut dengan NPK.

Penemuan ini membangkitkan industri baru dibidang pembuatan pupuk. Karena pupuk ini bisa dibuat dari sampah industri biaya yang dibutuhkan relatif rendah, keuntungan membuat pupuk bagi industri sangatlah menggiurkan. Yang menjadi masalah adalah justru dari sumber bahan pupuk ini. Pemrosesan suatu bahan dengan suhu tinggi akan menghancurkan unsur pembangun dan akan menambahkan unsur perusak pada bahan tersebut. Sisa dari pemanasan juga akan membuat suburnya bakteri penyakit. Bila pupuk tersebut disebarkan ke tanah akan merusak tanah. apalagi bila pemberian pupuk ini dilakukan dalam bentuk serbuk. Serbuk akan menyerap kandungan air berserta mineral penting di dalam tanah yang seharusnya diperlukan oleh tumbuhan.

Setelah melakukan penelitian lanjutan Liebig meralat hasil penemuan tersebut dengan mengumumkan bahwa kesuburan tanah tidak bergantung kepada hanya kepada ketiga bahan tersebut. Unsur yang diperlukan oleh tanah lebih komplek daripada itu. Ia takut bila tidak deteliti lebih lanjut [emberian yang tidak seimbang hanya akan merusak tanah.

Viktor Schauberger mengamati bahwa kerusakan yang ditimbulkan oleh pemberian pupuk NPK sangatlah merugikan. Selain tanah menjadi tidak subur dan menjadi tergantung pada pupuk tersebut, penyakit tanaman juga makin bertambah dan kualitas tanaman menjadi menurun. Pemberian hasil dari sisa pembakaran akan menyebabkan air tidak naik ke permukaan secara alami. Tanah akan membutuhkan lebih banyak air, lebih banyak pupuk NPK, dan lebih banyak obat penyakit pada setiap masa tanam berikutnya. Pemberian yang terus menerus akan menyebabkan tanah menjadi kering dan tandus.

Para pemakai kebanyakan tergiur pada hasil awal yang sangat menjanjikan, namun mereka tidak sadar bahwa mereka sedang menghancurkan lahan mereka sendiri. Untuk itu para peneliti sebaiknya juga tidak membatasi percobaan hanya pada beberapa masa tanam saja, namun juga sepanjang mungkin.


Di barat sekarang ini sedang tren mencoba meniru tanah Terapetra di Brazil yang membuat lahan menjadi subur. Di Brazil terapetra diperjualbelikan sebagai pupuk. Terapetra adalah tanah subur berwarna abu - abu, serupa dengan tanah lapisan bawah di tempat sekitar gunung berapi yang biasa dibuat untuk keramik. Menurut saya tanah abu - abu tersebut adalah sisa abu gunung berapi yang memang membuat tanah menjadi subur. Di gunung bromo setelah beberapa minggu setelah hujan abu turun, tanah akan menjadi lebih subur dengan hamparan abu - abu dari hujan abu.

Para ahli dari barat mempunyai pendapat berbeda, mereka percaya bahwa terapetra adalah buatan manusia yang mungkin dibuat dari sisa pembakaran tanaman, dalam bentuk arang (charcoal). Mereka memperkenalkan beberapa metode untuk membuatnya dan menamakannya biochar. Seperti pemberian pupuk NPK, pemberian biochar ini memberikan peningkatan hasil panen. Tanaman menjadi lebih cepat besar dan hasilnya lebih banyak. Namun perlu diwaspadai karena ternyata penelitian untuk biochar ini hanya dilakukan dalam beberapa masa panen saja. Belum ada laporan tentang pemakaian biochar setelah beberapa tahun.
http://bionecho.org/charcoalab/project.php


Di Indonesia sekarang ini sedang tren untuk menggunakan penyubur buatan yang mengandung jamur penyubur. Jamur penyubur ini biasanya terbentuk secara alami di lahan yang subur. Namun karena tanah pertanian kita sudah rusak oleh pengaruh pupuk kimia, pemberian penyubur buatan ini sangat membantu mengembalikan kesuburan tanah. Namun masih perlu dicermati apakah pembuatannya menggunakan unsur panas atau tidak. Dan masih perlu diteliti apakah penggunaan dalam jangka panjang akan menyuburkan tanah.
http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih/index.php?option=com_content&task=view&id=212&Itemid=30
http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih/index.php?option=com_content&task=view&id=152&Itemid=30
http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih/index.php?option=com_content&task=view&id=79&Itemid=30
http://www.sugihciptasantosa.com/


Banyak yang sudah sadar untuk mulai menggunakan pupuk dari bahan alami yang dibuat tanpa pemanasan. Kita bisa melihat usaha mereka di:
http://agrobinautama.blogspot.com/2009/03/petani-beralih-ke-pupuk-organik.html
http://ditjenbun.deptan.go.id/benihbun/benih/index.php?option=com_content&task=view&id=172&Itemid=30


Pengembalian kesuburan tanah dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia akan membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum tanah kembali kesuburannya. Pemberian pupuk hewan atau pupuk nabati juga tidak boleh terlalu banyak karena tanah membutuhkan keseimbangan. Selain pupuk juga ada beberapa hal penting lain yang harus diperhatikan.

Air
Air yang ada di alam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, menyuburkan atau memberi kehidupan. Saat air terkena panas sinar matahari air akan berubah sifatnya menjadi mematikan. Air di alam secara natural dilindungi oleh pepohonan yang rindang yang melindunginya dari panas matahari. Air akan memberi nutrisi yang dikeluarkannya dari tanah kepada tanaman disekitar alirannya untuk tetap menjaga keutuhan kualitasnya. Secara natural air akan mengalir membentuk lintasan yang berkelak kelok, dimana makin jauh jarak yang ditempuh makin besar kelokannya.

Di sungai yang masih alami, airnya masih jernih dan tidak berbau. Kuman penyakit akan susah hidup di air yang sehat ini. Di tengah alirannya hanya akan ada bebatuan besar karena bebatuan kecil akan di pinggirkannya ke tepi. bebatuan besar di tengah akan mengurangi sedimentasi dan tetap menjaga kedalaman sungai walau ketinggian air berubah ubah.

