Skip navigation.

Uneg-uneg

Everything in my mind

Belajar ikhlas

Jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya.

Kita telah kehilangan banyak hal semasa hidup.

Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil dan merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kadang, kita juga kehilangan hal baik, supaya kita menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu, mungkin Tuhan sudah menentukan bahwa memang pada saat itulah kita kehilangan.

Mungkin saja kita kehilangan supaya kita nantinya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.

Mungkin memang pedih pada awalnya... mungkin butuh bulan berbilang tahun untuk menyeka bening yang terkadang masih mengalir...

Namun kebahagiaan memang tak selamanya... dan kesedihan takkan mengembalikan apa yang telah berlalu...
Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yang lain.

Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya.

“Semoga kita bisa menjadi orang yang ikhlas yang tetap masih bisa memberikan senyum terindah kita pada dunia”.

:yes:

By : TiTa

Beda antara suka,cinta dan sayang

Dihadapan orang yang kau cintai,
musim dingin berubah menjadi musim semi
yang indah Dihadapan orang yang kau sukai,
musim dingin tetap saja musim dingin hanya
suasananya lebih indah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai,
jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
kau hanya merasa senang dan gembira saja

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau cintai, matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang
kau sukai, engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang
terdalam Dihadapan orang yang kau sukai,
kata kata hanya keluar dari pikiran saja

Jika orang yang kau cintai menangis,
engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,
engkau hanya menghibur saja

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan
rasa suka dimulai dari telinga Jadi jika kau mau
berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup
telinga.

Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari
orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi
tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam
jarak waktu yang cukup lama.

"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada
perasaan yang lebih mendalam. Yaitu rasa sayang....
rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta. Rasa yang
tidak mudah berubah.

Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk
orang yang kamu sayangi. Mau menderita demi
kebahagiaan orang yang kamu sayangi.
Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin
melihat orang yang disayanginya bahagia..
walaupun harus kehilangan
By: TiTa

berkorban itu indah

****** BERKORBAN ITU INDAH ******

Musim hujan sudah berlangsung dua bulan sehingga dimana-mana pepohonan
nampak menghijau. Seekor ulat menyeruak di antara daun-daun hijau yang
bergoyang-goyang diterpa angin. "Apa kabar daun hijau," katanya .
Tersentak daun hijau menoleh ke arah suara yang datang "Oo, kamu ulat.
Badanmu kelihatan kurus dan kecil, mengapa?" tanya
daun hijau. "Aku hampir tidak mendapatkan dedaunan untuk makananku.
Bisakah engkau membantuku sobat?" kata ulat
kecil. "Tentu..tentu..mendekatlah kemari." Daun hijau berpikir, "jika
aku memberikan sedikit dari tubuhku ini untuk makanan si ulat, aku akan
tetap hijau. Hanya saja aku akan kelihatan berlubang-lubang. Tapi tak
apalah.

"Perlahan-lahan ulat menggerakkan tubuhnya menuju daun hijau. Setelah
makan dengan kenyang ulat berterimakasih kepada daun hijau yang telah
merelakan bagian tubuhnya menjadi makanan si ulat. Ketika ulat
mengucapkan terimakasih kepada sahabat yang penuh kasih dan pengorbanan
itu, ada rasa puas di dalam diri daun hijau.
Sekalipun tubuhnya kini berlubang di sana-sini namun ia bahagia bisa
melakukan sesuatu bagi ulat kecil yang lapar.

Tidak lama berselang ketika musim panas datang daun hijau menjadi
kering dan berubah warna. Akhirnya ia jatuh ke tanah, disapu orang dan
dibakar. Apa yang terlalu berarti di hidup kita sehingga kita enggan
berkorban sedikit saja bagi sesama? Toh akhirnya semua yang ada
akan "mati" bagi sesamanya yang tidak menutup mata ketika sesamanya
dalam kesulitan. Yang tidak membelakangi dan seolah tidak mendengar
ketika sesamanya berteriak minta tolong. Ia rela melakukan sesuatu untuk
kepentingan orang lain dan sejenak mengabaikan kepentingan diri sendiri.
Merelakan kesenangan dan kepentingan diri sendiri bagi sesama memang
tidak mudah, tetapi indah.

Ketika berkorban diri kita sendiri menjadi seperti daun hijau yang berlobang namun itu sebenarnya tidak mempengaruhi hidup kita, kita akan
tetap hijau, Allah akan tetap memberkati dan memelihara kita. Bagi "daun
hijau", berkorban merupakan sesuatu hal yang mengesankan dan terasa
indah serta memuaskan . Dia bahagia melihat sesamanya bisa tersenyum
karena pengorbanan yang ia lakukan. Ia juga melakukannya karena
menyadari bahwa ia tidak akan selamanya tinggal sebagai "daun hijau".
Suatu hari ia akan kering dan jatuh.

Demikianlah kehidupan kita. hidup ini hanya sementara kemudian
kita akan mati. Itu sebabnya isilah hidup ini dengan perbuatan-perbuatan
baik, kasih, pengorbanan, pengertian, kesetiaan, kesabaran dan kerendahan
hati.

Jadikanlah berkorban itu sebagai sesuatu yang menyenangkan dan
membawa suka cita tersendiri bagi anda. Dalam banyak hal kita bisa
berkorban. Mendahulukan kepentingan sesama, melakukan sesuatu bagi
mereka, memberikan apa yang kita punyai dan masih banyak lagi
pengorbanan yang bisa kita lakukan. Yang mana yang sering kita lakukan?
Menjadi ulat kecil yang menerima kebaikan orang atau menjadi "daun
hijau" yang senang memberi.
By : TiTa
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31