Manfaat Zink untuk kesehatan si kecil
Sunday, 4. May 2008, 00:15:20
Dr. Endang Tatar, SpA(K), MPH
Zink merupakan elemen kelumit (mineral) yang dibutuhkan oleh tubuh manusia, termasuk si kecil. Zink dapat ditemukan pada semua bagian tubuh yaitu: organ, jaringan, tulang, cairan dan sel. Jaringan tubuh yang paling banyak mengandung Zink adalah jaringan otot dan tulang. Zink penting untuk berbagai fungsi biologis dan berperan penting pada lebih dari 300 enzim pada tubuh manusia, termasuk peranan pada sintesa asam nukleat dan protein. Si kecil yang berumur dibawah 12 bulan membutuhkan asupan Zink sekitar 5 mg perhari, sedangkan yang berumur lebih dari 12 bulan membutuhkan Zink sekitar 10 mg perhari. Kebutuhan ini sebenarnya sangat kecil, tetapi ternyata peranannya sangat penting!
Zink penting untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil
Si kecil, berbeda dengan manusia dewasa. Ia butuh tumbuh dan berkembang untuk mencapai dewasa. Walaupun kecil, ia bukan miniatur orang dewasa. Beda pertumbuhan dan perkembangan adalah, pertumbuhan berhubungan dengan bertambahnya ukuran sedangkan perkembangan berhubungan dengan proses pematangan fungsi. Contoh pertumbuhan misalnya saat lahir berat badan si kecil adalah 3 kg, kemudian setelah sebulan kemudian, berat badannya menjadi 3,9 kg, dst. Sedangkan contoh perkembangan misalnya, saat lahir si kecil hanya bisa terlentang, setelah si kecil berumur 3 bulan, ia sudah bisa tengkurep, kemudian saat usia 7 bulan, ia bisa duduk, dst. Untuk kedua hal tersebut, Zink mempunyai peran sentral yang amat penting. Tanpa zink, sintesa asam nukleat dan protein di dalam tubuh akan terganggu. Padahal asam nukleat ada didalam inti sel dan sangat berperan pada metabolisme tubuh, petumbuhan sel serta berperan meregulasi aktifitas genetik. Ia akan menyebabkan sel-sel membelah-belah, bertumbuh menjadi banyak dan membagi diri sesuai dengan fungsinya masing-masing. Bila tubuh kekurangan zink maka proses di dalam sel ini akan teganggu. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan si kecil juga akan terganggu. Misalnya, tinggi si kecil menjadi kurang memadai (lebih pendek) dibandingkan dengan tinggi teman sebayanya, kemampuan berpikir dan belajarnyapun menjadi terganggu, dsb.
Zink penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh
Bila kandungan Zink di dalam tubuh si kecil rendah, maka ia akan rentan terhadap penyakit. Kandungan Zink di dalam tubuh yang rendah akan menyebabkan sistem imun tubuh terganggu sehingga tubuh tidak bisa mengenali dan memerangi penyakit infeksi tertentu. Penambahan Zink telah terbukti efektif untuk menurunkan penyakit pneumonia (radang paru), diare dan penyakit infeksi lainnya. Zink juga dapat menurunkan lama dan derajat keparahan batuk pilek selesma.
Zink dan kesehatan kulit si kecil
Kulit tubuh kita secara fisiologis (alamiah) selalu diperbarui. Apalagi bila kulit tubuh terluka atau iritasi; secara alamiah, kulit yang terluka akan diperbarui lagi dan terbentuk kulit yang baru. Kandungan Zink yang cukup di dalam tubuh akan mempercepat proses pembentukan sel-sel baru ini. Pemberian Zink yang memadai baik melalui asupan maupun dengan krim kulit akan mempercepat penyembuhan kulit yang terluka, penyakit gusi, kulit yang terbakar maupun ruam popok.
Sumber zink
Zink di dapat terutama dari makanan. Sumber Zink yang utama adalah dari daging, unggas, ikan laut, produk susu dan sereal. Daging merupakan sumber Zink yang mudah di dapat, makanan nabati secara umum mempunyai bioavaibilitas yang lebih rendah oleh karena adanya asam fitat dan serat yang menghambat absorpsi Zink.
Makanan sumber Zink dan kandungan Zink (mg/100mg)
Tiram:25
Daging (terutama daging merah):5,2
Kacang:3
Unggas:1,5
Telur:1,3
Produk susu: 1,2
Sereal:1
Roti tawar: 1
Ikan:0,8
Gula:0,6
Sayuran hijau:0,4
Kentang: 0,3
Buah segar: 0,09
Absorpsi dan utilisasi Zink
Zink yang masuk melalui makanan kedalam saluran pencernaan akan diabsorpsi terutama di usus halus. Kontrol keseimbangan Zink di dalam darah meliputi keseimbangan antara absorpsi dan asupan Zink serta ekskresi endogen. Usus halus merupakan organ kunci untuk memelihara keseimbangan tersebut. Rendahnya asupan Zink akan menyebabkan tingginya absorpsi Zink di dalam usus halus. Sekresi asam lambung akan menghambat absorpsi Zink. Fitat yang terkandung di dalam sumber makanan nabati menurunkan absorpsi Zink. Demikian pula, telah terbukti bahwa absorpsi Zink menurun pada susu formula dengan bahan dasar kedelai.
Bagaimana jika tubuh si kecil kekurangan asupan Zink?
Jika tubuh si kecil kekurangan asupan Zink, maka si kecil menjadi malas makan, napsu makan anak berkurang sehingga berakibat pada berkurangnya seluruh asupan zat nutrisi yang lain. Pada beberapa penelitian dikatakan bahwa kekurangan Zink akan berakibat pada gangguan pertumbuhan dan perkembangan, penekanan system imun tubuh sehingga tubuh lebih rentan terhadap penyakit, kulit menjadi kasar, tulang menjadi tidak normal, serta si kecil tidak bisa mencium bau maupun merasakan makanan dengan baik.
Apa akibatnya bila si kecil kelebihan Zink?
Jika si kecil mendapatkan asupan Zink yang berlebihan maka si kecil akan mengalami perasaan tidak enak diperut, lambung akan terganggu, mual, gelisah, pusing, dan mencret. Efek samping muntah akan tejadi pada pemberian Zink > 150 mg/ hari. The National Academy of Sciences menganjurkan bahwa batas konsumsi Zink perhari maksimal adalah 40 mg perhari.
Daftar Pustaka
1.Cousins RJ. Zinc. In: Ziegler EE, Filer LJ. Prsent knowledge in nutrition. 7th ed. ILSI Press: Washington DC; 1996: 293-306.
2.Chandra RK. Micronutrients and immune functions. Ann NY Acad Sci 1990;587:9-16 1990.











How to use Quote function: