Skip navigation.

ANAK SEHAT ANAK CERIA.......

Endang Tatar

MAKANAN PERTAMA PADA BAYI

Air susu ibu atau makanan berbentuk cair adalah makanan yang pertama kali dikenalkan kepada bayi. ASI adalah makanan steril, bila oleh karena suatu sebab maka bayi terpaksa mendapat susu formula; penyediaan susu formula inipun harus steril. Asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak akan terganggu bila anak sering sakit. Pada usia tertentu, bayi mulai dikenalkan makanan padat. Pengenalan makanan padat kepada bayi perlu mempertimbangkan kebutuhan nilai gizi, macam variasi dan tekstur makanan. Tumbuh kembang anak yang optimal akan tercapai bila anak mendapatkan makanan yang memadai

Dr. Endang Tatar, MPH, SpA(K)
Divisi Nutri dan Penyakit Metabolik
Bagian Anak
RSUD Dr. Moewardi
Surakarta

Air susu ibu atau makanan berbentuk cair adalah makanan yang pertama kali dikenalkan kepada bayi. ASI adalah makanan steril, bila oleh karena suatu sebab maka bayi terpaksa mendapat susu formula; penyediaan susu formula inipun harus steril. Asupan nutrisi untuk tumbuh kembang anak akan terganggu bila anak sering sakit. Pada usia tertentu, bayi mulai dikenalkan makanan padat. Pengenalan makanan padat kepada bayi perlu mempertimbangkan kebutuhan nilai gizi, macam variasi dan tekstur makanan. Tumbuh kembang anak yang optimal akan tercapai bila anak mendapatkan makanan yang memadai.

ASI adalah yang terbaik
ASI adalah makanan ideal untuk bayi. Secara umum ASI mengandung semua nutrien (termasuk DHA, AA, taurin, kolina, dsb) yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. ASI mudah dicerna. Kolostrum yang diproduksi oleh ibu pada beberapa hari pertama kehidupan bayi, memberikan perlindungan melawan infeksi seperti batuk pilek, infeksi telinga dan keadaan ketidak nyamanan perut. ASI memberikan perlindungan melawan infeksi dan menurunkan insidens gastroesophageal reflux (GER) yaitu keadaan dimana susu/makanan selalu dikeluarkan lagi dari lambungnya (sering gumoh) serta menurunkan insidens necrotizing enterocolitis (NEC) yaitu keadaan dimana jaringan usus mengalami nekrosis (kematian jaringan pada tubuh yang masih hidup). ASI juga melindungi terhadap munculnya manifestasi alergi (rash, dermatitis, rinitis, asma, dsb) pada anak. Keuntungan jangka panjang pemberian ASI juga termasuk dapat menurunkan angka kejadian obesitas dan diabetes. ASI selalu siap tersedia dan langsung dapat diberikan kepada bayi tanpa dipanaskan terlebih dahulu karena temperaturnya sesuai dengan kebutuhan bayi. Keuntungan untuk ibu, ASI juga memberikan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang terhadap kesehatan ibu. Salah satunya adalah jika bayi langsung mengisap puting ibu, maka hal ini akan membantu uterus kembali pada ukuran normal. Menyusui juga membantu pengolahan lemak pada tubuh ibu sehingga menurunkan risiko kegemukan. Bayi sebaiknya diberikan ASI sesuai dengan kemauannya. Memberikan formula tambahan kepada bayi akan menurunkan produksi ASI. Hal ini akan menjadi berbahaya karena produksi ASI semakin lama semakin berkurang. Rasa percaya diri untuk menyusui bayi akan membantu produksi dan pemancaran ASI.

Susu formula
Susu formula bayi harus disiapkan dan digunakan secara tepat dalam kondisi yang steril. Kalau hal ini tidak dapat dilakukan, pertumbuhan dan perkembangan bayi akan terganggu oleh karena bayi sering jatuh sakit misalnya bayi sering menderita diare. Susu adalah media yang baik untuk pertumbuhan kuman. Susu yang ditumbuhi kuman akan menyebabkan bayi yang meminumnya juga terinfeksi kuman. Susu formula tersedia dalam kemasan bubuk dalam kaleng maupun terbungkus kertas aluminium dalam kotak. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan tulisan dalam label tentang berapa lama kemasan tersebut dalam keadaan terbuka (sudah dibuka); biasanya toleransinya adalah satu bulan setelah tutup dibuka. Setelah kaleng/kotak dibuka, sebaiknya kaleng maupun pembungkus aluminium dalam keadaan tertutup rapat disimpan dalam tempat yang sejuk dan kering.

Botol
Bila ibu sudah memutuskan untuk memberi minum bayi dengan botol, maka ibu harus menyediakan sejumlah botol yang memadai sehingga ibu hanya membutuhkan dua kali kegiatan mensterilkan botol didalam satu harinya atau hanya memiliki dua botol saja sehingga beberapa kali ibu harus menyediakan waktu mensterilkan botol dan putingnya dalam satu hari. Setiap membuat susu formula, botol dan putingnya harus dalam keadaan steril. Setelah botol dan puting dalam kedaan steril, batas toleransi penyimpanannya dalam almari es untuk tetap steril adalah 24 jam.

Cara mensterilkan botol
Botol dan putingnya dapat disterilkan dengan cara direbus atau dengan sterilisator. Sebelum botol dan putingnya dilakukan sterilisasi, maka botol dan puting dicuci bersih dengan sabun pencuci. Pada saat mencuci, harus dipastikan bahwa semua bagian yang ada pada botol sudah terpisah dan dicuci bersih dengan sikat. Bila sterilisasi dilakukan dengan direbus, maka caranya masukkan botol pada air yang mendidih dan biarkan selama 5 menit, putingnya dimasukkan terakhir selama 3 menit saja. Bila sterilisasi dilakukan dengan sterilisator, lakukan sesuai dengan instruksi yang tertera pada alat tersebut. Botol dan puting yang telah disterilkan, diletakkan dalam keadaan terpasang dan tertutup dan disimpan dalam tempat yang bersih dan kering.

