Perlukah anak saya mengkonsumsi protein whey?
Sunday, 4. May 2008, 00:22:56
Dr. Endang Tatar, MPH, SpA(K)
Maraknya promosi susu formula yang masing-masing menawarkan spesifikasi keunggulan produknya, membuat ibu-ibu semakin ingin tahu, ternyata begitu banyak kandungan zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Semua produk susu menawarkan keunggulannya, dan semuanya menjanjikan dapat membantu mencapai tumbuh kembang anak yang optimal. Masalahnya hanya satu; yaitu, semua produk susu ingin mendekati kesempurnaan yang dimiliki oleh ASI. Sebenarnya, semua zat gizi yang ditawarkan oleh masing-masing produk susu itu ada pada ASI. Tidak ada satupun dari produk susu tersebut yang sama dengan ASI. Kandungan zat-zat gizi tertentu itu juga akhirnya banyak ditambahkan pada makanan anak-anak. Belakangan ini, banyak ibu-ibu menanyakan tentang protein whey. Seberapa pentingkah protein whey ini dalam menopang tumbuh kembang anak?
Protein
Protein merupakan zat pembangun tubuh yang terpenting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Protein ini merupakan molekul yang besar yang terdiri dari susunan asam amino. Protein diperlukan untuk struktur, fungsi dan regulasi dari sel-sel tubuh, jaringan dan organ. Jadi, protein merupakan komponen yang penting untuk otot, kulit, tulang, otak dan tubuh secara keseluruhan.
Bagaimana tubuh bisa mendapatkan protein?
Tubuh mendapatkan protein dari makanan maupun dari pembentukannya di tubuh sendiri yaitu melalui proses metabolisme. Oleh karenanya, asam amino yang menyusun protein tersebut digolongkan sebagai asam amino esensial dan asam amino non-esensial. Maksudnya, asam amino esensial adalah asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi tubuh tidak bisa membentuknya sendiri, jadi asam amino esensial mutlak harus dikonsumsi dari luar yaitu contohnya dari makanan. Sedangkan asam amino non-esensial adalah asam amino yang bisa berasal dari makanan maupun dibentuk sendiri oleh tubuh bila tubuh membutuhkannya. Jadi, melalui proses metabolisme di tubuh, asam amino non-esensial tersebut dapat dibentuk oleh tubuh. Tubuh manusia membutuhkan kira-kira 20 asam amino untuk membentuk protein tubuh (jaringan, organ). Sedangkan asam amino non-esensial yang dapat dibentuk oleh tubuh berjumlah 13 asam amino, kekurangannya dibutuhkan dari asam amino esensial.
Makanan dengan sumber protein lengkap dan tidak lengkap
Makanan dikatakan merupakan sumber protein lengkap bila makanan tersebut mempunyai cukup sumber asam amino esensial. Sedangkan makanan merupakan sumber protein yang tidak lengkap apabila makanan tersebut tidak dapat memberikan sumber asam amino esensial.
Daging dan protein hewani lainnya merupakan sumber protein yang lengkap, misalnya daging sapi, daging kambing, daging unggas, ikan, kerang, telur, susu dan produk susu. Protein nabati, misalnya dari biji-bijian maupun sayuran, masing-masing merupakan protein yang tidak lengkap, kurang mengandung asam amino esensial. Agar mendapatkan asam amino esensial, maka jika mengkonsumsi protein nabati harus dalam bentuk kombinasi, contohnya: nasi dan kacang-kacangan, jagung dan tahu tempe, dsb.
Protein dalam susu
Kasein dan whey merupakan dua protein utama pada susu, baik susu ibu maupun susu sapi ataupun susu formula. Protein pada ASI terdiri dari protein whey 65% dan kasein 35%. Whey dari ASI mempunyai substansi penting yaitu alpha-lactalbumin, immunoglobulin, albumin, enzym (lysozyme), faktor pertumbuhan, dan hormon. Sebaliknya, susu sapi hanya mempunyai protein whey sebesar 18%, sedangkan kandungan protein kaseinnya sebesar 82%.
Apa itu protein whey?
Protein whey adalah suatu bentuk protein yang lengkap, yang terdiri dari asam amino esensial dan non-esensial yang penting untuk metabolisme tubuh. Secara alamiah, protein whey ini ada pada susu. Keunggulan dan karakteristiknya adalah protein whey mempunyai nilai biologis yang tinggi; artinya protein tersebut mudah diserap dan digunakan oleh tubuh secara sempurna sebesar 100%. Bahkan, sumber yang lain mengatakan dengan memberi angka 104%, karena maksudnya adalah bahwa nilai biologis protein whey tersebut melebihi nilai biologis yang dimiliki oleh protein telur (100%). Kemudian berikut adalah urutan niai biologis beberapa sumber protein, yaitu: protein kasein (77%), protein kedele (74%), dan protein gandum (54%).
Manfaat protein whey
Sebagaimana halnya protein pada umumnya, protein whey bermanfaat untuk membangun, memperbaiki, dan membangun kembali otot, memberikan komponen penting untuk sistim kekebalan, membuat hormon, enzim, kulit, rambut, kuku, darah dan organ tubuh lainnya. Protein whey memperkuat kemampuan tubuh untuk memerangi infeksi. Protein whey juga membantu pembentukan antioksidan di tubuh yang berfungsi melindungi sel, menetralkan toksin di tubuh dan menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur.
Bagaimana cara mendapatkan protein whey?
Pada saat proses pembentukan keju dari bahan dasar susu, protein whey akan terpisah dari susu. Jadi, protein whey didapat dari ekstraksi susu. Protein whey ini kemudian dapat digunakan sebagai campuran dalam susu formula, roti, es krim, dan produk makanan lain. Sehingga, pada produk-produk susu ataupun makanan tertentu, prosentase kandungan protein whey-nya bisa ditingkatkan menjadi lebih tinggi.
Dapatkah tubuh anak saya kekurangan protein whey?
Anak yang tidak pernah mengkonsumsi susu baik ASI/ non ASI maupun produk susu lainnya akan tidak mendapatkan protein whey. Tetapi, jangan lupa, asam amino yang terkandung di dalam protein whey juga dapat didapatkan dari sumber protein yang lain. Hanya masalahnya, nilai biologis asam amino dalam sumber protein yang lain lebih rendah; yaitu tidak mudah diserap maupun digunakan secara keseluruhan oleh tubuh.
Efek samping dari konsumsi protein whey
Bagaimanapun juga, konsumsi protein whey harus sesuai dengan aturan pemberian protein pada makanan seimbang. Pemberian protein tidak boleh berlebihan, sehingga sangat melebihi kebutuhan anak dalam konsumsi makanan sehari-hari. Pemberian kandungan zat gzi untuk tumbuh kembang anak harus mengikuti pedoman piramida zat gizi. Konsumsi protein yang berlebihan akan memberi beban yang berat pada ginjal.
Karena protein whey merupakan protein yang mempunyai nilai biologis yang tinggi dibanding dengan protein yang lain, maka pemberian protein whey dalam makanan anak memberi keuntungan bagi tubuh anak untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Prinsipnya, protein whey merupakan protein lengkap yang mudah diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh.
Daftar Pustaka
1.Dangin M, Boirie Y, Guillet C, Beaufrere B. Influence of the protein digestion rate on protein turnover in young and elderly subjects. J Nutr 2002;132:3228S–33S.
2.Markus CR, Olivier B, de Haan EH. Whey protein rich in alpha-lactalbumin increases the ratio of plasma tryptophan to the sum of the other large neutral amino acids and improves cognitive performance in stress-vulnerable subjects. Am J Clin Nutr 2002;75:1051–6.











How to use Quote function: