-¤(zilhan)¤-

There is only one word on my lips, and it is your Name

Subscribe to RSS feed

Posts tagged with "Rindu"

Sticky post

BALAGHAH

, , , ...

Dasar-dasar Balaghah
Ditulis oleh Abdur Rosyid

Shifat kalam yang baliigh
Tanaasuq al-ashwaat (kesesuaian bunyi) : a) derajat terendahnya ialah ketiadaan tanaafur huruf, b) derajat tertingginya ialah kesesuaian antara bunyi dan makna.
Tarkib lughawi yang sesuai : a) shahih (bebas dari khatha’ dan syadzdz), b) merepresentasikan makna secara efektif
Mengandung unsur-unsur imajinatif yang berkesan.
Unsur-unsur kalam :
1) Madhmun = makna
2) Syakl = lafazh
Hubungan diantara keduanya ibarat jasad dengan ruh.

Read more...

Sticky post

Do'a Untuk Sahabat

, ,

Segala puja dan puji itu hanya milikmu wahai Tuhan penentu segala takdir.
Shalawat dan salam
buat Rasul junjungan petunjuk sepanjang zaman, Nabi Muhammad s.a.w dan ahli keluarga serta
para sahabatnya yang umpama bintang-bintang bergemerlapan.

Ya Allah…
Dalam perjalanan kehidupan ini telah Engkau jadikan bagiku seorang teman. Sedangkan ia
adalah diluar jangkaan dan sangkaan hambaMu
ini. Aku tetapkan baginya satu peraturan yang hanya Allah yang akan menentukan segalanya.

Ya Allah…
Dalam kekalutan begini, dia pergi menyendiri dan hanya menititipkan suatu pesan melalui seorang
teman buatku. Dimanakah salahku wahai Tuhan
dan tunjukkanlah dimana khilafku. Jangan Engkau biarkan aku begini tanpa diketahui apakah kesalahan yang telah aku lakukan terhadapnya.

Ya Allah…
Walau apa pun takdirMu keatasku, maka disaat ini aku tahu dia membutuhkan pertolongan. Oleh itu wahai Tuhan, aku dengan penuh rasa kehambaan yang
penuh kehinaan memohon padaMu atas namanya, kerana dia adalah sahabatku.

Ya Allah…
Ampunilah daku dan sahabatku dan masukkanlah kami kedalam rahmatMu dan Engkau adalah
Tuhan yang maha penyayang.

Ya Allah…
Jangan Engkau tinggalkan untuknya suatu dosa melainkan telah Engkau ampunkan. Dan tiada
suatu aibnya, melainkan telah Engkau tutupinya.
Tiada suatu dukanya melainkan telah Engkau hilangkan daripadanya. Tiada suatu hutangnya
melainkan telah Engkau bayarkannya. Tiada suatu
kesakitan melainkan telah Engkau sembuhkannya.
Tiada suatu hajatnya dari keperluan dunia dan akhiratnya yang telah Engkau redhai dan tepat
untuknya melainkan telah Engkau tunaikan
segalanya baginya wahai Tuhan yang Maha Penyayang.

Ya Allah…
Lindunglah sahabatku dari hilangnya nikmatMu dan berubahnya kesejahteraanMu dan
mendadaknya seksaMu dan berbagai macam murkaMu.

Ya Allah…
Sungguhnya aku bermohon kepadaMu tabahkanlah dia dalam menghadapi segala urusan dan kekuatan dalam menerima petunjukMu.

Ya Allah…
Kurniakanlah kepadanya jiwa ketaqwaan dan sucikanlah.
Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya.

Ya Allah…
Sungguhnya aku bermohon kepadaMu atas namanya dengan sabaik-baik permintaan, sebaik-
baik permohonannya, sebaik-baik kejayaannya dan sebaik-baik pahala baginya. Tetapkanlah
untuknya, beratkanlah timbangan kebaikannya.
Mantapkanlah imannya, tingkatkanlah darjatnya, terimalah solatnya dan ampunkanlah dosa-
dosanya.
Ya Allah, aku bermohon baginya
kepadaMu tingkat yang tinggi di syurga.
Ya Allah perkenankanlah permohonanku.
Ya Allah…
Sungguhnya Engkau mengetahui apa yang aku rahsiakan dan apa yang aku perlihatkan, maka ampunkanlah kealpaan dan kelalaiannya. Dan
Engkau mengetahui segala hajatnya, maka
kabulkanlah permohonannya.
Ya Allah, aku bermohon untuknya kepadaMu keimanan yang selalu mendampingi hatinya, dan keyakinan yang
kuat sehingga dia mengerti bahawasanya tidak
akan menimpa dirinya kecuali apa yang telah
Engkau tentukan baginya dan bahawasanya apa sahaja yang telah menimpa dirinya bukanlah semata-mata yang meluputkannya. Dan apa sahaja yang telah meluputkannya bukanlah yang semata-mata menimpa dirinya.

