May 2008
Tuesday, 20. May 2008, 07:21:14
electrolizer, Otomotive
Banyak sekali artikel-artikel mengenai penghematan BBM ini, mulai dari menambahkan boster pada pengapian, sampai metoda electrolisa ini.
Gambar disamping adalah salah satu model Electrolizer yang dapat menghemat penggunaan BBM pada kendaraan bermotor hingga 50% lebih dan meningkatkan performa kendaraan hingga 20%.
Alat yang disebut electrolizer ini menghasilkan HHO (2 part Hydrogen + 1 Oxygen) gas yang sangat mudah terbakar yang kemudian HHO ini dimasukan ke intake manifold pada kendaraan bermotor. Dengan adanya campuran BBM + HHO yang kaya ini memungkinkan pembakaran menjadi lebih sempurna sehingga BBM menjadi efisien.
Berikut adalah diagram sederhana Electrolyzer :



Sebenarnya teknologi ini sudah lama ada penemunya adalah Dr. Yule Brown maka sering disebutnya sebagai
brown's gas atau
Bronwn Energy dan sudah banyak yang mencoba membuatnya baik di luar negeri maupun di indonesia , seperti di Jogjakarta adalah Bapak Joko beliau juga membuat generator electrolyzer ini dan telah menerapkanya ke lebih 1000 kendaraan di Jogja.
Selain untuk kendaraan berbahan bakar premium, alat ini juga dapat di gunakan pada kendaraan bermesin Diesel yang berbahan bakar solar.
Berminat menghemat BBM kendaraan anda? mungkin artikel ini bisa menjadi inspirasi anda.
Anda ingin tahu cara membuatnya lebih detail atau kalau mau melihat Foto-foto model yang sudah saya buat, cara pemasangan relay silahkan klik link dibawah ini:
http://my.opera.com/suryagunawan/albums/show.dml?id=562845 Yang perlu diperhatikan :1. Air menggunakan air aki botol biru
( bukan ACCU ZUUR) atau air suling / Aquades / Air laut.
2. Bahan kimia yang dipakai untuk campuran air sebagai katalis adalah : KOH (Kalium Hidroksida) / Ca(OH)2 / Baking Soda jika sulit didapat anda dapat bereksperimen menggunakan Garam dapur (tidak direkomendasi karena garam bersifat korosif)
3. Tuangkan air terlebih dahulu (aliran listrik / accu sudah terpasang) baru masukan bahan kimia (KOH) sedikit demi sedikit hingga terjadi proses elektrolisa (seperti air mendidih) dari pengalaman air satu liter cukup dengan 1 sendok teh kecil , gunakan kaca mata karena KOH ini sangat berbahaya bila terkena mata.
4. Plat untuk Anoda & katoda berbahan Stainless stell yang tidak melekat pada magnet ini adalah bahan yang paling kuat dan aman (silahkan tes menggunakan magnet) Misal : Sendok/garpu stainless stell / Pengaris yang terbuat dari stainless stell (saya menggunakan material ini)
5. Elektroda positif dan electroda Negatif hanya berdekatan saja tidak saling menyentuh / berhubungan
6. Gunakan Relay untuk penyambunganya seperti gambar tertera dan berilah sekring pengaman +/- 5~15 Ampere
7. Gunakan 2 buah botol / tabung seperti gambar diagram dibawah, tabung ke dua air diisi air suling 1/3 saja (jangan terlalu penuh).
8. Jika anda membuat dari bahan pipa PVC berilah water level (gambar terlampir) supaya banyaknya air selalu terpantau.
9. Selain dipasang di manifold selang dapat juga dipasang / dimasukan di antara Carburator dan saringan udara (biasanya selang dari karet), atau dicabang dua dan dimasukan di ke dua bagian (intake manifold dan selang saringan udara sekaligus).
10. Untuk sepeda motor lebih baik gunakan aliran listrik dari Spull (ac) yang disearahkan terlebih dahulu menggunakan Dioda Bridge 10A (4 kaki) dan tambahkan lampu +/- 5 ~ 35Watt (silahkan bereksperimen) sebagai pengaman atau bisa juga dijadikan sebagai indikator katalis karena jika katalis kurang lampu akan menyala redup. (lihat gambar dibawah)
Saya sendiri menyebut alat ini
SEMUN karena selain
SEderhana cara membuatnya,
MUrah biayanya,
Nyata hasilnya,..
