Sunday, 18. October 2009, 10:34:52

Negeri ini belum ada pemimpinnya, yang ada hanya penguasa.
Yang bisa dikatakan pemimpin ialah yang menaklukan hati rakyatnya bukan kebencian, rakyat bangga padanya karena dia memang pantas jadi pemimpin, dia tidak ada kepentingan atau untuk kepentingan pihak lain melainkan mengutamakan kepentingan rakyatnya, dia sebagai orang tua bagi rakyatnya, sebagai orang tua tentu dia akan berusaha keras jangan sampai rakyat sebagai anak-anaknya menderita kelaparan, menderita sakit, tidak bodoh, dan mendapatkan keamanan, keadilan dalam kehidupan sosial.
Sebenarnya negeri ini dikuasai oleh kapitalis karena mereka yang mampu dengan kapitalnya, mereka bisa berbuat apa saja pendidikan dapat dibeli oleh mereka dan mereka menjadi pintar selanjutnya mereka menjadi penguasa dengan macam cara ditempu agar mendapat kedudukan baik legìslative, yudikative, eksekutive, mereka mengatas namakan rakyat tapi sebenarnya mereka penjajah.
Rakyat jelata tidak diberi kesempatan statusnya sebagai pemilik negeri, bahkan ditekan dan diperas, bahkan statusnya dianggap ekstrim dan bahkan diberi julukan teroris pada hal mereka menuntut haknya sebagai warga negara.
Rakyat dipropaganda agar mendukung kebijakan mereka yang merugikan rakyat, sedangkan rakyat tidak menyadarinya.
UUD dibuatnya untuk melindungi kepentingan mereka.
UUD 45 rambu-rambunya sengaja diamandemen agar mereka dapat leluasa pada hal rambu-rambu itu sangat penting bagi rakyat, yang tadinya dibuat oleh pendiri negeri ini untuk melindungi kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan kapitalis penjajah.yang kaya tambah kaya yang miskin tambah menderita ekonominya, yang kaya tidak mau rugi dan yang miskin tidak sanggup beli dengan harga mahal, seharusnya petani dibantu dengan subsidi agar harga jual panennya menjadi murah dan petani tidak merasa rugi dan rakyat merasa kenyang.
Ya Allah berilah rahmat para peminpin kami agar mereka menjadi bijaksana dan wahyukan kepada hati mereka perbedaan yang haqq dan yang bathil dan bila mereka tetap pada pendiriannya maka masya Allah, ketentuanmu kami tidak mengetahui.
Ya Allah anta waliyyu fiddunia wal akhirah tawaffany musliman wal hikni bi shaalihien.. aaamien