Skip navigation.

AKU PERNAH ADA DAN AKU PASTI PERGI

but I say to you that hear " love your enemy, be good to them that hate you "

well this is life .. what do u think 'bout it??

So, if i'm asking u this question :

1. How's life ??
2. R u happy with all ur condition right now ??
3. Do u think life is fair ??
4. Do u believe in Faith and what ur opinion ??

i hope u don't mind and want to answer that question.

The reason i wrote this b'coz its seems life is so hard (maybe not for some people), ok then lets said that's life is though for me 'coz its not easy to wake up in the morning and do what u gotta do and sometimes u get bored with all this activity, are u gonna complaining ??

I believe that we all have a free will, what when where who why etc it's all depend on us, I used to blamed God when everything seems wrong and not like what i expected. Then i know its all b'coz of me yess MY SELF.. why .. good question, ok i'll give u an example :

to be continued...

Jadi Pengusaha Tak Harus Pintar

Berikut ini dipaparkan beberapa kutipan Purdi E Chandra, pendiri Primagama dan Entrepreneur University yang menjadi pembicara utama dalam seminar yang mengangkat tema "gila", maka setiap ungkapan yang dikemukakan Purdi terasa "gila" dan membuat peserta tertawa.

Saya masuk kuliah di empat universitas tapi tidak selesaikan kuliah. Tapi saya juga heran kenapa bisa dirikan Primagama, sebuah lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia yang cabangnya sampai ratusan.

Padahal saya tidak terlalu pintar-pintar amat. Makanya saya berpikir kalau kita terlalu pintar menyebabkan terlalu banyak pertimbangan, yang akhirnya tak ada sama sekali yang bisa dikerjakan. Makanya mungkin alangkah baiknya anak kita jangan terlalu pintar (hadirin tertawa). Anak saya yang di SMP ranking 11 langsung minta mobil. Ini sudah luar biasa dibandingkan sebelumnya yang ranking 20-an. Dia juga mau jadi pengusaha. Lihat saja banyak orang pintar tapi tidak mau kerja.

Untuk mau menjadi pengusaha jangan terlalu banyak pertimbangan. Laksanakan saja niat itu dan tunggu hasilnya. Coba lihat pakar akuntansi tidak mau berusaha karena apa. Yah itu tadi karena mereka belum berusaha sudah takut jadi pengusaha, karena mereka sudah mempelajari dulu hitung-hitungan menjadi pengusaha yang mengerikan makanya mereka takut sebelum berusaha.

Lalu kenapa orang mau jadi pengusaha. Saya kira Jaya Setiabudi sudah memaparkan banyak tadi. Yah jadi pengusaha itu misalnya gini, saya merasa tiap hari kerjanya apa. Paling kalau ada yang mau ditandatangani baru muncul. Makanya yang perlu diketahui calon pengusaha tidak usah muluk-muluk kalu sudah bisa tanda tangan yah bagus-lah (hadirin tertawa).

Pengusaha itu tidak perlu tinggi-tinggi sekolah, karena yang mereka perlukan hanya tahu tanda tangan dan mengingat bentuk tanda tangannya jangan sampai salah tanda tangan satu dengan lainnya.

Selain itu, pengusaha kebanyakan dari orang malas. Sebab orang yang sudah pintar itu diperebutkan sama perusahaan untuk menjadi karyawan. Makanya yang jadi pengusaha itu dulunya orang malas. Orang malas sebenarnya bukan hal yang negatif karena melihat pengalaman selama ini, kebanyakan mereka yang jadi pengusaha.

Nah, orang pintar akan dibutuhkan pengusaha sebagai tulang punggung perusahaan. Misalnya, saya sebagi Direktur, banyak pegawai saya adalah para doktor, sementara saya tamat kuliah juga tidak. Paling saya membuat akademi perguruan tinggi dan memanggil para doktor mengajar di tempat saya dan gelar saya dapat dari akademi saya sendiri.

Setelah berbicara bahwa seorang pengusaha tak harus pintar, pendiri lembaga pendidikan Primagama dan Entrepreneur University, Purdie E Chandra, mengupas pembicaraan mengenai fungsi otak kanan sebagai salah satu tips menjadi pengusaha, berikut beberapa petikannya.