Selamat mencoba.
Berikut beberapa contoh model Generator Electrolizer yg saya buat.

Monday, 19. May 2008, 02:47:44
Jawa Klenik, Primbon
Masyarakat Jawa Kuno telah mengenal dua macam tipe wanita yang pantas dinikahi:
1. Tipe Padmanagara
Tipe ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. lambe iwir manggis karengat (bibir bagaikan buah manggis terbuka)
b. liringe sor madu juruh (kerling matanya mengalahkan manisnya juruh madu)
c. sor tang nyuh danta santene (payudaranya mengalahkan kelapa gading)
d. wangkong iwir limas angene (pantat bagai limas yang baik)
e. wentis iwir pudak angrawit (betis bagai bunga pudak yang mempesona)
f. dalamakan gamparan gading (telapak kaki seperti gamparan gading)
g. adege padmanagara (tubuhnya seperti padmanagara)
h. lumampah giwang lan gangsa (lenggangnya beralun senada gamelan, seperti seekor angsa)
i. panepi iwir patrem konus (pinggang bagai patrem terhunus)
j. pupu iwir pol ginempotan (paha bagai daun palma yang diserut halus).
2. Tipe Nariswari
Tipe ini memiliki ciri-ciri: murub rahasyanipun (menyala rahasianya).
Ciri-ciri lainnya berkaitan dengan tingkat spiritualitas dan inner beauty wanita.
Ken Dedes merupakan contoh tipe ini.
Adapun tipe wanita jawa ideal adalah sebagai berikut:
1. Kusuma Wicitra
Ibaratnya bunga mekar yang sangat mempesona, yang siap untuk dipetik. Wanita yang ideal sebaiknya mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan dan agama, mengharumkan dirinya dengan perbuatan baik, menjaga kehormatan dan kesucian dirinya.
2. Padma Sari
Ibaratnya bunga teratai yang sedang mekar di kolam. Bunga teratai dalam budaya Jawa merupakan simbul kemesraan, sehingga yang dimaksudkan dengan wanita ideal dalam konsep ini adalah wanita cantik yang penuh kasih mesra hanya bila bersama dengan suaminya.
3. Sri Pagulingan
Ibaratnya cahaya yang sangat indah di peraduan/singgasana raja. Wanita yang ideal sebaiknya tidak hanya cantik jasmaninya, namun juga dapat mempersembahkan dan menunjukkan kecantikannya hanya kepada suaminya ketika berolah asmara di peraduan.
4. Sri Tumurun
Ibaratnya bidadari nirwana yang turun ke dunia. Wanita yang ideal sebaiknya cantik raga dan jiwanya. Ini dibuktikan dengan kesediannya untuk “turun”, berinteraksi dengan rakyat jelata, kaum yang terpinggirkan untuk menebarkan cahaya cinta dan berbagi kasih.
5. Sesotya Sinangling
Ibaratnya intan yang amat indah, berkilauan. Wanita yang ideal sebaiknya selalu dapat menjadi perhiasan hanya bagi suaminya, sehingga dapat memperindah dan mencerahkan hidup dan masa depan suaminya, juga keluarganya.
6. Traju Mas
Ibaratnya alat untuk menimbang emas. Ini merupakan simbol wanita setia yang selalu dapat memberikan saran, pertimbangan, nasihat, demi terciptanya keluarga yang sakinah.
7. Gedhong Kencana
Ibaratnya gedung atau rumah yang terbuat dari emas, dan berhiaskan emas. Ini merupakan simbul wanita yang berhati teduh dan berjiwa teguh sehingga dapat memberikan kehangatan dan kedamaian bagi suami dan keluarganya.
8. Sawur Sari
Ibaratnya bunga yang harum semerbak. Wanita yang ideal sebaiknya dikenal karena kebaikan hatinya, keluhuran budi pekertinya, kehalusan perasaannya, keluasan ilmunya, kemuliaan akhlaknya. Kecantikan fisik dan kekayaan harta yang dimiliki wanita hanya sebagai pelengkap, bukan syarat mutlak seorang wanita ideal.
9. Pandhan Kanginan
Ibaratnya pandhan wangi yang tertiup angin. Ini merupakan simbul wanita yang amat menggairahkan, menawan, dan memikat hati. Dapat dilukiskan sebagai: tinggi semampai, berparas cantik, berkulit kuning langsat, berbibir merah alami, berpayudara montok, murah senyum, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, dapat memberikan keturunan.
Dalam Serat Yadnyasusila dijelaskan tentang tiga hal yang harus dimiliki oleh seorang wanita agar dapat menjadi wanita idaman:
1.Merak ati atau mrak ati
Berarti: membina kemanisan dengan mempercantik dan merawat diri (ngadi warni), memperindah busana (ngadi busana), berwajah ceria (ngadi wadana), murah senyum (sumeh), santun dalam bertutur kata (ngadi wicara), dan sopan serta luwes dalam berperilaku (ngadi solah bawa).
2.Gemati
Berarti siap untuk merawat, mengasuh, mendidik putra-putrinya, mengatur rumah tangga, melayani suami dengan penuh keikhlasan.
3.Luluh
Berarti mampu selalu menyenangkan hati suaminya, selalu menyediakan waktu setiap hari untuk suami dan anak-anaknya, sabar dan gembira saat mengasuh anak-anaknya, dan selalu berusaha menciptakan keseimbangan dan keharmonisan dalam keluarganya.
Untuk memilih (menikahi) wanita, dalam tradisi Jawa ada beberapa faktor yang biasanya menjadi bahan pertimbangan:
1.Bibit
Berkaitan dengan kecantikan wanita baik secara lahiriah maupun batiniah.
2.Bebet
Berkaitan dengan kemampuan dan kekayaan ayah wanita yang akan dinikahi.
3.Bobot
Berkaitan dengan asal-usul atau keturunan wanita yang akan dinikahi.
Wadhoh susah juga ya jadi orang jawa,....
Monday, 19. May 2008, 01:43:29
Jawa Klenik, Primbon
Masih seputar Primbon , halah kok nggak abis-abis ya,..
menurut primbon jawa gairah sex wanita juga dapat dilihat dari ciri-ciri fisik,
Berikut sebagian ciri-ciri fisik seorang wanita dan gairah sex-nya menurut primbon jawa
Kunci Emas
Wanita ini termasuk baik dan setia. Meskipun gairah seksualnya tidak menonjol, tapi ia mampu mengimbangi pasangannya. Kalau pria pasangannya memperlakukannya dengan penuh kasih, ia bisa jadi wanita yang menggairahkan. Tapi, ia cenderung tertarik pada wanita sejenis.
Ciri fisik : Tubuhnya panjang, tapi kakinya agak pendek tak prposional. Rambutnya tumbuh subur tebal, demikian pula bulu rambutnya. Muka dan payudaranya kecil.
Bunga Restu
Ia termasuk wanita pendiam, demikian juga di tempat tidur. Ia pasif, tak peduli pada pasangannya. Pria pasangannya perlu kesabaran dan memanasinya, karena pada dasarnya ia bisa menjadi pasangan yang menyenangkan. Apalagi, menurut orang Jawa, tipe wanita ini mendatangkan rejeki.
Ciri fisik :Tubuh besar, kukuh dan cenderung pendek. Muka dan dahinya kecil, mulutnya agak tebal, rambutnya tebal.
Bintang berkerlip
Dari penampilan fisik, wanita ini punya sex appeal yang tinggi. Pria membayangkan ia punya gairah seks yang besar, padahal biasa-biasa saja. Ia bukan penikmat seks, tapi lebih memikirkan urusan rumah tangga dan masa depan anaknya. Ia tipe istri yang baik, setia dan tabah dalam menghadapi persoalan.
Ciri fisik :Bertubuh tinggi semampai, berpinggang kecil dengan pinggul besar. Rambutnya lurus sedang, mata sayup-sayup tertutup, hidung besar.
