Sepuluh Golongan yang tidak akan masuk surga kecuali orang yang tobat
Sunday, August 29, 2010 9:57:48 AM
Ibnu Abbas ra. Menuturkan, bahwa Nabi Saw bersabda, “ Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali orang yang tobat.
a. Al Kolla
b. Al Jayyuf
c. Kottat
d. Daibub
e. Dayyus
f. Shahibul Arthobah
g. Shahibul Qubah
h. Al Utul
i. Zanim
j. Orang yang durhaka kepada kedua orang tua.”
Nabi ditanya, “ Ya Rasulullah, siapakah Kolla itu ?”
Nabi menjawab,” Orang yang suka mondar-mandir di antara para pemimpin untuk memberikan laporan palsu.”
Nabi ditanya,” Aapakah yang dikamsud dengan jayyut?”
Nabi menjawab,” Jayyut adalah orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Nabi ditanya,” Apakah Qottat itu?” Jawab Nabi, “ Qattat ialah pengadu domba,” Nabi ditanya,” Apakah Daibub itu?” nabi menjawab, “Germo.” Nabi ditanya,” Apakah Dayyus itu? Nabi menjawab, “ Dayyus ialah suami tidak memiliki rasa cemburu terhadap istrinya.” Nabi ditanya,” Apakah Shahibul Arthobah itu? “ nabi menjawab, “ Pemukul gendang.” Nabi ditanya,” Apakah Shahibul Qubah itu ?” Nabi menjawab, “ Pemukul Drumbend (tambur).” Nabi ditanya, “ Apakah Al Utul itu ¿ “ nabi menjawab, “ Orang yang tidak meminta maaf.” Nabi ditanya,” Apakah Zanim itu?” Nabi menjawab , : Orang yang dilahirkan hasil perzinaan, diam ditepi jalan, dan suka menggunjing orang serta anak yang durhaka kepada ibu bapaknya.
Berkenaan dengan nasihat tersebut sahabat Mu’adz ra. Bertanya kepada Nabi Saw, “ Wahai Rasululllah, bagaimana pandangan Rasul tentang ayat : “ Yauma yunfakhu fish shuuri fata’tuuna afwaajaan” Pada suatu hari (kiamat) di mana sangkakala Isrofil ditiup, maka kamu sekalian akan datang. “ Nabi bersabda, “ Wahai Mu’adz, sungguh engkau telah bertanya tentang sesuatu yang hebat, yang mendebarkan hati.” Kemudian beliau mengedipkan matanya dengan mencucurkan air mata lalu bersabda, “ Sepuluh golongan dari umatku dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan yang berbeda. Allah akan memisah-misahkan mereka dari golongan muslim dan akan menampakkan bentuk seseuai dengan amaliahnya di dunia. Di antara mereka ada yang berujud kera. Ada yang berujud babi. Ada yang berjalan jungkir balik, ada yang buta, ada yang tuli dan bisu, tidak berakal ada yang lidahnya panjang sampai kedadanya, ada yang mengalirkan nanah dari mulutnya, ada yang tangan dan kakinya dipotong-potong, ada yang disalib di atas pelepah pohon api neraka, ada yang bau busuk tubuhnya seperti bangkai, dan ada yang diselimuti cairan api neraka.
Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang suka melanggar hukum-hukum Allah. Yang berwajah babi adalah pemakan barang yang haram dan berusaha dengan cara yang haram. Yang berjalan jungkir balik adalah rentenir (pemakan riba). Yang buta adalah orang yang suka zalim dalam menegakkan hukum. Orang yang tuli dan bisu yaitu orang-orang yang suka ujub dengan amalnya. Orang yang mengguntingi lisannya yang panjang sampai kedada adalah ulama dan tukang-tukang kisah (dingeng) yang ucapannya bertolak belakang dengan amalnya. Orang yang menguntingi tangan dan kakinya adalah orang-orang yang suka menyakiti tetangganya. Orang-orang yang disalib di atas pohon kayu api neraka adalah orang yang suka melaporkan kesalahan orang lain kepada penguasa yang bukan haknya (karena iri dan sebagainya). Orang yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai ialah orang-orang yang suka mengikuti kehendak hawa nafsunya (berzina). Adapaun orang yang berjilbab cairan api neraka adalah orang yang suka takabur dan sombong.” (HR. Kurtubi)





