Untuk menjadi pengusaha memang harus sedikit "gila". Lebih gila lagi kalau teman-teman tidak mau jadi pengusaha (hadirin tertawa). Untuk menjadi seorang pengusaha pakailah otak kanan Anda. Kalau perlu jangan gunakan sama sekali otak kiri. Kenapa harus otak kanan?

Ini yang lucu karena otak kanan mengajarkan kita hal yang tidak rasional. Berbeda dengan otak kiri, ia memberitahukan sesuatu yang rasional, teratur, dan berurut-urut. Misalnya begini, murid SD disuruh kreatif sama gurunya. Ia disuruh membuat gambar pemandngan. Karena dari dulu gambar pemandangan yang ia tahu hanya yang ada gunung lalu dibawahnya jalan raya dan sungai, maka sampai dia SMU pun hanya gambar itu yang ia tahu. Ketika diperintahkan menggambar pemandangan. Ini keteraturan tapi tidak ada kreativitas. Kalau ada otak kanan maka ia akan memberitahukan sesuatu yang lebih kreatif. Lalu, apakah Anda mau dari dulu jadi karyawan terus menerus, tidak kreatif ingin menjadi pengusaha dan punya karyawan.

Atau begini, anda bangun setiap pagi, mandi, naik angkot ke kantor, bekerja lalu menjelang sore pulang ke rumah setelah itu tidur dan besoknya lagi ke kantor. Itu dijalani selama belasan tahun bahkan sampai kakek-nenek. Dan sama sekali terbatas waktu yang sebanyak-banyaknya dengan orang luar yang lain dari yang dibayangkan.

Itulah keteraturan dan yang mengatur semua itu adalah otak kiri. Apakah Anda mau seprti itu seterusnya? Makanya gunakanlah otak kanan. Mau jadi pengusaha biasakanlah otak kanan Anda yang bekerja. Dan Anda tak perlu setiap hari ke kantor dan pulang sore.

Kenapa tangan kanan kita selalu bergerak? Karena yang menggerakan adalah otak kiri makanya teratur hasilnya. Lalu, apakah kita harus seperti anak SD terus yang hanya pintar menggambar pemandangan satu model yang diajarkan gurunya?

Otak kanan tidak banyak hitungan atau pertimbangan macam-macam. Ia lebih banyak mengerjakan apa yang dipikirkannya. Kalau mau usaha jangan terlalu banyak hitung-hitungan. Waktu bikin banyak usaha saya tidak banyak hitung-hitungan dan Alhamdulillah sukses. Saya kira banyak pengusaha lain yang seperti itu. Lihat saja beberapa orang terkaya di dunia tidak sampai selesai kuliahnya, Bill Gates misalnya bahkan dia menjadi penyokong dana utama Harvard University (Universitas ternama dunia di Amerika).

Ibaratkan kita mau jadi pengusaha itu sama seperti ketika hendak masuk kamar mandi. Kenapa? Karena masuk kamar mandi kita tidak berpikir-pikir....kalau kebelet....yah langsung masuk saja. Terserah di dalam kamar mandi "sukses" atau tidak itu urusan belakang. Kalau di dalam kamar mandi tidak ada sabun kan kita akhirnya keluar juga dan ada upaya untuk mencari. Orang terkadang akan mencari sesuatu apapun yang menurutnya mendesak dengan berbagai cara. Kalau pun pada saat itu tidak ada sabun di rumah ia akan berusaha untuk mencari sabun sampai dapat. Untuk latih otak kanan tidak perlu sekolah-sekolah tinggi. Anak saya yang SMP sekarang kalau bukan karena takut ditanya calon mertua kelak, mungkin dia sudah berhenti sampai SMP saja. Jangan sampai calon mertua nanti tanya, anaknya lulusan apa? (peserta seminar tertawa).