Bintang Siaga
Bukan hanya gairahnya yang kurang, tapi juga dalam hal olah asmara. Ia terlalu monoton, tidak ada keinginan untuk meningkatkan kemahiran dan belajar bagaimana menikmati seks. Seks baginya seperti kewajiban saja, sehingga pasangannya cenderung kecewa.
Ciri fisik ; Tubuh sedang, tidak tinggi, tidak pendek cenderung kecil. Wajahnya bulat, bermata sayup seperti mengantuk. Mulut lebar, bibir atas lebih kecil dari bibir bawah, telinga melebar keluar.
Seroja Bergoyang
Secara fisik, ia sangat menarik. Tetapi secara personal, ia bukan wanita yang ceria, cenderung pemuram dan pesimistis. Ia lebih sering cemberut dibanding tertawa dan tersenyum. Pantas kalau ia tampak lebih tua dibanding umurnya. Dalam hal asmara, ia tak semenarik penampilannya. Tapi bagi pria yang egois dan butuh kecepatan, wanita ini bisa saja jadi pasangan yang cocok. Apalagi, Si Seroja bergoyang ini bukan tipe penuntut.
Ciri fisik :Tubuhnya bagus, meskipun berdada kecil, tapi padat berisi. Beralis tebal, mulut kecil dengan bibir sensual. Pinggulnya tmpak seksi berisi.
Bunga Indah
Dari segi fisik, wanita ini tampak ideal. Dan ia memang tipe wanita yang setia, berbakti pada pria pasangannya, bahkan sebagian rela tak peduli pasangannya punya WIL. Memang meskipun fisik dan perilakunya mengundang hasrat besar pria, tapi tidak demikian reaksi seksualnya. Ia tipe wanita dingin, yang sekadarnya saja dalam olah asmara. Ia sudah merasa cukup dan damai kalau dicukupi kebutuhan materialnya.
Ciri fisik:Tubuh tinggi dengan payudara besar menelungkup ke dalam sehingga tampak indah. Kakinya juga panjang, kalau duduk sering ditumpangkan satu dengan yang lain, dan kalau berjalan lenggang lenggok. Kulitnya putih, berwajah bulat, matanya suka mengerdip indah.
Pikat Mutiara
Sebenarnya ia tipe wanita yang cerdas, kata-katanya terpilih dan penuh perhatian. Ia tipe teman yang baik. Ketidaksukaannya berterus terang, membuat olah asmaranya dingin kalau pria pasangannya tak menangkap keinginannya. Wanita mutiara ini lebih suka memberikan bahasa isyarat, sehingga pihak pria harus peka dan tanggap. Ia sebenarnya pencinta yang baik, meskipun gairahnya kecil saja. Tapi buka berarti tak ada kebahagiaan, lho.
Ciri fisik: Tinggi dengan punggung agak membungkuk, tapi berpayudara kecil. Leher panjang, dahi lebar, mulut lebar dan dari kejauhan tampak memikat.
Sri Tumurun
Meskipun tinggi semampai, sex appeal-nya rendah. Ia lebih menarik menjadi teman karena ia ramah, sopan dan pandai bertutur kata. Sebenarnya, ia tipe istri yang baik karena jenis subur dan membawa berkah. Dalam kultur Jawa, ia adalah titisan Sri, Dewa Padi. Tapi dalam olah asmara, wanita Sri ini cenderung dingin, bahkan frigid. Pria pasangannya sering dibuatnya jengkel dan kesal karena itu. Dan Sri tidak begitu peduli.
Ciri fisik ;Tubuh tinggi, kaki panjang, dada tipis. Mukanya bulat, kaki panjang, dada tipis. Mukanya bulat, mulut lebar, bibir tebal, rambut lemas, bertumit besar.
Ciri-ciri untuk yang laki-laki kok nggak ada ya? ...
Mungkin jaman dulu wanita diposisikan sebagai "Konco Wingking" atau obyek saja atau bagaimana menurut anda ?