Ya Allah…
Aku bermohon untuknya kepadaMu iman yang dengannya dia cari kebenaran.
Cahaya yang dia jadikan petunjuk dan rezeki yang dirinya cukupkan.
Ya Allah…jadikanlah dia cinta kepadaMu dengan hatinya seluruhnya dan rela kepadaMu dengan
segala kemampuan dirinya seluruhnya.

Ya Allah…
jadikanlah cintanya seluruhnya hanya kepadaMu dan amal perbuatannya seluruhnya hanyalah untuk mencari keredhaanMu.

Ya Allah…
Apa sahaja yang Engkau jauhkan darinya dari hal-hal yang dia cintai, jadikanlah hal itu sebagai penolongnya..

Ãmîn Yâ Rabbal 'âlamîn

Sticky post

Dua Keinginan

, , , ...

Di keheningan malam, Sang Maut turun dari
hadirat Tuhan menuju ke bumi. Ia terbang
melayang-layang di atas sebuah kota dan
mengamati seluruh penghuni dengan tatapan
matanya.
Ia menyaksikan jiwa-jiwa yang melayang-layang
dengan sayap-sayap mereka,
dan orang-orang yang terlena di dalam kekuasaan
sang lelap.
Ketika rembulan tersungkur kaki langit, dan kota itu
berubah warna menjadi hitam legam, Sang Maut
berjalan dengan langkah tenang di tengah
pemukiman --berhati-hati tidak menyentuh
apapun -- sampai tiba di sebuah istana.
Dia masuk dan tak seorang pun kuasa
menghalangi.
Dia tegak di sisi sebuah ranjang dan menyentuh
pelupuk
matanya, dan orang yang tidur itu bangun dengan
ketakutan.
Melihat bayangan Sang Maut di hadapannya, dia
menjerit dengan suara ketakutan, "Menyingkirlah
kau dariku, mimpi yang mengerikan! Pergilah
engkau makhluk jahat! Siapakah engkau ini? Dan
bagaimana mungkin kau masuk istana ini? Apa
yang kau inginkan?
Minggatlah, karena akulah empunya rumah ini.
Enyahlah kamu, kalau tidak,
kupanggil para budak dan para pengawal untuk
mencincangmu menjadi kepingan!"
Kemudian Maut berkata dengan suara lembut, tapi
sangat menakutkan, "Akulah kematian, berdiri dan
membungkuklah kepadaku."
Dan si kaya berkuasa itu bertanya, "Apa yang kau
inginkan dariku sekarang, dan benda apa yang kau
cari?
Kenapa kau datang ketika pekerjaanku belum
selesai?
Apa yang kau inginkan dari orang kuat seperti aku?
Pergilah sana, carilah orang-orang
yang lemah, dan ambillah dia! Aku ngeri oleh
taring-taringmu yang berdarah dan wajahmu
yang bengis, dan mataku bergetar menatap sayap-
sayapmu yang menjijikan dan tubuhmu yang
memuakkan."
Setelah diam beberapa saat dan tersadar dari
ketakutannya, ia menambahkan, "Tidak, tidak, Maut
yang pengampun, jangan pedulikan apa yang telah
kukatakan, karena rasa takut membuat diriku
mengucapkan kata-kata yang sesungguhnya
terlarang. Maka ambillah emasku seperlunya atau
nyawa salah seorang dari budak, dan tinggalkanlah
diriku... Aku masih memperhitungkan kehidupan
yang masih belum terpenuhi dan kekayaan pada
orang-orang yang belum terkuasai. Di atas laut aku
memiliki kapal yang belum kembali ke pelabuhan,
dan pada hasil bumi yang belum tersimpan.
Ambillah olehmu barang yang kau inginkan dan
tinggalkanlah daku. Aku punya selir, cantik bagai
pagi hari, untuk kau pilih, Kematian. Dengarlah lagi :
Aku punya seorang putra tunggal yang kusayangi,
dialah biji mataku. Ambillah dia juga, tapi
tinggalkan diriku sendirian."
Sang Maut itu menggeram, engkau tidak kaya tapi
orang miskin yang tak tahu diri. Kemudian Maut
mengambil tangan orang itu, mencabut
kehidupannya, dan memberikannya kepada para
malaikat di langit untuk memeriksanya.
Dan maut berjalan perlahan di antara orang-orang
miskin hingga ia mencapai rumah paling kumuh
yang ia temukan. Ia masuk dan mendekati ranjang
di mana tidur seorang pemuda dengan kelelapan
yang damai. Maut menyentuh matanya, anak
muda itu pun terjaga. Dan ketika melihat Sang
Maut berdiri di sampingnya, ia berkata dengan
suara penuh cinta dan harapan, "Aku di sini, wahai
Sang Maut yang cantik. Sambutlah ruhku,
impianku yang mengejawantah dan hakikat
harapanku. Peluklah diriku, kekasih jiwaku, karena
kau sangat penyayang dan tak kan meninggalkan
diriku di sini. Kaulah utusan Ilahi, kaulah tangan
kanan kebenaran. Jangan tinggalkan daku."
"Aku telah memanggilmu berulang kali, namun
kau tak mendengarkan. Tapi kini kau telah
mendengarku, karena itu jangan kecewakan
cintaku dengan peng-elakan diri. Peluklah ruhku,
Sang Maut terkasih."
Kemudian Sang Maut meletakkan jari-jari
lembutnya ke atas bibir yang bergetar itu,
mencabut nyawanya, dan menaruhnya di bawah
sayap-sayapnya.
Ketika ia naik kembali ke langit, Maut menoleh ke
belakang -- ke dunia -- dan dalam bisikan ia
berkata, "Hanya mereka yang di dunia mencari
Keabadian-lah yang sampai ke Keabadian itu."