KAYA ITU MIMPI


KAYA itu, saya kira, bukan bakat, dan juga tidak harus keturunan. Tapi, kaya itu mimpi atau visi. Mimpi yang menjadi kenyataan. Artinya, kalau kita tidak berusaha sama sekali untuk menjadi kaya, misalnya dengan jalan berwirausaha, maka mana mungkin kekayaan itu kita dapat.

Terlepas dari apakah Anda sepakat atau tidak dengan pendapat saya ini, tapi yang jelas, semua orang pasti punya mimpi. Saya rasa, setiap kita menjalankan bisnis apapun, sebenarnya yang kita cari bukanlah semata-mata uang atau ingin kaya. Tapi, karena adanya keinginan kita untuk mewujudkan mimpi tersebut. Sebagai konsekuensi logis atas jerih payah kita adalah kita bisa mendapatkan keuntungan atau uang, dan bisa juga aset kita yang semakin bertambah. Hal itu seiring dengan kegigihan kita di dalam menjalankan bisnis.

Saya yakin, jika kita sebagai seorang entreprener atau wirausahawan, yang namanya mimpi-mimpi bisnis tak akan ada habisnya. Seolah kita adalah sosok yang tak akan pernah kehabisan mimpi. Apalagi, kita termasuk entreprener yang kreatif dan inovatif. Bisnis yang satu maju pesat, bisnis yang lainnya ikut berkembang. Sementara, bisnis yang lainnya lagi ikut bermunculan. Sehingga, tak terasa atau bagaikan sebuah mimpi, ternyata bisnis kita semakin banyak. Aset yang kita miliki juga semakin bertambah.

Kalau bisnis kita semakin maju, tentu akan ada percepatan dalam penambahan aset. Bukan tak mungkin, kita akan semakin pintar memutar bisnis kita, bahkan mampu mendatangkan dana dari luar yang nantinya juga akan menjadi aset kita. Saya kira, itu semua berjalan seiring dengan mimpi atau visi kita sebagai entreprener.

Katakanlah, yang semula kita dalam menjalankan bisnis, hanyalah bermodal dengkul, tapi karena kita punya mimpi ingin jadi pengusaha sukses, ingin punya bisnis yang berkembang, dan ingin menciptakan lapangan kerja, maka tak mustahil mimpi itu akhirnya akan menjadi kenyataan.

Dulunya, kita masih kontrak rumah untuk bisnis, kini sudah punya kantor sendiri. Kalau dulu, kita naik sepeda motor untuk menjalankan bisnis, kini sudah punya mobil sendiri, bahkan lebih dari satu mobil. Dan, seterusnya seiring dengan mimpi kita, maka kekayaan itu pun akan menyertai kita. Tentunya, mimpi itu akan terwujud jika jiwa entreprener melekat pada diri kita. Pendeknya, tanpa jiwa entreprener mimpi itu tak mungkin terwujud. Kekayaan itu tak mungkin kita dapat.

Oleh karena itulah, saya kira jika kita ingin menjadi entreprener sukses, maka kita harus pandai-pandai merealisir mimpi kita sendiri. Percayalah, di saat mimpi kita jadi kenyataan, maka akan muncul mimpi-mimpi baru. Dari satu mimpi ke-mimpi berikutnya. Dari satu bisnis berkembang ke-bisnis berikutnya. Ibaratnya, putaran bola salju, kalau semakin cepat putarannya semakin besar bolanya. Anda berani mimpi?.

LIFE IS EASY



* Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.


* Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang
yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tsb.

Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga
bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya.

Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil
ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya
inisiatif sedikit saja. *


* Seorang anak berkata kepada ibunya: "Ibu hari ini sangat canti k.

Ibu menjawab: "Mengapa?

Anak menjawab: "Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kec anti kan sangatlah mudah, hanya perlu tidak
marah-marah.


* Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu
tetap akan tumbuh dengan subur.

Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku.

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin
bekerja.


* Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke
dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah." Ada pula yang menjawab:
"Cari di rerumputan yang cekung ke dalam." Dan ada yang menjawab: "Cari di
rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat:
"Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput
sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.


* Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir
jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."

Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."

Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan
menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari
kemalasan saja.



* Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan
dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan
gembira. Ada yang bertanya: "Mengapa engkau begitu santai?"

Dia menjawab sambil tertawa: "Karena barang bawaan saya sedikit."

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan
memiliki secukupnya saja. *

Prinsip 80/20: Usaha Sedikit, Hasil Lebih Banyak

Ini suatu konsep yang powerful juga. Sebagai seorang yang cenderung lebih suka bekerja sedikit dan hasil lebih banyak, saya sangat tertarik dengan prinsip 80/20 atau Prinsip Pareto ini. Menurut prinsip ini, segala sesuatu di dunia ini yang berlaku bukanlah hukum keseimbangan atau 50/50, melainkan 80/20.


Pak Tung Desem Waringin, mentor saya, selalu bercerita mengenai 20% orang menguasai 80% uang yang beredar di dunia. Bila seluruh uang yang ada di dunia dibagi rata setiap orang, hasilnya dalam lima tahun kemudian akan kembali seperti semula, yang 20% menguasai 80%.

Contoh lain:
- 20% konsumen produk kita menghasilkan 80% penjualan
- 20% produk menghasilkan 80% penjualan
- 20% sebab menghasilkan 80% akibat
- 20% input menghasilkan 80% output
- 20% waktu kerja kita menghasilkan 80% hasil
- 20% uang yang kita investasikan menghasilkan 80% pengembalian
Menarik? Tentu saja.


Sebagai seorang eksekutif / pebisnis anda tentu sudah tahu sejak lama prinsip ini. Saya pun demikian. Tapi, belum tentu kita telah praktekkan dengan baik. Dalam mengelola bisnis, saya pun mencoba menggunakan prinsip ini. Awalnya saya coba-coba dengan menganalisis kecil-kecilan apakah benar prinsip ini juga berlaku dalam bisnis saya. Saya coba menganalisis pelanggan, produk, waktu kerja, dan lain-lain. Ternyata, hasilnya selalu mengikuti prinsip 80/20 ini.


Timbul pertanyaan, kalau begitu yang 80% nya adalah sia-sia alias mubazir. Tentu saja. Namun dengan kita mengenali yang 80% mubazir itu akan membuat kita bisa memfokuskan upaya ke yang 20% tersebut dan meminimalisir kerugian dari yang 80% tersebut. Pak Tung sering bilang ke saya bahwa 80% usaha kita itu sia-sia, 20% nya akan membawa hasil.

Bagaimana caranya kalau kita baru mulai usaha dan belum mengenali yang 20/80 tersebut? Seperti yang saya alami, jalan saja dulu dengan memperlakukan semuanya sama dan seimbang. “You have to kiss a lot of frogs to find a prince”. Setelah ketahuan hasilnya dan pola 80/20 nya terbentuk, baru kita fokus. Artinya 80% waktu, tenaga, sumber-sumber kita gunakan untuk mengembangkan 20% yang menghasilkan 80% ini. Sisanya yang 20% kita gunakan untuk yang 80% tapi menghasilkan 20%.


Regards,
DJODI ISMANTO

TOSHINOBU KUBOTA



Toshinobu Kubota, yang biasa dipanggil Shinji mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya di negerinya yang lama untuk mencari hidup yang lebih baik di Amerika. Ayahnya memberinya uang simpanan keluarga yang disembunyikan di dalam kantong kulit.

"Di sini keadaan sulit," katanya sambil memeluk putranya dan mengucapkan selamat tinggal. "Kau adalah harapan kami."

Shinji naik ke kapal lintas Atlantik yang menawarkan transport gratis bagi pemuda-pemuda yang mau bekerja sebagai penyekop batubara sebagai imbalan ongkos pelayaran selama sebulan. Kalau Shinji menemukan emas di Pegunungan Colorado , keluarganya akan menyusul.