Thursday, 15. May 2008, 01:51:08
Jawa, Lagu Dolanan
Mungkin untuk generasi sekarang sudah banyak yang tidak mengenal Lagu Dolanan (jawa) ini, terutama yang lahir diluar daerah jawa tentunya. Tetapi untuk bapak atau eyang kita tentu sangat akrab dengan lagu dolanan karena memang pada jaman dulu permainan modern belum banyak atau bahkan belum ada seperti Play Station misalnya yang menurut saya membuat anak menjadi individualistis atau senang menyendiri.
Dibanding dengan anak-anak masa dulu yang senang berkumpul melakukan kegiatan diluar rumah.
Berikut sebagian "Lagu Dolanan" yang masih saya ingat :
CUBLAK-CUBLAK SUWENG
cublak cublak suweng.. suwenge ting gelenter..
mambu ketundung gudel
pak empong lera-lere
sopo ngguyu ndelikkake
sir-sir pong dhele gosong
sir sir pong dhele gosong
Sluku-sluku bathok
Sluku-sluku bathok
bathoke ela-elo
si romo menyang solo
oleh-olehe payung moda
tak jenthir ololobah
wong mati ora obah
yen obah medeni bocah
yen urip nggoleko dhuwit
Gotri nagasari
gotri legendri nogosari, ri
riwul iwal- iwul jenang katul, tul
tulen olen-olen dadi manten, ten
tenono mbesuk gedhe dadi opo, po
podheng mbako enak mbako sedeng, deng
dengklok engklak-engklok koyo kodok
Dayohe Teka
Ei.., dayohe teko,
Ei.., jerengno kloso,
Ei.., klosone bedah,
Ei.., tambalen jadah,
Ei.., jadahe mambu,
Ei.., pakakno asu,
Ei.., asune mati,
Ei.., guwangen kali,
Ei.., kaline banjir
Te Kate Dipanah
Te kate dipanah
Dipanah ngisor gelagah
Ana manuk konde-onde
Mbok sirbombok mbok sirkate
Mbok sirbombok mbok sirkate
Gek kepriye
Duh kaya ngene rasane
Anake wong ora duwe
Ngalor ngidul tansah diece
Karo kanca kancane
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe
Pye pye pye pye ya ben rasakna
Pye pye pye pye rasakna dewe
Pitik Tukung
Aku duwe pitik pitik tukung
Saben dina tak pakani jagung
Petok gok petok petok ngendok pitu
Tak ngremake netes telu
Kabeh trondol trondol tanpa wulu
Mondol mondol dol gawe guyu
Ilir-ilir
Lir ilir..lir ilir..tanduré wus sumilir Tak ijo royoroyo..taksengguh temantèn anyar
Cah angon.cah angon..pènèkké blimbing kuwi , Lunyu-lunyu ya pènèken kanggo masuh dodotira
Dodotira dodotira kumitir bedhah ing pinggir Dondomana jlumatana kanggo séba méngko soré Mumpung padhang rembulané
Mumpung jembar kalangané Ya suraka..surak horéé
Kate – Kate Dipanah
Te kate dipanah
dipanah ngisor nggelagah
ana manuk ondhe ondhe
Mbok sir bombok bok sir kate
Mbok sir bombok mbok sir kate
Menthok – menthok
Menthok menthok tak kandhani
Saksolahmu angisi-isini
Mbok ya aja ngetok
Ana kandhang wae
Enak-enak ngorok ora nyambut gawe
Menthok-menthok mung lakumu
Megal-megol gawe guyu
Kupu Kuwi
Kupu kuwi tak encupe
Mung abure ngewuhake
Ngalor-ngidul
Ngetan bali ngulon
Mrana-mrene mung sak paran-paran
Mbokya mencok tak encupe
Mentas mencok clegrok
Banjur mabur kleper
Cempa
Cempa rowa
Pakananmu apa rowa
Tuku gendhing ndhing ndhing ndhing
Rowang rawing wing wing wing
Bong kecebong jarane jaran bopong
Sing nunggangi Semar Bagong
Ecrek-enong ecrek-egung ecrek-enong ecrek-egung
Jago Kate
Jago kate te te te
Kukukluruk … kok
Amecece ce ce ce
Kukukluruk
Dibalang watu bocah kuncung
Keok … kena telehe
Njranthal … pelayune
Mari umuk mari ngece
Si kate katon nyekukruk
PADANG MBULAN
Yo, poro konco dolanan ning jobo
Padang mbulan, padange koyo rino
Rembulane sing ngawe-awe
Ngelingake ojo podo turu sore
JAMURAN
Jamuran... jamuran...ya ge ge thok...
jamur apa ya ge ge thok...