Sekarang ini air dipaksa untuk bergerak secara lurus di saluran buatan manusia. Air terkena panas matahari secara langsung karena air tidak terlindungi dari sinar matahari. Akibatnya air bergerak secara brutal dan akan merusak segala yang ada di alirannya apabila debit air tinggi. Pernah dibahas cara mengatasi masalah ini di catatan sebelumnya. Apabila air ini diberikan kepada tanaman, maka efeknya tanaman tidak akan subur dan akan memerlukan lebih banyak lagi penyubur tambahan.

Untuk mengurangi efek merusak dari air, air yang dipergunakan untuk tanaman sebisa mungkin dilindungi dari sinar matahari. Ada beberapa saran dari peneliti air untuk mengurangi sifat merusaknya. Diantaranya dengan melewatkan air ke sebuah corong untuk membuat air bergerak memutar. Dikatakan gerakan memutar akan menetralisir unsur negatif yang ditambahkan oleh panas atau gerakan tidak alami. Sebagian juga mempercayai bahwa dengan melewatkan air melalui magnet air akan berubah sifatnya dan akan berganti memberikan kesuburan pada tanah.

Pada percobaan yang saya lakukan sendiri dengan menambahkan gerakan memutar pada ujung selang dengan pipa tembaga membuat daun tanaman lebih hijau gelap, berukuran lebih besar dan lebih sehat dalam waktu satu bulan. Dan kerena pengaruh tembaga, air menjadi lebih lama menempel ke tanah dan menyebabkan tumbuhan berkesempatan lebih lama untuk mendapatkan air.


Di Jepang air yang dipisahkan telah banyak dipakai sebagai pengganti pestisida. Air garam yang dipisahkan menjadi air asam dan air basa dengan bantuan elektrolisis. Air basa bila dipergunakan untuk menyirami tanaman akan membuat tanaman tumbuh hingga dua kali ukuran normal. Sementara air asam akan mematikan bakteri penyakit secara lebih efektif daripada pestisida. Di Jepang ini sangat berguna di pertanian rumah kaca. Dengan tidak dipergunakannya pestisida, rumah kaca menjadi lebih aman untuk petaninya. Sebelumnya petani harus mengenakan pakaian ala astronot untuk menyiram tanamannya.


Sehubungan dengan air ini, ada beberapa tanaman yang akan tumbuh lebih cepat tinggi dan padat bila tidak terkena panas. Ini diamati oleh Viktor Schauberger terutama pada tumbuhan sejenis kayu jati. Pengembangan kayu jati yang sekarang ini umum adalah dengan membiarkannya terkena sinar matahari. Padahal bila terkena sinar matahari kayu jati akan tumbuh secara horisontal (membesar) dari pada meninggi. Hasilnya kayunya juga tidak sepadat apabila kayu jati dibiarkan tumbuh tidak terkena sinar matahari. Kita perlu belajar bagaimana tumbuhan hidup di alam agar kita bisa dapat hasil yang maksimal darinya.


Alat pertanian, menghindari besi
Sekarang ini penggunaan besi di bidang pertanian sudah merupakan keharusan. Semua alat pertanian dibuat dari besi atau turunannya seperti stainless steel atau baja. Tanpa disadari bahwa besi sebernarnya mempunyai pengaruh yang jelek terhadap tanah. Sebuah pipa logam yang ditempatkan ditanah akan membuat tanah dalam radius beberapa meter akan berkurang kesuburannya. arat yang ditimbulkannya menimbulkan efek panas, mengurangi kadar air di tanah dan mengundang tumbuhnya penyakit.

Viktor Schauberger di eropa telah melakukan pengamatan pada beberapa lahan pertanian tradisional dan modern. Ia mengamati bahwa lahan yang masih menggunakan metode tradisional dengan alat pertanian dari kayu mempunyai hasil yang lebih baik, lebih banyak dan berkualitas daripada lahan modern yang menggunakan traktor atau alat pertanian lainnya dari besi. Dari hasil pengamatan ini dia mencoba mencari bahan logam lain yang dapat menggantikan besi dan tidak mengurangi kesuburan tanah.

Pada akhirnya ia menemukan bahwa tembaga lah yang cocok untuk dipakai menggantikan besi. Tembaga mempunyai sifat yang hampir sama dengan perak dan emas. Tembaga akan membunuh bakteri penyakit yang ada dipermukaannya dalam beberapa jam. Beberapa rumah sakit di Eropa sekarang ini sudah mulai menstandarkan penggunaan tembaga di tempat - tempat yang sering terkena sentuhan dari pasien untuk mengurangi penyebaran penyakit di rumash sakit. Selain itu tembaga mempunyai sifat magnetik yang memberi gaya tolak dibanding dengan besi. Gaya tolak ini membuat peralatan pertanian dari tembaga akan lebih mudah digunakan untuk mencangkul atau menggali daripada besi. Gaya tolak ini juga berpengaruh pada kandungan air dalam tanah. Bila tanah yang mengandung karat cenderung kering dan keras karena susah menyimpan air, tanah yang mengandung tembaga akan cenderung gembur dan basah karena mudah menyimpan air.

Menggantikan besi dengan tembaga segera mengembalikan kesuburan tanah pada lahan percobaan yang dilakukan Viktor Schauberger. Hasil pada panen pertama segera meningkat dan tetap meningkat pada panen - panen berikutnya. Keuntungannya dapat dengan cepat menggantikan biaya investasi alat tanam dari logam.

Berikut adalah hasil percobaan Viktor Schauberger, yang pada intinya menyebutkan keunggulan kualitas dan kuantitas dari penggunaan alat tanam dari bahan tembaga atau besi yang dilapisi tembaga:
http://www.implementations.co.uk/Schauberger_related/test_results_for_copper.htm
"The following field trials were based on the use of various implements fitted with the above copper attachment.

Field trials at Farmleiten-Gut Heuberg
Cultivation with copper implements at a farm near Salzburg.
Field Trial No. 1: Area, 1,880 m2 (046 acre); altitude, about 630 m (2,000 ft) above sea level.
Soil Preparation: Previous crop — 1946-7 winter rye sown after initial ploughing; yield = 180 kg (400 lb);

Autumn 1947 — light application of stable-manure, ploughed in and the ground left fallow over winter;

March 1948 — cultivated with newly designed cultivator, harrowed and sown with 30 kg (66 lb) Donara summer barley. Unfortunately no second iron plough was available and so no parallel control experiment was possible using conventional methods of soil preparation.

