Skip navigation.

PADA MU WAHAI MANUSIA DAN ALAM

jejak sunyi dari lembah samudra karam

ijinkan aku berperang lagi

aku selalu berperang
menang dan kalah
selalu berperang
sampai tetes darah penghabisan
menerjang gelombang dimedan laga
demi kehidupan abadi terkadang aku harus bertapa di gua-gua dasar samudara
demi kehidupan abadi....
adakah perintah lagi!?!
demi kehidupan abadi
berperang melawan diri…

syairmu lebih kuat dari nuklir

Dimataku semua adalah syair
Aku
kamu
dan kita adalah syair-syair.....
Wahai manusia dan alam percayalah
Pada syair yang mengalir di celah-celah bebatuan
hatimu.....
Walau keras batu hatimu namun masih ada mata-air
bening yang mengalir disana.....
Sudahlah nikmati saja airmata ini
Karena bahagia ataupun luka tetap ada airmata
Sementara hanya sementara sayang......
Kita telah ditunggu ditelagga itu
Disini dikesementaraan ini
Pada sejarah peradaban umat manusia
Mungkin kau telah hadir didalam nya
menjadi syair pembebas,liar dan memberontak
Atau berasyik -asyik saja dengan Tuhan dan alam
Mesra dan sangat mendalam....membuat malaikat dan syetan
cemburu....
Wahai penyair sejati....
Sudahkah kau turun kejalan......
Membacakan epos atau elegi
Menumpahkan air-cintamu
membangunkan yag tidur dengan api-cintamu
sudahkah turun kejalan?
Beranikah kau menujuk hidung raja hutan
Bak abu nuwas sang maestro itu
Wahai syair yang berjalan...
berkaryalah apa saja
jangan tunggu pesanan
juga tak sebatas siulan
atau tepuk-tangan...
Wahai penyair sejati
Syairmu lebih kuat dari nuklir...
Juga lebih lembut dari air
Selamat berjuang...
salam damai wahai manusia dan alam

alam kubur kita


cawan rembulan.......
kita sudah larut didalamnya
entah...........jangan tanya padaku siapa pemutar sejarah nya
juga.............aku tak tau akhir maqam kita semua
lebih baik kau lihatlah..............
pada saat dunia sudah mati
monument sudah tak lagi berarti
pada saat bumi kering dari air makna kehidupan
manusia sudah tersistem dilantai perkuburan
disana kulihat hanya air mata dalam putaran
disana sistem tata nilai adalah belenggu kita
disana masa lalu dan masa depan tak boleh berkeliaran
cawan, didalamnya ada rembulan
sedang kita adalah bagian dari bias sinar yang harus di tenggelam
makna -makna kehidupan tak berguna lagi
uraian-uraian kebenaran tak boleh singah lagi
Rembulan ada didalam cawan
Jerat jaring laba-laba menutupi bibir cawan rembulan
Lalu yang didalam berputar bagai "dendam sejarah"
karna tak mampu melawan penguasa kubur yang bertah-tahta
tapi angin masih sempat bertanya
" kenapa aku lahir!"
"untuk derita ,kau ku rancang secara nasional"jawab sang penguasa kubur.
"...............Seperti tanah akupun mengunakannya
untuk mengubur "rembulan
matahari
bias sinar
makna hidup
uraian kebenaran
dari para penyair langit
yang tembangkan masa lalu dan nada-nada masa depan
juga tokoh-tokoh masa depan yang mengkemas
kitab masa lalu dengan sampul yang menjanjikan.
.....................Dengan gelora api angkara kucoret tulisan mereka"
Seringai sang penguasa kubur.

nyanyian nelayan

Saat ini ku coba merangkai kembali........oh cinta
Dari petala-petala yang pernah tertancapkan di jiwa
Terdiam disudut-sudut kesadaran ini
Seperti daun kering yang tersungkur pada tanah kering berdebu
Aku hanya insan lemah dikekar tangan kehidupan
Bagai sampan kecil di tengah lautan
Yang tetap diselamatkan
Dan pulang membawa ikan
sementara itu dari kejauhan burung camar tersenyum sembari terbang........
Dari kejauhan
Burung camar
Tersenyum sembari terbang
Juga pulang membawa ikan........