Berbulan-bulan Shinji mengolah tanahnya tanpa kenal lelah. Urat emas yang tidak besar memberinya penghasilan yang pas-pasan namun teratur. Setiap hari ketika pulang ke pondoknya yang terdiri atas dua kamar, Shinji merindukan dan sangat ingin disambut oleh wanita yang dicintainya. Satu-satunya yang disesalinya ketika menerima tawaran untuk mengadu nasib ke Amerika adalah terpaksa meninggalkan Asaka. Maksudoya sebelum secara resmi punya kesempatan mendekati gadis itu. Sepanjang ingatannya, keluarga mereka sudah lama berteman dan selama itu pula diam-diam dia berharap bisa memperistri Asaka.

Rambut Asaka yang ikal panjang dan senyumnya yang menawan membuatnya menjadi putri Keluarga Yoshinori Matsutoya yang paling cantik. Shinji baru sempat duduk di sampingnya dalam acara perayaan pesta bunga dan mengarang alasan-alasan konyol untuk singgah di rumah gadis itu agar bisa betemu dengannya. Setiap malam sebelum tidur di kabinnya, Shinji ingin sekali membelai rambut Asaka yang pirang kemerahan dan memeluk gadis itu. Akhirnya, dia menyurati ayahnya, meminta bantuannya untuk mewujudkan impiannya.

Kira-kira setahun kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan rencana untuk membuat hidup Shinji menjadi lengkap. Pak Yoshinori Matsutoya akan mengirimkan putrinya kepada Shinji di Amerika. Putrinya itu suka bekerja keras dan punya intuisi bisnis. Dia akan bekerja sama dengan Shinji selama setahun dan membantunya mengembangkan bisnis penambangan emas. Diharapkan, setelah setahun itu keluarganya akan mampu datang ke Amerika untuk menghadiri pernikahan mereka.

Hati Shinji sangat bahagia. Dia menghabiskan satu bulan berikutnya untuk mengubah pondoknya menjadi tempat tinggal yang nyaman. Dia membeli ranjang sederhana untuk tempat tidurnya di ruang duduk dan menata bekas tempat tidurnya agar pantas untuk seorang wanita. Gorden dari bekas karung goni yang menutupi kotornya jendela diganti dengan kain bermotif bunga dari bekas karung terigu. Di meja samping tempat tidur dia meletakkan wadah kaleng berisi bunga-bunga kering yang dipetiknya di padang rumput.

Akhirnya, tibalah hari yang sudah dinanti-nantikannya sepanjang hidup. Dengan tangan membawa seikat bunga daisy segar yang baru dipetik, dia pergi ke stasiun kereta api. Asap mengepul dan roda-roda berderit ketika kereta api mendekat lalu berhenti. Shinji melihat setiap jendela, mencari senyum dan rambut ikal Asaka.Jantungnya berdebar kencang penuh harap, kemudian tersentak karena kecewa.

Bukan Asaka, tetapi Yumi Matsutoya kakaknya, yang turun dari kereta api. Gadis itu berdiri malu-malu di depannya, matanya menunduk. Shinji hanya bisa memandang terpana. Kemudian, dengan tangan gemetar diulurkannya buket bunga itu kepada Yumi. "Selamat datang," katanya lirih, matanya menatap nanar.

Senyum tipis menghias wajah Yumi yang tidak cantik.

"Aku senang ketika Ayah mengatakan kau ingin aku datang ke sini," kata Yumi, sambil sekilas memandang mata Shinji sebelum cepat-cepat menunduk lagi.

"Aku akan mengurus bawaanmu," kata Shinji dengan senyum terpaksa.

Bersama-sama mereka berjalan ke kereta kuda. Pak Matsutoya dan ayahnya benar. Yumi memang punya intuisi bisnis yang hebat. Sementara Shinji bekerja di tambang, dia bekerja di kantor. Di meja sederhana di sudut ruang duduk, dengan cermat Yumi mencatat semua kegiatan di tambang. Dalam waktu 6 bulan, asset mereka telah berlipat dua. Masakannya yang lezat dan senyumnya yang tenang menghiasi pondok itu dengan sentuhan ajaib seorang wanita.