Trial No. 1 can therefore not be considered representative. The growth of the summer barley was very good over the whole growing season. The harvest produced a net yield of 630 kg (1,388 lb), corresponding to 3,351 kg/hectare (2,990 lb/acre). The weight of harvested straw amounted to 1,200 kg (2,645 lb).


Field Trial No. 2: Area, 2,050 m2 (0.5 acre); altitude, about 650 m (2,130 ft) above sea level.
Soil Preparation:
Previous crop — 1946-7 winter wheat sown after initial ploughing; Light fertilisation with 2,500 kg (5,115 lb) stable-manure, roughly ploughed in and allowed to lie fallow;

Late March 1947 — field divided into two equal portions; Portion 1 was cultivated with the new plough, Portion 2 with the steel plough;
Sowing took place on 2 April 1947 and both portions were sown with Endress-Weisshafer oats.
Harvest yields:
Portion 1 = 342 kg (754 lb); = 1,668 kg/hectare (1,488 lb/acre);
Portion = 216 kg (476 lb); = 1,054 kg/hectare (940 lb/acre);

The increased yield of Portion 1 was thus 614 kg/hectare (548 lb/acre) or 58% greater.


Field Trial No. 3: Area, 3,000 m2 (0.74 acre); altitude, about 660 m (2,165 ft) above sea level.
Soil Preparation: Previous crop — 1946-7 winter wheat as in Trial No. 2, fertilised with stable-manure, ploughed in autumn 1946, ploughed again spring 1947;

Field divided into two portions in May;
Portion 1 was cultivated with the steel plough;
Portion 2 was cultivated with the new plough;
Mid-May; sown to seed maize for silage.
Apart from weather very unfavourable for growing maize, much damage was also caused by pigeons and crows; the crop was poor and full of gaps. Even at the beginning of the growing season, however, it was evident that Portion 2 was growing better, which was particularly apparent due to its rich, dark green colour in contrast to the pale, yellowish colour exhibited by Portion 1. Since it was harvested green, it could not be weighed. However, Portion 2 yielded about a third more.


Field Trial No. 4: The fourth trial I carried out, the results of which I was only able to establish four weeks ago, was just as successful as the previous ones. In this instance the crop was carrots, which produced almost double the yield achieved under normal methods of cultivation.


Field Trials In 1949
In 1949 rye was sown in soils already worked with copper implements in 1948. The series of field trials 1-4, with normal fertilisation with stable-manure and no artificial fertiliser, at an altitude of 630 m (2,000 ft) above sea level, produced the following results. (See Fig. 15)

Result: Ears containing up to 104 grains of extraordinary size. Length of ears 15 cm (6 in.) and more; lengths of individual grains of one cm (0.4 in.). Such results were unheard of in this district and had not been achieved even in areas well-suited to cereal crops.

Explanation: Increase in growth due to the regulation of the water content. Of especial note was the further increase in the already increased yield the
second time these implements were used.

Laboratory Analysis of Rye using material from the 1949 field trials demonstrate the quantitative and qualitative superiority of Test No.l and therefore of the cultivation of the soil with copper. From these figures a substantial improvement in flour yield is evident. Results of 1949 Field Trials with Copper Attachments Observations from four fields in Salzburg and environs. The cereals (barley, corn, oats) exhibit a remarkably healthy growth in terms
of thick stalks and very dark colour during the period of growth. The ears are larger and the increase in the number of grains per ear was estimated at
twenty per cent. The grains themselves are larger and hence heavier. Precise data concerning the increase in yield are not yet available, since the determination of weight can only be carried out after processing. The estimated increase in yield, however, is in the order of thirty to fifty per cent
in view of the above increase in ear length of twenty per cent.


Observations on an alpine farm, 1,100 m (3,600 ft) above sea level in Kitzbuhel, Tyrol.
This farm is characterised by the exceptional degradation of its soil as a result of insufficient fertilising over more than ten years and inadequate cultivation. It had been tenanted by neighbouring farmers over a number of years, who over-exploited it and on occasion diverted the manure to their own
properties. The cultivable areas consisted of leached, degraded alpine pastures, which were lightly fertilised with stable-manure before ploughing.

Ploughing took place in early May 1949, after which the land was sown to oats and corn. The growth of these cereals was conspicuously good and was characterised by robust growth of the stalk and remarkably dark green colour. The development of the grain itself was equally exceptional. With regard to the oats, the number of grains per head was never less than sixty and often as high as ninety, whereas the grain-count per ear of corn lay between fifty-six and sixty-four. When the number of grains per ear were counted in neighbouring fields, which were in a substantially more favourable location and on well-cultivated soil, the number was found to be half the above figures.

Having no knowledge of the implements used in its cultivation, the Council's survey of all the farms in Kitzbuhel described the cereal grown on this farm as the best in the district. The property in question is the highest lying farm in the area, is described as being located on the shadow side and considered to be the most degraded, owing to the frequent changes in tenancy. I ascribe these extraordinary yields to the use of copper implements.

Cultivation of potatoes on this farm Area under cultivation — 825 m2 (985 yd2); tillage in May 1949 with the 'Golden Plough', light fertilising with stable-manure, seed stock — 200 kg (410 lb) of Ackersegen. Yield: 2,500 kg (5,511.5 lb) = 12.5 times the average = 30,000 kg/hectare (26,766 lb/acre). This yield is extraordinarily high even without taking the altitude into account. The potatoes have a very healthy appearance and have an extremely good flavour. (See Fig. 16)

Field Trial No. 5: Parkland belonging to the Salzburg Municipal Council
Soil Preparation: Previous crop — oats: Cultivated autumn 1948 with steel plough. Spring 1949, reploughed for parallel trials. Half with steel plough and half with 'Golden Plough'.