Cara menyiapkan susu formula
Ukuran perbandingan air dan takaran bubuk formula mengikuti petunjuk dari masing-masing formula yang dipakai. Yang perlu dilakukan adalah selalu disiapkan dahulu air matang pada ukuran volume yang dikehendaki, kemudian bubuk formula dimasukkan kedalam botol yang berisi air matang tadi. Pengocokan dilakukan sampai sampai larutan tampak homogen.

Berapa kali bayi seharusnya diberi susu sehari?
Sebaiknya bayi diberi ASI/susu formula sesuai dengan keinginan anak. Bila menggunakan susu formula, petunjuk tentang berapa kali dan berapa banyak susu formula yang harus diberikan kepada bayi sesuai umur sudah tertulis didalam setiap kemasan/kaleng. Tetapi, bagaimanapun juga orang tua tidak perlu khawatir kalau petunjuk tersebut tidak mampu dicapai oleh anak. Yang terpenting adalah: anak yang cukup makan akan tumbuh sesuai dengan grafik pertumbuhan yang seharusnya. Untuk itu, untuk memantau kecukupan makan, gunakan grafik pertumbuhan (Gb1). Secara umum, bila bayi tumbuh memadai, artinya: bayi tersebut cukup makannya.

Setiap bayi mempunyai kebutuhan yang berbeda dan bervariasi. Bayi baru lahir mempunyai ukuran lambung yang kecil, sehingga sebagian besar bayi memerlukan pemberian ASI/susu formula tiap 3 jam sampai bayi tersebut berumur 3-4 bulan. Bila bayi tumbuh dan berkembang maka kebutuhan makan bayi tersebut dapat menjadi setiap 4-5 jam. Beberapa bayi bahkan memerlukan pemberian ASI/susu formula kurang dari dua jam. Bila bayi tampak tidak nyaman saat harus minum ASI/susu formula, kemungkinan bayi tersebut sedang terganggu kesehatannya (capai, panas atau penyakit yang lain).

Beberapa tanda bahwa bahwa bayi tidak tertarik dengan ASI/susu formula adalah bayi membuang muka saat melihat puting ibu/botol, mendorong/melempar botol, menolak untuk mengisap. Bila bayi mengisap lemah atau menolak mengisap, selain bayi sudah tidak lapar, kemungkinan bayi menderita penyakit. Bayi yang lapar akan bergairah saat melihat botol, mulut terbuka lebar saat dekat dengan puting.

Mengenalkan makanan padat kepada bayi
Perubahan pemberian makan dari makanan cair ke makanan padat adalah merupakan hal yang penting. Sebagian besar ahli sepakat bahwa pemberian makanan padat dimulai pada saat bayi berumur 6 bulan. Pengenalan makanan padat kepada bayi perlu mempertimbangkan kebutuhan nilai gizi, macam variasi dan tekstur makanannya yang disesuaikan dengan perkembangan keterampilan makannya. Terampil makan akan mempunyai dampak pada keberhasilan pemberian makan pada bayi/anak.
Dua indikator bahwa bayi siap untuk menerima makanan padat adalah kemampuan bayi untuk mempertahankan kepalanya tegak tanpa bantuan dan menghilangnya refleks ekstrusi (refleks mengeluarkan makanan). Pada saat ini bayi siap untuk menerima makanan padat.

Makanan padat pertama
Pada saat pertama kali anak dikenalkan dengan makanan padat yaitu sereal, maka sereal yang berasal dari satu jenis makanan tersebut sebaiknya diberikan selama 3 hari berturut-turut agar bayi mengenal rasa sambil dilakukan pengamatan terhadap gejala-gejala intoleransi maupun alergi yang mungkin timbul, misalnya rash, muntah, diare ataupun weezhing. Jika bayi tidak menunjukkan reaksi intoleransi/alergi maka kuantitas, frekuensi dan konsistensi sereal ditingkatkan.

Makanan padat
Selanjutnya, tekstur makanan padat bayi secara bertahap ditingkatkan sampai bayi berumur 1 tahun. Pada bayi berumur 1 tahun, seharusnya bayi telah mampu makan makanan keluarga yaitu makanan seperti yang dimakan oleh anggota keluarga yang lain. Tetapi, anak berbeda dengan dewasa. Ia tidak perlu mengurangi asupan lemak oleh karena pertumbuhan dan perkembangan otak bayi sangat membutuhkan lemak. Sedangkan beberapa makanan yang perlu dihindari pada bayi adalah sebagai berikut: pulih telur, madu, ikan, butter kacang dan makanan yang menyedak (anggur, pop corn, kacang, raisin). Ingat, makanan padat pada bayi adalah merupakan makanan pendamping, jadi ASI merupakan sumber makanan utama.

Referensi
1.Forbes GB. Foods Fads: Safe feeding of children. Pediatrics in Review. 1980;1:207-210.
2.Feeding guide. Diunduh dari: http://www.lpch.org/DiseaseHealthInfo/HealthLibrary/growth/fdgd.html

GAGAL TUMBUHManfaat Zink untuk kesehatan si kecil

How to use Quote function:

  1. Select some text
  2. Click on the Quote link

Write a comment

Comment
(BBcode and HTML is turned off for anonymous user comments.)

Type the two words displayed in the image below:


Smilies

Download Opera, the fastest and most secure browser
July 2009
M T W T F S S
June 2009August 2009
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31