Jamur payung, ngrembuyung kaya lembayung,
sira badhe jamur apa?
KODOK NGOREK
Kodok ngorek kodok ngorek ngorek pinggir kali
teyot teblung teyot teblungteyot teyot teblung
Bocah pinter bocah pinter besuk dadi dokter
bocah bodho bocah bodho besuk kaya kebo
KIDANG TALUN
Kidang talun
mangan gedang talun
mil kethemil...mil kethemil...
si kidang mangan lembayung
DONDHONG APA SALAK
dhondhong apa salak dhuku cilik cilik
gendong apa mbecak mlaku thimik thimik
adhik ndherek ibu tindak menyang pasar
ora pareng rewel ora pareng nakal
mengko ibu mesthi mundhut oleh-oleh
kacang karo roti adhik diparingi
PITIK TUKUNG
Aku duwe pitik, pitik tukung..
saben dina, tak pakani jagung
petok gogok petok petok ngendhog siji,
tak teteske...kabeh trondhol..dhol..dhol..
tanpa wulu..megal-megol.. gol.. gol.. gawe guyu...
JARANAN
jaranan-jaranan... jarane jaran teji
sing numpak ndara bei
sing ngiring para mantri
jeg jeg nong..jeg jeg gung
prok prok turut lurung
gedebug krincing gedebug krincing
prok prok gedebug jedher
GUNDHUL-GUNDHUL PACUL
Gundhul gundhul pacul cul, gembelengan
nyunggi nyunggi wakul kul, petentengan
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar
wakul ngglimpang, segane dadi sak latar
MENTHOK-MENTHOK
Menthok, menthok, tak kandani mung lakumu,
angisin-isini mbok yo ojo ngetok,
ono kandhang wae enak-enak ngorok,
ora nyambut gawe
menthok, menthok ...
mung lakukumu megal megol gawe guyu
GAMBANG SULING
Gambang suling, ngumandhang swarane
tulat tulit, kepenak unine
uuuunine.. mung..nreyuhake ba-
reng lan kentrung ke-
tipung suling, sigrak kendhangane
SUWE ORA JAMU
Suwe ora jamu
jamu godong tela
suwe ora ketemu
ketemu pisan gawe gela
TAK LELO LELO LEDUNG
tak lelo lelo lelo ledung...
cup menenga aja pijer nangis
anakku sing ayu rupane
nek nangis ndak ilang ayune
tak gadang bisa urip mulyo
dadiyo wanita utomo
ngluhurke asmane wong tua
dadiyo pendekaring bangsa
cup menenga anakku
kae bulane ndadarikaya ndas butho nggilani
agi nggoleki cah nangis
tak lelo lelo lelo ledung
cup menenga anakku cah ayu
tak emban slendang batik kawung
yen nangis mudak gawe bingung
tak lelo lelo ledung..
Ada yang mau nambahi, Momggo,...