Observations:
Iron sector — Strong weed growth, yellowish colour, patchy, poor development of grass and clover, hence little root development, resulting in deep tractor tracks.
Copper sector — Few weeds, dark green colour, strong, thick grass and root development, tractor tracks half as deep as the iron sector. All in all the growth on the copper side is strikingly healthy and growing strongly, which is not the case on the iron side. The difference in colour can be clearly seen. According to the owner of the land, the yield in green fodder at the last mowing on the area of the field worked with the 'Golden Plough' was one hundred per cent more than on the area cultivated with the conventional iron plough. Investigation by the Primary Industry Department in Salzburg carried out by the Chief Agronomist, Dipl. Ing. Reach.

The silage maize was harvested on 9 September 1949, when the cob was beginning to form; due to insufficient time, no detailed comparison between crops treated with Iron (Fe) and Copper (Cu) could be undertaken. The crop treated with Cu, however, appeared to be growing much more vigorously and in the short period between 27 July 1949 and 13 September 1949, i.e. seven weeks, a twenty-five per cent better yield was estimated; the Cu-plants were stronger and compared with the Fe-plants, were of much darker, rich colour and the cob development much further advanced.


Field Trial No. 7: (II) Schlagler winter rye, Schloss field, Klessheim
Sown 27 September 1949 on 1.76 hectares (4.35 acres)with 290 kg (639 lb) of Schlagler rye.
Inspection date: 31 October 1949.
Findings: Cu-area substantially better germination, better colour and growth.

Field trial No. 8: Winter barley: Wasserturm field, Klessheim
Sown on 26 September 1949 with 162 kg (357 lb) winter barley.
Inspection date: 31 October 1949.
Findings: Cu-area exhibited fewer yellow plants, lusher green colour and stronger plants than on the Fe-area.

Ignaz-Harrer Strasse 79, Salzburg. 10 November 1949.
With regard to field trials Nos. 1-8, the parallel trials, without exception, were carried out under impeccable scientific procedures and under identical
field conditions. The investigations were undertaken voluntarily and those in charge of trials 1-4 and 6-8 were agricultural scientists with university
degrees and they provided the originals of the reports quoted here. All field trials were carried out in fields fertilised with stable-manure only.
The effect of these implements was to increase growth all the more, where the soil to be cultivated was very dry, for thorough observations in Nature it was determined that under certain conditions, particles of copper influence the recycling of water and the water budget very favourably, whereas in the same areas iron promoted stagnation."


Selain itu pada link dibawah ini disebutkan bahwa tembaga bisa mengurangi serangan bekicot atau hewan bertubuh lunak secara signifikan karena besi akan menarik perhatian dari binatang tersebut.
http://www.implementations.co.uk/main_pages/Copper.html
http://www.implementations.co.uk/main_pages/Slugs_Snails.html
http://www.implementations.co.uk/main_pages/Results_Page.html

Pendapat lain tentang pelestarian lingkungan hidup

Kita mengharapkan agar dunia ini dapat layak dihuni semoga untuk selamanya. Namun perkembangan teknologi yang semakin pesat ternyata tidak diimbangi dengan perkembangan pengetahuan untuk melestarikan lingkungan kita. Sungguh menyedihkan bila ternyata generasi kitalah yang paling banyak menyebabkan kerusakan di muka bumi.

Makin banyak polusi yang kita timbulkan. Akibat dari keserakahan ataupun ketidaktahuan sebagian kita. Alam memberikan peringatan kepada kita dengan adanya penyakit penyakit baru yang makin susah dicari obatnya. Masih belum terlambat untuk memperbaiki.

Ada beberapa jalan yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki. Apabila anda tidak bisa menghemat, buatlah lebih efisien. Ini berlaku untuk penggunaan energi seperti kendaraan atau listrik, juga untuk hal hal lain seperti kantung plastik sekali pakai. Karena banyak yang bisa dibahas, saya membatasi pada beberapa bidang saja:



Energi minyak bumi:
Pemakaian minyak bumi sebagai sumber energi sudah menjadi bagian dari hidup kita. Saking terbiasanya kita menjadi lupa bahwa sebetulnya minyak bumi tidak seharusnya kita gunakan karena jumlahnya yang terbatas. Pemakaian minyak bumi sekarang ini sangatlah besar. Penyuplai minyak bumi sekarang ini mempunyai kuasa yang sangat kuat di pemerintahan dunia sebagai bukti ketergantungan kita kepada sumber energi dari minyak bumi.

Bagi yang belum tahu, beberapa produk minyak bumi yang kita pakai adalah: bensin, minyak tanah, oli kendaraan, plastik, batu bara, aspal, dll. Ada yang percaya bahwa minyak bumi diperlukan untuk mempertahankan atau membentuk kesuburan tanah. Minyak bumi diperlukan untuk kelangsungan urat nadi kehidupan kita, sungai dan mata airnya. Selain itu pembakaran minyak bumi menghasilkan pencemaran baik itu di air, udara ataupun tanah yang berbahaya bagi kehidupan. Kita perlu mencari sumber energi lain selain minyak bumi.

Sebenarnya sudah banyak upaya untuk menggantikan minyak bumi ini. Kebanyakan berhubungan dengan minyak dari tumbuh - tumbuhan atau dari air. Bahan bakar dari tumbuhan sudah mulai banyak digunakan namun belum meluas. Air sebagai bahan bakar sepertinya tidak akan dapat kita rasakan dengan segera karena dianggap mengancam bisnis perusahaan minyak dunia. Tidak ada lembaga resmi yang meneliti pengembangan teknologi air. Peneliti rumahan akan mendapat tekanan dari pemerintah karena pemerintah ditekan oleh lembaga seperti IMF (kasus di Filipina).

Ada juga alternatif yang banyak diharap - harapkan tapi tidak kunjung terlaksana, Fuel Cell. Prinsipnya adalah proses pembuatan listrik dari penggabungan hidrogen simpanan dengan oksigen di udara. Kendala utama dari teknologi ini banyak. Mulai dari perlunya prasarana pendukung yang mahal, perlunya keamanan penyimpanan hidrogen yang sangat rentan ledakan, sampai pada efisiensi yang rendah. Hasil akhirnya sama saja dengan menggunakan mobil listrik biasa yang pakai aki kering.