Tetapi bukan wanita ini yang kuinginkan, keluh Shinji dalam hati, setiap malam sebelum tidur kecapekan di ruang duduk. Mengapa mereka mengirim Yumi? Akankah dia bisa bertemu lagi dengan Asaka? Apakah impian lamanya untuk memperistri Asaka harus dilupakannya? Setahun lamanya Yumi dan Shinji bekerja, bermain, dan tertawa bersama, tetapi tak pernah ada ungkapan cinta. Pernah sekali, Yumi mencium pipi Shinji sebelum masuk ke kamarnya. Pria itu hanya tersenyum canggung. Sejak itu, kelihatannya Yumi cukup puas dengan jalan-jalan berdua menjelajahi pegunungan atau dengan mengobrol di beranda setelah makan malam.

Pada suatu sore di musim semi, hujan deras mengguyur punggung bukit, membuat jalan masuk ke tambang mereka longsor. Dengan kesal Shinji mengisi karung-karung pasir dan meletakkannya sedemikan rupa untuk membelokkan arus air. Badannya lelah dan basah kuyup, tetapi tampaknya usahanya sia-sia.

Tiba-tiba Yumi muncul di sampingnya, memegangi karung goni yang terbuka. Shinji menyekop dan memasukkan pasir kedalamnya, kemudian dengan tenaga sekuat lelaki, Yumi melemparkan karung itu ke tumpukan lalu membuka karung lainnya. Berjam-jam mereka bekerja dengan kaki terbenam lumpur setinggi lutut, sampai hujan reda. Dengan berpegangan tangan mereka berjalan pulang ke pondok.

Sambil menikmati sup panas, Shinji mendesah, "Aku takkan dapat menyelamatkan tambang itu tanpa dirimu. Terima kasih, Yumi."

"Sama-sama," gadis itu menjawab sambil tersenyum tenang seperti biasa, lalu tanpa berkata-kata dia masuk ke kamarnya.

Beberapa hari kemudian, sebuah telegram datang mengabarkan bahwa Keluarga Matsutoya dan Keluarga Kubota akan tiba minggu berikutnya. Meskipun berusaha keras menutup-nutupinya, jantung Shinji kembali berdebar-debar seperti dulu karena harapan akan bertemu lagi dengan Asaka. Dia dan Yumi pergi ke stasiun kereta api. Mereka melihat keluarga mereka turun dari kereta api di ujung peron.

Ketika Asaka muncul, Yumi menoleh kepada Shinji. "Sambutlah dia," katanya.

Dengan kaget, Shinji berkata tergagap, "Apa maksudmu?"

"Shinji, sudah lama aku tahu bahwa aku bukan putri Matsutoya yang kau inginkan. Aku memperhatikan bagaimana kau bercanda dengan Asaka dalam acara Perayaan pesta bunga lalu." Dia mengangguk ke arah adiknya yang sedang menuruni tangga kereta. "Aku tahu bahwa dia, bukan aku, yang kauinginkan menjadi istrimu."

"Tapi..."

Yumi meletakkan jarinya pada bibir Shinji. "Ssstt," bisiknya. "Aku mencintaimu, Shinji. Aku selalu mencintaimu. Karena itu, yang kuinginkan hanya melihatmu bahagia. Sambutlah adikku."

Shinji mengambil tangan yumi dari wajahnya dan menggenggamnya. Ketika Yumi menengadah, untuk pertama kalinya Shinji melihat betapa cantiknya gadis itu. Dia ingat ketika mereka berjalan-jalan di padang rumput, ingat malam-malam tenang yang mereka nikmati di depan perapian, ingat ketika Yumi membantunya mengisi karung-karung pasir. Ketika itulah dia menyadari apa yang sebenarnya selama berbulan-bulan telah tidak diketahuinya.

"Tidak, Yumi. Engkaulah yang kuinginkan." Shinji merengkuh gadis itu ke dalam pelukannya dan mengecupnya dengan cinta yg tiba-tiba membuncah didalam dadanya.

Keluarga mereka berkerumun mengelilingi mereka dan berseru-seru, "Kami datang untuk menghadiri pernikahan kalian!"

WELCOME ...

Hiiii..
Thanks for visited my blogs.. p:
Hope you'll have a great time in here.

PEACE BE UPON YOU
December 2009
M T W T F S S
November 2009January 2010
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31