
Saturday, September 24, 2011 5:22:26 PM
map, travel, peta, speak out
Siapa yang ingat pelajaran peta buta?
"Dimanakah ibu kota provinsi xxxx ?" he he dan kita diminta menunjukkannya di depan seluruh kelas.....saya sih sudah lupa
dan saya sampai sekarang masih bingung aplikasi langsung dari pelajaran itu apa sih?
Namun terlepas dari penting tidaknya pelajaran peta buta diajarkan di bangku sekolah...SAYA SUKA PETA
suka suka suka bahkan mengumpulkan peta adalah salah satu hobi saya yang masih 'hidup' sampai sekarang. Kecintaan saya akan peta bukan dikarenakan saya dididik untuk menjadi seorang geologis, NOPE...jauh sebelum itu saya sudah sangat menyenangi 'membaca peta' dari peta dunia hingga peta lokasi WC di sebuah mall he he 
Kesenangan ini dimulai semenjak 1996, saat itu kami sekeluarga mendapatkan berkat untuk bisa pergi ke Amerika (dulu masih murah dolar sob). Bersama dengan om yang saat itu masih kuliah disana, kami sekeluarga menghabisakan 2 minggu penuh melintasi Amerika dari Chicago hingga San Francisco via jalan darat menggunakan mobil sewaan. Selama perjalanan saya menjadi navigator om saya dengan membantu dia membaca peta jalan. Peta jalan itu mencangkup SELURUH jaringan 'highway' se AS(Keren abis!! Sayang peta itu tidak boleh dibawa pulang karena harus dikembalikan bersama mobil sewaannya
) Pulang dari 'Road Trip' itu saya sudah jadi seorang maniak peta
Siapa sih yang butuh peta kertas zaman sekarang? Sekarang katanya zamannya peta dijital. Setiap orang yang punya hape berkoneksi internet sudah pasti akan dengan mudah mendapatkan informasi posisi, lalu-lintas jalan, lokasi menarik, sampai lokasi teman-teman kita hanya dengan menggunakan fasilitas seperti google map. Apalagi apabila kita sedang berada di lokasi yang jarang kita lewati atau di negara lain...hanya tekan beberapa tombol dan......VOILLA
....dan kita tidak NYASAR lagi. CEPAT dan MUDAH. Tapi bagi saya kayaknya ada yang kurang...jangan salah, menurut saya teknologi peta dijital sangat luar biasa dan sangat membantu, saya pun sering menggunakannya saat mencari jalan-jalan tikus di Jakarta.
'Kayaknya ada yang kurang' itu adalah sensasi NYASAR sambil mencari jalan atau lokasi di sebuah tempat asing sambil membuka peta kertas di tangan sambil mengingat-ingat jalan-jalan yang telah ditelusuri. Memberikan perhatian ekstra kepada bangunan dan lokasi sekitar
.
Atau suatu sore di hari Sabtu duduk di beranda sambil membuka-buka peta sebuah kota yang belum pernah kita kunjungi sambil melayangkan imajinasi serasa kita sedang menjelajahi kota tersebut....hal itu tidak akan didapatkan dengan menggunakan sebuah peta dijital di hape, pad, atau layar PC. BEDA!!
Sekarang, tiap kali melancong ke suatu kota atau negara lain saya selalu menyempatkan diri mengumpulkan berbagai macam peta yang bisa saya dapatkan. Atau bila ada kerabat atau teman yang akan bepergian saya selalu titip peta he he.


Salah satu impian saya adalah untuk mendirikan sebuah usaha yang bergerak dalam penyediaan jasa kartografi (istilah keren peta sob) bekerja sama dengan pemerintah daerah dan juga industri lokal untuk mempromosikan potensi kota dan dareah di Indonesia (kebanyakan daerah di Indonesia belum memiliki data pemetaan yang memadai!!...mudah2an ada orang BAKOSURTANAL yg baca)

Friday, July 8, 2011 8:53:40 AM
Opera, speak out
Siang ini eike ada acara di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Namun karena sesuatu hal waktunya diundur, dan untuk mengisi waktu luang eike jalan ke Gramedia untuk baca-baca.....dan disana ketemu yg satu ini.
Hal ini menandakan kalau peramban
OPERA sudah banyak dipakai dan semakin dicintai di Indonesia. Go OPERA Go

Friday, March 11, 2011 10:51:07 AM
japan, tsunami, speak out
My condolence go out to all the people of Japan. We Indonesian know what it feels to lose everything in a tsunami. But we also know that the human spirit will prevail and as a nation it is time to become united. May God be with you.