Perlu diingat bahwa mobil listrik itu tetap butuh listrik untuk dapat menjalankannya. Listrik tidak gratis, perlu ada generator listrik yang bahan bakarnya salah satunya juga dari minyak bumi. Efisiensinya malahan bisa lebih kecil daripada mesin bakar. Penggunaan kendaraan listrik memang mengurangi polusi dijalan, namun polusi di pembangkit listrik yang akan menjadi lebih parah.

Yang bisa kita lakukan dengan segera pada saat ini adalah dengan menghemat penggunaan energi kita. Bila tidak bisa, kita perlu mencoba membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien. Untuk kendaraan teknologi GEET dan hydroxy cukup murah dan bisa membuat kendaraan kita 50% lebih efisien. Artinya: tenaga nambah tapi bensin lebih irit. Bahkan hanya dengan membuat kendaraan lebih bertenaga pada putaran tengah akan menghemat cukup banyak karena kendaraan keluar dari pabrik dirancang untuk putaran atas yang lebih boros.



Energi Listrik:
Banyak dari kita tidak bisa beraktivitas apabila listrik mati. Listrik sangatlah penting bagi kehidupan kita sekarang ini. Listrik membutuhkan sumber energi, dan ternyata energi yang diperlukan juga membutuhkan pengorbanan.

Bendungan adalah cara umum untuk mendapatkan listrik. Banyak yang memandang bendungan adalah cara paling aman untuk menghasilkan listrik. Namun ini tidak sepenuhnya betul. Teknologi yang kita gunakan untuk menghasilkan listrik dari aliran air ternyata merusak sifat air tersebut dan merusak kehidupan yang dilewati oleh air ini. Ada teknologi seperti yang diusulkan oleh Viktor Schauberger dengan menggunakan bentuk turbin yang khusus. Namun sayangnya banyak yang masih menyangsikannya walau efisiensinya lebih tinggi dari yang selama ini dipakai. Atau seperti di Jerman dimana generator yang dipasang di aliran sungi mempunyai efisiensi lebih tinggi daripada dengan membendungnya.

Nuklir adalah solusi yang ingin dipakai oleh banyak negara karena dianggap paling efektif. Nuklir akan memberikan solusi energi yang lebih murah, namun dengan mengorbankan kehidupan keturunan kita. Bila ada pemimpin yang mengusulkan nuklir, jelas ia adalah orang yang memikirkan kepentingan dirinya sendiri saja. Ada teknologi nuklir yang sebenarnya lebih ramah lingkungan, teknologi nuklir alpha. Sayangnya implementasinya ditentang.

Teknologi nuklir kelihatan canggih, namun itu sebenarnya adalah mesin uap, kompor yang dipakai untuk mendidihkan air untuk menghasilkan uap. Uap inilah yang akan digunakan untuk menggerakkan turbin. Efisiensinya rendah. Jadi sebenarnya bukanlah solusi yang bagus. Ada teman di Thailand yang mengembangkan pemanfaatan nuklir radiasi rendah yang dapat menghasilkan listrik yang cukup murah, efisien dan aman untuk rumah tangga, teknologi yang entah kenapa ditinggalkan. Semoga sukses untuknya.

Batu bara adalah solusi yang banyak dipakai untuk negara yang nggak bisa pakai nuklir. Masalah utama dari teknologi ini adalah polusinya, terutama polusi udara. Pemakaian batu bara membuat lingkungan tidak layak dihuni manusia. Asap tebal dan menyesakkan. Polusi akan menyebar sampai berkilometer jauhnya.

Ada cara - cara yang lebih ramah lingkungan seperti pemanfaatan energi angin, gelombang laut dan sinar matahari. Sayangnya metode ini masih belum banyak diterima oleh industri karena sifatnya yang tidak konsisten.

Kita perlu menghemat listrik. Belilah alat yang efisien, listrik sedikit tapi hasil maksimal. Atau kalau suka eksperimen, silahkan coba teknologi rotoverter seperti yang dijelaskan pada notes saya sebelumnya.



Air:
Air penting untuk kelangsungan hidup. Kita harus melakukan segala upaya untuk mempertahankan kemurniannya.

Upaya yang perlu dilakukan tidak hanya dengan menanam pohon atau tidak membuang sampah ke sungai. Ada banyak hal lainnya yang perlu diperhatikan.

Air yang paling ideal adalah air dari mata air. Air ini mempunyai sifat yang membangun dan meremajakan. Air yang sudah terkena sinar matahari atau panas akan berubah sifatnya dan menjadi bersifat merusak.

Air memerlukan proses alami yang panjang sebelum menjadi air yang sehat untuk diminum. Pada saat air diserap oleh tanah, bagian yang merusak akan menguap menjadi busa, bagian yang bagus akan terus ke dalam tanah. Di dalam tanah, air mengalami proses pencampuran dengan mineral penting yang dibutuhkan oleh makhluk hidup. Unsur hydrogen yang menjadi dominan akan membantu naiknya air ke permukaan.

Saat mencapai permukaan, air membawa unsur - unsur penting dan membuat subur sekitar mata air, membentuk pelindung dari sinar matahari secara alami. Air mengalir dalam bentuk alami yang berkelak - kelok untuk menjaga kemurnian air dan kesegarannya.

Ada banyak kesalahan yang dibuat oleh manusia karena meremehkan pentingnya meniru cara kerja alam. Air tanah sekarang ini banyak dipakai bukanlah air yang layak untuk diminum karena masih belum sempurna prosesnya. Air suling atau air distilasi yang dianggap sebagai air yang paling bersih justru akan merusak tubuh manusia. Bila kita hanya minum dari air yang seperti ini, lambat laun penyakit akan bermunculan karena kurangnya mineral yang ada di dalam air yang kita minum. Perlu diingat bahwa unsur mineral yang tertambahkan secara alami hasilnya akan berbeda dengan penambahan secara kimia. Masih banyak yang belum kita ketahui tentang air. Air merupakan salah satu hal yang jarang diteliti.

Cara penanganan air juga banyak yang salah. Pada sungai yang masih alami, kuman penyakit tidak akan berkembang, karena air akan tetap menjaga kemurniannya. Cara sekarang yang mengalirkan air di pipa besi secara lurus mengundang hidupnya kuman penyakit, yang untuk menguranginya air terpaksa harus ditambah dengan racun seperti kaporit atau klorin.

Sebenarnya di jaman dahulu sudah ada contoh yang entah kenapa sekarang ini ditinggalkan. Orang jaman dahulu banyak menggunakan tembaga, emas dan perak untuk alat makan, pipa air minum atau alat kesehatan. Tembaga, emas dan perak akan mematikan bakteri penyakit. Dalam beberapa jam bakteri di permukaan logam mulia tersebut akan mati. Ini berlawanan dengan besi. Besi akan mengundang bakteri penyakit. Sungguh ironis bahwa sekarang ini alat kesehatan kebanyakan terbuat dari stainless steel, besi.

Salahnya persepsi ini menimbulkan banyak penyakit. Oleh karena itu kenalilah air yang anda minum sekarang. Minum air yang tepat dapat membantu menyembuhkan penyakit.



Polusi elektronik:
Sekarang ini alat elektronik banyak terdapat dimana - mana. Kebanyakan dari alat elektronik ini menimbulkan radiasi. Memang radiasi yang ditimbulkan bukanlah radiasi berbahaya. Namun secara kolektif radiasi ini akan dapat mengganggu keseimbangan makhluk hidup.

Di percobaan pribadi, kabel network yang dipeluntir dan di letakkan dekat tanaman bisa mematikan daun dan mematikan bibit kamboja istri.........

Teorinya, makin tinggi frekuensi suatu alat, makin kecil pengaruhnya kepada kita. Namun ada penelitian lain yang mempercayai bahwa pikiran kita adalah gelombang dengan frequensi yang tinggi yang bisa terpengaruh oleh alat elektronik.

Sayangnya belum ada solusi yang jelas untuk mengatasi polusi elektronika ini. Yang bisa kita lakukan sekarang ini adalah dengan mengurangi jumlah peralatan elektronik yang menyala di dekat kita terutama pada saat istirahat.



Plastik:
Plastik sudah menjadi bahan yang paling banyak digunakan. Sayangnya plastik juga menjadi sumber masalah terutama pada sampahnya. Sampah plastik tidak akan terurai saat dibuat. Dan lebih bahayanya lagi, kebanyakan plastik akan berubah menjadi racun setingkat DDT atau malah lebih apabila terkena panas atau dibakar.

Mengganti plastik dengan bahan lain juga mungkin saja tidak menyelesaikan masalah. Menggantinya dengan produk dari hutan mungkin akan menggugndulkan hutan yang sekarang masih ada. Menggantinya dengan logam juga akan menyebabkan parahnya pencemaran oleh karat.

Usahakan untuk mengurangi pemakaian plastik sekali pakai dan menggantinya dengan yang bisa berkali pakai. Susahnya kebanyakan plastik yang bisa dipakai berulang kali itu tidak cocok untuk makanan, karena seperti disebut sebelumnya, bisa mengeluarkan racun bila terkena panas.



Pertanian:
Disadari atau tidak, pertanian sekarang ini yang disebut cara modern lebih banyak merusak daripada menyuburkan. Pertanian sekarang terlalu mengacu hanya pada pemenuhan unsur NPK dengan menggunakan pupun buatan yang diproses dengan pemanasan. Hasilnya tanah malah menjadi tidak subur lagi dan bergantung pada penambahan pupuk. Cepat atau lambat tanah akan mati dan tidak bisa ditanami lagi.

Sebetulnya penemu yang memperkenalkan NPK sudah merevisi pendapatnya tentang penggunaan pupuk NPK. Namun karena metoda penggunaan NPK menguntungkan bagi industri, masyarakat, tidak cuma di Indonesia saja, dididik untuk menggunakan pupuk NPK tersebut.

Penggunaan besi pada bidang pertanian juga memperkenalkan masalah baru. Tanaman jadi mudah kena penyakit dan hama. Pada akhirnya petani dipaksa untuk menggunakan racun dalam jumlah yang berlebihan untuk memerangi penyakit dan hama tersebut.

Besi mengurangi kesuburan tanah. Dan pada saat bersamaan akan mengundang hidupnya bakteri penyakit. Sayangnya sekarang ini pertanian kita sudah beralih pada alat pertanian dari besi.

Untuk pengganti besi, kita perlu meniru orang jaman dahulu, menggunakan kayu dan tembaga. Gabungan dari kedua unsur ini akan menjaga atau bahkan menambah kesuburan tanah.

Mengembalikan kesuburan tanah dengan cara tanam tanpa pupuk yang dipanaskan dan tanpa besi membutuhkan waktu hingga tahunan. Namun hasilnya tanah tidak bergantung pada pupuk dengan hasil yang lebih berkualitas.



Pemanasan global:
Sebenarnya pemanasan global adalah suatu hal yang perlu dipertanyakan. Sebab rasanya kota - kota jadi kena banjir air laut itu bukan karena air lautnya tambah tinggi tapi karena daratannya makin rendah karena air tanahnya diambil. Makin besar kotanya makin banyak air tanahnya dihabiskan. Makin cepat kota itu tenggelam oleh air laut.

Aneh bila dikatakan bumi ini makin panas tapi kok sekarang Surabaya jadi makin dingin.

Seandainya pemanasan global memang terjadi, yang bisa kita lakukan adalah dengan mengindari penggunaan sumber polusi paling besar, penggunaan minyak bumi. Semoga saja para ilmuwan bisa menemukan cara yang lebih baik untuk menghasilkan energi.


Berkenaan dengan ini, mungkin ada yang sudah tahu adanya alat untuk mengubah cuaca, memanggil atau menghilangkan hujan, Cloud Buster. Alat ini memang ampuh untuk memanggil hujan namun jangan pernah membuatnya sebelum anda mempelajari secara detil pada yang lebih ahli. Penggunaan yang salah akan mengundang banjir, membuat kekeringan, angin ribut serta bencana alam lainnya.


Semoga berguna.

Mencegah terulangnya Situ Gintung, belajar dari alam, Viktor Schauberger

Melihat parahnya bencana Situ Gintung, kita harus mengkaji ulang apakah yang sudah kita lakukan sekarang ini merusak atau melestarikan alam?

Kita sering tidak sadar atau tidak memperhatikan bahwa kita telah merusak alam. Kita juga terlalu memuja pendidikan barat yang tidak selalu benar. Kita sekarang terlalu bergantung pada pemikiran atau eksperimen jangka pendek tanpa memperhatikan bagaimana hasilnya pada jangka panjang. Sudah seharusnya kita mengkaji ulang cara berpikir atau cara kerja kita.

Viktor Schauberger adalah seorang ilmuwan Austria yang sudah sejak lama mencoba memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan. Ia dibesarkan di lingkungan yang dekat dengan hutan dan pertanian. Dia memperhatikan bagaimana alam menjaga keseimbangannya dan bagaimana petani jaman dahulu mengolah lahannya.

Salah besar bila petani jaman dahulu itu tidak canggih. Buktinya walau petani jaman dahulu tidak menggunakan pestisida atau pupuk buatan, lahan mereka tidak diserang hama ataupun penyakit. Hasil merekapun jauh lebih besar daripada yang sekarang ini kita peroleh. Ini terjadi karena cara pengolahan lahan mereka memperhatikan alam. Dengan tidak menggunakan besi dan tidak menggali terlalu dalam, keseimbangan kesuburan tanah akan tetap terjaga. Dengan menggunakan proses pembuatan pupuk alami dan air yang terkontrol, hama dan penyakit bisa dikurangi, pupuk bisa dikurangi.

Pupuk buatan hanya akan menyuburkan tanah sementara saja. Penggunaan yang terus menerus akan mengurangi kesuburan tanah. Silahkan tanya sendiri ke petani. Pupuk yang diolah dengan pemanasan hanya akan merusak tanah dalam jangka panjang. Bila kita kembali menerapkan cara tanam yang ramah terhadap alam, kesuburan akan kembali dengan sendirinya. Hasil panen meningkat dan kualitas panen akan jauh lebih baik. Viktor Schauberger menemukan bahwa hanya dengan penggantian alat panen atau alat tanam dari besi dengan tembaga atau kayu akan menghasilkan panen yang jauh lebih baik dan melimpah.

Contoh pengalaman mereka yang menggunakan tembaga adalah alat yang lebih bersih dan awet, lebih mudah menggali karena tanah tidak melekat dan kemudian berkurangnya serangan bekicot pada tumbuhan.
http://www.implementations.co.uk/main_pages/Results_Page.html

Hasil pada tumbuhan juga lebih baik:
http://www.implementations.co.uk/Schauberger_related/test_results_for_copper.htm

Perlu diingat bahwa air yang dimaksud disini tidak sama dengan air yang biasa disebut oleh pendidikan umum atau pendidikan barat. Air mempunyai sifat yang dapat mematikan atau menghidupkan. Air tanah adalah contoh air yang mematikan. Air mata air adalah contoh air yang menghidupkan. Air yang menghidupkan suhunya terjaga pada 4 derajat dan memiliki beberapa unsur tanah yang penting bagi kehidupan. Air yang mematikan dapat dirubah menjadi air yang menghidupkan dengan beberapa proses yang melibatkan pengadukan, pembuatan pusaran ke kiri dan kanan, ke atas dan kebawah, serta penambahan beberapa unsur.

Hutan yang gundul atau hanya ditumbuhi oleh beberapa jenis pohon akan mengurangi naiknya air tanah ataupun unsur - unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Ini mengakibatkan hilangnya kesuburan tanah, hilangnya mata air dan untuk seterusnya ketahanan tanah. Ini mengakibatkan keringnya mata air, keringnya sungai, seringnya air bah, dan tanah tandus.

Viktor Schauberger juga mengungkapkan cara mengatasi atau mengurangi kerusakan yang diakibatkan oleh sungai yang meluap. Beberapa cara ini diantaranya dengan membuat air mengalir di bagian tengah saja. Di bagian pinggiran luar belokan sungai air di buat naik ke atas sehingga dia akan mengalir ke tengah sesudahnya. Di atas bagian ini dibuat peneduh. Dibagian tengah dibuat pemutar air sesuai dengan putaran sesudah belokan. Untuk mengurangi kecepatan air, di belokan sungai dibuat beberapa tembok halangan di bawah permukaan air. Air juga dibuat melenggak lenggok bila memungkinkan, makin lama belokan makin besar. Air dibuat turun bertahap untuk membuat turunnya suhu air.







Khusus untuk kontruksi bendungan, bagi yang berminat, silahkan terjemahkan ini:
http://www.frank.germano.com/vs_waterconduit_patent.htm


Intinya bendungan dapat diperkuat berpuluh kali lipat dengan memperhatikan bentuk yang menyerupai telur. gelombang banjir yang datang akan dinetralisir oleh gelombang awalnya, sehingga kekuatan gelombang berikutnya akan berkurang drastis dan tidak banyak membebani bendungan






Ada juga teknologi yang dapat digunakan untuk parit. Dengan menambahkan beberapa halangan berbentuk seperti butiran air yang jatuh, air akan mengalir melenggak - lenggok dan mengurangi terjadinya endapan di dasar parit:
http://www.iet-community.org/research/dropchannel.html



Untuk teknologi pengganti yang kita pakai sekarang, Viktor Schauberger memperkenalkan implosion engine. Mesin yang bekerja dengan proses vakum dan memahami cara kerja sebenarnya dari udara dan air. Udara dan air tidak cocok digerakan secara lurus, lebih cocok dalam bentuk pusaran. Dengan teknologi ini Schauberger memberi inspirasi pada mesin jet. Walau penemuan beliau sesungguhnya jauh lebih kuat dari mesin jet, sebagai mesin "UFO" di jaman Hitler, sayangnya ilmuwan barat terlalu kolot. Baik untuk pengetahuan tentang air ataupun tentang mesin implosion, orang barat terlalu terpaku pada pengetahuan yang mereka tuhankan saja. Mereka tidak percaya pada pengetahuan yang terlalu kuno ataupun terlalu tidak masuk akal bagi mereka, walau justru itu yang bisa menjelaskan, walau justru pengetahuan merekalah yang tidak ada buktinya. Tidak baik bila kita ikut meniru kekolotan orang barat.