..............
syair untuk: JJ KUSNI
diparis
penulis yang mengalir
dan autentik.

jakarta

Aku ingin lahir di paris
besar di vatikan
berjuang dikarbala
merenung dikota suci tiga agama
mencium batu-hitam dan meminum air zam-zam
menari dan bernyanyi diindia
tapi Tuhan mempercayaiku lahir di jakarta
kota muda
kota pancaroba
kota bingung
kota mabuk sampai pagi
kota janji
kota hutang
kota tempat ku belajar silat dan kungfu
lalu ku berkata pada Tuhan
"akan ku buat suci dan indah kota ku ini hingga Engkau tersenyum........"





jayakarta yang berstatus batavia

melamar jiwa

Dengan nama TUHAN
DIAlah: CINTA yang MAHA KASIH dan MAHA SAYANG
juga dengan segenap hati ,aku datang kedalam jiwamu
Mengucap salam
Dan menyirami relung-relung hatimu dengan senyum yang paling manis
Dan ku persembahkan sebagai hadiah khusus untuk mu ..
Akulah insan pencari cinta Telah ku gali dasar bumi
Telah kuselami samudra hakiki……
Tapi pencarian kuhanya melahirkan kata : cari selalu
Maka aku datang kedalam jiwamu.
Keinginanku menyebabkan sang mawar mekar kembali
Dikuti kuncup-kuncup bunga lainnya
yang siap menebarkan warna-warni pesonanya
Hingga bumi menjadi taman surgawi……
Dengan nama TUHAN
Aku datang mengucap salam
Maka datanglah wahai kau jiwa
Dengan senyum yang paling indah
Wahai jiwa yang indah..........

menunggu daur ulang

seongok sampah usang siap untuk dibakar
menuggu terlalu menunggu
sulut apipun tak berani menghampiri
sampah usang berkekuatan daya bakar tinggi
dikeberadaannya
adalah luka yang panjang
adalah malam yang kelam
adalah rindu mendendam
dan sepi yang tiada henti
diketerciptaannya
karna industrialisasi yang tak pandai mendaur ulang
sebab pendidikan yang tak bersetubuh dengan kehidupan
pun tata-nilai yang tak jelas penilainya
sampah usang entah dibakar
atau membakar.........
menunggu terlalu menunggu
kesudahan belum lagi menyudahi
sampah usang berkekuatan daya bakar tinggi.