Tuesday, 13. May 2008, 08:59:11
Jawa, Jenenge apa
Anak Kewan
Anak Asu : Kirik
Anak Ayam : Kuthuk
Anak Angkrang : Kroto
Anak Bandheng : Nener
Anak Bantheng : Cendhet
Anak Babi : Gambluk
Anak Baya : Rete
Anak Banyak : Blegur
Anak Bebek : Meri
Anak Bulus : Kethul
Anak Cecak : Sawiyah
Anak Celeng : Genjik
Anak Cacing : Lur
Anak Coro : Mendhet
Anak Dara : Piyik
Anak Emprit : Indhil
Anak Gajah : Bledhug
Anak Garangan : Rase
Anak Gangsir : Clondo
Anak Gagak : Engkak
Anak Gemak : Drigul
Anak Gundhik : Rayap
Anak Iwak : Beyong
Anak Jaran : Belo
Anak Jangkrik : Gendholo
Anak Kancil : Kenthi
Anak Kadal : Tobil
Anak Kebo : Gudel
Anak Kemangga : Ceriwi
Anak Kethek : Munyuk
Anak Konang : Endrak
Anak Kodok : Precil
Anak Kucing : Cemeng
Anak Kutuk : Kotesan
Anak Lawa : Kampret
Anak Laler : Singgat
Anak Lamuk : Jenthik
Anak Lele : Jabrisan
Anak Luwing : Gonggo
Anak Lutung : Kenyung
Anak Luwak : Kuwuk
Anak Manuk : Piyik
Anak Macan : Gogor
Anak Merak : Uncung
Anak Menjangan : Kompreng
Anak Menthok : Minthi
Anak Sapi : Pedhet
Anak Singa : Dibal
Anak Tawon : Gana
Anak Tambra : Bokol
Anak Tekek : Celoto
Anak Tikus : Cindhil
Anak Tongkol : Cengkik
Anak Tuma : Kor
Anak Urang : Grago
Anak Ula : Kisi
Anak Walang : Dhogol
Anak Wedhus : Cempe
Anak Welut : Udhet
Anak Yuyu : Beyes
Godhong-godhongan
Godhong Asem : Sinom
Godhong Aren : Dliring
Godhong Cocor bebek : Tiba urip
Godhong Dhadhap : Tawa
Godhong Gebang : Kajang
Godhong Gedhang enom : Pupus
Godhong Gedhang tuwa : Ujungan
Godhong Gedhang garing : Klaras
Godhong Jati : Jompong
Godhong Jambe : Dedel/Pracat
Godhong Jarak : Bledheg
Godhong Kates : Gampleng
Godhong Kluwih : Kleyang
Godhong Kacang brol : Rendheng
Godhong Kacang lanjaran : Lembayung
Godhong Kelor : Sewu
Godhong Krambil enom : Janur
Godhong Krambil tuwa : Blarak
Godhong Lombok : Sabrang
Godhong Lempuyang : lirih
Godhong Mlinjo : So
Godhong Pring : Elarmanyura
Godhong Pari : Damen
Godhong Randhu : Baladhewa
Godhong Siwalan : Lontar
Godhong Tela : Jlegor
Godhong Tales : Lumbu
Godhong Turi : Pethuk
Godhong Tebu teles : Momol
Godhong Tebu garing : Rapak
Godhong Waluh : Lomah lamah
Kembang
Kembang Aren : Dangu
Kembang Blimbing : Maya
Kembang Cubung : Torong
Kembang Cengkeh : Polong
Kembang Duren : Dlongop
Kembang Dhadhap : Celung
Kembang Garut : Grameng
Kembang Gori : Angkup
Kembang Ganyong : Puspanyidra
Kembang Gembili : Seneng
Kembang Gedhang : Ontong/Tuntut
Kembang Jambe : Mayang
Kembang Jati : Janggleng
Kembang Jagung : Jeprak/Sinuwun
Kembang Jambu : Karuk
Kembang Jarak : Juwis
Kembang Kopi : Blanggreng
Kembang Kacang : Besengut
Kembang Kara : Kepek
Kembang Kencur : Sedhet
Kembang Kanthil : Gadhing
Kembang Kelor : Limaran
Kembang Kapas : Kadi
Kembang Kecipir : Cethethet
Kembang Kluwih : Onthel
Kembang Krokot : Naknik
Kembang Krambil : Manggar
Kembang Lombok : Menik
Kembang Lamtoro : Jedhidhing
Kembang Mlinjo : Kroto
Kembang Nangka : Babal
Kembang Pete : Pendul
Kembang Pandhan : Pundhak
Kembang Pace : Nyreweteh
Kembang Pring : Krosak
Kembang Pohong : Ingklik
Kembang Randhu : Karuk
Kembang Salak : Ketheker
Kembang Suruh : Drenges
Kembang Tales : Pancal
Kembang Tebu : Gleges
Kembang Timun : Montro
Penthil
Pentil Asem : Cempaluk
Pentil Jambu : Karuk
Pentil Jagung : Janten
Pentil Jambe : Bleber
Pentil Krambil : Cengkir
Pentil Kacang : Besengut
Pentil Manggis : Blibar
Pentil Nangka : Babal
Pentil Pelem : Pencit
Pentil Randhu : Plencing
Pentil Mlinjo : Kroto
Pentil Semangka : Plonco
Pentil Timun : Serit
Isi-isian
Isi Asem : Klungsu
Isi Duren : Pongge
Isi Kluwih : Bethem
Isi Nangka : Beton
Isi Pelem : Pelok
Isi Randhu : Klentheng
Isi Salak : Kenthos
Isi Semangka : Kwaci
Isi Sawo : Kecik
Isi Kecipir : Botor
Isi Jambe : Jebug
Isi Kates : Trempos
Isi Krambil : Kenthos
Isi Kluwak : Pucung
Isi Mlinjo : Klathak
Woh-wohan]
Woh Aren : Kolang kaling
Woh Bengkowang : Besusu
Woh Cengkeh : Polong
Woh Gebang : Krandhing
Woh Jati : Janggleng
Woh Kesambi : Kecacil
Woh Kanthil : Gandhek
Woh Kelor : Klenthang
Woh So : Mlinjo
Woh Turi : Klentang
Woh Uwi : Katak
Wit=witan
Wit Jagung : Tebon
Wit Telo : Lung
Wit Aren : Ruyung
Wit Pari : Damen
Wit Jambe : Pucang
Wit Gedhang : Debog
Wit Siwalan : Tal
Wit Kapuk : Randhu
Wit Kacang : Rendheng
Wit Pring tuwa : Bungkilan
Wit Pring enom : Bung
Wit Mlinjo : So
Wit Krambil : Glugu
Wit Jati enom : Janggelan
Tali
Amben : Tali weteng jaran
Dhadhung : Tali kanggo nancang sapi
Dhandan : Tali kanggo nggeret glondhongan kayu
Elis : Tali kendhali
Goci : Tali layangan
Godhi : Tali gombal
Jala jala : Tali kanggo mbendheng kelir
Janget/Ulap ulap : Tali blebet garane pethel
Jejet : Tali plipitan
Keluh : Tali ing irung sapi
Klanthe : Tali caping
Koloran/Usus usus : Tali Kathok
Pluntur : Tali kanggo nggantung gong/nyangga gamelan
Salang : Tali pikulan
Sawed : Tali pasangan sapi
Sendheng : Tali gendhewa/langkap
Setagen/Sabuk/Setut : Tali weteng wong
Suh : Tali sapu
Tutus : Tali saka irat iratan pring/penjalin
Ulur : Tali kanggo ngulukake layangan
Upat upat : Tali pecut
Uwed : Tali kanggo ngubengake gangsingan
Wektu
Watara jam 06 esuk diarani : Byar
Watara jam 09 esuk diarani : Gumatel
Watara jam 10 esuk diarani : Pecat sawet/Wisan gawe
Watara jam 12 awan diarani : Bedhug
Watara jam 02 awan diarani : Lingsir kulon
Watara jam 03 awan diarani : Ngasar
Watara jam 05 sore diarani : Tunggang gunung
Watara jam 05:30 sore diarani : Tiba layu
Watara jam 06 sore diarani : Magrib/Surup/Sandikala
Watara jam 07 wengi diarani : Ngisak
Watara jam 09 wengi diarani : Sirep bocah
Watara jam 11 wengi diarani : Sirep wong
Watara jam 12 wengi diarani : Tengah wengi
Watara jam 01 wengi diarani : Lingsir wengi
Watara jam 02 wengi diarani : Titiyoni
Watara jam 03 wengi diarani : Jago kluruk sepisan
Watara jam 04 wengi diarani : Subuh/Jago kluruk kapindho
Watara jam 05 esuk diarani : Saput lemah/Parak esuk
1 2 3 4 5 Next »
Showing posts 1 -
5 of 21.