Harus diingat bahwa leluhur kita tidak bodoh. Mungkin saja di jaman dulu sudah ada Einstein. Buktinya bisa dilihat pada sejarah India (mahabarata) ataupun penemuan kuno. Mungkin saja listrik dan pesawat terbang sudah pernah ada di jaman dahulu. Di mahabarata disebutkan adanya alat pemusnah yang mempunyai ciri sama dengan bom atom, dan ada buku khusus yang membahas pembuatan pesawat terbang dan manual penerbangan.

Ada penjelasan kenapa kok kendi itu dari tanah liat dan juga kenapa bentuknya seperti itu.....

Induction charger

Alat yang mudah dibuat untuk mengenal lebih dekat free energy adalah alat untuk pengisi ulang beterai. Cara kerja dari pengisi baterai ini adalah dengan memutuskan arus yang melewati suatu kumparan. Pada saat arus yang melalui kumparan diputuskan akan terjadi induksi balik yang mempunyai voltase lebih besar dengan arus yang lebih kecil. Bila arus balik ini dimanfaatkan untuk mengisi ulang baterai, maka baterai tersebut akan mempunyai umur pakai yang lebih lama.

Seringkali baterai yang sudah pendek masa pakainya bisa diperpanjang umurnya dengan cara ini. Beberapa orang malah juga mempergunakannya untuk mengisi ulang baterai biasa seperti baterai ABC yang banyak kita temui.

Baterai yang sudah di charge dengan rangkaian ini biasanya umurnya lebih lama dan saat di charge baterai tidak akan panas. Makin lama dicharge dengan cara ini akan makin lama umur pakainya.

Bila anda mempunyai baterai yang gampang drop, tidak ada salahnya mencoba metode ini.

Beberapa rangkaian yang sekarang ini populer adalah (bedini circuit tidak diikutkan karena termasuk yang dipatenkan, lagipula circuit lain lebih baik dari pada Bedini circuit untuk masalah isi ulang):

dengan IC 555


rangkaian joule thief NPN


rangkaian joule thief PNP


rangkaian Imhotep Radiant Oscillator


rangkaian relay modifikasi


rangkaian tesla switch


rangkaian dengan bantuan kapasitor


Beberapa dari rangkaian ini mengikutkan neon. Neon disini adalah lampu neon kecil. Namun apabila setingnya pas, anda juga bisa menggunakan lampu hemat energi yang sudah dilepas rangkaiannya seperti contoh dibawah:




Rangkaian terakhir yang tidak membuat transistor dan trafonya panas, coil yang dipakai adalah trafo 12volt, bagian 12voltnya:

Free Energy, apa itu?

Free energy adalah gerakan untuk memanfaatkan teknologi baik yang sudah ditinggalkan maupun yang sedang dikembangkan untuk mendapatkan energi / listrik / manfaat yang murah atau bahkan gratis.

Yang menjadi tujuan utama dari gerakan ini adalah untuk memanfaatkan energy alam yang melimpah dalam bentuk ether dengan bantuan alat yang di desain berbeda dengan yang umumnya ada. Energi melimpah ini sebenarnya sudah dikenal sejak manusia belum mengenal listrik. Energi ini berhubungan juga dengan tenaga dalam, kemampuan supra natural ataupun nada indah dari alat musik.

Teorinya, energi ini ada di sekitar kita dalam jumlah melimpah. Energi ini bisa menembus apa saja dan lebih cepat dari cahaya. Pada dasarnya semua alat elektronik atau listrik memanfaatkan energi ini. Hanya saja tidak dalam desain yang paling efisien. Ada bebarapa cara yang dapat digunakan untuk memanfaatkannya. Cara ini antara lain bisa dengan magnet, kejutan listrik atau dengan kristal (semiconductor).

Teknologi ini sudah dicoba dimanfaatkan mulai dari berabad yang lalu, yang entah kenapa malah dilupakan. Orang yang paling dikenal untuk mengusahakan teknologi ini adalah Tesla. Dia adalah penemu listrik AC yang dipakai untuk menyalakan lampu atau TV di rumah kita sekarang. Dia menemukan bahwa listrik dapat dialirkan melalui satu kabel saja atau bahkan tanpa kabel. Dia sengaja membangun menara yang tinggi untuk dapat mengalirkan listrik ke seluruh penjuru dunia secara gratis. Namun sayangnya Usaha ini ditentang.

Sudah banyak orang yang berusaha untuk menghidupkan kembali temuan Tesla. Ada juga yang menemukannya secara terpisah. Beberapa orang yang aktif memperkenalkan temuan ini adalah Peter Lindemann dan Tom Bearden. Beberapa orang juga sudah mengembangkan secara sukses teknologi ini dan mempunyai alat yang dapat menghasilkan listrik yang berkali lipat dari input yang dibutuhkan, antara lain Eric Dollard, Robert Adam, John Bedini, E.V Gray, Henry Mooray, dll.

Teknologi ini akan sangat berguna untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap minyak bumi yang juga merupakan sumber polusi paling besar saat ini.

Teknologi yang juga dikembangkan oleh Free Energy adalah:
- Elektrolisis yang lebih efisien, berguna untuk dapat memperbaiki performa mesin
- Motor yang lebih efisien
- Teknologi penguap bahan bakar sehingga melipat gandakan efisiensi mesin yang ada
- Pemanfaatan kembali lampu tabung yang elektroniknya rusak
- Pemanfaatan kembali baterai atau aki yang soak

Negara kita juga tidak kalah banyak inovasinya. Kebanyakan inovasi ini berhubungan dengan pengembangan bahan tidak berguna atau bahan dari alam. Pengembangan dari alat yang sudah ada juga banyak dibuat. Sangat sayang bila teknologi ini akhirnya dilupakan dan hilang begitu saja.

Apabila anda mempunyai artikel dari teknologi tepat guna atau teknologi berguna apa saja, akan sangat berguna bila anda memberi link, menscan atau mempostingnya. Saya akan berusaha membuat list yang akan dapat dipergunakan setiap orang.

Semoga ini akan membuat dunia ini lebih sehat untuk semua orang.
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31