surat untuk anakku

Nak....
Disaat ayahmu masih remaja
ia pernah kebingungan menjalankan hari-hari
di kehidupannya
Ia terseok-seoak ,terlunta-lunta dan megap-megap
pada kenyataan yang tak bersahabat
karena ayahmu tak punya ayah yang layak dan pantas
untuk disebut ayah yang bersifat keayahan
Namun ayahmu tak patah semangat anakku
Atau mencurigai Tuhan dan bermuka masam
Apalagi bertengkar denganNya
Nak.........
Ayah mu adalah seorang yang haus dan rindu
pulau kedamaian
Ia selalu mencari-cari dan bertanya-tanya tentang hal itu
ia bertanya dan mencari tentang dirinya
tentang kawannya
tentang lawannya
tentang jalan tempuhnya
dan kemana akhir dari kesemuaan yang ada
Anakku sayang.........
Besar harapan ayah untuk kejayaanmu kelak
Agar kehadiranmu pada ruang dan waktu tiada pernah sepi
Atau diangap sepi oleh kehidupan......
Untuk itu pandai-pandailah mengemudikan sampan
Perkuat dirimu dengan tenaga tauhid
bijaksanalah dalam menghadang ombak yang datang
karena kebijakan adalah elok dan menawan
Wahai anakku gagah.........
Engkau tak boleh cengeng
dan ituk tak pantas bagimu
cukup sekali saja kau menagis dalam hidupmu
karena tangis kelahiran adalah pantas dikumandangkan
ke seantero jagat
dan selibihnya buatlah dunia menagis karena ulahmu yang tegas
dan tak kenal belas kasihan pada kejahatan
dunia ..................
lalu permainkan dia sekehendakmu sebelum engkau dipermainkan dan
dijadikan seongok sampah usang yang tiada berguna bagi kehidupan...........
Wahai anakku yang mawas........
Bila dalam permainan engkau kecewa disebabkan dihianati...
maka sedihpun jangan
ku ingin
putar otakmu
asah lagi jiwamu yang yang bermata
dan perkeras saja kepalan tinjumu
setelah itu siasati dunia dengan itu
tapi ingat janganlah engkau berlebihan
karena dunia adalah tempat bermain
yang sangat sementara
dan kampung halaman kita memang bukan disini
Duhai anak yang manis...............
Satu titik menuju satu titik sunguh dapat ditarik satu garis yang jelas
walau kita manusia penuh misteri
dan Tuhan berselimut sejuta kegaiban
bukanlah artinya kita tak bisa menyibak semua itu
dan bukan pula bahwa Tuhan bagai sosok dzat yang tak dapat dimengerti....
bila yang kau mengerti titk awal adalah alam kelahiran
dan titik akhirmu adalah kematian jasadmu
maka garis yang melingkar atau lurus itulah perjalanan kehidupanmu yang harus kau isi dengan perjalanan manis dan penuh kesan terkenang
hingga setiap tarikan napasmu,ngiang telingamu
kerling matamu,gelora-jiwamu
dan segala yang dibersit oleh jasadmu ......
menjadi karya baktimu dalam menoreh lembar demi lembar
perjalananmu menuju maqam
yang abadi............
juga hendaknya engkau berhati-hati dalam meniti tangga perjalananmu
sebab mata kasarmu bisa saja tertipu arti dan mimpi-mimpi
dalam memandang dan merasakan
Bunga-bunga
Tunggangan-tunggangan
dan persinggahan-persinggahan yang dengan sengaja ditebar
juga diciptakan oleh dunia untuk memperdaya dan
menggagalkanmu menuju kesempurnaan perjalananmu yang
hakki lagi abadi..........
Oh yah buah hatiku.......
Jangan biarkan ayahmu menangung malu
Dan dapatkan azab karena prilakumu yang tak sedap
dilihat dan diperbincangkan....
Senantiasa kau kajilah gerak daya hidupmu
kenali segala gelagat dan gejolak yang silih berganti hadir didalam khalbumu
karena ketahuilah:
" hidup yang tak di kaji adalah hidup yang tak perlu dihidupi dan dijalani......."
jika engkau telah mengerti arti tangismu-disaatkau lahir- dan dunia dengan segenap isinya tersenyum menyaksikan kehadiranmu yang polos,lucu dan penuh ketidak-berdayaan......
maka kumau jangan nantinya dalam perjalan hidupmu dan detik-detik akhir napasmu masih saja dunia menertawai,menghinakan dan bersorak-sorai disebabkan kau masih saja bermurung durja dalam meniti kehidupanmu sendiri.........
atau kau biarkan hembusan napasmu dengan sumpah serapah dari dunia
pertanda sipembual dan sipengacau kebenaran telah tiada................
pun kuingin jangan ikuti langkah mereka yang kematiannya
berdarah-darah karena selalu berdusta pada sejarah.......
atau mereka yang menyembunyikan kebenaran karena takut
akhirnya mati ditikam ketakutannya sendiri.........
Berarti yang harus kau lakukanadalah senyum menawanmu
karena kau paham akan rahasia-rahasia kehidupan-dalam mengenali
misteri diri dan alam serta selimut kegaiban Tuhan- kemudian isilah perjalananmu dengan tertawa sepuas mungkin untuk menertawai dunia yang penuh kepalsuan-kepalsuan yang menjemukan ............
kemudian biarkan saja dunia menangis sejadi-jadi melihat kepergianmu .....
sebagai saksi dari anak pejalan yang sahid di dalam perjalanannya....
maka tersenyum manislah untuk itu
dan itu artinya
kau MENANG.........
Aduhai permata hatiku............
duduk manislah dipangkuan ibumu
dan dengarkanlah uraian hikmah yang dilantunkan oleh bibirnya
dan janganlah kau berkata-kata atau bergerak yang tak dimengerti
olehnya......
nikmati dan jiwai detak irama serta pantulan sinar yang terbersit dan terpancar dari bening indah matanya...
lalu banyak bertanyalah padanya tentang:nama-nama apa saja
tentang cara-cara apa saja ......
bahkan awal dan akhir apa saja yang ada dalam kehidupan ini......
dan kuyakin ibumu dapat menjelaskan semua itu padamu
karena bundamu adalah sosok terpelajar yang penuh dengan kemampuan dan pemahaman yang sangat dalam..............
pandai-pandailah kau membuat dirinya senang dan sayang padamu
karena ia dapat berdoa dan berusaha untuk kemajuan
dan kemulianmu kelak......
berusahalah agarkau tak sampai membuatnya kecewa
apalagi melukai jiwanya......
karena selayaknya bahasa kasih dan belainyan lembutnya
hanya dapat diimbangi dengan sikap elok dan menawanmu.......anakku
Juga ketahuilah ayahmu mendapatkannya dengan kegigihan
dan pertimbangan yang dalam ,dalam memetiknya...
Agar kelak aku dan kamu
dapat mengarungi samudra kehidupan ini dengan ketenangan
dan kedamaian.........
untuk sampai dipulau kampung halaman.......
yang menjadi impian dan idaman seluruh kapal
yang sejalan dan setujuan
yang sejalan dan setujuan dengan kita anakku..........
tersenyumlah sayang...........

UNTUK ULANG TAHUN MU YANG KE:....
NB:
- jangan lupakan sholat
- hadiah ulang tahun telah ayah titipkan diibumu

jangan menangis sayangku

Kita semua manusia biasa tak kurang dan tak lebih
Mencari kebahagiaan dengan segala macam cara
Cuma untuk bahagia.........
Tak tau kapan datang nya
Pun kapan berakhirnya
Bagaimana bentuknya
Sudahkah didapatkan
Atau cuma fatamorgana
Yang berlari manakala kita hampiri
Kemewahan yang kita punya mampukah mejawab
Kekuasaan yang kita genggam mampukah melindungi
Duhai bulan,bintang dan mentari.....ceritakanlah pada kami sejarah bumi ini
Kisah-kisah anak manusia yang katanya mencari kebahagiaan...............
Seperti bunga,kumbang dan taman yang indah.........
Kemewahan bunga jadi layu karna kumbang dan waktu
Kekuasaan kumbang juga musnah ditelan alam dan usia
Taman yang kita banggakan ternyata fana ditelan gelombang ajal
Kini lihatlah kami wahai Tuhanku .......
Bergerak dan berlari mengejarmu membuang berhala yang bernama "kebahagiaan"
kemudian menyerahkan kepadamu apa yang pantas kami cari dan kami perjuangkan..........
Disini......
Diatas puncak gunungMu
Kukatakan pada manusia dan alam
............"jangan menangis sayangku"


[

"Yang terdiam dan terhenti ...seperti burung bisu dan sungai mati......."


Aku hanya hadirkan tanya yang belum terjawab pada lakon-lakon yang pernah dihadirkan disini pada makro-kosmos planet bumi.....
sebagai wujud dari kwalitas teratas sebenarnya hal itu tak boleh ada padaku...
karena aku paham esensi dan eksistensi yang tertanam pada diri setiap insan jelas dengan tujuan...
ada masa lalu
saat ini
dan masa depan
namun ini semua biarlah mengalir
menuju samudra keabadian
untuk kemudian diterbangkan lagi
pada puncak-puncak kesejatian
TUHAN adalah rencana
TUHAN adalah pemenang dari setiap permainan
sedangkan aku hanyalah bayang-bayang yang hampir tengelam.
hanya bayang-bayang yang hampir tenggelam......
pada mu:
wahai manusia dan alam
dengarkan......
aku tengelam disamudra yang dalam
jiwanya resah tak bermakna
nalarnya hampa tidak bermata
pada satu kekuatan maya
ia tembangkan nada
aku sudah lelah di tepi
merindukan isi
kapan imajinasi
mana daya harmoni
aku disini sepi....
aku disini
sepi...
December 2009
S M T W T F S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31