("Kelopak Kelopak Jiwa" - Kahlil Gibran)

Sticky post

Seruling Bambu

Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk Kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi Cinta & Kepiluan..

Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
Ku rindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku..

Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pecinta luka?
Dengar, dengar alunan lagu seruling bambu..

Sticky post

Permainan Kasih

, , ,

" Seorang ibu tidak dapat menghindari pedihnya persalinan, sebelum kebahagiaan melahirkan datang"
(Isa Putra Maryam)

" Reguklah dalam dalam Kasih duniawi,
agar bibirmu mampu mengecap anggur cinta yang lebih suci
Aku mendengar dan terpikat, ruhku bergegas untuk
merengkuh dekapan penerimaan Kasih,
karena suara itu begitu manis"
(Rumi)

Untuk membawa jiwa pulang ke Tuhan, bagian dari rencana Tuhan adalah jiwa harus menangis secara menyedihkan dan terbakar dalam api perpisahan, karena hal ini membangkitkan karunia dan belas kasihanNya sehingga ia dapat maju lebih lanjut.

" Menangis seperti awan, dan kerinduan spt panas matahari. Sama seperti panas matahari merupakan
penyebab turunnya hujan dari awan, maka begitu pun perpisahan, kerinduan akan Dia dan keresahan _ semua itu bagaikan bara api yang menjadikan arus karunia dan pengampunan Tuhan bergejolak seperti air yang tumpah dari awan, dan menenangkan hati para bakta. Air mata dan kepedihan hati merupakan pilar penyangga pintu masuk kita"
(Rumi)

Mula-mula, Guru Sejati mengasihi kita dan menarik kita kepadaNya: kemudian kita menanggapi tarikanNya dengan menjadikan diri kita rindu untuk berada bersamaNya dan melihat Dia. Bila kita tidak dapat mencapai Dia, kita menangis dengan sedih dan
merasakan kepedihan hati karena berpisah. Ia menanggapi kesedihan kita dengan menarik kita
kepadaNya dari dalam, dan bila kita merasakan tanggapan yang penuh kasih itu, maka itu akan menarik kita lebih dekat dan menciptakan lebih banyak kasih yang membara dan pahitnya kerinduan dalam diri kita. Dengan demikian Ia
selalu menambah kasih dan kerinduan kita!
Tarikan dan tanggapan ini, tanggapan dan tarikan ini, merupakan kekuatan yang mendorong jiwa
dalam perjalanannya melewati alam-alam ruhani.
Itu semua adalah Permainan Kasih yang dirancang
Tuhan guna menarik jiwa naik dan naik lagi sampai mencapai Dia.

"Dalam kasih, menangis dengan penuh kasih berfungsi sebagai tangga. Bila engkau menjadikan
matamu sebagai tangga, maka dengan sendirinya engkau akan meluncur ke angkasa"
(Rumi)

Inilah kurang-lebih yang menjadi intisari Metoda Kebidanan- Socrates, yang telah diajarkan Para Guru Sejati dari berbagai jaman dan daerah dengan bermacam cara pengungkapan.

Read more...