PROGRAM TOLONG MENOLONG
Friday, January 22, 2010 11:30:53 AM
Assalamu'alaikum wr wb
Alhamdulillah, Pimpinan PUSDIKLATHW JATIM sudah tiga tahun berjalan masih terus memfasilitasi / mendukung proses mengajar dan belajar (PMB) anak - anak Prasekolah dan siswa Sekolah Dasar. Sebagian dari mereka berstatus anak yatim. Semua ORANG TUA dan WALInya adalah penduduk Desa Kertosari, dimana PUSDIKLATHW berdomisili. Profesi mayoritas penduduk adalah buruh tani, sehingga untuk sumbangan pelaksanaan pendidikan ditetapkan hanya Rp10.000,- per bulan bagi peserta TK Al-Wathan (Prasekolah) sedangkan untuk murid SDM Al-Wathan tidak dipungut sumbangan.
Pimpinan PUSDIKLATHW mengajak keluarga besar Hizbul Wathan Muhammadiyah beserta simpatisannya dan kaum muslimin / muslimat pada umumnya untuk bersama-sama melanjutkan dakwah yang berskala kecil ini dengan cara membantu kami untuk membiayai kebutuhan rutin, antara lain seperti kesejahteraan para guru, pakaian seragam guru dan anak - anak didik, alat dan perlengkapan mengajar / belajar, peningkatan mutu gizi anak didik, pemeliharaan sarana/prasarana dsb.nya. Bagi kami bukan semata-mata jumlah bantuan yang diharapkan, namun kontinyuitasnya yang paling penting. Misalnya berupa kesediaan untuk menjadi donatur biaya hidup untuk anak - anak tertentu yang mengikuti PMB di PUSDIKLATHW.
Demikianlah penjelasan dan imbauan kami, dengan harapan mendapat respons. Kepada Bapak / Ibu / Saudara yang pernah berpartisipasi atau yang masih tetap mendukung sebagai donatur permanen, kami sampaikan terima kasih, jazaakalloohu khoiron katsiro.
Wassalam
a/n Pimpinan

PUSDIKLAT HIZBUL WATHAN
Asmara Hadi Haji Liting
SMS : 0888 0333 5704 atau 0341 920 3963
NB.:
KHA DAHLAN lebih kurang satu abad yang lalu berulang-kali telah menyampaikan kepada para santrinya bahwa Allah swt telah memberitahu bahwa orang yang mendustakan agama itu ialah (1) orang yang tidak menghiraukan anak yatim (allazii yadu'ul yatiim); dan (2) tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (walaa yahuddu alaa ta'aami lmiskiin). Di sisi lain telah diberitahu juga bahwa orang yang salat itu akan celaka bila dia (1) sengaja melupakan -lalai- terhadap salatnya ('ansalaatihim saahuun); (2) berbuat riya (yuraa'una) dan (3) enggan memberi pertolongan (wayamna'uuna lma'uun).
Alhamdulillah, Pimpinan PUSDIKLATHW JATIM sudah tiga tahun berjalan masih terus memfasilitasi / mendukung proses mengajar dan belajar (PMB) anak - anak Prasekolah dan siswa Sekolah Dasar. Sebagian dari mereka berstatus anak yatim. Semua ORANG TUA dan WALInya adalah penduduk Desa Kertosari, dimana PUSDIKLATHW berdomisili. Profesi mayoritas penduduk adalah buruh tani, sehingga untuk sumbangan pelaksanaan pendidikan ditetapkan hanya Rp10.000,- per bulan bagi peserta TK Al-Wathan (Prasekolah) sedangkan untuk murid SDM Al-Wathan tidak dipungut sumbangan.
Pimpinan PUSDIKLATHW mengajak keluarga besar Hizbul Wathan Muhammadiyah beserta simpatisannya dan kaum muslimin / muslimat pada umumnya untuk bersama-sama melanjutkan dakwah yang berskala kecil ini dengan cara membantu kami untuk membiayai kebutuhan rutin, antara lain seperti kesejahteraan para guru, pakaian seragam guru dan anak - anak didik, alat dan perlengkapan mengajar / belajar, peningkatan mutu gizi anak didik, pemeliharaan sarana/prasarana dsb.nya. Bagi kami bukan semata-mata jumlah bantuan yang diharapkan, namun kontinyuitasnya yang paling penting. Misalnya berupa kesediaan untuk menjadi donatur biaya hidup untuk anak - anak tertentu yang mengikuti PMB di PUSDIKLATHW.
Demikianlah penjelasan dan imbauan kami, dengan harapan mendapat respons. Kepada Bapak / Ibu / Saudara yang pernah berpartisipasi atau yang masih tetap mendukung sebagai donatur permanen, kami sampaikan terima kasih, jazaakalloohu khoiron katsiro.
Wassalam
a/n Pimpinan


PUSDIKLAT HIZBUL WATHANAsmara Hadi Haji Liting
SMS : 0888 0333 5704 atau 0341 920 3963
NB.:
KHA DAHLAN lebih kurang satu abad yang lalu berulang-kali telah menyampaikan kepada para santrinya bahwa Allah swt telah memberitahu bahwa orang yang mendustakan agama itu ialah (1) orang yang tidak menghiraukan anak yatim (allazii yadu'ul yatiim); dan (2) tidak menganjurkan memberi makan orang miskin (walaa yahuddu alaa ta'aami lmiskiin). Di sisi lain telah diberitahu juga bahwa orang yang salat itu akan celaka bila dia (1) sengaja melupakan -lalai- terhadap salatnya ('ansalaatihim saahuun); (2) berbuat riya (yuraa'una) dan (3) enggan memberi pertolongan (wayamna'uuna lma'uun).


