Sunday, 1. February 2009, 00:15:20
Terik siang tlah mencapai atap cakrawala... Sengatannya smakin melemahkanku... Menyengat ragaku tanpa ragu... Menyakiti hatiku yang masih rindu kesejukan... Ku coba tetap bertahan... Hanya 'tuk mendapat secarik kabar yang mungkin kau titipkan untukku... Lewat sinar rembulan tadi malam, atau lewat kokok pejantan pagi tadi... Tapi...lagi-lagi waktu trus berlari... Meninggalkan aku yang masih trus menanti...
Friday, 12. December 2008, 03:31:53
Satu purnama hampir ku lalui, tanpa kabarmu...
Satu purnama hampir ku lewati, tanpa semangatku...
Sejuta bintang di langit, tlah kutitipkan rindu...
Semoga pijarnya mampu menembus jeruji hatimu...
Memberi terang, agar jiwamu tahu...
Aku menunggumu...
Wednesday, 19. November 2008, 22:39:44
Di keheningan hatiku... Ku dengar lirih suara merdu memanggilku... Di kejauhan jiwaku... Ku lihat semu bayang sendu menghampiriku... Berlari-lari diatas telaga mimpi... Mengajak aku menghampiri... Entah siapa gerangan yang mengusikku ini... Ku dengar terlalu lirih, ku lihat terlalu semu... Aku... hanya bisa merasakan kesungguhannya...Dari dalam jiwaku...
Friday, 14. November 2008, 09:10:01
Bila senja menjelang, cobalah kau tengok kaki langit dibagian utara?
Bisakah kau lihat setitik sinar disana?
Yaach..memang belum jelas benar cahayanya, tapi percayalah, kalau dia selalu ada disana disetiap waktu. Ditempat yang sama, dengan sinar yang sama...
Disaat gelap membungkus, kala kehidupan malam mulai terkuak dengan segala tabirnya. Coba kau lihat lagi ke langit utara. Kan kau saksikan pijarnya diantara rasi terang yang mengelilinginya. Semakin indah bukan?
Dan juga esok, di pagi hari, sebelum mentari membuka babak baru dalam kehidupan. Disaat kau tengok lagi keberadaannya. Dia kan tetap ada disana, mengerlip kadang meredup, disela awan kian benderang. Tetap indah bukan?
Aah..andai saja ada tali yang bisa menjangkaunya, mungkin akan ku jadikan tangga menuju kesana. Aku akan duduk disana, memandangmu...
Dan, bila nanti kau melihat keatas, aku akan melambaikan tanganku... Tidak...aku tidak memanggilmu. Aku juga tidak akan memintamu ikut naik bersamaku... Aku hanya ingin kau tahu, bahwa ku akan slalu ada disana dengan segala sinarnya, disetiap malammu, di alam mimpimu...
Thursday, 6. November 2008, 06:38:26
Sendiri...sepi...gelap....kembali menyergap hatiku,..
Hey...mengapa kau tersenyum bulan?
Akh, kau ini bulan...
Apa kau kira aku menangis, sedih atau menyesali hidup...
Bulan...bulan, sama sekali tidak.
Nah, sekarang coba kau hitung,
Berapa kali aku mengalami kegagalan, kejatuhan dan juga kesendirian seperti ini, tak terhitung bukan?
Apa bulan?
Berteman secawan anggur, sebatang ganja, sebutir obat atau seonggok debu yg memabukkan itu?
Tidak bulan!
Kenapa bulan?
Katamu kau tahu seberapa dalam lukaku, sakit, juga perihku...
Lalu...menurutmu apa aku harus kembali seperti dulu?
Sekali lagi aku tegaskan, Tidak bulan.
Coba kau pandang aku bulan...
Apakah tubuhku goyah, apakah langkahku gontai, apakah sinar mataku redup karena kegagalan yg sama? Tidak kan bulan?
Hey...mengapa kau tersenyum seperti itu lagi bulan?
Apa katamu? Hidup memang kadang tak adil?
Akh, kau ini bulan...
Coba kau rasakan secangkir kopi ini, adakah rasa manisnya?
Pahit bukan? Tapi coba kau lihat mimik bibirku, adakah kau lihat kegetiran...
Bulan...bulan, coba kau lihat juga dirimu disana...
Bisakah kau menggandeng bintang dlm langkah bersama?
Mampukah kau mencumbu bintang dlm pelukmu?
Tidak bukan?
Lalu...mengapa kau masih mau menyinari malam dgn kesendirianmu?
Apa kau bilang bulan? Itulah hidup...
Bulan...bulan, yach...kau benar, itulah hidup.
Bagaimanapun kita harus jalani, sepahit apapun harus kita nikmati...
Tapi, bukan berarti hidup tak adil kan bulan?
Apapun adanya harus tetap kita syukuri...
Hidupku dan hidupmu adalah anugerah...
Hey...tersenyumlah bersamaku bulan...
Jadilah teman dalam kesendirianku, jadi penerang dalam setiap langkahku, jadi kehangatan dalam hidupku...
Saturday, 1. November 2008, 12:37:51
Malam...
Apa yang kamu bayangkan tentang malam?
Banyak orang pasti bilang, malam itu gelap, malam itu tidur, malam itu sepi, malam itu menyeramkan dan malam adalah ladangnya kejahatan.
Sesungguhnya, banyak tercipta karya dengan datangnya malam. Malam itu renungan, malam itu tenang, malam itu inspirasi juga mata airnya keindahan.
Keindahan akan impian, keindahan doa, keindahan harapan, keindahan kasih dan indahnya cinta, juga kerinduan...