Pangandaran-ku sayang Pangandaran-ku Malang
Tuesday, July 18, 2006 11:22:54 AM

Siang kemarin ngga ada firasat apa-apa. Malah kami sempat ketawa-ketawa sebelum kami ujian Bahasa Inggris di kantor. Mrs Apuy telah datang tepat waktu, Ia adalah guru bahasa inggris kami dikantor .
Setelah ujian selesai karena waktunya memang sudah habis, padahal belum terisi semua sehingga ada beberapa pertanyaan yang belum terjawab. lembar jawaban pun dikumpulkan . Tidak begitu lama saya pergi ke ruang server, pas dilihat ada pesan dari kanto untuk kang adi di gaim messenger katanya Pangandaran di terjang Gempa dan Badai Tsunami.
Langsung saja saya hubungi beberapa Kerabat saya di Pangandaran tapi tak satu pun bisa di hubungi begitu pun dengan Kang Adi yang memang satu daerah dengan saya. Berita di TV dan elshinta saya pantau terus sampai pada Pukul 10.00 malam. Tak ketinggalan detik.com. Setelah saya beberapa kali menghubungi teman dan kerabat di Pangandaran akhirnya kira-kira pukul 10 lebih saya bisa tersambung dengan teman saya. Saya menanyakan kabar dan ternya Ia pun sudah mengungsi ke Desa Purbahayu. Ia menjelaskan bahwa Pangandaran sudah dikosongkan karena warga nya pada takut. Padahal banyak saudara-saudara saya yang berada di BanyuAsin yang jaraknya sekitar 300 meter dari bibir pantai.
Baru hari ini saya bisa menghubungi Kaka saya di Pangandaran yang sedang mengungsi di Masjid Raya. Setelah menanyakan keadaan keluarga ternyata ada salah satu keluarga yang meninggal. Ketika Sunami datang Almarhum berada di Jongko tempat dagangnya di Pantai Barat.
Tapi siang ini juga seluruh saudara akan menginap di rumah Kaka saya di Cibodas Desa Kersaratu. Cibodas merupakan kawasan dataran tinggi yang jauh dari pantai pangandaran.
Sore ini lihat gambar udara di televisi swasta, Pangandaran sudah porak-poranda. Siapa yang ngga sedih lihat Kampung halaman tempat main dulu hancur rata dengan tanah.
Wassalamualaikum wr. wb.









Anonymous # Thursday, July 20, 2006 2:41:32 AM